
AUTHOR POV
"Maaf baru bisa ketemu sama kamu. Pekerjaanku sangat padat." Daniel menepuk kepala Chloe sebelum matanya melirik Lenka yang tengah tersenyum mengejek. Tanda jika itu hanya kebohongan dan bagian rencana dari mereka berdua.
"Kamu mau balik ke Jogja? Gimana kalo bareng? Aku ada sedikit tugas di Jogja."
"Eh? Tapi... Ini terlalu tiba-tiba," gumam Chloe.
"Aku juga tidak mau merepotkan kakak." Chloe memegangi dadanya yang berdegup sangat kencang. Sangat berbahaya.
"Aku bisa sendiri. Naik pesawat atau kereta bisa kok."
"Bukannya lebih aman kalo sama Kak Daniel? Lenka sering dengar banyak kejahatan sekarang." Lenka melirik Christ dengan senyum lebar yang sebenarnya memiliki arti tersendiri.
"Ayah juga pasti tidak keberatan, kan? Kita semua kenal Kak Daniel. Pasti Kak Chloe aman kalau dijaga sama Kak Daniel."
"Benar juga. Kalo sama Daniel rasanya sedikit lebih tenang." Christ manggut-manggut dan itu membuat senyum Daniel merekah dan Lenka yang bersorak dalam hati.
"Chloe, kamu balik ke Jogja sama Daniel saja, ya? Itu lebih aman."
"T-tapi-"
"Iya, Kak Greisy juga setuju," timpal Greisy.
"Oh iya, kamu naik apa, Dan?"
"Naik mobil. Rencananya sih mau pakai kereta api, tapi kehabisan tiket dan banyak kasus kejahatan juga disana. Mau pake pesawat juga harus nunggu penerbangan selanjutnya dan itu cukup lama," jawab Daniel.
"Kak, Yah, Len, aku bisa sendiri kok!" seru Chloe dengan jantung yang seperti habis berlari marathon.
"Aku gak mau ngerepotin Kak Daniel."
"Aku pakai mobil keluarga yang aman dan nyaman. Terlebih, aku juga mengajak Nata buat nemenin Chloe. Chloe tidak akan kenapa-kenapa kalau ikut denganku."
Daniel semakin gencar melancarkan bujukannya. Rencana yang Daniel dan Lenka susun sangat matang.
"Nata? Gue saranin sih lo ikut Daniel aja, Chlo. Lo pasti cepet akrab sama Nata karna sebelas dua belas sama Hana." Arsen melirik Daniel dengan senyum miring.
"Gue akuin kalo sama Daniel keamanan lo lebih besar daripada sendirian."
Tapi hatiku yang gak aman!' seru Chloe dalam hati. Chloe menggigit bibir bawahnya karna sudah kalah suara. Ini terlalu mendadak baginya dan hatinya masih tidak siap jika terlalu lama bersama Daniel.
"Yaudah aku ikut sama Kak Daniel," ucap Chloe menyerah. Tanpa banyak kata lagi, Chloe berlari menuju mobil hitam Daniel yang terparkir didepan gerbang rumah.
"Daniel, sebagai sahabat baikmu, tolong jagain Chloe ya!" seru Greisy sambil menujuk wajah Daniel yang mengambil tas besar Chloe yang tergeletak ditanah.
Sepertinya Chloe lupa membawanya karna saking saltingnya, ya?
"Iya, iya, Bumil. Cerewet banget," jawab Daniel.
"Percayain aja Chloe sama aku."
"Hm, pasti ada maksud lain tuh." Lenka berkata dengan senyum mengejek dan kerlingan jahil.
"Tidak juga. Oke, kalo gitu aku berangkat dulu." Daniel melambaikan tangannya kepada empat orang didepannya. Ups, jangan lupakan diam-diam Daniel dan Lenka saling mengacungkan jempol. Tanpa diketahui yang lainnya.
"Ah, jadi aku beneran duduk didepan ya?" Chloe menoleh kebelakang dimana Nata dengan nyamannya berbaring. Menguasai semua kursi bagian tengah.
"Yakin Nata gak mau duduk disamping Kak Daniel?"
"Gak, makasih. Nata udah bosan beduaan sama Bang Daniel." Nata memasang earphone dikedua telinganya lalu memejamkan matanya.
"Mending Chloe aja tuh temenin si Bang Daniel. Nata mau tidur aja."
"Aih, kalo gitu sama aja kesannya cuma beduaan sama kak Daniel, kan?" gumam Chloe sambil melirik Daniel yang menyetir dengan tenang.
"Chloe." panggil Daniel. Chloe yang meliriknya kini tersentak dan itu membuat Daniel tertawa kecil.
"Cuma mau ngingatin, duduk yang benar supaya gak pusing." Daniel tertawa semakin lebar saat wajah Chloe yang sudah memerah.
"Nah, sekarang silahkan lirik aku lagi sepuasnya."
"Siapa yang ngelirik sih? Kepedean banget!" seru Chloe membuang wajah ke arah pemandangan di kaca mobil yang ada disampingnya.
"Kayaknya yang tsundere itu cuman Lenka deh. Kenapa kamu jadi ikut-ikutan?"
Daniel mendengus geli saat melihat Chloe yang tetap tidak mau mengalihkan perhatiannya dari kaca jendela disampingnya. Mencoba mencairkan suasana, Daniel menyalakan radio dan sebuah lagu melantun.
I looked in my rearview mirror and
It seemed to make a lot more sense
Than what I see ahead of us, ahead of us
Lagu yang dibawakan Ariana Grande dengan judul 'Honeymoon Avenue' itu membuat perhatian Chloe teralihkan untuk melanjutkan lirik selanjutnya. Sangat kebetulan, itu adalah lagu kesukaan Chloe.
I'm ready to make that turn
Before we both crash and burn
Cause I can be the death of us
The death of us
The death of us
"Suaramu bagus juga, ya?" komentar Daniel.
"Sekarang giliranku, oke?" tanya Daniel yang dibalas anggukan semangat dari Chloe.
Baby, you know how to drive in rain
You decided not to make a change
Stuck in the same old lane
Going the wrong way home
Daniel tersenyum penuh makna dan itu ditangkap oleh Chloe. Dengan jantung yang mulai berlompatan, Chloe melanjutkan lirik selanjutnya sekaligus mencoba menenangkan perasaannya kembali.
I feel like my heart is stuck
In bumper to bumper
Traffic, I'm under pressure
Cause I can't have you the way that I want
Let's just go back to the way it was
Bukannya tenang, perasaan Chloe malah jadi tidak karuan. Lirik yang seakan dengan halus menyindirnya saat ini. Lirik terus melantun dan Chloe rasanya tidak nyaman sekali. Tangan Chloe terulur akan mematikan radio, tapi sebuah tangan menahannya. Chloe menoleh dan ia dapati Daniel tersenyum mengejek.
"Kamu merasa diejek lagu ini, ya?" tanya Daniel yang dibalas Chloe dengan menghempaskan tangannya.
"Tidak. Aku hanya mau menaikkan volume suaranya," alibi Chloe. Dengan terpaksa Chloe akhirnya menaikkan volume lagunya dan kembali bernyanyi di bait selanjutnya. Untuk menutupi kegugupannya dan gengsinya dari Daniel.
Jujur, Chloe pun bingung sejak kapan menjadi lebih sering gugup dan salah tingkah didepan Daniel seperti sekarang ini. Apakah sejak Chloe merasakan hatinya selalu berdegup kencang didekat Daniel? Gadis itu pun tidak tau.
Hey, what happened to the butterflies? Guess they encountered that stop sign
And my heart is at a yellow light, a yellow light
Chloe mengatupkan bibirnya, tak bisa melanjutkan lirik selanjutnya. Chloe benar-benar merasa tersindir sekarang dan rasa sukanya dengan lagu itu jadi terkikis. Menyadari keadaannya. Daniel pun membuka suaranya untuk melanjutkan lirik selanjutnya.
Hey, right when I think that we found it
Well that's when we start turning around
You're saying baby don't worry
But we're still going the wrong way
"Matiin aja deh radionya," pinta Chloe.
"Lagunya bosenin lama-lama."
"Bukannya ini juga lagu kesukaanmu, ya?"
"Kak Daniel tau darimana?"
"Jadi beneran lagu kesukaanmu, ya? Aku cuma asal bicara kok." Daniel tertawa dengan puas saat melihat Chloe yang salah tingkah melalui ekor matanya.
"Entar lagi reff nya mau habis, Gak mau nyanyi?"
"Tidak, kakak aja yang nyanyi."
"Hm, no problem. Tapi nanti kamu nyanyiin bagian bridgenya, ya?"
When we were on Honeymoon Avenue
Honeymoon Avenue
Baby, coasting like crazy Can we get back to the way it was
"Chloe, udah Bridge lagunya. Kalo gak mau nyanyi, aku anggap kamu tersindir sama lagunya. Daniel menyeringai tipis saat mendengar gumaman tidak jelas dari Chloe. Gadis itu beneran galau sepertinya.
"Sudah kubilang kalo aku gak tersindir, kan?!"
They say only fools fall in love But they must've been talking about us
Sometimes I feel like I've been here before
"Baiklah giliranku," ucap Daniel semangat. Mengambil alih lirik selanjutnya.
I could be wrong, but I know I'm right
We gon' be lost
If we continue to fight Honey I know
We can find our way home
"Bisa kita selesaikan lagunya sama-sama?" tanya Daniel dengan senyum mengejek. Chloe merutuk dalam hati, tapi kepalanya mengangguk setuju.
I feel like my heart is stuck In bumper to bumper
Traffic, I'm under pressure Cause I can't have you the way that I want Let's just go back to the way it was
When we were on Honeymoon Avenue
Honeymoon Avenue Baby, coasting like crazy Can we get back to the way it was
TAK!!! Chloe mematikan radio secara sepihak sebelum lagu benar-benar habis.
"Ini. menyebalkan!" seru Chloe dengan wajah yang sangat merah dan nafas terputus-putus.
"Tau gini aku lebih baik berangkat sendirian saja. Ini terlalu menyebalkan!"
"Tapi kita gak bisa balik lagi," jawab Daniel enteng. Daniel menepikan mobilnya lalu menatap gadis disampingnya dengan intens.
"Udah sejauh ini, mana mungkin bisa balik lagi."
"Pasti bisa kembali. Ada banyak jalan untuk kembali. Itulah kenapa ada istilahnya memutar balik." Chloe tersenyum sedih dengan tangan yang mencengkram dadanya karna degupan mengganggu yang terus ia rasakan. Merasakan degupan itu selain kepada Darren rasanya sangat mengganggu menurutnya.
"Benarkah? Memutar balik? Apa sebutannya kalo bukan bodoh untuk orang-orang yang sudah hampir sampai tujuan, tapi memilih putar balik?" Daniel tersenyum lebar dengan penuh paksaan. Pembicaraan mereka sudah mulai melenceng.
"Ada tempat yang jauh lebih baik yang bisa dituju tanpa perlu berbalik kebelakang."
"Tapi, ada banyak hal yang hanya bisa didapatkan di tempat yang lama. Sangat banyak." Chloe berusaha menatap Daniel. Tepat dimata.
"Sebanyak itukah? Bayangkan aja kalo kamu mutar balik padahal tujuanmu sudah tepat didepan matamu. Perjalanan jauhmu selama ini sudah sangat dekat dan apa masih mau kembali? Kalo kamu kembali, akan banyak hal yang kamu sesali." Daniel tersenyum tipis lalu menangkup wajah Chloe yang memalingkan muka. Tak sanggup menatap mata Daniel lebih lama lagi
"Ketika kembali... ada banyak hal yang kamu korbankan. Waktumu, tenagamu, usahamu, tujuanmu, dan semuanya. Sudah begitu, belum tentu ketika kembali semuanya akan sama kayak dulu. Pasti ada banyak perubahan dan meninggalkan lebih banyak penyesalan dan juga luka. Karna kenyataannya, kita tidak bisa kembali seperti saat-saat yang dulu. Perubahan selalu terjadi."
"Itu terlalu menampar kak," ucap Chloe dengan tawa getir. Chloe melepaskan tangan Daniel yang menangkup wajahnya.
"Selain bisa memotret gambar yang indah. kak Daniel juga jago ngerangkai kata-kata jahat kayak tadi, ya? Aku baru tau loh."
"Itu bukan jahat, cuma ngebikin kamu sadar aja." Daniel tertawa kecil lalu menarik tangan Chloe, membuat tubuh itu jatuh kedalam pelukannya.
"Maaf kalo kata-kataku tadi kasar, ya? Aku cuma khawatir sama kamu." Daniel memejamkan matanya sebelum berbisik dengan lirih,
"Aku sayang sama kamu."
"Iya, aku juga sayang sama kakak. Kak Daniel udah kayak abang aku sendiri dan aku bersyukur sekali." Chloe membalas pelukan Daniel dengan senyum kecil dibibirnya. Dan jantungnya berdegup kencang lagi dan lagi. Namun, kali ini terasa sedikit nyaman. Pemikiran barusanlah membuat perasaannya begitu.
Chloe tak menyadari ekspresi Daniel yang berubah miris mendengar pernyataan tersebut. Pernyataan dirinya hanya dianggap sebagai abang saja. Tidak kurang apalagi lebih. Dibelakang, Nata mendengar dalam diam. Nata tidak tertidur apalagi mendengarkan musik, jelas gadis itu mengetahui semuanya. Nata pun merasa kecewa karna dari awal ia mendukung penuh Daniel mendekati Chloe. Bahkan Nata yang merekomendasikan Chloe saat tidak ada lagi harapan Daniel mendapatkan Greisy. Tapi, nyatanya semua tidak semudah itu, ya?
...~~~...
"Makasih ya, kak," ucap Chloe saat mobil berhenti didepan rumahnya yang berada di Jogja.
"Kakak mau mampir?" tanya Chloe membuat Nata memajukan tubuhnya dengan senyum sumringah. Chloe yang melihat hal itu menatap Nata dengan tawa kecil.
"Sepertinya Nata mau mampir, ya?"
"Iya!" seru Nata semangat.
"Tapi. sebenarnya kalo boleh sih aku mau nginap sehari disini. Lagian, aku juga mau tanya-tanya banyak tentang Arsen. Heheh-adaw!" Nata mengelus-elus kepalanya yang ditabok Daniel. Nata menoleh kearah Daniel dan seketika ekspresi kesal Daniel berubah menjadi senyum tertahan saat melihat Nata yang mengedipkan sebelah matanya. Sebuah rencana. Nata kembali menghadap kearah Chloe dengan senyum lebar miliknya.
"Gimana? Boleh kan? Boleh dong."
"Boleh saja," jawab Chloe pelan.
"Tapi, gimana dengan kak Daniel? Apa gak keberatan?" Chloe melirik Daniel dengan ringisan kecil. Dalam hati Chloe menyumpah saat jantungnya berdegup tak karuan lagi ketika melihat senyuman Daniel. Senyum hangat yang membuatnya menyukai lelaki itu selain hasil-hasil indah jepretan kameranya.
"Aku sama sekali tidak keberatan," ucap Daniel.
"Ini pasti seru!" Nata berseru semangat sebelum turun dari mobil. Membiarkan Chloe dan Daniel berduaan sekali lagi.
"Nata ceria sekali, ya? Mirip sekali sama Hana. Sama-sama suka Arsen juga..." Chloe mengernyitkan dahi dengan wajah heran.
"Apa bagusnya Arsen sih? Padahal cuma cowok paling gak sempurna yang pernah kutemui." Daniel tertawa lepas,
"Gak segitunya juga kali, Chlo. Kasian bener si Arsen."
"Itu kenyataannya, kak. Aku heran kenapa cewek-cewek demen banget sama tuh anak." Chloe begitu bersemangat jika masalah menjelek-jelekkan Arsen.
"Gak tau aja mereka gimana laknatnya si Arsen kalo dirumah. Terus gimana joroknya kamar Arsen yang ngalahin kandang sapi. Jangan lupakan betapa bocahnya perilaku Arsen yang sering kalah adu bacot sama Lenka..." semua kejelekkan Arsen terus meluap dari mulut Chloe dan Daniel tidak terlalu mendengarkan lagi. Daniel hanya fokus kepada wajah Chloe yang bersemangat, dan itu cukup menciptakan tatapan dan juga senyuman lembut diwajah Daniel.
Ditempat lain, Arsen tidak henti-hentinya bersin dan itu membuat semua mata didalam kelas memandangnya aneh.
"Apa? Kenapa ngeliatin gue lo semua?" tanya Arsen lalu ia bersin kembali.
"Ada yang ngomongi lo tuh," ucap salah satu siswa.
"Bacot. Siapa yang berani ngomongin gue?" tanya Arsen dengan wajah garang.
"Arsen, jaga omonganmu!" seru guru yang tengah mengajar.
"Udah, udah, kita lanjutkan materinya lagi." Arsen mengusap hidungnya yang sangat gatal sembari bergumam, "siapa yang
ngomongin gue, ya? Pikiran gue kok ngarah ke Chloe entah kenapa."
Diluar, Nata melihat semua itu dari kaca depan mobil yang tidak terlalu gelap. Samar tapi pasti, Nata tau kalau Daniel sangat menikmati momennya sekarang. Maka dari itu, Nata mengirim pesan kepada Lenka yang dibalas cepat oleh anak bungsu keluarga Chakradinata tersebut.
Natasha: One step closer.
Lenka: Lenka tau pasti Kak Daniel bisa.
Natasha: Semoga kak Daniel berhasil kali ini, ya.
Lenka: Hm, semoga.
...~~~...
Jangan lupa react dan komen ya manteman....