Nightcore

Nightcore
BAB 5 : Ketidak pedulian



Akhirnya ando bisa menamatkan sekolahnya di perguruan fric. tetapi ando tidak ingin meneruskan sekolahnya.


ia berkata bahwa dia tidak ingin lagi bersekolah. Ya, mungkin karena hal yang terjadi se masa smp bukan?.


Tetapi, walaupun ia berkata demikian.. Ibunya tetap memasukannya ke perguruan dwarna.


"ah, padahal aku tidak ingin sekolah" kata ando.


"sekolah itu membosankan, tidak ada hal yang menyenangkan di sana" sambungnya.


"ah, sudahlah aku tidak peduli". Kata ando.


Setelah hari pendaftaran, ia pun masuk sekolah. dia tidak peduli untuk mendapatkan teman atau tidak.


"sudahlah, jalankan saja.. Ini akan berakhir dengan cepat" kata ando.


Hari pertama ia masuk sekolah hanya perkenalan saja terus pulang.


Di hari kedua adalah pengenalan lingkungan sekolah,guru,dan bakat.


Dan akhirnya, masuklah dimana ando mulai belajar di perguruan dwarna.


Oh ya.. Aku lupa mengatakannya, di akhir kelas tiga smp ando sudah mempelajari bahasa jepang.


Awalnya hanya sebuah iseng saja, karena ia menyukai animasi jepang. Tapi pada akhirnya ia terus mempelajarinya.


Karena di sekolahnya juga terdapat mata pelajaran bahasa jepang. haha, mungkin itu yang membuat dia bersemangat.


Di sekolah, ando adalah mandiri yang pendiam,tidak aktif,suka menyendiri dan membosankan.


Tetapi, ando tidak mempermasalahkan itu. Karena baginya, keluar dari sekolah adalah yang utama..


Ah, aku tidak tau apa yang dipikirkan oleh anak ini, tetapi terserah padanya. Karena yang melihat dan merasakan masa depannya adalah dirinya sendiri.


Kalian tau apa yang dia katakan?.. Dia berkata begini


"jika seseorang dapat belajar di luar sekolah, lantas kenapa orang bersekolah?".


Ah, itu tidak masuk akal sama sekali bukan?,


Mungkin karena ando adalah pribadi yang tertutup. Ya, semoga dia orang baik.


Di perguruan dwarna, ando memiliki beberapa teman, tapi ando tidak merasa demikian.


Baginya, semua orang mendekat ketika membutuhkan sesuatu, lalu setelah itu menghilang.


Di semasa SMA, ando berkeingginan untuk mulai tinggal sendiri, dia mencari pekerjaan dan mengumpulkan uang.


Ya bagi anak seusia ando, hal itu sudah wajar bukan?, karena mereka juga harus bisa mandiri.


Ando juga tidak tertarik berpacaran, dan dia juga tidak berniat menikah. Katanya, kalau dirinya belum mendapatkan kebahagian lantas kenapa dia harus membahagiakan orang lain?,


Haha, ini sulit dipercaya,.


sebenarnya, ando tidak lagi memiliki tujuan hidup. Dia tidak punya cita-cita, bakat, dan tidak terlalu pintar.


Tapi, dia tetap memiliki keinginan. Dan dia inggin meraih keinginan itu sendiri.


Tapi menurutku, manusia tidak dapat berdiri sendiri. Mereka harus membutuhkan orang lain sebagai tumpuan.


di tahun pertamanya sekolah, ando sudah membuat beberapa guru menyukainya. Ando sendiri tidak tau alasannya, sebab dia sama sekali tidak berbuat apapun.


Disisi lain, walaupun ando merasa tidak membutuhkan teman, tetap akan ada yang berbicara dan berteman dengannya.


Ya, ando juga tidak mungkin mengabaikan mereka bukan?, dan disitulah ando mendapatkan beberapa teman baru.


aku akan memberitahu kalian siapa saja teman teman ando, walaupun ando tidak berpikir demikian.


Mereka adalah hanzo,shin,abe,ryouri,will,rin,uli dan masih ada beberapa lagi.


ya mereka cukup dekat jika dilihat, dan mereka juga berkomunikasi dengan baik.


ah, aku benar benar tidak mengerti apa yang di pikirkan oleh ando. Padahal jika dilihat mereka bisa saja membantu ando.


"ah, aku tidak menginginkan ini. Benar benar membosankan" ujar ando.