
Pagi hari seperti biasa Trone berangkat dari rumah dengan motornya. Hari ini mamanya sedang pergi keluar kota bersama papanya, tapi wejangan ke anak tunggalnya banyak sekali dari jangan lupa makan, isi bensin, uangnya dibawa dan lain lain. Trone sudah mengambil uang sakunya dan kini berada di lapangan parkir, menunggu bus kampus yang akan menjemput untuk ke kampus utama.
Sebenarnya jarak antara parkiran ZY ini tidak terlalu jauh dengan kampus, hanya sekitar 1 km, ya tapi kalau jalan ya lumayan juga, jadi lebih baik menunggu bus sambil melihat sekeliling menikmati angin sepoi-sepoi dengan musik yang selalu menemaninya. Tak lama kemudian dia melihat Tari mendekat dan berbicara padanya.
“Hai Trone.”
“hai”
“hari ini final ya”
“iya, tapi penyisihan dulu, pasti menang lah kita.” sahut Trone mengajak highfive Tari
“ btw kamu udah makan belum? Sarapan biar jalan otaknya”
“belum si, tapi otak gw mah udah jalan kok, aman..”
“aku bawa roti 2 ni, mau gak satu?”
“kalau dua boleh gak? Sahut Trone iseng.
“hmmm…” Tari terlihat berpikir
“becanda woy gw becanda….emang se shameless itu kah gw?” mengambil 1 roti memakannya sambil tertawa.
Bus pun datang. Kino dan Eliah terlihat berlar-lari menuju halte
“Ayo buruannn” teriak trone ke kedua temannya itu.
Kino dan Eliah berhasil masuk ke Bus dengan terengah-engah dan duduk didepan Trone dalam bus
“makanya jangan pacaran mulu, telat kan?”
“siapa yang telat? Lu aja tumben amat kepagian? Jangan-jangan gak tidur ya dari kemarin gara-gara tante pergi kan?takut kesiangan kan?”ledek Eliah
“enak aja, emang lu keboooo.” menjulurkan lidah dan menjitak pelan Eliah
“pelan-pelan dong bro. Cewek gw.” seru kino tiba-tiba sambil mengelus puncak kepala Eliah yang tadi dipukul Trone. Eliah pun tersenyum yang tambah membuat Trone ingin meledek
“huhh….manjaaa..”
Tiba-tiba Tari ikut bicara “saudara kamu Trone?”
“oh iya lupa gw kenalin, ini Tari teman 1 tim gw, nah ini cewek temen kecil aku sama pacarnya.”
Mereka pun saling bersalaman dan Kino serta Eliah saling pandang penuh arti.
Trone, sahabat kecil mereka yang selalu dekat sama cewek, tapi sejauh sepengetahuan mereka yang pas sekolah selalu pergi pulang bareng gak pernah ada cewek yang special buat Trone. Saking extremenya Kino pernah takut sama Trone, takut dia suka juga, pikiran itu diceritakan ke Eliah yang ujungnya menghadiahinya jitakan. Walaupun mereka bertiga berteman baik. Eliah dan Trone yang saling kenal lebih dulu, Kino baru mengenal mereka waktu SMP. Waktu itu kebetulan dia juga baru pindah ke kompleks yang sama dan ke sekolah yang sama. Tetapi sesering apapun mereka bersama, masih terlalu banyak sisi Trone yang sulit dipahami, kadang dia suka menghilang, gak lama si, tapi dia bilang itu dia waktunya ngecharge, self-time kata kerennya mah. Namun Eliah dan Kino tau kadang Trone merasa kesepian dan orang-orang sulit memahami pemikirannya, maka itu Eliah berharap Trone dapat pacar yang bisa hilangin dia dari sisinya itu, sisi sepi yang kadang terlihat sangat menyedihkan dimata kedua kawanya itu. Tapi Trone bukanlah Trone kalau membahasnya. Trone selalu memamerkan senyum gigi taringnya setiap waktu bersama banyak orang. Walaupun kadang nakal dan iseng cewek yang ngejar dia banyak. Atau justru itu pesona dia ya? Eliah sendiri sudah menganggap Trone seperti saudaranya sendiri jadi tidak pernah bisa melihat hal itu.
Trone anak tunggal dari keluarganya yang bisa dibilang kaya, orangtuanya sangat menyayangi dia walalupun jarang banget di rumah. Sedangkan Eliah punya 1 kakak laki-laki yang dari kecil melindungi dia dan selalu bersama, beda usia mereka 3 tahun. Sebagai sahabatnya sejak kecil Eliah tahu ada bagian dari diri Trone yang tidak bisa dia sentuh dan Eliah hanya berharap ada seseorang yang mampu menyentuhnya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di halte kampus yang berada didepan parkiran motor yang sekarang menjadi tempat berkumpul para maharu.
“kalian hari ini gak main lagi ya?” seru Trone kepada Eliah dan Kino yang kebetulan mereka juga 1 kelompok.
“iya ntar kita cuma nonton aja, nanti pertama lawan grup mana?”
“Foreign” jawab Tari yang masih ada disitu
“gw ngumpul dulu ya ama yg lain bye.”berjalan ke arah grup BI
“jadi siapa aja yang mau wakilin ni, 10 orang.” anton mulai berdiskusi mengenai siapa yang akan bermain untuk babak pertama penyisihan ini.
Trone pun diminta mewakili karena dia cepat dalam berpikir dan berkata, anton karena pesonanya sudah terbukti bisa bikin speechless lawan, dan 8 orang lainnya yang seperti diketahui di grup BI ini memang cakep-cakep dengan pesona yang bisa bikin KO.
Anton diurutan pertama dan Trone diurutan ke 4.
Sementara mereka berdiskusi waktu sudah menunjukkan pukul 8.15, dan para perwakilan diminta untuk naik ke atas panggung untuk berkenalan terlebih dahulu mengikuti arahan kak Ethan.
“aku bakal panggil nama satu-satu ya, ntar naik ke panggung semua terus salaman sama lawanya, main yang fair ya.”
“Anton, Lita, Astr, Trone, Desi, Terry, Ari, Aga, Soni, Kai”
“Ikhsan, Roni, Toni, Veria, Lisa, Jennie, Jay, Mark, Juni, Susi”
“semua salaman dulu ya sama lawan yang ada di depannya.
Trone bersalaman dengan Veria.
“Veria, salam kenal ya.”sahut Veria tersenyum sopan
Trone yang melihat Veria kaku dan sangat serius entah kenapa malah ingin sekali menggodanya
“awas itu”seru Trone tiba-tiba
“apa?” veria bingung dan melihat ke bawah
Yang disambut tawa Trone “gampang banget ya dikibulin?”
Veria pun menunjukkan wajah cemberut dan tidak bisa berkata apa-apa yang malah membuat Trone makin tertawa.
Kedua maping sudah selesai suit dan dimenangkan oleh Kak Ega
“kata yang dipakai buat menunjuk sesuatu?”
“Tuh” jawab anton.
“nama kecil kamu?”
“adek” ikhsan menjawab dengan lancar, taktik BI gagal karena tidak menyangka lawannya menaruh laki-laki kayak ikhsan di tempat pertama.
“impian kamu?”
“menari”
Panggilan sayang buat pacar kamu?
“Sweety bunny, haiz..sorry guys” seru roni
“Ya sayang banget ya, gw jadi gak tau lu bisa jawab apa gak?”tiba-tiba Trone meledek Veria lagi
Veria tidak mau kalah “same here. Sampai jumpa pertandingan nanti.”
Kompetisi terus berlangsung dan juara 1 di pegang oleh grup winner, kedua oleh Foreign dan ketiga oleh BI.
“hebat grup winner sesuai namanya menjadi juara 1, selamat ya buat ketiga pemenang. Habis ini lanjut keliling lagi ya adek-adek, buat yang psikologi sampai jumpa lagi besok.
Kak Ethan sekalian mengakhiri acara bersama karena selanjutnya setiap grup akan melanjutkan tur masing-masing dan besok sudah akan orientasi dengan jurusan masing-masing, terkecuali psikologi yang tetap akan Ethan pandu karena dia juga kuliah di psikologi.
*
Veria, Ikhsan dan seluruh kelompoknya melanjutkan berkeliling, kali ini berada di fakultas psikologi, Kak Ega yang memang mahasiswa psikologi terlihat lebih semangat menjelaskan sampai lebih detail dari menjelaskan fakultas lain yang sebelumnya banyak juga jurusannya. Veria cukup takjub dan bertambah pengetahuan dimana ternyata psikologi juga punya jurusan bahkan banyak, walaupun di indonesia belum terlalu banyak, di S1 disebutnya masih peminatan, ada 7 peminatan, Klinis, kesehatan, pendidikan, Industri dan Organisasi, Umum, Sosial dan Psikodiagnostik.
Penjelasan selanjutnya akan dijelaskan saat tur khusus mahasiswa psikologi.
“Psikologi keren juga ya, saya baru tau kalau ada jurusannya.”
“sama” balas Veria ke Ikhsan.
Gedung psikologi terdiri dari 5 gedung, dan ada laboratorium juga, masing-masing gedung ada 4 lantai.
Kemudian perjalanan berlanjut ke fakultas hukum, tempat suri berkuliah, jumlah sks fakultas hukim lebih sedikit dari fakultas lainnya, gedungnya pun tidak sebanyak psikologi, hanya ada 3 gedung, 1 3 lantai dan yang 2 hanya 2 lantai.
Kegiatan tur diakhiri dengan berkumpul di gazebo (tempat yang terletak diatas kolam yang bisa digunakan untuk duduk duduk mahasiswa psikologi dan hukum).
“keliling kampus selesai sampai disini, tapi bukan berarti kalian gak bisa keliling lagi ya, silakan kalau masih penasaran, cuma gak aku temenin lagi aja. Besok juga kalian pasti sibuk di fakultas dan jurusan masing-masing, dan aku ucapin makasih ya karena acara so far berjalan lancar, kalian seneng gak?”tanya kak Ega.
Semua maharu kelompok foreigner menjawab senang dan mereka banayk yang bertukar kontak, termasuk Suri, Ikhsan dan Veria.
“HP kamu kok masih jadul si Ve?”tanya Ikhsan
“iya belum ganti, ntar kalau ada uang diganti.”
“yaudah masih bisa telpon sama sms-an kok kita, nostalgia sama rasanya sms juga.” timpal suri sambil tersenyum.
“kayaknya si aku bakal seringan ketemu kamu ya sur, secara fakultas kita sebelahan, kalau ikhsan kan diujung berung sono.”
“gitu ya kalian mah tega.” balas Ikhsan seraya pura-pura sedih.
“makasih lo ya, gak ada kalian pasti gak asyik.” Veria berkata sambil menyalami kedua teman barunya itu. Setelah itu mengikuti yang lain juga bersalaman dengan Kak Ega.
“kamu psikologi kan? besok ketemu lagi” sambut Ega sambil menyalami Veria.
Mereka pun pulang ke kos masing-masing.