
Sebuah wabah yang membunuh banyak jiwa di dunia, semua pusat pusat di tutup oleh pemerintah.
Ya itu memang sebuah keputusan yang tepat, karena sangat berbahaya.
dan, karena wabah ini, ando tidak dapat bertemu dengan teman temannya untuk sementara waktu.
Selama wabah ini, sekolah diadakan secara online. Ando hanya bisa berkomunikasi bersama teman-temannya melalui hp saja.
bulan pertama ketika wabah ini muncul, ando tetap sering berinteraksi bersama teman temannya.
sebuah hal yang tidak pernah terbayangkan olehku adalah, ketika semua orang hanya mulai berpura pura.
Ando belum menyadari akan hal ini, ando tetap berinteraksi secara baik dengan caca,ijay,keryn dan temannya yang lain.
Tapi, setelah bulan ke tiga. Semuanya berubah, tidak ada lagi interaksi antar mereka. Aku juga tidak tau apa penyebabnya, tetapi semua memang sudah terjadi.
"haah..kenapa mereka tidak mengirimkan pesan kepadaku?" ujar ando.
Ando mencoba untuk menggirimkan pesan kepada teman temannya. Tetapi, tidak ada balasan apapun.
"apa mereka marah" ujar ando.
"tapi kenapa?, aku tidak berbuat kesalahan apapun", sambungnya.
tetapi, memang begitu lah keadaanya. Semua orang bisa berubah kapan saja, bahkan tidak ada yang tau itu akan terjadi.
Karena ando tidak berinteraksi lagi bersama teman temannya. Sekarang, ando hanya menghabiskan hari dengan bermain hp.
Ya, dia hanya bermain game. Dan terus seperti itu.
Akibatnya, dia jarang mengikuti kelas online. Dan itu tentu saja membuat nilainya turun.
Tapi, hal itu tidak terlalu berdampak besar bagi ando. Karena semua siswa saat itu tetap dinaikkan walaupun nilainya hancur.
Dikelas dua sekolah menenggah pertama, ando tidak lagi memiliki teman untuk diajak ber'interaksi.
Ya, paling hanya teman di gamenya saja. Sebab, teman sekolahnya tidak pernah lagi mengirimkan pesan.
Ando juga tidak lagi menjalani hobinya. Kesehariannya hanya di dalam rumah.
"ah..,apa begini terus tidak apa apa?" ujar ando.
Siapa yang bisa mengira, jika virus ini menghentikan semua aktifitas selama itu.
Sudah hampir satu setengah tahun, para ilmuan belum juga menemukan obat penawarnya.
korban jiwa terus berjatuhan, dan ada juga yang memanfaatkan peristiwa ini untuk mencari nilai uang yang besar.
di bulan ke lima belas, setelah wabah virus ini. Ando benar benar telah berubah. Dia menjadi orang yang pendiam, jarang berkomunikasi dan hanya menyendiri.
Ingin ku ceritakan kisah ando yang lain?, baiklah, dengarkan baik baik.
Disuatu ketika, dipagi hari tentunya. Ando yang masih tertidur tiba tiba dibangunkan dengan nada keras.
Apa itu?, ya itu adalah suara ibunya.
Apa yang terjadi?...
Aku juga tidak terlalu paham detailnya, tetapi yang terjadi adalah.
Ando dituduh oleh ibunya mengambil uang dari tas ibunya.. Padahal, itu sama sekali tidak benar.
Ando dipukul dan dipaksa mengakui itu, tetapi semua itu bukan perbuatan ando, lantas apa yang harus ia akui?..
Begitulah kira kira.. Sebenarnya masih banyak hal seperti ini yang tidak ku ceritakan.
Ya, itu permintaan ando sendiri, dia inggin melupakan semua itu. Jadi yasudahlah..
Aku akan melompati ceritanya lagi,.
dua setengah tahun berlalu, tepatnya di hari kelulusan. Di saat itu semua siswa mengembalikan buku cetak kepada wali kelas.
Tetapi ando tidak mendapatkan buku paket kelas tiga, karena ia tidak pernah mengikuti pelajaran online.
Dan ando mengatakan bahwa dia tidak mendapatkan buku itu.
Tetapi, wali kelas ando tetap memaksa untuk mengembalikan buku itu.., pada akhirnya mereka menyuruh ando mengantinnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...