On The Way To Love

On The Way To Love
Part 4 Ngedate



Selesai membantu Bundanya merapikan meja makan Raisa mencoba minta izin, ia berniat keluar menemani Indra untuk ke Gramedia. Namun ia takut Bundanya melarangnya tentunya karena Bundanya sangat protektif dengannya apalagi dengan kondisi Raisa yang belum sepenuhnya sembuh.


"Bunda, Raisa mau keluar bentar malam...!!" Ujar Raisa gugup menatap Lisbet yang tidak kalah terkejutnya. Untuk pertama kalinya Risa mau keluar.


"Sama siapa..??" Tanya Lisbet Santai.


"Sama Senior Bun...!!" Ujar Raisa sedikit ragu, Alis Lisbet mengkerut penuh arti.


"Cowok...??"


"I-Iya Bun..!!" Jawab Raisa sambil mengalihkan pandangannya.


Lisbet antara senang dan kawatir akhirnya Raisa mau bergaul dengan lawan jenisnya. Namu. Lisbet tetap kawatir apabila Raisa kembali kumat. "Yang antar jemput kamu..?" Tanya Lisbet kembali.


"Iya Bunda, Namanya Indra...!!"


"Indra siapa..?"


"Raisa hanya tau nama panggilannya ...!!" Jawab Raisa sedikit gugup.


"Tapi kamu baik-baik aja kan nak, kamu nggak takut lagi dengan lawan jenis yang baru kamu kenal..??"


"Kalo sama Kak Indra Aku Nggak takut Bun..!!"


"Oh ya udah tapi hati-hati ya. Kamu ambil uang di dompet Bunda ya, siapa tau kamu kepengen beli buku...!!" Ujar Lisbet.


"Oh nggak usah Bun, Uang aku masih ada kok. Waktu itu udah dapat bonus dari MavToon pas Novel aku di terbitkan..!!"


Lisbet hanya tersenyum melihat penolakan Raisa, ia benar-benar terharu. Sudah 16 Tahun Raisa hidup menderita setidaknya dengan Lisbet membawanya ke rumah Raisa bisa menikmati masa remajanya dan tumbuh dengan baik.


Raisa bergegas bersiap ia memakai baju berwarna Greentea yang pas di tubuhnya. Rambutnya ia urai karena takut kalau nanti Nggak bisa pakai Helm.


Tok....Tok...


"Raisa ini Bunda...!!" Mendengar Bundanya di luar kamarnya Raisa segera membuka pintu.


Lisbet tersenyum memberikan sesuatu "Terima ini, kamu pakai ya..!!" Raisa menerima kotak kecil tersebut. Kemudian Bundanya pergi ke ruang tv.


Raisa masuk ke kamar dan melihat isi kotak tersebut, ternyata ada lip cream yang berwarna coral glossy. Raisa tersenyum mungkin Bundanya mengisyaratkan supaya Raisa belajar berdandan. Alat make up saja Raisa tidak Punya.


Akhirnya Raisa Memakai lip cream tersebut, dan ia mendengar Bundanya sedang berbicara dengan seseorang yang ia kenal.


"Kak Indra cepet Banget sampai..!!" Gumam nya langsung mengambil gerakan kilat.


"Eh kak Indra udah sampai, Kalo Begitu aku berangkat dulu ya Bunda...!!" Ujar Raisa sambil mencium pipi Lisbet.


"Sekalian kamu singgah ke dokter Faisal ya..!!"


"Iya bunda nanti aku singgah...!!"


"Bunda saya sama Raisa mohon izin berangkat ya..!!" Ujar Indra sambil menyalimi tangan Lisbet.


Sampainya di depan rumah Raisa dan Indra sama-sama terkejut. Indra terkejut melihat Raisa yang sangat berbeda malam ini dan Raisa terkejut karena Indra membawa mobil yang lumayan mewah walaupun hanya BMW tapi itu cukup mewah.


"Kak mobil siapa..??" Tanya Raisa sambil memicingkan matanya curiga.


"Astaga Raisa ini mobil aku, ini bukan mobil curian atau Pijeman kok...!!" Ujar Indra. "Ngomong-ngomong kamu cantik banget deh, ini pertama kali aku bilang kamu cantik kan..!!" Ujar Indra.


"Halah Gombal. BTW aku mabuk kendaraan loh..!!"


"Tenang aku udah bawa Antimo kamu minum sekaligus 2 ya supaya cepat bereaksi..!!"


"Kakak mau aku mati overdosis ya..!!"


"Udah cepetan...!!"


Setelah perdebatan kecil mereka kemudian berangkat menuju Gramedia. Di mobil Raisa hanya bisa mengatur nafasnya senormal mungkin. Ia kepanasan melihat kegantengan Indra yang berlipat ganda, melihatnya dari samping sangat berbeda rahang tegasnya membuat Raisa ingin menyentuhnya.


"Terimakasih tuhan sudah memberikan kebahagiaan luar biasa ini...!!" Batin Raisa.


Mereka sampai di Gramedia dan langsung masuk Raisa sedikit bingung melihat Indra yang tergesa-gesa.


"Raisa aku mau beli buku Paket kamu mau beli buku..??"


"Hmm iya..!!" Mereka kemudian berjalan bersama.


"Ini kencan pertama kita ya..!!" Ujar Indra yang membuat Raisa terkejut.


"Hah kencan ? kan cuman nemenin beli buku aja..!!" Ujar Raisa.


"Nggak ini kencan kita Raisa...!!" Kokoh Indra yang membuat Raisa berdebar.


"Kenapa nggak sekalian kakak kalaim aku pacar kakak..!!??" Ujar Raisa sambil melangkah lebih dulu meninggalkan Indra yang masih mencerna ucapan Raisa.


"kamu mau nggak..??" Tanya Indra sambil menyusul langkah Raisa.


"Jangan mimpi...!!"


Indra kemudian memilih buku paket yang ia butuhkan ia mengambil buku Fisika, Kimia, Geologi, Bahasa Indonesia, sebuah komik, dan sebuah novel biasa.


sedangkan Raisa pergi ke bagian rak yang berbeda ia melihat deretan buku elit terpajang. Tertera limited edition buku tersebut diletakkan di rak yang berlapis kaca setiap buku memiliki simbol khusus si penulis.


Raisa tersenyum bahagia "Ternyata mereka terpajang dengan indah di Gramedia, ini pertama kalinya aku melihat langsung karyaku. Kebahagiaan kecilku...!!" Batin Raisa.


"Kamu lagi liatin Novel itu ya..!!"


"Hmm iya..!!" Jawab Raisa santai.


"Itu adalah Novel paling fenomenal loh, penulisnya sampai saat ini belum di ketahui. Dia di kenal dengan nama Sayap Kebebasan. setiap karyanya terdapat simbol sayap kebebasan. Novelnya lumayan mahal, tapi kalo udah beli Nggak bakal nyesel...!!"


"Iya aku juga udah baca yang edisi Pertama...!!" Jawab Raisa menahan agar ia tidak tertawa.


"Sayap kebebasan adalah Novelis terbaik di Genre Fantasi action, Dalam 2 tahun terakhir namanya semakin populer...!!"


"Kamu sudah baca ceritanya..??" Tanya Raisa.


"Belum semua, ini aku mau borong soalnya terakhir ke Gramedia stoknya Nggak ada..!!"


"Kamu suka sama karyanya..!!"


"Kalau laki-laki kayak aku rata-rata suka soalnya ceritanya seru banget...!!" jawab Indra antusias.


"Novel apa yang kamu udah baca..??"


"Yupiter...!!"


"Yang paling pengen kamu baca apa..??"


"Mars, Aku sempat baca bocoran prolognya wih keren banget dan yang paling waw itu penulis mengatakan bahwa Mars itu adalah planet zodiaknya...!!"


"Kamu suka membaca juga ya..!!"


"Iya dari pada bosen. Novel sayap kebebasan udah lumayan banyak, Mulai dari Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, sartunus, Uranus, dan Neptunus. Dia mengambil sistem tata Surya untuk novelnya. Dan denger-denger sih dia mau Nulis Novel Romance ....!!"


Raisa terkejut sekaligu merinding kenapa ada rumor Seperti itu. "Hah aku mau nulis Novel Romantis ?? Ihhh ngak lah, mana seru nulis sesuatu yang nggak ada bertarung nya...!!" Batin Raisa.


"Hahah Nggak mungkinkah Sayap Kebebasan nulis novel kayak Gitu mustahil...!!"


"Iya selama ini novelnya kurang banget romantis nya..!!" Indra membenarkan ucapan Raisa. Sayap kebebasan adalah salah satu Novelis faforit Indra dari banyak Novelis yang ia kagumi.


"Kamu pernah baca Nggak di seri Novel Yupiter dikatakan 'Seorang penulis itu tidak dikenal, hanya karyanya lah yang terkenal' Itu adalah Qutes halaman paling awalnya.


"Kamu suka sama sayap kebebasan juga ya..??" Tebak Indra.


"Lumayan sih..!!" Jawab Raisa.


"Kira-kira dia seganteng apa ya..??"


"Hah ganteng..??" Tanya Raisa bingung.


"Ya iyalah, Aku yakin sekali penulis sayap kebebasan adalah laki-laki Nggak mungkin perempuan bisa nulis novel action yang bikin sport jantung...!!" Jawab Indra yang hanya di iyakan oleh Raisa.


Raisa kemudian mengambil beberapa buku pendukung pelajarannya. Tapi kelihatannya Raisa membeli buku lebih banyak dari Indra.


"Nah kok kamu beli buku lebih banyak dari aku sih..!!???"


"Suka aja..!" Ujar Raisa, kemudian pandangan nya terhenti di sebuah buku yang berjudul Historis Of Biola. Raisa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan buku tersebut namun saat ia melihat harga yang tertera ia langsung berpaling, RP 500.000 tentu harga yang lumayan menguras kantong.


"Kamu suka buku itu kan, beli aja..!!"


"Liat harganya dong..!!" Tegur Raisa.


"Hehehe Iya mahal, kalo gitu aku aja yang beli ..!!" Ujar Indra mengambil buku tersebut.


Raisa sedikit senang "Buat aku ya..!!" Tebaknya.


"Buat aku lah, tapi kalo kamu mau pinjam boleh kok...!!!"


"Wew pelit banget sih..!!" Batin Raisa sambil tersenyum paksa.


Mereka kemudian pergi ke kasir dan membayar buku. Indra merasa lapar mungkin ini sinyal dari perutnya Supaya ia dinner dengan Raisa.


"Kita ke mall yuk makan malam..!!"


"Bisa kamu antar aku ke psikiater dulu nggak...??" Tanya Raisa.


Indra kini terdiam, tujuannya selama ini sebenarnya penasaran kenapa Raisa ke psikiater, apa yang terjadi dengan wanita yang di depannya ini.


"Psikiater..??"


To be continue