
Sudah 7 hari Indra dan Raisa pulang bersama, kini Raisa dan Indra sudah terbiasa dengan waktu mereka berangkat ke sekolah. Tidak ada lagi konflik atau apapun membuat Indra tersenyum getir melihat datarnya hidupnya.
Di matanya seolah-olah Raisa selalu membuat jarak di antara mereka. Indra semakin penasaran saat Richard mengatakan bahwa Raisa tidak terlalu suka dekat dengan pria bahkan saat SMP ia bersekolah di sekolah yang khusus menerima siswi perempuan saja.
beragam pertanyaan muncul di benaknya, apa sebenarnya yang terjadi ? apa Raisa trauma terhadap mantannya itupun jika ia memiliki mantan, atau ada hal lain. Kini mereka berdua sudah berada di parkiran Sekolah.
"Raisaaa...!!" Panggil Ricis sambil berlari ke arah Raisa yang sudah akan naik ke motor Indra.
"Huh..huh.. Tunggu. Aku napas dulu..!!" Ujar Ricis sambil mengatur nafasnya.
"Kemarin Richard sekarang Ricis besok siapa ?" Gumam Raisa.
"Kamu kenapa...??" Tanya Indra yang membuat Ricis terkejut dan menatap ke arahnya tajam menampakkan wajah terkejut Seperti mendapatkan segunung uang.
"Ka-kak Indra, ngapain di sini..??" Tanya Ricis bingung, Raisa Memang menceritakan kalau dia di antar ojek online sekolah tapi Ricis tidak tau bahwa yang Raisa maksud adalah Indra sang ketua OSIS yang agung.
"Oh yang aku maksud dia..!!" Tunjuk Raisa membuat Ricis langsung mengerti, sedangkan Indra hanya tersenyum terpaksa tanda tidak mengerti tapi tidak boleh marah.
"Okeh itu Nanti aku bakal lanjutin interogasinya. Sekarang Pertanyaan aku kenapa kamu nolak ikut camping huh..?" Tanya Ricis sambil menunjukkan folmulir pendaftaran yang Raisa tolak.
"Kamu kan tau..!!" Ujar Raisa datar tanpa semangat.
"Iya tapi pasti ada jalan keluarnya Raisa, bukan berarti kamu nggak ikut camping..!!" Ujar Ricis memelas, Alasan Raisa menolak karena tempat camping berada di hutan wisata yang jaraknya sekitar 60 kilo. Yang Raisa permasalahkan adalah Kendaraan, mereka pasti pergi naik bus sekolah dan waktu yang di tempuh sekitar 2 jam, Sedangkan Raisa adalah orang yang mabuk perjalanan apalagi jika ia harus menaiki Bus dengan banyak orang paling lama ia akan bertahan 15 menit. Aroma AC, parfum, dan bau badan siswa yang tercampur sudah mampu membuat kepalanya pusing dan bergejolak.
"Pokoknya Nggak, Di sana juga banyak nyamuk...!!" Tolak Raisa sambil menggelengkan kepalanya.
"Raisa Kamu becanda kan..??" Indra menampakkan wajah seriusnya. Padahal ia sudah membayangkan mereka akan menikmati malam yang indah bersama-sama di taman wisata.
"Nggak, di sana juga banyak laki-laki siapa yang menjamin keamanan, kalau terjadi apa-apa emang ada yang bisa mengulang waktu ? Enggak kan ! Resiko nya terlalu besar kak..!!!"
"Raisaaaaa...!!" Panggil Ricis dengan nada memelas.
Indra sedikit terdiam ia merancang seluruh kegiatan camping agar tidak membosankan dan Raisa tidak ikut. Seperti minum Kopi tanpa air saja.
"Raisa kamu harus ikut, aku yang akan bertanggung jawab sama kamu. Kamu bahkan boleh tidur di tenda khusus untuk ketua OSIS. kalo kamu mau kamu boleh minta aku berjaga pas kamu tidur, atau kamu mau setenda dengan ku juga boleh. Pokoknya di jamin Nggak ada laki-laki yang bakal berbuat aneh-aneh...!" Ujar Indra.
"Ngawur kakak, Jelas Nggak ada laki-laki yang berbuat aneh soalnya yang berbuat aneh itu kakak...!!" Jawab Raisa dengan cepat.
"Raisa terus aku sama siapa dong...?"
"Sama Tante Kunti aja, di hutan banyak tuh. Aku nggak ikut ya, aku mau pulang dulu bye Ricis my love-love ...!!" Raisa Segera naik ke motor dan mengkode suapaya indra jalan tidak lupa ia melambaikan tangannya.
"Lah Kok aku di tinggalin, emang gini ya jomblo...!" Teriak Ricis.
Raisa tersenyum "Aku jodohin ah Ricis sama kak Richard kayaknya keren deh..!!" Batin Raisa.
"Sa, ke kafe yuk aku traktir gelato deh..!!" Ujar Indra di perjalanan dengan serius, moodnya terlihat tidak bersahabat.
Raisa menautkan alisnya merasakan ada perubahan aura di sekitar Indra Seperti sekitar Indra terdapat aura mendung. " Kalo Gelato Greentea aku mau..!!" Ujar Raisa.
"Oke...!!" Jawab Indra singkat. Indra kemudian mengendarai motornya menuju kafe langganan nya yang berada di tempat yang adem dari suara bisingnya kendaraan.
"Bunda aku terlambat pulang ya, aku ke kafe sama senior aku..!!" Sebelum sampai di kafe Raisa mengirimkan pesan singkat kepada ibu angkatnya, lebih tepatnya ibunya Lionel. Mama Raisa dan ibunya Lionel adalah teman baik sehingga Raisa sudah di anggap anak sendiri.
Merekapun sampai, Indra melepaskan Almamater yang membuatnya cukup gerah menyisakan kemeja putih yang kancing di leher atas sudah ia buka dan dasi yang ia longgarkan. Raisa langsung membalikkan badan bisa bahaya jika ia menyaksikan mahluk di depannya ini, setidaknya ia terhindar dari serangga jantung dadakan.
"Yuk masuk...!!" Ujar Indra sambil menarik tangan Raisa, dan Raisa hanya mengikutinya.
Ting...
Suara khas pintu kafe tersebut ketika ada pelanggan yang masuk, Indra memilih meja yang dekat dengan taman dekat jendela. Selanjutnya mereka langsung memesan Gelato dan beberapa camilan ringan.
"Oh ya, Bunda kamu nggak marah kamu pulang terlambat..??" Ujar Indra memulai basa-basi.
" Udah aku SMS...!!" Jawab Raisa sambil menunjukkan ponselnya.
"Kak Lionel sering pulang ke rumah..??"
"Kalo libur pulang..!!"
"Kamu kalo di rumah ngapain...!!"
"Kakak Nanya ngapain ? pekerjaan aku itu banyak sekali kak, Mulai dari subuh aku bangun cucu piring, siapin air panas, buatin teh, kadang juga buat sarapan. Pokoknya nggak ada manja-manjaan. Bunda melatih aku buat kerja dengan cepat dan mengatur waktu dengan super tepat. Tinggal sama bunda kayak latihan militer, tapi itu yang bikin kedepannya aku nggak jadi perempuan manja...!!"
"Nyapu sama ngepel kamu juga. !!??"
"Oh kalo beres-beres ada asisten rumah tangga, Palingan aku bantu-bantu sedikit. Tapi kami memiliki tugas yang kami kerjakan masing-masing...!!"
"Kak Lionel gimana kalo di rumah..??" Tanya Indra kembali untuk mencairkan suasana yang sempat membeku.
"Oh susah banget bangun pagi, kalo bunda yang bangunin Nggak bakal bangun-bangun. Tapi nggak tau kenapa kalo aku yang bangunin dia langsung bangun tanpa basa-basi. Bahkan ya aku pernah bangunin dia beberapa kali, dan baru aku pangil satu kali aja udah bangun. Apa suara aku kayak malaikat maut ya..??" Ujar Raisa.
"Kamu cerewet juga ya..!!"
" Yang nanya siapa ..??" Balas Raisa.
"Hmm iya-iya makan aja Gelato nya...!!" Ujar Indra.
Raisa melahap dengan cepat Gelato nya seakan tidak mau menumpahkan nya sedikitpun. Indra hanya menatap kenapa wanita di depannya sangat suka dengan gelato dengan rasa Greentea.
"Kamu suka greentea ya, Parfum kamu juga aromanya Greentea...!!" Ujar Indra.
"Sabun, shampoo, vitamin rambut, deodorant, lotions Semuanya ekstrak Greentea...!!!" Jawab Raisa sambil memakan Gelatonya. sedangkan Gelato Red Velvet Indra masih utuh.
"Pantesan aku pengen makan kamu...!!" Ujar Indra penuh arti.
"Ihhh kanibal..!!" Ujar Raisa yang tidak paham maksud tersembunyi Indra. "Ngapain kakak liatin aku mau...??" Tanya Raisa menyodorkan sesendok Gelatonya.
Indra menatap Raisa yang menyodorkan se sendok Gelatonya. Yang menjadi perhatiannya bukan hanya gelato Tapi sendok yang di gunakan barusan masuk ke dalam mulut mungil Raisa. Membayangkan nya saja membuat Indra mengeram hebat.
Tanpa basa-basi Indra langsung melahap nya, "Ciuman Nggak langsung..!" Pikir Indra sambil benar-benar menikmati Gelato tersebut.
"Enak kan..!!" Celetuk Raisa.
"Iya enak...!!" Jawab Indra. "Jadi begini kira-kira rasa di dalam mulutnya, ah tapi nggak mungkin lah. What mikirin apa sih aku..!!" Rutuk Indra pada dirinya sendiri.
"Oh iya Raisa Alasan kamu nggak ikut camping apa ?" Tanya Indra yang membuat Raisa menghentikan aksinya mengorek Gelato.
"Aku yakin lebih dari itu...!!"
"Nggak kok...!!"
"Terus kenapa ?"
Raisa menghembuskan nafasnya jika ia tidak menceritakan yang sebenarnya Indra akan mengintrogasi nya terus. Toh yang ia ceritakan bukan rahasia yang ia sembunyikan selama ini. Akhirnya Raisa menceritakan bahwa ia mabuk kendaraan.
"Oh jadi itu masalahnya...!" Indra mengangguk paham.
"Ya gitu deh..!!"
"Aku punya jalan keluar, kita berdua naik motor ke sana. Kamu udah terbiasa kan boncengan sama aku jadi nggak mungkin kamu mabuk. Dan kamu udah biasa juga dengan aroma ku...!!" Jawab Indra memberikan solusi.
"Kakak apaan sih..!!"
"Jadi nggak ada alasan kamu nggak ikut, kalo nggak ikut aku bakal lapor wali kelas kamu supaya poin kamu di kurangi...!!" Ancam Indra.
"Hufttt, Oke aku pertimbangkan...!!"
"What setelah semua yang aku lakukan dia cuman bilang akan di pertimbangkan. Bukanya kalo cewek di bujuk langsung ia kok cuman bakal di pertimbangkan. Raisa kamu benar-benar membuat aku penasaran..!!" Batin Indra yang menahan sesuatu.
"Kafe ini nyaman banget ya kak..!" Ujar Raisa sambil memperhatikan sekitarnya.
"Iya ini kafe kesukaan aku ...!!" Jawab Indra.
"Padahal bagus kok nggak ada pengunjung..!!" Ujar Raisa bingung.
"Unchh yaiyalah Nggak ada pengunjung orang kafe ini udah aku booking. Dasar kelewatan polos nih anak, apa nggak salah nih aku dekitin dia..!!" Sekali lagi Indra hanya bisa bersuara dalam hati. "Muka aku nggak kelihatan apa muka-muka anak Sultan..?"
"Jam segini belum jam rame..!!" Ujar Indra.
"Ohh...!!"
"Weekend Kamu ada acara...??"
"Banyak...!!"
"Ada waktu Nggak temenin aku ke Gramedia..!!" Tanya Indra.
"Ntar aku atur dulu jadwal kegiatannya..!!"
"Kamu sibuk banget, jangan-jangan kamu kerja sambil sekolah ya. Soalnya aku sering liat kamu di perpustakaan ngetik sesuatu, bahkan setiap istirahat ke 3...!!"
"Iya, Tapi Rahasia...!!" Ujar Raisa yang tidak ingin memberi tahu pekerjaan sampingan nya.
"Oke weekend temenin aku ya..!!"
"Emang nggak ada yang lain..?"
"Pacar maksud kamu. !!?" Tanya Indra to the point.
"Iya..!!"
"Masih nyari...!!"
"Oh..!!" Jawab Raisa singkat.
"Camping kamu ikut kan, awas aja kalo nggak....!!"
"Tuh kan ngancem lagi..!!" Sinis Raisa.
"Raisa kamu nggak deg-degan kalo dekat sama aku. Gini-gini aku juga laki-laki loh...!!"
"Nggak deg-degan pala lu peang. Jantung aku hampir copot tiap hari gara-gara lu human. Kalo nggak di tahan udah loncat nih...!!" Batin Raisa.
"Emang bisa deg-degan..?" Tanya Raisa yang berbeda dengan isi hatinya.
"Oh lupakan...!!" Senyum Indra. "Oh my leluhur pengen nangis rasanya berarti cuman aku yang deg-degan....!!"
"Aku suka sama kakak..!!" Ujar Raisa.
JEDERRRRR....
Gendang telinga Indra Seperti mau meledak, Nggak salah dengar nih Indra. "Apa suka..??" Tanya Indra yang butuh kepastian.
"apa-apaan ekspresi kagetnya, mungkin dia nggak suka ya..??" Batin Raisa kembali.
"Iya Suka, soalnya baik dan ketua OSIS panutan..!!" Jawab Raisa.
"Oh Hahahahahah.. !!" Tawa Indra Garing dan penuh keanehan. "Ingin ku berkata kasar, ternyata suka karena baik. Uwaaaaa Indra sabar dia cuman belum sadar malaikat di depannya ini...!!" Batin Indra kembali.
"Kak pulang yuk, nanti kemalaman aku nggak bawa jaket..!!" Ujar Raisa.
"Okay, Jangan Lupa Weekend ya...!!"
"Iya-iya..!!"
Mereka kemudian pulang dengan damai, Raisa yang selalu menjauhi laki-laki kini tertarik oleh Medan magnet untuk terus bersama Indra. Entah kenapa ia merasa nyaman bersandar di punggung yang nyaman. Aroma yang menenangkan, dan kehangatan ini Raisa belum Pernah merasakannya. Yang di pikirkan Raisa adalah bagaimana agar ia bisa mengisi kembali bensin Indra agar ia terus bisa menikmati aroma ini.
Entah Indra mimpi atau kenapa, ia merasakan tangan Raisa yang semakin erat melingkar di pinggang nya. Namun ia tidak bisa berharap banyak kepada wanita yang bahkan tidak tertarik padanya. Itulah yang Indra pikiran.
"Kak...!!" Ujar Raisa.
"Iya..?" Jawab Indra masih fokus berkendara.
"Aku mau ngomong sesuatu..!!"
"Apa..??" Tanya Indra.
"AKU KEBELET BISA CEPETAN NGGAK...??" Teriak Raisa.
"HAH, MAKANYA MAKAN GELATONYA JANGAN RAKUS DONG...!!" Teriak Indra tak kalah keras karena terkejut. Ia kemudian menarik gas motornya samapai mentok.