Nightcore

Nightcore
BAB 7 : Hal yang tidak terduga



Semester pertama SMA ando sudah berakhir. Sekarang ando sedang menikmati liburan semesternya.


Dimasa liburan, ando sama sekali tidak memiliki kegiatan. Bisa dibilang dia hanya dirumah saja selama dua minggu terakhir.


Setelah selesai libur semester selama dua pekan. Ando kembali ke sekolah, tentu teman temannya saling bertegur sapa.


"ando, bagaimana keadaan mu?" saut rin sambil mendekat.


"aku baik, bagaimana dengan mu?" balas ando.


"ya, aku juga sama. Disaat liburan kamu pergi kemana?, aku bersama keluarga pergi ke pantai. Sangat seru loh" rin.


"tidak, aku tidak kemana mana. Aku hanya dirumah saja" ujar ando.


"kenapa kamu tidak keluar?" ucap rin dengan rasa binggung.


"tidak apa apa" balas ando sambil berjalan memasuki lokal.


Ando dan rin sepertinya memiliki hubungan yang dekat. Mungkin, mereka sedekat ini karena hari ulang tahun rin bulan lalu.


tapi ntahlah, apakah salah satu dari mereka memiliki perasaan? Atau hanya sebuah kebetulan.


Dikelas ando hanya bersikap seperti biasanya. Ya, sama sekali tidak ada perubahan sikap yang seknifikan.


*dari arah belakang,.


tuk..seseorang memukul pelan pundak ando, "ando, pulang sekolah nanti mau bermain bola sebentar?"


Ternyata itu adalah shin, teman sekelas ando.


"ah, aku tidak bisa janji. Tapi liat nanti apakah aku sempat" balas ando.


"baiklah".. "ngomong ngomong, apa kamu dan rin punya hubungan?" sambung shin.


"ah, itu tidak benar" bantah ando.


"ya, habisnya aku melihat kalian sangat akrab belakangan ini".."jadi kukira kalian berpacaran" ujar shin.


Mustahil bagi ando untuk berpacaran, karena dia tidaj terlaku suka terlibat dengan berbagai hal.


"hmm, aku ingin pergi ke perpustakaan" kata ando.


"tapi aku tidak bisa bergerak, ah sudahlah lupakan saja" sambungnya.


kring kring kring.. Suara hp ando berbunyi.


"ah, apa ini?" ujarnya.


Ternyata sebuah pesan dari nomor tak dikenal.


"hai, apa kabarmu?" nomor tidak dikenal.


"ya ini siapa?" balas ando ke nomor tidak dikenal.


"eh, kamu tidak ingat?"


"sepertinya begitu, sudahlah katakan saja ini siapa?" kata ando lagi.


"hmm, coba tebak"


"aku tidak punya waktu untuk ini" balas ando.


"ee, iya iya... Ini aku yui, teman sd mu"


"masa teman sendiri tidak kenal" yui.


"eh, yui?.. Bagaimana bisa?" balas ando dengan perasan bingung.


"maksudnya?" balas yui.


"aku mencari nomormu kemana mana, bahkan bertanya ke teman yang lain. Tapi kenapa kamu bisa dapat nomor ku?" balas ando.


"aa, aku mendapatkannya dari yuita" balas yui.


"ah, benarkah?.. Tapi baguslah, sekarang kita bisa berkomunikasi lagi" balas ando.


"ah sebenarnya aku mau minta maaf soal kejadian di SD lalu," sambung ando.


"ah, sudahlah lupakan saja. Itu sudah berlalu, tidak usah dipikirkan lagi" balas yui.


"bagaimana kabarmu sekarang?," yui.


"aku baik, bagaimana denganmu? Dimana kamu sekolah sekarang?" balas ando.


"aku juga baik" yui.


"sekarang aku sekolah di pesantren, ya aku ingin mendalami ilmu agamaku" sambungnya.


"eh, kamu sekolah di pesantren? Artinya kita tidak bisa bertemu donk" balas ando dengan kecewa.


"mungkin kita bisa bertemu di hari hari tertentu... Oh ya aku harus masuk kelas hari ini, nanti akan ku hubungi lagi" balas yui dan mematikan hp nya.


"eh tunggu..padahal ada banyak yang ingin aku sampaikan. tapi, ya sudahlah. Aku akan mengatakannya lain waktu" balas ando dan meletakkan hp nya.


Padahal baru saja bisa menghubungi yui, tetapi waktu tidak bisa lagi di ubah..


Yui yang bersekolah di pesantren harus mematuhi peraturan di sana, karena yui juga ingin mendalami ilmu agamanya.


Tentu saja ando senang bercampur sedih dan kecewa. Karena hanya berbicara lewat teks dengan yui dalam waktu yang singkat.


Tetapi, masih ada hari esok atau bulab depan, dan ando harus bersabar untuk itu.