On The Way To Love

On The Way To Love
Part 6 Adriana come back



Jantung Indra masih berpacu tidak teratur meski ia sudah tidak bersama dengan Raisa, Ia merasa senang tapi ada apa dengan kecanggungan mereka tadi. saat mengantar Raisa pulang mereka tidak berbicara sama sekali.


Indra hanya bisa mengukir senyumnya kembali jika mengingat kejadian tadi. "Kapan ya itu terulang ? " Gumam nya sambil menyetir mobil memasuki Mansionnya.



Saat pulang Indra mendapati kedua orang tuanya sedang menonton tv. "Malam Pah mah...!!" Sapa Indra membuat David dan Jesi bingung.


"Tumben keluar biasanya di rumah terus...!!" Ujar David melihat anaknya baru saja pulang dari rumah.


"Hehehe...!!" Indra terkekeh sambil mendekati kedua orang tuanya.


"Mamah liat-liat kamu keluar bukan urusan sekolah atau pekerjaan....!!' Tebak Jesi.


"Aku ngedate mah..!!" Ujar Indra tersenyum sumringah membuat kripik potato yang David makan jatuh dari tangannya saking terkejut dan heran.


"Serius..??" "Bohong kamu..!!" Ujar David dan Jesi bersamaan.


"Serius sama Calon pacar hehehehe...!!" Ujar Indra yang hanya mendapatkan tawa ejekan dari kedua orang tuanya.


"Indra...indra jangan ngayal kamu. Kerjaan kamu di rumah terus mau dapat pacar ?! Hoax. Mana ada cewek mau sama anak perhitungan kelas kakap kayak kamu..!!" Ujar sang papah.


"Papah ih jangan ngomong gitu kasian Indra pah. Indra Kamu juga nggak usah bercanda yang seperti ini...!!" Tegur Jesi kepada dua lelaki di sampingnya.


"Astaga Naga anak sendiri nggak di percaya, Seriusan Indra bahkan punya foto bukti. Tadi Indra sempat foto berdua...!!"


"Mana...??" Tanya Jesi dan David bersamaan saking penasarannya.


Indra memutar bola matanya malas kemudian ia mengeluarkan ponselnya mencari Galeri. "Nih...!!" Indra menunjukkan Foto Raisa yang berdiri berdampingan dengan nya.


"Cantik banget ini pah..!!" Ujar Jesi kagum.


"Alahhh setingan ini mah, palingan Indra minta foto sama ini anak. Nggak mungkin Indra dapat cewek cantik tanpa usaha, orang dia di rumah terus...!!" Ujar Papanya tidak percaya.


"Namanya Raisa A Fana, Junior aku di SMA Mega SI Adik angkatnya kak Lionel. Aku serius Pah Ini bukan settingan kalo nggak percaya tanya aja sama Richard. Udah hampir 2 Minggu aku antar jemput dia, itu usaha aku buat dekat sama dia...!!" Ujar Indra Ngegas.


"Cihhh...!!" Ujar Papanya tidak percaya.


Indra makin geram dibuatnya "Nih coba liat foto Selfi aku sama Raisa pas di Cafe baju kita sama dia beneran Junior aku. kita waktu itu nongkrong di cafe...!!" Indra kembali menunjukkan foto Raisa yang tersenyum canggung. David kini malah terkejut.


"Wah Indra Seriusan kamu Dekat sama dia, kamu nggak maksa atau ngancem kan..!!" Ujar sang papa.


"Nggak lah, Bahkan dia sempat Cium pipi aku dan aku balas...!!"


"Uwaaaaa calon menantu ku...!!" Teriak Jesi yang dari tadi mengscroll galeri Indra melihat beberapa foto Raisa dan mengabaikan kedua orang yang berdebat ini.


"Mama serem deh ...!!" Ujar David melihat istrinya yang kegirangan.


"Aduh mamah kok aku merasa kita bakal jadi rival...??" Ujar Indra.


"Eh, tadi kamu bilang dia cium pipi kamu terus kamu balas apa..??" Tanya David penasaran.


"Hahah papa Kepoo deh, kayak nggak pernah muda aja. Bye Indra mau ke kamar...!!" Indra berlari menuju kamarnya di lantai 2.


"Jawab duluuuu...!!" Teriak sang papa yang melihat Indra sudah menaiki tangga.


mendengar ayahnya berteriak Indra berhenti dan membalikkan badannya kemudian ia menunjuk bibirnya dan tersenyum. David mengerti maksud Indra. "Dasar nih anak, baru puber kali ya gitu aja senang. Papa first Kiss sama mama kamu pas umur 16 taukkkk...!!" Ejek sang papa yang tidak di tanggapi oleh Indra.


Sampai di kamar Indra beristirahat sambil melihat-lihat pesan yang ia terima melalui ponselnya.


***RICHARD_TNHRDJO**


OY NDRA


Adriana Udah Pulang katanya besok udah sekolah*..


 


......?


 


***RICHARD_TNHRDJO**


Katanya pertukaran pelajar udah rampung, Ciahhh yang BFF nya udah Dateng. Tapi nggak masalah tuh sama dia...??


 


**Dia siapa** ?


 


RICHARD_TNHRDJO


RAISA,


Oh iya kamu kan cuman tukang ojek nya Raisa Wkwkwk....


 


**Apa** **hubungannya sama Raisa ?


 


Iya-iya Mr. Ngga peka


Bye aku tidur


 


**Ngga** **usah bangun" ya***...


 


RICHARD_TNHRDJO Read your message


Indra senang mendengar Adriana sudah selesai menempuh pertukaran pelajar nya selama 6 bulan terakhir. Ia sudah sangat merindukan Adriana sahabatnya dari kecil ini.


"Ahh Rindunya sama Adriana, dia sudah setinggi apa ya...??" Ujar Indra. "Apa aku Telepon aja ya...?!!" Pikir Indra "Aku Telepon aja deh...!!" Akhirnya Indra menghubungi nomer Adriana.


"Halo Indra tampan...!!" sapa Adriana yang mengangkat teleponnya secepat kilat.


"Oy Chubby suara kamu nggak berubah..!!" Ujar Indra.


"Hehehe, aku nggak berubah lah..!" Ujar Adriana di sebrang sana.


"Chubby aku rindu...!!" Ujar Indra.


"Hahaha iya-iya besok jemput aku ya kita berangkat bareng, aku juga punya hadiah buat kamu...!!"


"Oke good night..!!"


Tut..Tut....


Indra tersenyum bahagia, ada dua alasan yang membuatnya bahagia hari ini. sungguh ia akan bermimpi indah malam ini.


lain halnya dengan Raisa yang terkejut saat pulang ke rumah, ia mendapati adiknya Bimo sudah ada di ruang tv bersama Lisbet.


"Eh Bimo kok kamu ke sini..??" Tanya Raisa.


Bimo yang melihat Raisa datang langsung memeluknya Seperti anak kecil "Aku rindu kakak, kakak Nggak pernah pulang ke mansion lagi jadinya Bimo rindu..!!" Ujar adiknya ini. Raisa dan Bimo adalah saudara Tiri hanya sama ayah saja.


"Bimo, kamu tau kan kondisinya bagaimana. Bunda sehat..?" Tanya Raisa.


"Mama sehat ..!!" Ujar Bimo.


"Nanti lain kali kakak pulang ke mansion deh...!!" Ujar Raisa sambil mengelus rambut adik laki-lakinya yang beda setahun dengannya ini.


"Jangan kak, aku nggak tega kakak harus mendengar omongan ayah yang selalu menyudutkan kakak...!!"


"Bimo Ini sudah larut kamu pulang ya..!!!" Ujar Raisa.


"Nggak, Bimo mau pulang besok pagi Bimo mau nginep di sini. Bimo udah bilang sama Tante Lisbet, Bimo boleh tidur di kamarnya Kaka Lionel...!!" Ujar Bimo bersikukuh.


"Hufttt ya udah kalo gitu, kakak ke atas dulu ya ganti baju..!!"


Raisa berjalan menuju kamarnya, ia masih berfikir mengapa Bimo sangat manja jika dengannya padahal jika ia melihat Bimo di luar dia orangnya galak. Tapi jika bersamanya tampangnya malah Hello Kitty, inilah yang membuat Raisa sangat menyayangi adiknya ini. Seandainya ayahnya tidak membuat batas tersebut mungkin ia sudah bisa bahagia memiliki saudara seperti Bimo.


Ayah Raisa dan ibu Raisa sudah lama bercerai. Cerita awalnya saat ayah dan ibunya di jodohkan dan menikah tanpa cinta, Ayahnya sangat membencinya ibunya, mereka tidak saling mencintai dan kehadiran Raisa di dunia ini adalah paksaan dari nenek dan kakeknya. Karena tidak saling mencintai ayah Raisa menceraikan Ibu Raisa saat Raisa sedang di kandungan.


Dan tepat saat Raisa lahir mereka resmi bercerai dan Ayahnya juga resmi menikah dengan wanita yang ia cintai. Hak Asuh anak jatuh ke tangan Ayahnya, namun karena Raisa masih membutuhkan sosok ibu Maka Ayana bersikeras mengasuh Raisa sampai berumur 5 tahun.


Raisa pun tumbuh dengan sehat, saat umurnya genap satu tahun Istri Ayahnya melahirkan seorang putra yang diberi nama Bimo Haryasta. Sesekali kakek dari pihak ayah Raisa mengunjungi Raisa dan mengajaknya bertemu dengan ayahnya. Namun Ayahnya tidak pernah sudi melihat Raisa. Arya Haryasta adalah nama ayah Raisa, Arya tidak pernah sekalipun menganggap Raisa anaknya karena alasan bahwa Raisa lahir dari orang yang ia benci, bahkan Arya menolak keras pemberian nama belakangnya di nama Raisa.


Saat berumur 3 tahun Ayana sudah memperkenalkan Biola kepada Raisa dan mengajarinya bermain alat musik yang sudah menjadi jiwanya itu. Raisa sangat senang, walaupun ia belum bisa memegang biola dengan benar. Hingga suatu saat Lisbet sahabat Ayana datang mengunjunginya, saat itulah ia sadar bahwa hak asuh Raisa ada di tangan keluarga suaminya. Ia kemudian bersikeras agar bisa merebut hak asuh tersebut, ketika Kakek dan nenek pihak ayahnya mengetahui mereka langsung membawa Raisa ke mansion Arya.


Ayana cukup terpukul saat Raisa dipisahkan darinya. Namun ia terus berjuang, ia mengumpulkan banyak uang untuk menyewa pengacara handal agar hak asuh Raisa kembali padanya.


Raisa hidup di mansion tersebut dengan kesediaan yang mendalam. Ayahnya yang selalu melihatnya dengan tatapan amarah dan kebencian. Bahkan ayahnya tidak pernah menyentuh Raisa sedikitpun. Ibu Bimolah yang mengurusnya di sana, ia sangat baik terhadap Raisa walaupun Raisa bukan anak kandungnya.


Saat umur 7 tahun Raisa mengalami penculikan, sudah 2 hari Raisa menghilang. Tapi Arya tidak peduli, karena kawatir Ibu Bimo menghubungi Ayana.


Ayana nekat mencari Raisa hingga ia menemukan anaknya yang sedang di sekap. Ayana membawakan sejumlah uang tebusan dan segera pergi dari tempat itu, ia bergegas membawa Raisa ke rumah sakit. Kondisi Raisa sudah sangat kritis nafasnya sudah tidak terasa lagi meski nadinya masih berdenyut.


Hal itu membuat Ayana kalap dan membawa mobil dengan sangat kencang sampai tidak sadar menerobosnya lampu merah. kecelakaan pun tidak dapat dihindari, Akibat kecelakaan tersebut Ibu Raisa mengalami Kelumpuhan otak dan membuatnya koma.


Sedangkan Riasa ia mengalami Trauma berat, belum lagi ayahnya yang selalu menekannya. Ibunya yang terbaring lemah saja sudah cukup membuat Raisa menangis sepanjang hari. Satu-satunya yang menyayanginya kini tidak pernah lagi bangun. Raisa harus kemana, mana mungkin ia kembali ke rumah ayahnya yang setiap hari memberikan tatapan kebencian terhadapnya.


Raisa kecil sangat sedih dengan hidupnya, sepanjang waktunya ia habiskan menunggu ibunya terbangun. Hampir 6 bulan lamanya Raisa tinggal di rumah sakit, hingga Lisbet menemuinya dan membujuk Raisa untuk kembali bangkit.


Dari sanalah Lisbet menuntun Raisa agar menjadi seseorang yang mandiri. Perlahan kondisi Raisa membaik dan ia mengikuti Home schooling untuk mengejar ketertinggalan materinya.


4 Tahun kemudian Hak asuh Raisa baru jatuh ke tangan Ayana berkat bantuan Lisbet. Kini Raisa tidak perlu lagi kembali ke mansion tersebut. Saat Raisa berumur 12 Tahun ia kembali mengasah kemampuan nya bermain biola berharap saat ibunya bangun ia sudah menjadi pemain biola yang handal.


Ketika umur Raisa 14 tahun ia mulai menulis di sebuah aplikasi Novel. Ia tertarik dengan dunia kepenulisan, awalnya Raisa mati-matian agar ceritanya bisa terkenal. Ia bahkan setiap hari mengupdate cerita. beberapa perusahaan penerbitan juga ia tawari untuk menerbitkan novel. Hingga sekarang Raisa bisa sukses menjadi seorang​ penulis, uang yang terkumpul Raisa gunakan untuk membayar pengobatan ibunya sehingga sangat jarang Raisa memiliki sisa uang yang lebih. Tapi Raisa tetap tersenyum bahagia, karena ia bisa merawat ibunya dengan kerja kerasnya sendiri.


Tak pernah sedikitpun Raisa mengharapkan uluran tangan keluarga nya untuk membantu pengobatan ibunya. Raisa hanya Ingin mereka tidak lagi mengganggu Ibunya dan menganggap ibunya sebagai beban. Walaupun sejahat apapun Arya, Raisa selalu merindukan dan menyayangi Ayahnya ini. Raisa mengerti ayahnya adalah orang yang baik dan penyayang walaupun kasih sayangnya hanya ia berikan kepada Bimo. Terkadang Raisa iri terhadap Bimo yang selalu mendapatkan kasih sayang Arya, namun Raisa kembali menyadari posisinya yang sejak di dalam Rahim sudah tidak di inginkan.


Tapi Raisa sudah terbiasa hidup dengan kondisi ini, jika bisa memilih Lebih baik mereka tidak usah melahirkannya. Beberapa kali Raisa ingin mati saja namun Tuhan tidak kunjung mencabut nyawanya, ia berharap suatu saat ayahnya akan menganggap Raisa sebagai anaknya dan ibunya akan bangun dari koma yang sudah lebih dari seribu hari memejamkan matanya.