
Hah, hari ini tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya.
Hey, aku adalah niken, disini aku akan menceritakan kisah seorang pemuda. ya aku juga tidak paham si, apakah ini juga novel? Hehe...
Namanya adalah ando, remaja berusia delapan belas tahun. Ia lahir dari keluarga yang sederhana. Ando memiliki sifat pendiam, tidak peduli dan tidak inggin tau.
Serta kurang perhatian terhadap lingkungan sekitarnya, tidak heran kalau dia dikenal sebagai pria introver dan dingin.
Keseharian ando hanya menyendiri di kamarnya. Ya walaupun terkadang dia pergi keluar untuk berolahraga. Haha, baik baik mari kita mulai kisah ando dan teman temannya.
Disaat berusia enam tahun ando ditinggal pergi oleh ayahnya, karena kepergian sosok sang ayah, tentu ando sangat sedih.
Setelah kepergian ayahnya, di usia ando ke delapan tahun giliran ibunya yang pergi merantau ke kota untuk bekerja. Oleh sebab itu, ando tinggal bersama kakak dan adiknya di desa.
Kota tempat ibunya ando bekerja berada sangat jauh. serta tidak adanya teknologi, ando tidak bisa berbicara atau melihat ibunya.
Hah.. siapapun yang berada di posisi ando tentu sangat sedih bukan?, Setelah kepergian ayahnya sekarang ibunya pergi merantau.
Keseharian ando di desa tidak jauh berbeda dengan anak desa lainya. Sebab, sewaktu kecil ando hanya tau bermain dan bermain.
Di desa, ando memiliki banyak teman. Dari yang sebaya hingga yang lebih tua. Saat itu, ando berada di kelas dua sekolah dasar.
Ando dan kakak serta adiknya tinggal di sebuah rumah yang terbuat dari kayu, ya bisa dibilang rumah itu sudah sangat tua. tak heran, kalau banyak yang mengatakan ada makhluk di sana.
Bahkan, ada yang bilang kalau seseorang pernah melihat sesosok makhluk yang sangat mengerikan di sana.
Aku sih nga percaya, karena pribadiku nga pernah lihat makhluk. Tapi, ya mungkin karena rumah itu sudah tua, jadi wajar wajar aja si.
Rumah tempat tinggal ando memiliki tiga kamar. Kamar ando ada di tengah, ya mereka memiliki kamar pribadi di sana.
Setelah beberapa tahun berlalu, tepatnya saat ando berusia sepuluh tahun. Disaat itu, ibunya ando pulang ke desa. Kepulangan sosok ibu pasti membuat ando sangat senang.
Ibunya membawa dua kabar, yaitu kabar baik dan buruk. kabar baiknya adalah ibunya sudah mendapatkan pekerjaan, sedangkan kabar buruknya ando, kakak dan adiknya harus pindah ke kota.
Ya tidak terdengar seperti kabar buruk, tapi bagi anak usia sepuluh tahun sudah melihat kerasnya kehidupan di kota, membuatnya sangat berarti.
Karena lingkungan baru, ando sangat gugup dan kurang percaya diri. Tapi, ando bisa mengendalikan lingkungan sekitarnya.
Hari berganti hari, musim berganti musim. Ando sekarang sudah berada di kelas 5 sekolah dasar, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat baginya.
Ando memiliki hobi yang cukup unik, yaitu kendo, seni bela diri pedang yang berasal dari jepang. Waktu di kelas lima SD ando belum terlalu menyukai jepang.
Di awal semester kelas lima sekolah dasar, ando sudah memiliki cukup banyak teman yang ia anggap baik. Mereka juga menganggap ando demikian.
Walaupun begitu, pasti ada aja si yang benci ama ando."huuh, akhirnya sudah kelas lima, baiklah" kata ando sambil menuju ke lokal.
"Ando, apa kamu sudah selesai mengerjakan tugas yang diberikan senior semalam?" iwa -teman ando.
"aa, aku belum selesai mengerjakannya hehe.. Apa kamu sudah selesai?" balas ando.
Iwa berjalan mendekat ke arah ando sambil melihatkan hasil buatanya, "sudah donk, bagus nga?".
"waah, harusnya aku minta buatkan ama kamu aja kemarin hehe.." balas ando.
Tidak semua teman ando menyelesaikan tugasnya. Ya, yang tidak menyelesaikan tugas tentu saja akan di hukum.
Hukuman yang diberikan oleh senior tidak terlalu berat, mereka menyelesaikan hukumannya dengan baik dan cepat.
"hahh, aku lelah" suara dari teman ando yang lainnya.
"ando, habis ini akan ada pelajaran olahraga. Bagaimana kalau kita ajak yang lain bermain bola?" shukii
"boleh" balas ando sambil berdiri dan berjalan menuju kelas untuk memanggil teman teman yang lain.
Setelah menyelesaikan semuanya, mereka pun bermain bola bersama. Hari yang menyenangkan bukan?, bermain bersama teman teman, tertawa, saling membutuhkan, saling berbagi.
Kehidupan seperti itu hanya ada di novel, kenyataannya berbanding terbalik dengan kehidupan nyata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...