
Seseorang siswa yang sedari tadi berdiri bersandar di sebuah Dinding sambil menatap siswi yang sudah ia berikan hukuman. Siapa dia ? tentu saja Indra.
Indra kemudian mendekati Raisa yang hampir selesai mengumpulkan sampah sambil pura-pura lewat di depannya. "Eh kamu belum pulang..??" tanya Indra basa-basi Seperti biasa.
"kakak Nggak amnesia kan, tadi kakak yang nyuruh aku. Bikin Repot aja..!!" sinis Raisa kemudian pergi ke wastafel terdekat untuk mencuci tangan.
"Kamu pulang naik apa..?" Tanya Indra.
"Naik bus..!!"
"Jam 5 Lewat Udah Nggak ada bus, aku antar gimana..!!"
"ngga, bikin repot aja..!!"
Mendengar ucapan Raisa Indra merintih kesal, ada juga orang aneh kayak gini mau di antar bilangnya repot.
"Ya udah kalo nggak mau..!!" Indra kemudian pergi meninggalkan Raisa.
Raisa kemudian melirik jam tangannya, masih adakah bus pada jam 5 Lewat ini ? kalo dia menolak tawaran Indra dapat dipastikan dia akan menjadi lebih repot memesan ojek online.
"kak Indra bawa dua helm Nggak...?" Raisa menyusul Indra yang langkahnya dua kali lipat darinya.
Indra tersenyum tanpa basa-basi ia langsung memakaikannya ke kepala Raisa. Jujur saja ada getaran aneh di hati Raisa, pertama kali ia menerima perlakuan seperti ini. Indra kemudian menyalahkan motor Ninja Hitam miliknya kemudian mengkode agar Raisa segera naik. Raisa sedikit canggung pasalnya ia bingung mau berpegang di mana, masa ia harus memegang bahu atau pinggang Indra ?! yang ada Raisa ntar di kirain ambil kesempatan dalam kesempitan.
Indra yang menyadari Raisa sedikit canggung menyunggingkan senyumnya. " Pegangan ntar kamu jatuh...!!"
Deg...
Detak jantung Raisa menggila saat Indra menarik tangannya menuju pinggang Indra. Mereka kemudian berangkat pulang bersama tidak ada yang membuka suara hanya keheningan, mungkin karena mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
Indra kemudian berhenti di SPBU dan menggisi full tangki motornya. Saat selesai menggisi terlihat Indra yang kebingungan mencari sesuatu.
"kenapa kak...?" Tanya Raisa.
"yah Dompet aku ketinggalan, Raisa kamu yang bayar bensinnya ya anggap aja upah udah mau nganterin kamu...!!" Jawab Indra enteng sedangkan sang empu sudah membulatkan mulutnya tidak percaya.
"wait...wait kak, ini ongkosnya Nggak kemahalan ya. Masa ia cuman ngaterin pulang ongkosnya sampe RP 80.000...!!"
"Iya deh, sebagai gantinya nanti aku jemput dan antar pulang kamu selama dua Minggu gimana ? kalo nolak kamu yang rugi loh...!!"
Raisa memutar bola matanya kesal dan merogoh selembar uang seratus ribu rupiah di tempat pensilnya. "Nih, Dasar Modus ...!!" Raisa memberikan uang tersebut kepada Indra sedangkan Indra hanya terkekeh.
"yuhuuuuu PDKT gue berhasil uyyy..!!" batin Indra semangat.
Indra memberikan Uang tersebut kepada pegawai SPBU yang tersenyum melihat mereka berdua. "Maklum lah mas, emang dia suka ngambek...!!" ujar Indra yang sukses mendapatkan sebuah cubitan kecil.
"Makanya jangan alay. Cepetan jalan yang lain pada ngantri nih..!!"
"Iya..iya..!!" Indra kemudian mengantar Raisa ke rumahnya, Indra merasa senang sekali langkah pertama dia bisa dapat informasi mengenai lokasi Rumah Raisa belum lagi Ia juga bisa menjemput antar Raisa. Ini adalah kesempatan mencari tau apakah Raisa cocok dengannya.
"Besok hari terakhir MOS jemput aku pas jam 6 pagi ya, kalo aku sampai telat pokoknya kakak yang bertanggung jawab kalo aku di hukum...!" Ujar Raisa di dekat telinga Indra.
"Tenang aja terlambat sama ketua OSIS itu sesuatu banget loh, di tambah ketos ganteng kayak aku..!!" Jawab Indra yang membuat Raisa mendengus.
Indra kemudian tiba di rumah Raisa, Rumahnya cukup bagus lumayan mewah.
"Nih Helm nya. Makasih, aku mau masuk dulu..!!" Ujar Raisa siap-siap pergi.
"Tunggu dulu, aku punya penyakit males bangun pagi jadi.... Nih Nomer telepon aku. Miscall jam 5 Subuh kalo nggak mau telat besok...!!"
"Kakak Mudus ya, Kaka naksir sama aku ya..??" Tanya Raisa berturut-turut.
"Kamu merasa Aku naksir sama kamu nggak..?" Tanya Indra.
"Ya nggak mungkinlah...!" Ujar Raisa sambil sedikit berfikir.
"Ya udah masuk sana, aku tunggu Miscall Kamu ya, bye...!!" Indra sedikit mengusap rambut Raisa kemudian ia memakai helm dan pergi. sedikit ia melirik Raisa yang wajahnya memerah, dan itu sangat imut.
"Emang ya, cewek berkelas awalnya jutek cuek bebek. Tapi kalo di sirem pakek ramuan kasih sayang bakal cair juga..!!" Batin Indra sambil melajukan motornya.
Setelah 10 menit Indra sampai di gerbang Mansionnya yang terbuka otomatis. Mansion Mewah yang cukup luas, saat memasuki garansi sudah ada beberapa mobil sport yang futuristik berjejeran yang merupakan koleksi ayah dan ibunya.
Indra memarkirkan Motornya kemudian masuk ke dalam rumah, Seperti biasa rumahnya kosong hanya ada asisten rumah tangga. Ibu dan Ayahnya sibuk mencari nafkah sedangkan dia juga melakukan rutinitasnya. Dalam seminggu hanya hari Kamis, Sabtu, dan Minggu ia bisa menemui ibu dan ayahnya.
Indra menaiki tangga sambil bersenandung kecil, sampai di kamar ia segera melapaskan seluruh bajunya kemudian ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Woahhh dingin banget...!!" ujarnya kemudian bergegas untuk segera keluar. "Tubuh Atletis ku makin hari makin cakep aja, Sayang banget kalo dimiliki sama orang lain. Tapi kalo buat Raisa apa boleh buat...!!" dengusnya. Ya, inilah salah satu kebiasaan Indra yaitu kagum akan kesempurnaan dirinya. " Nona Raisa A Fana Novrazerd, kayaknya cocok banget deh. Hati oh Hati kok bisa tertarik sama dia sih, emang dia secantik apa sih...??" Tanya Indra kepada hatinya sendiri sambil merebahkan badannya.
"Oh ya Ada tugas buat PPT biologi, hampir aja lupa..!!" Indra meraih Tasnya mengambil laptop kesayangannya, saat mengambil laptop seluruh amplop beragam model ikut tertarik dan jatuh.
Entah siapa yang meletakkan banyak amplop di loker dan laci mejanya, amplop itu dapat di pastikan adalah surat pernyataan perasaan. sudah biasa Indra mendapatkan hal yang seperti ini . seminggu sekali ia akan mengambil amplop dan membawanya pulang sesampainya di rumah barulah ia membuangnya. Tentu saja agar tidak menyinggung si pengirim.
"Wah, banyak banget suratnya. Tapi maaf ya pemilik hati ini udah ada..!!" Ucapnya sambil memungguti amplop dan membuangnya di tong sampah.
Kaya, Pintar, Baik, dan Ganteng. Wanita mana yang tidak tertarik dengan Indra, sangat normal mereka tertarik. Sayangnya Indra sudah membuat Benteng pembatas di antara mereka, seperti Berlian di dalam tanah yang tidak akan berubah menjadi tanah meskipun bercampur.
Indra berhasil membuat setiap wanita yang mendekatinya berpikir 'Apakah aku layak..?' sebelum ia menemukan yang tepat Indra tidak akan pernah memberikan cinta begitu saja. Dan Kini ia menemukan Raisa wanita yang menurut nya baik dan tidak membosankan, setidaknya untuk sekarang Raisa bisa menjadi objek perhatiannya jika menurutnya Raisa memenuhi syarat maka Indra akan melangkah ke rencana berikutnya.