
Hari ini pukul 8.00 di depan perpustakaan Veria melihat sekeliling. Hari ini semua maharu diminta untuk berkumpul didepan perpustakaan. Veria ingat karena sebelumnya ini area parkiran motor, ia pun berjalan ke arah gedung perpustakaan sambil berpikir.
“parkiran motor jadi tempat pertemuan sekarang, motor-motor kemarin segitu banyak pada parkir dimana?” batin Veria.
“parkiran motor pindah ke Lapangan ZX.” baca Veria tanpa suara.
“siapa yang tau dimana ZX kenapa ZX? Kenapa gak ZZ? Biar jadi 3 z. zzz… tidur d semua.”tiba-tiba veria merasa konyol dengan pikirannya sendiri dan akibatnya tertawa sendiri.
Saat itu Trone baru sampai di halte bus dari parkiran lapangan ZX dan dia melihat ada seorang cowok dengan full gear maharu menatap plank petunjuk pindahnya parkiran dan tiba-tiba tertawa. Dan refleks tawa aneh itu membuat Trone juga ikut tertawa.
“cewek aneh” ucap Trone tanpa sadar.
Lalu Trone melihat cewek itu berjalan cepat ke arah perpustakaan.
“tuh cewek ngapain cepat-cepat, masih jam 8.05, suruh kumpul 8.30. jalan kesitu kan paling cuma 5 menit gak sampe. Apa dia kebelet ya?” pikir Trone asal.
Trone pun berjalan pelan sambil melanjutkan mendengarkan musik dan bernyanyi kecil mengikuti lagu dari androidnya melalui earphone yang ia pakai di kedua telinganya.
Hari ini Trone memakai atasan kaos berwarna hitam dan celana jeans slim fit yang mengikuti bentuk kaki panjangnya. Casual tapi sangat enak dilihat oleh para penggemarnya. Trone juga menggunakan topi hitam yang tujuanya menahan panas tapi seolah malah menambah kesan misterius karena bayangan topi menutup separuh wajahnya.
Asyik menikmati lagu tiba2 ada yang memukul Trone dari belakang
“Auw” (menengok kesal)
“kenapa? Mau ngamuk?” ucap Eliah sambil tertawa
Trone membalas mengeplak kepala Eliah dan memasangkan 1 earphone-nya ke telinga Eliah.
“lagian gw kagak salah apa-apa kenapa pala gw digeplak? Edan” omel Trone kepada Eliah
Eliah dengan santai memindahkan earphone Trone dari telinga kanannya ke telinga kirinya agar mereka lebih enak berbicara.
Trone melihat sahabatnya itu, dan heran dengan cara berpakaianya yang lumayan manis, bahkan Eliah memakai jepit dirambutnya
“tumben ni dandan ya….hari ini jadi cewek beneran?”
“emang dari dulu gw cewek beneran kali, emang elu cowok kecewek-cewekan?”
“gak usah mentang-mentang bakal ketemu Kino d, palingan entar kino juga nyuekin lu.”
“gak akan, dia nyuekin aku ya aku cari yang baru, ada lu juga kan?”
“maksud lu? ogah gw jadi cadangan lu mah…kayak gak ada cewek lain aja.”
Mereka terus berdebat sampai tau-tau sudah berada di depan perpustakaan dan seorang cowok tinggi dan berbahu lebar datang menghapiri.
“eit bro…lembut dikit dong” seru kino kepada Trone
“cewek lu tuh rese.”adu Trone ke Kino
“jangan percaya ko, Trone tuh ko ngeledek aku terus.”
“sst…” bungkam kino kepada kedua sahabat itu.
“belum pernah aku liat kalian akur, lama-lama aku bisa cemburu lo.”
Kino seumuran dengan mereka, hanya lebih tua beberapa bulan dibandingkan Eliah tapi Eliah memanggilnya koko (panggilan kakak laki2 keturunan chinese, dan di surabaya panggilan ini juga sering diberikan untuk laki-laki yang memiliki hubungan khusus, mirip sama oppa korea). Selain karena itu Kino juga memang memiliki pemikiran lebih dewasa dibanding dengan teman-teman seumurannya. Di kampus ini Kino mengambil jurusan manajemen bisnis yang juga nantinya bertujuan melanjutkan bisnis keluarganya.
Keluarga Trone, Kino dan Eliah lumayan dekat selain karena mereka memang seumuran tapi keluarga mereka juga sering bertemu dalam berbagai pertemuan. So mereka sudah tidak asing lagi dan hubungan Eliah serta Trone sudah sangat terkenal, mereka lebih seperti saudara kandung dibandingkan pasangan. Mereka saling mengenal sejak bayi.
Tidak jauh dari situ Veria melihat pemandangan yang dia rasa lucu itu dan tertawa tanpa sadar, merasa sepertinya hubungan pertemanan mereka sangat mengasyikan dan ada sedikit rasa iri mengisi hatinya. Veria tidak pernah memiliki teman baik seumur hidupnya.
Bahkan jangankan teman, dia punya segudang musuh waktu dia sekolah dulu, SD, SLTP, SMU yang dia ingat adalah mendapatkan perlakuan tidak adil. Saat dia punya teman baik lebih banyak yang memusuhinya yang akhirnya hubungan dia dengan teman baiknya juga harus merenggang dan akhirnya menghilang. Dan saat berpikir memiliki sahabat Veria berakhir dikhianati dan malah mendapatkan sakit hati yang tidak mengenakkan.
Mayoritas penindas dia adalah perempuan, itulah kenapa berat sekali bagi Veria dekat dengan perempuan mana pun. Namun Veria tidak pernah menunjukkan apapun kepada siapapun yang ada di hatinya, karena pada dasarnya hatinya juga jarang dia gunakan. Veria tidak mudah sedih dan semua orang yang mengenal dia menganggap Veria sosok yang sangat tangguh dan tahan akan segala tekanan mental.
Salah satu alasan kenapa Veria ingin kuliah di Surabaya adalah karena dia ingin tahu juga pandangan orang yang tidak mengenal dia, apakah akan berakhir sama atau berbeda?
Veria masih menatap 3 orang yang tidak jauh didepannya itu, sampai salah satunya yang laki laki menatap Veria, dan memberikan sedikit senyum serta mengangukkan kepalanya.
Malu dan tidak bisa bereaksi dengan keramahan yang tiba-tiba itu Veria malah menundukkan kepalanya, lalu berpura-pura melihat kearah lain sambil meletakkan telunjuk di hidungnya seakan berpose. Hal ini spontan membuat Trone yang masih memandangnya tertawa.
Kino dan Eliah yang asyik ngobrol jadi ikutan nengok.
“kenal?”
“gak.”
“terus kenapa liatin sambil ketawa gitu, ntr takut dia malahan.” seru eliah
“masak takut….mukaku kan ganteng, gak mungkin nakutin lah.”
“haiz. Narsis” keluh Eliah.
Tak lama kemudian ada mahasiswa yang berdiri ditengah pintu masuk perpustakaan 4 lantai itu sambil membawa megaphone dan berseru
“ayo semua kumpul dilapangan baris, sekarang.”
Veria yang sedang melamun spontan kaget bukan kepalang dan malah menjatuhkan tas yang ia pangku sampai menggelinding di tangga.
“haiz haiz haiz.” seru Veria sambil mengejar tasnya, mengambilnya dan segera berbaris ke baris terdekat dan kebetulan ia melihat kak Ige.
Kak Ige melihat ke arah Veria dan mengangguk.
“Hari ini orientasi campuran ya jadi semua akan berbaur dengan fakultas lainya, para maping tolong atur agar semua berdiri berdampingan dengan fakultas lain ya.
“sebelum lebih jauh lagi, aku perkenalkan diri ya, aku Monic. ketua bemus 2017-2018, jadi kalian bakal 1 tahun sama aku, yang belum tau apa itu bemus, singkatannya Bem Universitas, bem itu badan eksekutif mahasiswa, mungkin bisa dibilang mirip osis waktu SMU tapi ini jauh lebih luas, karena tingkat universitas artinya kami akan mengelola semua kegiatan mahasiswa di universitas, semua fakultas, terutama untuk kegiatan non perkuliahan yang ada bapak ibu dosen yang akan mendampingi. Di fakultas juga ada yang seperti ini yang nantinya berkoordinasi dengan kami, ya bem fakultas perpanjangan tangan kami, penjelasan lebih lanjut nanti ke bagi yang tertarik ya.” ucap monic sambil memberikan aba-aba ke panitia lain untuk melanjutkan.
Kelompok baru sudah terbentuk dengan cara berhitung karena sebelumnya kami sudah berdiri berdampingan dengan fakultas lain mengikuti arahan kakak maping masing-masing jadi sekarang di setiap grup ada mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai jurusan, minimal masing-masing 1 orang.
Veria menjadi satu-satunya yang dari fakultas psikologi selain kakak maping. Perkenalan pun di lakukan di grup Veria
"Halo, nama aku Ikhsan, asal makassar, aku dari fakultas Teknik Informatika, salam kenal semua”
Ada yang berseru “kok cuma gitu doang?”
Kakak maping yang bersama kami kali ini dari fakultas Psikologi pun menambahkan “ada yang mau tanya? Boleh lo kalau mau tanya.”
“pacar ada gak pacar?”seru salah 1 mahasiswi
Ikhsan yang ditanyai malah menunduk malu sambil tersenyum yang membuat wajahnya yang putih semburat merah dibawah cahaya matahari, entah merah karena malu atau karena matahari.
Kakak maping menengahi, “ok, jadi perkenalannya kita tambah ya yg basic, nama, asal, fakultas, jurusan sama ditambah single atau berpacar, ikhsan silakan jawab”
"gak ada pacar.” ucap Ikhsan sambil kembali duduk.
“ok selanjutnya." seru kakak maping
“ Nama saya Suri asal makassar, fakultas hukum, belum ada pacar. Temennya ikhsan.”
“buset napa bawa bawa saya.” bisik ikhsan ke suri.
Melihat dan mendengar itu karena duduk mereka tidak jauh darinya, Veria pun tertawa tertahan, yang membuat obrolan mereka semakin lucu adalah logat daerah mereka yang terasa asing di teinga Veria dan juga lucu.
Merasa diliatin dan diketawain Ikhsan langsung nengok ke Veria dan menjulurkan lidahnya sekilas.
Dan Veria malah tambah ketawa. Sampai berikutnya giliran Veria memperkenalkan dirinya.
“Nama saya Veria, asal Jakarta, Fakultas Psikologi, belum ada pacar.” ucap Veria semakin memelan di akhir kata.
“jakarta? Lah ngapain orang jakarta kuliah di surabaya?” seru salah 1 mahasiswa
“emang kampus di jakarta udah habis ya?” yang lain malah menimpali.
Mahasiswa-mahasiswi lain di grup termasuk kakak maping tertawa geleng, tapi Veria malah agak sedikit takut dan memegang bagian kepalanya
“emmm…..” Veria tidak tau harus berkata apa dan refleks melirik ke Ikhsan dan Suri yang menjadi salah satu yang tidak tertawa. Ikhsan pun melambaikan tangannya ke Veria agar Veria mendekat dan mereka memberikan space duduk kepada Veria.
“ternyata gak lokal juga, ketawain kita si, jadi di ketawain lebih banyak kan?” bisik Ikhsan mengejek.
“san, jangan gitu-gitu banget lah, baru juga kenal nanti dia kira orang makasar kasar-kasar lagi.”
“kan emang to, makasar, ada kata kasar na kan?”
“hahahaha, kalian lo ya, ada ada aja, tapi thanks ya, san, sur. Sesama non lokal bolehlah kita ngobrol santai.” Veria tidak menyangka bersama Iksan dan Suri dia merasa lebih relax.
“ok, friend ya. Tos dong.” memberikan telapak tangannya ke Suri dan Veria.
Dan mereka pun memulai pertemanan non lokal mereka.
Kakak maping menenangkan suasana dan menjelaskan itu candaan khas mereka dan agar Veria tidak mengambil hati. Kemudian melanjutkan perkenalan kembali dan diakhir memutuskan nama kelompok dengan Foreigner karena mengingat beberapa mahasiswa/I di grup ini bukan dari surabaya.
*
Dibagian lain masih didepan perpustakaan, Trone bersama kelompok barunya yang dari berbagai fakultas sudah mulai ramai dan bercanda ria dan perkenalan dikelompok itu sudah selesai. Kali ini mereka lagi ribut memilih nama buat kelompok mereka. Trone mengusulkan Beautiful, anton si Dancer mengusulkan Idol karena ada beberapa anak yang memiliki prestasi di bidang seni dan mendapatkan beasiswa kuliah disini karena bidang seni yang digelutinya. Salah satunya anton yang seorang Dancer, keahliannya di breakdance dan cukup sering berada di panggung bersama para idol, saat mereka berkunjung ke Indonesia, Ada Juga Tari dia sering mewakili indonesia untuk menunjukkan tarian tradisional, atau menunjukkanya kepada tamu-tamu petinggi. Ada Juga Terry yang suaranya bagus banget dan bahkan jago ngerap. Namun lebih dari itu pas banget di grup ini banyak yang memiliki wajah diatas rata-rata.
Salah satu anak lain akhirnya berpikir mencoba menengahi dan mengusulkan nama Beautiful Idol. Kakak Maping pun akhirnya mengusulkan untuk mengambil Voting untuk 4 nama yang menjadi usulan, Beautiful, Idol, Crown, dan Beautiful Idol. Di kelompok ini terdapat 50 orang, kakak maping meminta semua mahasiswa digrup tersebut untuk mendownload aplikasi voting yang dibuat oleh mahasiswa informatika, masih beta version tapi bisa digunakan untuk mempercepat voting dan pastinya gak pake kertas.
Kakak maping menyeting voting terlebih dahulu sebagai admin dalam kelompok voter yang didaftarkan diaplikasi. Lalu para mahasiswa harus login ke aplikasi tersebut dari hp masing-masing dan memilih pilihannya. Admin Vote (kakak maping) harus menekan result agar semua mahasiswa/I yang vote bisa melihat hasilnya. Dan hasilnya beautiful idol medapat 20 suara, crown 19, idol 7 dan beautiful hanya 4 suara. Grup itu pun menamai dirinya Beautiful Idol yang disingkat menjadi BI.
Kelompok ini terlihat sangat seru, Trone yang terlihat acuh tak acuh tapi memiliki sifat yang lembut pun menarik perhatian para mahasiswi di grupnya. Para mahasiswa mendekati Anton yang asyik berbicara dengan Tari membandingkan cara mereka meggerakkan tangannya, dan Anton Sempat menunjukkan gerakan “Popping” yang mengundang tepuk tangan bagi mahasiswa-i lain yang melihatnya bahkan kelompok lain ikut tertarik.
Kelompok Foreigner cukup jauh dari situ, kira berjarak 30 meter, sehingga bisa melihat namun tidak mendengar apa yang dibicarakan. Saat melihat Anton Veria terkesima “wah keren” celetuknya pelan. Hal ini terdengar ikhsan yang duduk disebelahnya “apanya yang keren?” suara Ikhsan yang cukup keras membuat beberapa anak dalam kelompok kami juga menengok ke arah pandang Veria dan hanya bisa berkata wah pelan.
“Disini ada yang punya keahlian khusus kah? Bisa lo tunjukkin juga” ucap kakak maping tiba-tiba.
“kayaknya gak ada kak, bakat kita kependem semua, dalem lagi” sahut Ikhsan asal.
Veria dan Suri tertawa dengan ucapan Ikhsan tapi justru menimbulkan kesunyian dan muka seketika bagi yang lain, termasuk kak Farel, kakak maping kelompok.
“sorry kamu ngomong apa ya?” seru salah satu mahasiswa.
“ini kita cuma becanda kok, sorry kalau ada yang tersinggung” ucap Suri meminta maaf atas perkataan Ikhsan.
“ tadi Ikhsan bilang kalau kita semua berbakat tapi gak keliatan bakatnya, kependem gitu, kayak tenggelem, terkubur dalam banget. Gitu” bantu Veria menjelaskan.
“Oalah, hahahahha” tawa kak Farel yang agak terlambat dan diikuti mahasiswa/I lainya
“kirain bilang apa, jangan cepet-cepet dong ngomongnya.” seru yang lain.
Ternyata logat dan cara bicara Ikhsan yang khas membuat mahasiswa/i lain bingung tapi tidak untuk Veria yang juga biasa berbicara cepat dan menggunakan bahasa Indonesia.
“mantep Ver jadi penerjemah” bisik Suri ke Veria
“lu juga jadi peace maker” balas Veria.
“eh emang aku Trouble maker banget apa?”sungut Ikhsan berbisik hingga hanya Veria dan suri yang mendengar.
“iya” jawab Veria dan Suri kompak
Sontak Ikhsan langsung menundukkan kepala dan menunjukkan wajah yang kesal.
“ngambek dia” ledek Suri yang dilanjutkan dengan tawa mereka berdua dan muka ambek Ikhsan yang memang lucu.
Secara perawakan dan tinggi badan Suri dan Ikhsan cenderung sama, namun mereka memiliki gaya rambut yang cukup berbeda. Rambut suri kayak tokoh anime 90-an ranma 1/2/ sedangkan rambut ikhsan potongan pendek dikiri kanan rambutnya dan agak tebal disisi tengahnya, tidak ada rambut yang menjuntai mengenai kerah baju seperti suri.
Hari ini jadwal semua kelompok sama, yaitu diajak keliling kampus oleh kakak maping, berkeliling kampus dan pengenalanya full dari jam 9.30- 17.00, ada jeda istirahat 2 kali saat pukul 12.00 untuk makan siang selaa 1 jam, dan pukul 15.00 selama 1/2 jam. Sepertinya acara akan padat.
Dalam sekejap disaat Veria mendapatkan 2 teman baru, Trone sudah mendapatkan lebih banyak penggemar perempuan, dan yang juga menambah jumlah pengikut disosmednya.