OUR LITTLE BROTHER

OUR LITTLE BROTHER
Jatuh Pingsan



[Kediaman Madhavi]


[Meja Makan]


Nevan sudah berada di meja makan.


"Nevan, mana Aldan?" tanya Adhitama saat melihat putra keduanya duduk di kursi.


"Aldan masih di kamarnya, Dad! Aldan lagi membersihkan dirinya. Mungkin sebentar lagi Aldan akan turun," jawab Nevan.


"Tumben tidak terdengar suara teriakan sikelinci itu," goda Devian.


"Aku memang tidak ada niatan untuk menjahili sikelinci itu, kak! Saat aku melihat Aldan tidur, wajahnya begitu damai, manis dan menggemaskan. Aku membelai rambutnya dan mencium keningnya. Dan itu membuat Aldan terbangun," tutur Nevan.


TAP..


TAP..


TAP..


Terdengar suara langkah kaki yang menuju kearah ruang makan.


"Selamat pagi Dad, Mom, kakak Devian, kakak Nevan dan kakak Hanan." Aldan menyapa anggota keluarganya dengan senyuman manis di bibirnya.


Setelah itu, Aldna duduk diantara Devian dan Hanan. 


"Pagi, sayang!"


"Pagi, Aldan!"


Adhitama, Catrin, Devian, Nevan dan Hanan menjawab secara bersamaan  bersamaan.


"Ini susumu, sayang. Dihabiskan!" ucap Catrin sembari meletakkan segelas susu di hadapan putra bungsunya.


"Baik, Mom!" Aldan menjawabnya.


"Bagaimana tidurmu, sayang? Nyenyakkah?" tanya Adhitama.


"Sangat nyenyak, Dad! Sangking nyenyaknya aku sampai telat bangun," jawab Aldan yang tetap fokus sama makanannya.


Mereka tersenyum gemas mendengar jawaban dari sibungsu.


"Ya sudah. Habiskan sarapan kalian dan jangan ada yang tersisa," ucap Catrin.


"Hm!" jawab Devian, Nevan, Hanan dan Aldan dengan kompak.


Adhitama dan Catrin terkekeh melihat kekompakan keempat putra-putranya


^^^


[Ruang Tengah]


Aldan sedang duduk santai di sofa di ruang tengah dengan ponsel di tangannya. Dirinya merasa bosan, jadi akhirnya memutuskan untuk update status di IG miliknya.


Aldan_



Disukai Alex_Ay, Brian_Ma, Varo97_, Ar_yan, Danar18_, Caleb12., _Dhafin_ dan 2.119.298 lainnya


Aldan_  : Bosan melanda hati.


Ada yang rindu diriku tidak ya?


Ooppp.. keceplosan!


Lihat semua 250 komentar


Melky.Sgr :  Kapan balik ke Jakarta?


Alex_Ay : Kelinciku sedang bosan ya? Kacian! Sini aku peluk.


Brian_Ma : Hei, Al. Gue rindu banget ama lu. Bagaimana kabar lu, Al?


Varo97_ :  Tambah imut aja tuh muka. Ngapain aja lo di Yogyakarta? Kangen tahuuu...


Ar_yan : Kangen kamu kelinci buntelanku. Sini aku peluk biar gak bosen.


Danar18_ : Lagi gabut sikelinci gembul.


Delon_Cy : Ada. Kakak sangat-sangat merindukanmu, Al! kapan kembali ke Jakarta lagi?


M_arcel :  Kakak merindukanmu, Al!Balik ke Jakarta lagi dong, Al!


Dirlan94. : Kakak disini rindu berat, Al! Kapan balik ke Jakarta?


Zicko_11 :  Kakak rindu, Al!


Raihan_Jlyn : Hei, kelinci nakal. Kakak rindu tahu. Rindu pake banget. Balik dong.


Ibran94_ : Al, kita seperti orang gila disini. Kita semua merindukanmu.


AzkiyaSG_ :  Adeknya kakak makin imut. Lagi bosen nih. Kacian..


Steven.MD :  Bagaimana kabarmu @Aldan_ kakak sangat merindukanmu. Kirim salam buat Om Adhitama dan Tante Catrin.


Aldan_ : Giliran orangnya ada, disakiti. Giliran menjauh, dirindukan. Dasar aneh dan labil. Rindu ama nyesal itu beda tipis keleess.


Md_Nevan : @Aldan_ kata-katanya tepat sasaran, adek manis.


Mario21_ :  Kata-katanya manis tapi sakit di hati.


A_rsa : ^ 2


_Andro_ : ^ 3


Dael_ : ^ 4


Faas181_ : ^ 5


Ha.Dy_ : ^ 6


Melvin_ : Jangan gitu dong adek manis. Kasih kesempatan dong untuk mereka.


R_andy : ^ 2


Torry90_ Kan ada kesempatan kedua. Jangan terlalu lama marahnya. Tidak baik loh. Ntar cakepnya ilang.


Dion_14 : Ya, benar apa yang dikatakan @Torry90_ Jangan lama-lama marahnya.


Z.zaky : ^ 2


Ardy10. : ^ 3


David101_ : Ayolah adik manis. Berdamailah dengan keenam kakak-kakak kamu.


A.aris11 : ^ 2


_Gading_ : ^ 3


Lut_Fi_ : ^ 4


Aldan_ : Bodo..


Marco_Md :  @Aldan_ Hahaha. buntelan kelinci lagi merajuk.


Melky.Sgr : ^ 2


Delon.Cy : Kakak mohon, Ak. Berikanlah kami kesempatan kedua. Tuhan saja maha pemaaf. Masa kita sebagai manusia tidak mau saling memaafkan.


Aldan_ : Dasar manusia ababil. Tuhan itu memang maha pemaaf. Tapi sayangnya aku bukan Tuhan. Aku manusia keleeesss.


Steven.MD : Labil keleees.. hahahaha..


Md_Yuan : Hahaha.. sikelinci lagi bad moode.


MD.Liam : Hahaha...


Cassey.Md : Hahahaha..


Sagara_Danela : Adek kelinci gue lagi pms. Hahaha..


Aldan_ Apaan sih kak @Sagara_Danela.


Zicko_11 : Kita bisa selesaikan masalah ini bersama-sama tanpa ada yang tersakiti lagi @Aldan_


Zicko_11 : Kakak mohon.


Raihan_Jlyn : @Aldan_ Kakak mohon. Kita selamanya tetap bertujuh. Kalau hanya berenam bukan Club Harmony namanya.


Dirlan94. : ^ 2


Ibran94_ : ^ 3


Aldan_ @Raihan_Jlyn Bodo amat. Mau bertujuh, mau berenam. Emang gua pikirin. Nasi sudah jadi bubur. @Zicko_11 Tapi sudah terlambat hatiku sudah hancur. Hancurnya kayak gelas pecah gak bisa dibenerin lagi.


Md.Hanan : Lebay banget kamu dek.


Jovita.Sagara : ^ 2


Ardy10. : Gitu amat sih dek. Kasihan mereka.


Melvin_ : ^ 2


R_andy : ^ 3


Torry90_ : ^ 4


Dion_14 : ^ 5


Z.zaky : ^ 7


David101_ : ^ 8


A.aris11 : ^ 9


_Gading_ : ^ 10


Lut_Fi_ : ^ 11


Aldan_ : Tidak usah ikut campur. Ini masalah internal.


Aldan_ : Jangan terlalu membela yang bersalah. Sekali memberikan pembelaan. Suatu saat nanti pasti akan mengulangi kesalahan yang sama.


Aldan_  \=\=\=\=\=\=\=Batas\=\=\=\=\=\=\=


Setelah membaca dan membalas komentar Ig tersebut, tanpa sadar Aldan meneteskan air matanya. Dirinya benar-benar bingung, bimbang dan kalut. Tidak tahu keputusan apa yang akan diambil olehnya. Apakah komentarnya itu benar-benar keluar dari hati kecilnya atau memang sebaliknya.


Devian, Nevan dan Hanan yang sedari tadi memperhatikan Aldan merasa tidak tega. Mereka tidak bisa membiarkan adik kesayangan mereka menghadapi masalahnya sendiri seperti ini. Mereka takut akan berdampak pada kesehatannya, karena mereka tahu sang adik mudah sekali jatuh sakit.


Dan mereka pun menghampiri Aldan yang sedang bersedih.


Devian duduk di sampingnya dan langsung menarik pelan tubuh sibungsu ke dalam dekapannya. Dirinya tahu bahwa adiknya ini sedang berusaha menahan tangisannya.


"Menangislah, sayang! Keluarkan semua kesedihan dan kekecewaan kamu selama ini. Jangan ditahan. Kakak tidak mau kamu jatuh sakit," ucap Devian lembut.


"Hiks... Kakak... Hiks," isak Aldan seketika.


Devian dapat merasakan tubuh adiknya yang bergetar dan suara isakannya.


Inilah yang paling tidak disukai oleh Devian, Nevan dan Hanan. Mereka tidak menginginkan adik bungsu mereka menangis.


Devian melepaskan pelukannya pada Aldan dan menatap dalam manik coklat adiknya itu.


"Sudah merasa baik?"


"Kakak."


"Eemm."


"Apa kakak ikut melihat statusku tadi?" tanya Aldan.


"Iya. Kakak melihat dan membaca semua komentar-komentar itu. Termasuk komentar dari kamu," jawab Devian.


"Apa aku salah berkomentar seperti itu?" tanya Aldan lagi.


"Tidak ada yang salah. Itukan hak nya kamu. Selama tidak ada kata-kata yang kasar, tidak masalah." Devian menjawab dengan lembut.


"Ya, Al. Kakak juga nyimak dan membaca semua komentar-komentar itu, termasuk komentarnya kamu. Komentarnya kamu tidak terlalu kasar kok," sela Nevan dan diangguki oleh Hanan.


Terukir senyuman manis di bibirnya. Dan hal itu sukses membuat ketiga kakaknya merasa gemas.


"Ya, sudah. Jangan dipikirkan masalah itu lagi. Lebih baik kamu pergi ke kamar dan istirahatlah. Kakak tidak mau kamu sampai stres memikirkan masalah ini," ucap Devian sambil mengecup kening adiknya.


"Baiklah," jawab Aldan pelan.


Dan disaat Aldan hendak berdiri, tiba-tiba kepalanya merasakan pusing.


"Aakkhh." erangan Aldan pelan dan erangan itu dapat didengar oleh ketiga Kakaknya.


"Aldan! Kamu kenapa?" tanya Nevan.


"Kepalaku pusing, kak." Aldan menjawab dengan suara pelan.


"Kalau begitu kakak antar ke kamar ya," sela Devian.


Aldan menggeleng cepat. "Tidak usah kak. Aku bisa sendiri."


"Yakin?" tanya Hanan.


"Eeemm." Aldan mengangguk.


Saat Aldan melangkah baru sepuluh langkah, tubuhnya pun ambruk di lantai yang dingin.


BRUKK..


"Aldan!" teriak mereka bertiga dan langsung berhamburan ke arah Aldan.


Devian langsung menggendong tubuh Aldan dan membawanya ke kamar.


"Hanan. Hubungi Paman Lutfi, sekarang!" pinta Devian.


"Baik kak," jawab Hanan.


Hanan pun langsung menghubungi sang Paman yang berstatus sebagai dokter.