Nightcore

Nightcore
BAB 9 : pecundang



"ando, apa kamu di rumah?" teriak rin dari luar.


ando yang mendekati pintu masuk berkata "sebentar".


Ckrek.. Ando membukakan pintu.


"ada apa rin? Kenapa kamu kesini?" ujar ando.


"tidak, aku hanya kebetulan lewat dan ingin mampir ke rumah mu" balas rin.


"benarkah?, kalau begitu silahkan masuk"


Rin pun masuk ke rumah ando, dan ando menyiapkan cemilan kecil untuk rin.


"eh, seharusnya tidak perlu repot repot" kata rin.


"tidak apa apa,.." balas ando.


"sebentar ya, aku ingin membereskan di belakang dulu" sambung ando sambil melangkah ke ruangannya.


Ando pergi ke ruang eksperimennya untuk membereskan hasil uji cobanya, termasuk tikus yang sudah mati.


Setelah beres beres, ando pun kembali ke ruang tamu.


"maaf menunggu lama" ujar ando kepada rin.


"tidak apa apa, apa kamu tinggal sendirian di rumah ini?" saut rin.


"ya, aku menyewa di sini" balas ando.


"apa kamu punya pekerjaan?" rin.


"aku bekerja di cafe, gajinya lima ratus ribu perminggunya" balas ando.


"benarkah, baguslah kalau begitu" ujar rin sambil tersenyum kagum.


Setelah mereka berbincang cukup lama dan matahari sudah berganti dengan bulan.


Rin pun segera keluar dari rumah ando untuk pulang.


Ando tinggal sendiri dirumahnya, ya walau hanya rumah sewaan. Sebenarnya ando memiliki keluarga, hanya saja ando kurang dekat dengan mereka.


Akhir semester dua, ando meneruskan ke jenjang berikutnya. Di kelas dua, ando menginginkan hubungan.


Ya, wajar bagi ando menginginkan seseorang. Tapi ini akan sulit sekali, karena tidak akan selalu berjalan sesuai rencana ando.


"bisakah aku mendapatkannya?" ujar ando.


"ah, sudahlah akan kupikirkan nanti" sambungnnya.


Beberapa minggu kemudian, ando tidak masuk sekolah. Karena ia sakit.


rin sempat melihat kondisi ando dan membelikan obat, seminggu kemudian ando kembali ke sekolah.


"rin, terimakasih atas obatnya, aku jadi merepotkanmu"kata ando.


"tidak masalah, aku hanya ingin membantu mu saja" kata rin sambil tersenyum.


Dua pekan lagi adalah hari ulang tahun ando, walaupun ia akan ulang tahun ando sama sekali tidak mengatakan itu kepada teman temannya.


"ah, berapa usia ku sekarang?" ujar ando pelan.


"apa aku harus membereskan rumah?,... Ah tidak perlu, tidak akan ada yang datang" ujar ando dalam hatinya.


Ando mengira tidak akan ada yang datang dalam acara ulang tahunnya, jadi dia tidak membereskan rumahnya.


satu hari sebelum hari ulang tahunnya, ando telah membeli hadiah untuk dirinya sendiri.


Begitu juga dengan rin, yang telah menyiapkan kado ulang tahun buat ando.


*perayaan ulang tahun


Ting nung... Ting nung


"sebentar.." sorak ando.


krek..


"ah, rin kamu telah datang?."


"hay, apa aku terlambat?" balas rin.


"tidak, acaranya bahkan belum dimulai"


"karena tidak ada yang datang" sambung ando.


"benarkah?.."


"oh ya, ini aku membawakan kado untuk mu.." ujar rin sambil memberikan kado ulang tahun.


"wah, terimakasih" balas ando.


Di pesta ulang tahun ando, hanya ada rin yang datang. Sedangkan teman temannya yang lain sama sekali tidak hadir.


setelah berlanjutnya pesta ulang tahun yang disertai dengan pembelahan kue dan doa, akhirnya semua sudah selesai.


"baiklah, aku pulang dulu ya.." ujar rin sambil membereskan barang barangnya.


"mau aku antarkan?" balas ando.


"tidak, tidak usah... Aku akan naik angkutan aja" balas rin


Mereka berjalan ke pintu depan rumah ando, setiba di sana rin pun menyampaikan salam.


"dah ya aku pergi dulu" kata rin sambil membelakangi ando.


Tiba tiba


"rinn.." sorak ando ..


"iya?" balas rin


"ah.. Itu.." (gugup)


"ada apa?, katakan saja" ujar rin dengan penasaran


"sebenarnya, aku menyukaimu" balas ando (tersipu)


"eh?....