
Hati-hati kalo milih cinta ntar salah pilih sakitnya bikin rugi. Masa SMA memang masa yang pas untuk mencari tau seperti apa cinta yang cocok untuk kamu yang mau tau.
Sudah menginjak kelas XI tapi ada saja orang yang belum menemukan cinta yang pas. Salah satunya Indra, dari hampir 680 siswa di sekolahnya yang jumlah perempuan hampir 54% belum ada juga yang nyantol di hatinya.
Untuk Indra selain prestasi dia juga butuh cinta dan juga ia ingin menghilangkan desas desus bahwa ia gay. Indra memiliki banyak kelebihan, prestasi, jabatan, Harta, tapi cinta ? Belum ada.
Indra berharap penerimaan siswa baru kali ini dia bisa mendapatkan sesuatu yang menarik bila perlu ia akan mengkaji seluruh data siswi baru tidak pandang bulu agar bisa mendapatkan sebuah cinta yang ia cari.
~~~
Aula sekolah nampak ramai, siswa siswi baru sibuk mengeluarkan alat tulis yang senior OSIS perintahkan. Terlihat banyak siswa yang panik karena ada barang yang mereka lupakan dan mereka adalah sasaran empuk panitia OSIS.
Aula yang bising seketika hening, suara sumbang yang dari tadi memecahkan telinga juga hilang. Kedatangan Richard Tanuhardjo membuat semua orang seketika diam.
Banyak yang menduga-duga bahwa Richard adalah ketua OSIS. Kenapa mereka hanya bisa menduga ya karena dari awal tidak diberitahu siapa Ketua OSIS di antara seluruh panitia OSIS alasanya karena akan ada Game yang berhadiah Laptop bagi siswa yang mampu menebak siapa ketua osis beserta alasan yang terbaik.
"Asallammualaikum adik-adik, masih semangat orintasinya..?" tanya Richard dengan wibawa dan sorotan mata elangnya.
"semangat...semangat..semangat kak...!" seru murid-murid dengan semangat.
"kak Richard ganteng banget, melelh iler aku liatnya jangan-jangan dia aktor internasiaonal yang ke sasar...!" bisik murid perempuan yang terpukau melihat richard.
"oke untuk hari ini kita akan mulai bermain game tebak-tebakan, kalian wajib siapkan kertas buat nulis jawaban dan alasanya. kemudian serahkan kepada pendamping kalian, untuk lebih detailnya saya serahkan kepada Kak Abrian dan kak Siska untuk menginformasikan mengenai lombanya..!" setelah selesai Richard memberikan mikrofon ke pada Abrian dan turun dari panggung aula menuju jejeran kursi khusus panitia.
panitiapun menjelaskan mengenai lomba kali ini, dan seluruh peserta mengumpulkan kertas mereka dan menebak siapa sebenarnya ketua osis di antara mereka. Namun saat memeriksa jawaban para murid baru, claudya menemukan lembaran kosong tanpa jawaban hanya ada nama Raisa A Fana.
"Atas nama Raisa A Fana berdiri..!" suara teriakan tersebut membuat siswa baru celingukan melihat siapa orang yang di pangil. Dan Raisa kemudian berdiri dengan santai.
"saya kak..!"
"Kenapa tidak menulis apapun..?" Tanya Claudya sangar.
"hmmm ada alasanya kak..!" jawab Raisa sambil cengegesan.
"apa alasanya..?"
"Rahasia kak, makanya saya tidak tulis kak..!" jawab Raisa santai.
"Kamu jangan bercanda sama saya ya..!" bentak Claudya, semua siswa hening diam, hanya terdengar suara langkah kaki yang mendekati mereka.
"Raisa A Fana..!" suara berat tersebut membuat Raisa menoleh ke sumber suara.
"OMG, colosal titanya dateng..!" batinya sambil mengigit bibir bawahnya.
"Makan permen karet saat materi sosialisasi, dua kali tidak mengikuti kegiatan baksos, memberikan contekan jawaban ke teman. wah Kamu memang sesuatu ya...!" kagum indra yang berdiri dengan satu tanganya masih di saku celananya.
"....." no respon dari Raisa.
"Gila nih, calon anak IPS kayaknya. baru masuk aja udah bikin masalah..!" bisik suara sumbang siswa lainya.
"Ikut saya ke luar, kayaknya otak kamu kurang panas di ruangan ber AC..!" Perintah Indra.
Raisa menurut dan mengikuti langkah lebar indra, ia menuju ruang osis di ikuti oleh Raisa. kemudia ia mengkode supaya raisa duduk di kursi khusus tamu.
"Kenapa kamu kosongin lembaran jawabannya..?" tanya Indra langsung tanpa basa basi.
Raisa menarik nafasnya " Kak saya sudah tau kakak itu ketosnya, nggak adil kan kalo aku jawab..!"
"Tau dari mana..!" wajah Indra penasaran.
"Ruang kepala sekolah 1 minggu lalu, saya ada di sana pas kakak menyerahkan proposal..!"
"Oh, jadi kamu murid yang masuk nge LOBI ya..!" Indra menekan kata Lobi.
"Iya, soalnya kalo lewat Lobi semuanya gampang nggak Repot..!"
"Kamu kok PD banget, nggak malu apa masuk ngelobi..!"
"Kenapa saya malu masuk lewat jalur belakang ? toh alasan saya karena nggak mau repot aja..!"
"Kamu kurang mampu di akademik ya..?" Dengan nada ibah Indra mencoba mengorek informasi.
"Mampu kok, cuman saya nggak mau repot aja kak kalo ada cara simpel kenapa tidak..!"
indra geleng-geleng kepala mendengarnya, tidak bisa ia bayangkan bagaimana nantinya Raisa menjalani masa-masa SMA. "kenapa nggak tulis aja kalo saya ketos kan lumayan kamu dapat Laptop...!"
"Alasan pertama nanti bakal timbul banyak pertanyaan kenapa bisa tau, kedua nanti timbul desas-desus antara kakak sama aku (Gosip), ketiga kalo saya dapat hadiahnya akan muncul kelompok orang yang anti mengangap aku rivalnya, ke empat saya mau menalani masa SMA tanpa ada kata Repot..!" Jawab Raisa jujur.
Indra meremas rambutnya dan mendengus frustasi setelah mendengar jawaban Raisa. "Nanti ambil eskul apa ?"
"Eskul wajib PMR..!"
"nggak ikut organisasi osis..?"
"Nggak Repot..!"
"what, kamu bener-bener sesuatu deh..!"
"Saya boleh pergi kak..?"
"Bikin Repot aja, kan udah ada tukang bersih-bersih sekolah..!"
"ini hukuman Raisa..!"
"Ya udah deh..!"
raisa beranjak akan pergi namun Indra menghentikanya "Tunggu" Raisa menoleh "Kamu tertarik ngga pacaran sama saya, tapi saya nggak lagi nembak kamu ya cuman nanya..!"
"No boyfriend no problem..!" jawab Raisa datar kemudian pergi meningalkan Indra yang masih mangap-mangap menahan sesuatu.
"gila langsung di tolak, eh tapi kan itu bukan pernyataan cinta cuman sekedar nanya doang...!!" Indra kemudian mendengus sambil menyandarkan punggungnya di kursi empuknya.
"Dia kayaknya tipe orang yang gampang bosan, emang kegiatan masa Orientasi yang aku rancangan Nggak menarik ya ? Atau emang ngebosenin ? Sampe-sampe makan permen karet, biar nggak ngantuk kali ya...??!" Indra terus menerka-nerka alasan siswi tersebut merasa bosan.
Setelah istirahat sebentar Indra kembali ke Aula karena mendapatkan panggilan bahwa pemenang nya sudah di tentukan. Tidak lupa ia merapikan baju Putih abu-abunya sambil memakai Almamater yang di ujung keraknya melekat Pin Emas Berlambang Burung Elang yang melambangkan bahwa ia adalah ketua OSIS. Kembali Indra bercermin menatap dirinya, dan Seperti biasa ia terkagum-kagum sendiri melihat dirinya di cermin. "Woahhh emang ya aku ganteng banget, Nggak perlu sok dingin atau pendiem biar di bilang Most wanted sekolah....!!" Indra sedikit memegang rahang tegasnya dan bergaya seperti super model.
Tidak sabar Indra mengetahui siapa yang bisa menebak bahwa dirinya adalah ketua OSIS.Sesampainya di Aula seluruh panitia naik ke atas panggung kecuali indra yang menunggu namanya di sebut secara spesial. Memang jadi Ketua OSIS itu berkelas banget.
"Oke Adik-adik semuanya, tidak sabaran kan menebak siapa ketua OSIS di antara kita ini. Jadi yang berhasil menjawab berhak mendapatkan satu unit Laptop jangan lupa di potong pajak ya, hahaha...!!" Siska terlihat seperti artis profesional yang sedang menawarkan iklan.
Abrian kemudian angkat bicara untuk mengumumkan siapa ketua OSISnya. "Jadi ketua OSIS Kita Adalah Kak Indraaaaaaaaa.....!!!"
Prok...Prok..Prok...
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan dan saat itulah Indra masuk dengan berjalan seperti seorang bintang dan melambaikan tangannya.
"Wahh ternyata kak Indra ya, kirain kak Richard. Pantesan aja aku liat Kak Richard selalu ngintilin kak indra kayak anak bebek ternyata dia toh ketosnya. Njirrr berwibawa gaes...!!" Suara seorang siswa yang mendapatkan anggukan oleh teman sampingnya.
"NANI..? Huhh kenapa harus ketos sih kan aku udah naksir sama kak Indra kalo gini hilang sudah kesempatan ku mendapatkan pangeran ku...!!"
Banyak orang yang kaget seharusnya yang jadi ketos adalah siswa kelas XII. Tapi ini baru naik kelas XI dalam artian Indra menjabat menjadi ketua OSIS dari kelas X.
Indra bukan sosok cowok yang dingin, ia sangat senang bersosialisasi dan lumayan cerewet, ia selalu mengutarakan pendapatnya secara logis, suka membantu, bahkan Indra tidak pernah terlihat memasang wajah Galak layaknya cowok-cowok ganteng lainnya.
Pribadinya tidak begitu mencolok kalau dia hanya diam, seperti dalam 2 hari ini, tidak akan ada yang mengira kalau dia adalah Ketua OSIS.
Di sekolahnya banyak kok cogan dan cecan, mau cari yang bad boy ada, cool boy ada, posesif boy juga ada.
Indra sendiri memiliki aura ganteng yang memang berbeda, bukan sok cool atau menakutkan. Keberadaan indra mampu membuat orang-orang di sekitarnya nyaman walaupun begitu Indra tidak memiliki banyak teman dekat maklum dia orang sibuk.
"Oke adik-adik agenda selanjutnya adalah pidato singkat dari ketua OSIS kita, yaitu Kak Indraaaaaaaaa.....!!" Suara Siska lantang penuh semangat.
"Beri tepuk tangan super meriah untuk Ketos Limited Edition kita...!!"
"Huuuuu... Kak Indra kerennnnn...!!" Teriak beberapa siswi yang meleleh melihat Indra yang naik ke atas panggung di ikuti Richard.
Mereka kemudian berpidato singkat dan secukupnya. Setelah itu seluruh agenda masa orientasi diserahkan kepada panitia pendamping masing-masing.
"Eh Ndra, tadi kamu ngapain sama anak Baru itu tadi..??" Tanya Richard penasaran.
Indra kemudian menunjukkan wajah antusias untuk menceritakan kejadian tadi. "Tau nggak Anak yang tadi itu yang namanya Raisa kayaknya Akademik nya nol besar deh. Masuk SMA ini aja nge Lobi, kayak nggak niat sekolah...!!"
"Hah masa Raisa Gitu ? Nggak mungkin lah Ndra...!!" Balas Richard tidak percaya.
"Kamu kenal dia...??" Tanya Indra penasaran.
"Kenal tapi dikit, adik angkatnya kak Lionel senior kita yang dulu mantan waketos. Nggak mungkin dia nge Lobi Karen akademik nya nol besar, Kak Lionel aja lulusan terbaik sampe-sampe di terima di Presiden University Nggak mungkin adik angkatnya oon. Palingan cuman Nggak mau report..!!"
"Lah kok kamu tahu kalo dia nggak mau repot...??" Tanya Indra.
"Muka-muka kayak dia mah suka sesuatu yang simpel..!!"
"Kalo gue liatnya dia muka-muka orang males....!!"
"Biar males yang penting pinter bro, kita taruhan yuk gue percaya Raisa selama 6 semester Nggak bakal keluar dari 3 besar...!!" Ujar Richard.
"Semangat amat sih, emang kamu tau dari mana dia pinter...?"
"Secara inceran gue dari hari pertama MOS, pas dia nggak ikut baksos gue ajak dia ke perpustakaan sambil wawancara dikit...!!"
"Pantesan aja. Serius Lo suka tuh anak..?"
"Cantik nya beda bro..!!"
"Lah kita saingan dong, aku juga udah naksir sama dia gimana nih..??"
"Hahahah, Apa sih aku bercanda kali. Btw aku kenal sama dia karena sempat satu tempat bimbel..!!"
"Ohhh...!!"
"Ndra aku nggak sabar loh menantikan kamu ditolak, soalnya dia orangnya nggak suka cowok nyata suka Cogan virtual dianya..!!"
"Dia Ganguan kejiwaan maksudnya ya ?"
"Ngga gitu juga *****, yuk ke kantin haus banget..!!"
"Traktir aku ya...!!" Ujar Indra yang mendapat tatapan malas dari Richard.