
"Apa?"
"Sebenarnya aku adalah buku itu".
"Kamu..bagaimana mungkin kamu adalah buku?".
"Aku dikurung oleh seseorang dalam buku karena sekarang aku sudah bebas maka otomatis buku itu akan menghilang"
"Tidak bisa,buku itu adalah kawanku, kembalikan "Miyo memukul badan Akhiko.
"Maaf aku tidak bisa melakukannya tapi karena buku itu milikmu maka aku juga menjadi milikmu.Aku mohon terima diriku ya"
Melihat Akhiko yang memohon, Miyo tidak bisa menolaknya maka terpaksa dia mengiyakan permintaan Akhiko.
"Baiklah,aku harap kamu tidak akan menghianati ku".
"Tidak akan pernah".
Tiba-tiba ditangannya muncul sebuah gambar seperti tato kerajaan.
"Apa ini?"
"Ini tanda kontrak ku padamu jika aku berkhianat maka aku akan mati tapi kamu tetap akan hidup"Akhiko tersenyum.
"Tidak bisa,itu terlalu kejam".
"Tidak ini sudah sewajarnya,lagipula aku tak akan menghiatimu jadi untuk apa khawatir?".
"Kamu benar,terimakasih Akhiko".
"Oh,iya.Akhiko apa kamu tahu cara agar bisa keluar dari sini?".
"Tentu saja itu sangat mudah,bagaimana pun juga pengetahuan ku tidak ada duanya"kata Akhiko penuh percaya diri.
"Benarkah?! Kamu tidak terlihat seperti itu".
"Lalu aku terlihat seperti apa dimatamu?".
"Bukankah aku sudah mengatakannya sebelumnya"
"Itu..tidak mungkin kamu masih menganggap ku tidak bertanggung jawab dan tidak bisa diandalkan.Apa kamu masih berpikiran seperti itu?".
"Tentu saja kenapa tidak lagipula kamu terlalu naif mengangap aku merubah pikiran ku hanya karena yang tadi kan".
"Benar juga ya".
"Aku..sudah lupakan saja".
Bagaimana bisa aku dibodohi oleh manusia!! Aku adalah orang yang paling dihormati dan tidak ada tandingan di kerajaanku tapi kenapa aku bisa kalah dari manusia biasa dan itupun adalah perempuan.. sungguh tidak masuk akal. Rintih Akhiko dalam hatinya.
"AKHIKO....".
"Ah..telingaku,Miyo kenapa kamu teriak aku hampir tuli oleh mu".
"Benarkah?!! Kalau begitu akan kubuat kamu benar-benar tuli.Beraninya kamu mengacuhkan ku"Balas Miyo kesal sambil menarik telinga Akhiko.
"Ampun Miyo ini adalah salahku.Tuan putri ku..ampunilah aku..aku salah".
"Baiklah,aku akan mengampunimu sekali ini.TETAPI..Jika kamu melakukannya lagi,Kamu akan tahu akibatnya".
Huhu.. Apakah dia benar adalah manusia.. kenapa bisa sekuat ini, bahkan membuatku menjadi tidak berdaya. Hidup ini sungguh tidak adil. Eeh.. tunggu dulu bukannya aku dulu bersikap semena-mena pada mereka.. jadi ini yang mereka rasakan. Tapi aku adalah pangeran ini adalah hal yang seharusnya tidak aku dapatkan.. Tunggu perasaan ini...
"Akhiko...Beraninya kamu melakukan hal ini padaku..".
"Aku..lari..".
"Tunggu Akhiko".
Setelah itu Miyo mengejar Akhiko.
Dua jam kemudian.
"Aku mendapatkan mu".
"Kau..kita sudah berlari sangat lama, bagaimana kamu bisa tetap mengejarku".
"Aku sangat kuat..tidak ada hal yang tidak bisa kulakukan".
"Kalau begitu ayo kita berlari..lagi..".
Miyo pingsan dan Akhiko menangkap tubuhnya.
"Hei..apa yang terjadi padamu,sadarlah!" kata Akhiko panik.
"Tunggu dulu..dia adalah manusia,jadi wajar saja dia menjadi seperti ini.Huh..dia terlalu memaksakan dirinya untuk mengejar ku".
"Aku memang bodoh..harusnya aku mengetahui hal ini dari awal..jadi dia tidak akan seperti ini..ini salahku".
"Eh..tunggu dulu kenapa aku jadi seperti ini.."