On The Way To Love

On The Way To Love
Part 5 Psikiater



"Psikiater....??" Tanya Indra mencoba menarik informasi.


"Iya Aku mau konsultasi sama dokter Faisal, Habis itu kita Dinner...!!" Ujar Raisa.


"Kamu kenapa Raisa...??" Tanya Indra dengan sangat serius sayangnya Raisa hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak ingin di tanyakan. Indra pun tidak memaksa Raisa ia ingin Raisa sendiri yang mengatakannya.


"Oh, Baiklah aku antar kamu dulu. Yuk kita ke mobil...!!" Ujar Indra yang secara sepontan merangkul lembut punggung Raisa.


"Aku harus sembuh, aku mau seperti remaja lainnya...!!" Batin Raisa sambil berjalan.


Sesampainya Di depan tempat Dokter Faisal Raisa masuk sendiri dan mengatakan supaya Indra menunggu di luar.


"Sungguh keterlaluan, aku yang sempurna ini malah di tinggalkan terbengkalai...!!" Keluh Indra sambil menatap kepergian Raisa.


"Malam Dokter Faisal...!!" Sapa Raisa kepada seorang dokter muda tersebut.


Dokter Faisal tersenyum "Eh Raisa, Ayo masuk. Wah sepertinya makin hari kamu makin membaik...!!"


Raisa duduk di sofa tempatnya biasa konsultasi. "Iya dok ada perkembangan...!!"


"Jadi bagaimana kamu di sekolah ...??" Tanya dokter Faisal sambil memberikan secangkir teh.


"Aku udah mulai terbiasa dengan kehadiran laki-laki Dok. Tapi tetap saja dok, aku harus jaga jarak...!!" Jawab Raisa.


"Trauma kamu terhadap laki-laki pasti akan hilang Raisa asalkan kamu berani...!!"


"Aku masih takut kalau harus bersama laki-laki asing apalagi kalau di tempat yang sepi. Terkadang ada perasaan jijik dok, kadang juga saya selalu ingin mencemooh mereka dok.. .!!"


"Masalah kamu ini memang cukup sulit, tapi kamu sudah mulai menunjukkan perubahan...!!"


"Dok sebenarnya ada satu orang yang membuat saya merasa normal. Saya tidak merasa tertekan, atau sakit kepala jika berada terlalu dekat dengannya. Bahkan beberapa terakhir ini saya dan dia pulang bersama...!!"


Mata Dokter Faisal berbinar "Benarkah ? Mungkin saja itu pemicu kamu untuk menghilangkan trauma kamu Raisa..!!"


"Pemicu..??"


"Iya, mungkin ada sesuatu hal yang membuat kamu merasa dia tidak berbahaya. Apa kalian pernah melakukan kontak fisik...!!"


"Sebatas dekat, kontak fisik yang terjadi refleks pernah...!!"


"Dia pacar kamu..??"


"Hahah dokter jangan bercanda, mana mungkin aku bisa pacaran dalam kondisi seperti ini...!!"


"Hahah Iya-iya siapa tau aja kamu diam-diam Pacaran...!!" Jawab dokter tersebut.


"Nggak lah dok...!!"


"Baguslah kalo kamu belum Pacaran, kamu harus benar-benar sembuh dulu baru Pacaran ya..!!"


"Iya Dok...!!" Jawab Raisa.


" Kamu pernah ingin berciuman dengan dia..?" Tanya dokter Faisal tiba-tiba membuat Raisa terkejut dengan wajah pias.


"Ah-Dok-Dokter jangan ngomong gitu dong aku nggak nyaman jadinya...!!" Jawab Raisa sambil mengipas-ngipas dirinya dengan tangannya.


"AC nya kurang dingin ya..??" Tanya dokter Faisal yang melihat Raisa salah tingkah.


"Raisa mulai menunjukkan perkembangannya, dulu bahkan untuk konsultasi dengan saya saja sangat sulit dilakukan karena ia benar-benar tidak suka dengan laki-laki ...!!"


"Oh iya Raisa coba lakukan apapun yang kamu ingin lakukan. Kalau kamu ingin memeluknya lakukan saja, jika kamu ingin menciumnya lakukan saja. Tapi jika kamu merasakan tubuhmu menolaknya maka jangan mendekati nya karena akan berbahaya. Orang lain mungkin bisa membantumu sembuh Raisa...!!" Saran Dokter Faisal, jujur saja Dokter Faisal mengambil resiko yang besar apapun bisa terjadi jika Raisa tiba-tiba terserang kepanikan.


"Iya dok, oh iya aku mau Ambil obat aku juga dok..!!"


"Baiklah..!!" Jawab Faisal dan membuka lemari yang berada di samping meja kerjanya dan mengambil obat Raisa. "Lain kali kamu ajak dia ke sini Raisa untuk menemani kamu konsultasi...!!"


"Baiklah dokter..!!"


Raisa kemudian menerima Obat tersebut dan segera berpamitan. Ia keluar menuju tempat Mobil Indra di parkir. Raisa segera masuk dan ia melihat Indra yang sedang bermain game.


"Suka main game...??" Tanya Raisa.


"Untuk bulan ini baru ini aku main..!!"


"Oh ternyata biasa saja..!!"


"Bagaimana konsultasi nya..!" Tanya Indra antusias.


"Aku lapar kak makan yuk..!!" Ujar Raisa mengalihkan pembicaraan, Indra tidak bisa menolak permohonan Raisa.


Di perjalanan hanya keheningan Raisa sadar beberapa kali Indra meliriknya kawatir, Raisa menghembuskan nafasnya. "Aku Trauma terhadap laki-laki, aku nggak suka dekat dengan laki-laki bahkan merasa jijik. Aku seperti phobia terhadap laki-laki yang tidak aku kenal karena itu selama ini aku mencoba mengobatinya. Aku kadang sampai muntah jika berada dengan laki-laki di tempat yang sunyi, kepalaku serasa mau meledak, bahkan yang paling parah kalau sampai aku terserang kepanikan bisa-bisa aku melukai orang tersebut...!!" Jawab Raisa yang membuat Indra schok dan langsung menepikan mobilnya.


"Hah..??" Reaksi terkejut Indra.


"Iya makanya aku ke psikiater supaya trauma ini menghilang...!!"


"Jadi aku...??" Tanya Indra yang bingung ingin menyampaikan pertanyaan nya. Bagaimana dengannya yang berstatus sebagai laki-laki.


"It's ok. Aku hanya seperti itu kalau dengan seseorang yang tidak aku kenal...!!"


"Kita nggak jadi ke Mall kita ke restoran aja..!" Ujar Indra.


"Loh kan nggak lama lagi sampai di Mall..!"


"Di mall banyak orang, kamu pasti nggak nyaman...!!"


Kini Sampai mereka di sebuah restoran di pinggir laut, restoran ini cukup sepi. Raisa menghentikan langkahnya dan menarik tangan Indra.


"Kak Balik yuk...!!" Ujar Raisa.


"Loh kenapa ? kamu nggak nyaman..!?" Tanya Indra bingung.


"Kak ini restoran mahal tempat duduknya aja mesti di bayar per jam..!!" Ujar Raisa.


"Ini yang membuatku semakin menyukai Raisa...!!" Batin Indra.


"Udah tenang aja nanti kalo uang aku habis kan bisa cari lagi, tapi momen dinner sama kamu itu yang susah di cari...!!" Jawab Indra, walaupun hidup berkecukupan ia tidak ingin menyombongkan diri apalagi di hadapan Raisa. Jika Indra mau ia bahkan bisa menyewa Restoran mewah ini tapi tidak ia lakukan karena ia yakin Raisa akan merasa tidak nyaman.


Merekapun masuk dan menunggu bagian belakang restoran yang tempatnya terbuka. Membuat mereka bisa melihat indahnya langit malam dan sejuknya angin laut.



"Kak kita duduk di sana yuk, supaya bisa liat laut..!!" Ujar Raisa antusias.


Mereka kemudian duduk berhadapan dan langsung memesan makanan, Indra sedikit memegang dadanya yang bergejolak saat melihat Rambut indah Raisa berterbangan kecantikannya berlipat ganda. Raisa menoleh ke arah laut sambil melamun memikirkan perkataan Dokter Faisal


"Oh iya Raisa coba lakukan apapun yang kamu ingin lakukan. Kalau kamu ingin memeluknya lakukan saja, jika kamu ingin menciumnya lakukan saja. Tapi jika kamu merasakan tubuhmu menolaknya maka jangan mendekati nya karena akan berbahaya. Orang lain mungkin bisa membantumu sembuh Raisa...!!"


Pesanan mereka kemudian datang membuat lamunan Raisa terhenti. Mereka kemudian menikmati makanan yang tersaji, Raisa senang karena di sini ada minuman greentea kesukaan nya. Saat mereka asik makan Raisa tidak sengaja menatap Indra.


Raisa menatap lekukan wajah Indra, mata, hidung, pipi, bibir. "Cium?" Batinnya dalam hati. Ia melihat bagaimana Indra memakan makanannya dengan lahap apakah makanan tersebut sangat enak. perkataan Dokter Faisal kembali menari-nari di pikirannya.


"Oh iya Raisa coba lakukan apapun yang kamu ingin lakukan. Kalau kamu ingin memeluknya lakukan saja, jika kamu ingin menciumnya lakukan saja. Tapi jika kamu merasakan tubuhmu menolaknya maka jangan mendekati nya karena akan berbahaya. Orang lain mungkin bisa membantumu sembuh Raisa...!!"


Raisa menari Nafasnya, Indra sadar dari tadi Raisa memperhatikannya, karena itulah Indra menggodanya dengan makan dengan cara yang eksotis.


Krettttt...


Suara Kursi yang termundur karena Raisa berdiri, Indra kaget saat Raisa berdiri dan menatap nya. "Akan aku lakukan..!" Batin Raisa. Kemudian Raisa tiba-tiba berjalan menuju tempat Indra. Sontak Indra berdiri melihat Raisa menuju ke arahnya.


"Raisa ada apa, kamu merasa tidak nyaman...??" Panik Indra.


Raisa mendekati Indra dan tangannya mengapai bahu Indra sebagai tumpuan agar Raisa bisa mencapai wajah Indra. Raisa menjijit dan ia langsung menempelkan bibirnya di pipi Indra dengan tiba-tiba.


CUP


Raisa diam dan merasakan sensasi yang ada di dalam dirinya seperti daranya berubah menjadi dingin.


Sementara Indra hanya membulat kan mulutnya saking schok, wajahnya langsung Blushing merasakan bibir lembam Raisa yang menempel di pipinya.


Raisa menutup matanya dan sedikit meremas baju Indra karena jantung berpacu terlalu cepat. Sekitar 10 Detik dan Raisa langsung melepaskan kecupan di pipi Indra.


"M-maaf kak..!!" Ujar Raisa sambil memalingkan wajahnya malu. "Ak-Aku sebenarnya ingin mastikan sesuatu, karena sama kamu aku tidak takut sama sekali. Maaf kalau kamu nggak nyaman..!!" Ujar Raisa.


Namun Indra masih diam. sebenarnya Indra bingung bagaimana mengungkapkan kesenangannya bisakah ia berteriak dan membakar seluruh lautan atau memeluk matahari saking senangnya.


"Raisa...!!" Ujar Indra menagkup wajah yang berpaling darinya itu "Apa lautan itu lebih menarik dari pada aku..?" Tanya Indra sambil menatap mata Raisa.


"Apa sudah cukup dengan kecupan di pipi untuk memastikannya..?" Tanya Indra dengan lembut.


"Mak-Maksud Kaka..??" Tanya Raisa gugup.


Indra hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Raisa, "Raisa tidak menjauh berarti ia tidak menolak..!!" Batin Indra sambil tersenyum. Indra memejamkan matanya dan sedikit memiringkan wajahnya sedetik kemudian Bibir keduanya bertemu.


Deg....Deg...Deg..


Sesuatu berdetak hebat ...


Raisa merasakan sensasi seperti ada kilatan di seluruh tubuhnya. Ia menikmati ini berarti ia akan sembuh.


Perlahan Indra ******* pelan dan lembut bibir Raisa, "Jadi ini rasa yang 17 tahun aku nantikan, rasanya lembut, ada Seperti smooth greentea, Akan kunikahi gadis ini...!!" Batin Indra yang sangat bahagia.


Raisa rasanya mau pingsan kakinya terasa lemas, bibirnya dan Indra ? memikirkan nya saja Raisa sudah hampir gila dan kini terjadi. Indra melepaskan ciuman tersebut sambil tersenyum manis.


"Kamu nggak papa Raisa..??" Tanya Indra dengan senyuman yang masih terukir.


"Ja-Jantung aku hampir Copot. Ha-Hampir mati..!!" jawab Raisa yang masih gugup.


Indra tertawa gemas. "Raisa itu first Kiss aku loh, sorry kalu tidak perfect. Hahahah..!!" Ujar Indra tertawa.


"Ihh kak Indra mesum, itu first Kiss aku juga..!!"


"Mau second first sama aku nggak..??" Tanya Indra jahil.


"Nggak..!!" Ujar Raisa yang sudah malu.


"My First kiss and last kiss akan aku pastikan hanya untuk kamu Raisa A Fana..!!" Ujar Indra sambil mengusap gemas Rambut Raisa. Bertambah lagi momen bahagia Raisa yang membuat semakin bersemangat.


**Tobe continue


Hola Author nyapa para pembaca nih ^_^


Jangan lupa like dan komen ya, kalo mau share juga. Author bahagia sampe guling-guling pas kalian baca cerita ini, pas kalian like Author loncat-loncat, Pas kalian Share Author pengen update tiap hari.


Like kalian adalah Nutrisi bagi Author...


Enjoy the story**...