Nightcore

Nightcore
BAB 6 : Kisah masa lalu



Hari ini benar benar cerah sekali, dan lihat! Ando akan segera berangkat sekolah.


dan hari ini tidak jauh berbeda dari hari hari sebelumnya. Dimana, ando tidak memiliki niat untuk bersekolah tetapi dia tetap berangkat.


Setibanya disekolah, ando di saut oleh temannya.


"ando, hari ini adalah jam kesenian, apakah kamu bawa perlengkapannya?" kata abe.


"ah, aku lupa membawanya. Apakah tidak masalah?" balas ando.


"ee, aku tidak tau.. Tapi", percakapan mereka dipotong oleh rin.


"aku punya dua, apa kamu mau pake satu?" rin.


"bolehkah?" ando


"tentu, kenapa tidak" rin.


Saat ini adalah les kesenian di sekolah ando. Ando tidak membawa perlengkapan nya sama sekali, ya sebenarnya dia memang tidak niat membawanya.


Oleh sebab itu, ando menggunakan perlengkapan kesenian milik rin.


Hari ini, adalah pelajaran seni musik. Ando memainkan alat musik tiup, yakni recorder.


Ando tidak terlalu mahir menggunakan alat musik, jadi dia harus belajar lagi.


Setelah les kesenian, ando langsung kembali ke lokalnya. Begitu juga dengan teman temannya yang lain.


"ah, les musik kali ini cukup melelahkan" ryouri.


"benar, setelah ini adalah les matematika" will.


Ando mengikuti pelajaran dengan cukup baik, bersama dengan teman temannya. Setelah les berakhir, semua orang beristirahat.


"ando, apa kamu tidak keluar?" shin.


"ah, tidak aku di sini saja" ando.


"kenapa kamu di kelas terus?," shin.


"tidak, aku hanya tidak ingin keluar" ando.


"ok baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" shin 'sambil meninggalkan kelas'.


disekolah, ando hampir tidak pernah keluar saat jam istirahat dimulai. Dia hanya duduk di dalam kelasnya saja.


Aku sama sekali tidak mengerti, kenapa dia tidak menikmati masa remajanya.


Setelah kelas selesai, ando segera membereskan tasnya dan langsung pulang.


"sampai jumpa" -teman teman ando.


Di rumah, ando juga tidak jauh berbeda. Dia juga tidak pernah keluar rumah, selain ada hal yang penting.


Dirumahnya ando hanya belajar minatnya akan bahasa jepang, dan sesekali dia bermain game.


malam hari ando tidak memiliki kegiatan apapun, jadi dia bisa tidur lebih awal.


walaupun besok adalah hari libur sekolah.


Ando selalu bangun sangat awal, bahkan orang lain masih tidur ia sudah bangun. Ketika pagi hari ando hanya bermain game saja.


Begitu juga dengan hari hari libur lainnya. Karena ando tidak memiliki kegiatan apapun untuk di lakukan, oleh sebab itu ia hanya berada di rumah saja seharian.


Di siang hari, ando hanya berada di kamar nya. Ah, membosankan. Tidak ada hal yang bisa dilakukan.


Kalian tau, semua hal bisa terjadi kapanpun. Bahkan di waktu yang tidak terduga sekalipun.


setelah satu bulan berlalu.


Terlihat ando yang sudah sampai disekolahnya. Begitu juga dengan hari ini, tidak ada hal yang menarik perhatian sama sekali.


Ando menjalankan kelasnya seperti biasa, tidak ada hal yang menonjol. Bahkan dia tidak banyak berinteraksi dengan yang lain.


Disuatu hari, di jam istirahat. Teman ando bercerita dengan ando.


"apa yang ingin kamu lakukan hari ini, semejak pertama kali kamu masuk, kamu jarang terlibat dengan berbagai hal" rin.


"ah, aku tidak terlalu tertarik dengan hal hal yang merepotkan" ando.


"apa kamu tidak memiliki hobi?" rin.


"hobi?, ya aku punya. Tapi itu sudah lama sekali" ando.


"kendo" ando.


"kendo?, aku belum pernah mendengarnya" rin.


"ya, kendo adalah seni pedang yang berasal dari negara jepang" ando.


"aa.. jadi kamu mahir donk bermain pedang?" rin.


"tidak terlalu mahir sih, hanya saja aku bisa sedikit mengendalikanya" ando.


"..omong omong, besok adalah hari ulang tahunku. Kamu mau datang ke rumahku?" rin.


"benarkah?.. Baiklah aku akan datang" ando (tersenyum).


Ando diundang ke perayaan hari ulang tahun rin.


Aku sama sekali tidak mengerti, ando yang biasanya tidak ingin terlibat apapun tiba tiba menyetujuinya.


Ya mungkin itu adalah salah satu cara menghargai temannya.


sepulang sekolah ando menyiapkan kado untuk rin, sebagai hadiah ulang tahunnya.


Ya, walaupun hadiah yang disiapkan ando tidak terlalu mahal, yang penting adalah keikhlasan.


Keesokan harinya, ando datang ke acara ulang tahun rin yang digelar di rumah rin.


"Permisi" ando.


"ya sebentar..' ah ando, kamu sudah datang? Ayo masuk" rin.


ando mulai masuk kedalam rumah rin. Tetapi, hal yang tidak kubayangkan adalah seharusnya pesta digelar meriah dan banyak orang.


Tetapi, dirumahnya rin hanya ada mereka berdua. Tidak ada satu orang lain di sana.


"kemana semua orang?" ando berkata dengan penuh keheranan.


"siapa?" saut rin.


"bukankah hari ini adalah hari ulang tahun mu? Tapi kenapa tidak ada orang di sini?" ando.


"ah, sebenarnya ayahku ada diluar kota dan ibuku sedang pergi ke pesta temannya" rin.


"dan aku sudah mengundang teman teman yang lain, tetapi mereka tidak bisa datang. Jadinya, hanya kamu yang bisa datang" sambung rin.


"begitukah?,.. Oh ya, ini aku bawakan kado untuk mu" balas ando.


"eh, seharusnya tidak perlu" rin.


"terimakasih" sambungnya.


Dirumah rin saat ini hanya ada dua orang saja yakni rin sendiri dan ando.


Tenang saja, tidak akan ada hal negatif yang mungkin akan terjadi. Karena ando membenci masalah dan hal yang merepotkan.


"oh ya, bolehkan aku mendengar tentang masa lalumu?" kata rin.


"masa laluku?.. Ya ini akan sedikit sensitif" balas ando.


"tidak apa apa, aku ingin mendengarnya" kata rin dengan rasa penasaran.


"baiklah baik, akan aku ceritakan" ujar ando.


cerita ini mungkin akan sedikit panjang dan membosankan, jadi kalian bisa langsung melihat bab berikutnya saja.


-ando "dulu aku tidak seperti ini, aku orangnya mudah bergaul, memiliki banyak teman. Bahkan aku menyukai akan hal hal yang baru. dulu aku juga menyukai seseorang, namanya adalah yui teman sekelas ku. Walaupun aku mengecewakannya waktu itu. tapi, aku berubah di kelas lima SD. di usia yang tergolong anak anak, aku sudah memahami hal hal yang berbau dewasa. Bahkan dulu aku pernah melakukanya dengan teman perempuanku. Aku juga dulu sering mencuri, bertengkar, dan melakukan hal yang seharusnya tidak ku lakukan. Di SMP aku ingin melupakan semua hal yang terjadi di masa lalu. Tetapi, ketika aku mencoba mencari diriku , aku malah kehilangan orang orang yang berada di sekitarku. Karena itulah, aku mulai suka menyendiri, tidak ingin berbaur, dan tidak suka melakukan apapun lagi. Sampai aku berada di sini."


"begitulah kisah ku, walaupun sebenarnya ada hal yang ku sembunyikan. Karena lebih baik diketahui oleh diri sendiri" sambung ando.


"mm.. Kisah Mu benar benar menarik dan itu pasti berat bukan?" balas rin dengan nada mengecil.


"ah, itu tidak masalah. Aku sekarang dengan yang dulu sudah jauh berbeda. Aku tidak akan melakukan hal yang tidak perlu lagi" kata ando.


"-tersenyum-.. Jika kamu membutuhkan bantuan, kamu bisa berkata padaku. Ok?" balas rin.


"baiklah" ando.


setelah perbincangan yang panjang, ando dan rin merayakan ulang tahun. membelah kue, membuka kado, dan berdoa.


Sampai akhirnya selesai, hari yang cukup melelahkan bagi ando.


Setiba dirumah ando hanya langsung berbaring di kasurnya, sambil memikirkan apa yang dia katakan kepada rin.