
Pada saat Miyo sedang berfikir,Aimi datang dan duduk di samping Miyo sambil berkata "Sudah kuduga,kamu ada disini!Jadi apa kamu benar-benar akan pergi keluar kota?".
"Oh..kamu,aku tidak tahu tentang itu sebenarnya menurutku lebih baik disini"kata Miyo.
"Ya,disini memang lebih baik tapi kesempatan keluar kota sangat jarang didapatkan,kamu sangat beruntung!".
"Benarkah begitu,aku tidak merasa seperti itu karena sepertinya ibuku menyembunyikan sesuatu,tidak hanya ibu bahkan yang lainnya juga seperti itu.Apa aku memang berasal dari desa ini".Aimi sangat terkejut mendengar kalimat dari mulut Miyo itu.
"Kenapa kamu berkata seperti itu?".
"Bukankah itu sudah jelas,apa lagi melihat sikapmu tadi"Balas Miyo.
"Miyo.."kata Aimi lirih.
"Tidak perlu merasa bersalah,aku sudah mengetahui yang sebenarnya".
"Maksudmu..kamu..".
"Ya,aku memang bukan berasal dari sini tapi meskipun begitu aku dibesarkan disini tentu saja aku tidak bisa pergi begitu saja".
"Aku tahu kalau orang tuaku sudah menjual ku,ini mungkin adalah terakhir kalinya aku disini".
"Kenapa kamu berkata seperti itu?"Tanya Aimi sedih.
"Itu memang adalah kenyataannya,ayo kita masuk bel sudah akan berbunyi"Kata Miyo sambil mengulurkan tangannya kepada Aimi.
"Baiklah,"Balas Aimi sambil menerima uluran tangan dari Miyo.Apakah ini memang yang terakhir kali nya aku memegang tangan ini.Pikir Aimi sedih tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Apa yang kamu pikirkan"tanya Miyo.
"Eeh..tidak ada apa-apa,tapi apa kamu yakin..".
"Tentang keluar negeri itu..".
"Aku tidak tahu tergantung apa yang diberikan kepadaku"balas Miyo singkat.
"Diberikan apa?"Tanya Aimi penasaran.
"Bukan apa-apa,sebaiknya kita segera masuk kelas atau kita akan mendapatkan hukuman dari guru".
"Baiklah".Setelah itu mereka langsung masuk kedalam kelas.Saat didalam akan masuk ke dalam kelas tanpa sengaja mata Miyo dan Hideki bertatapan namun tidak seperti biasanya karena Miyo sama sekali tidak menegur Hideki.Miyo langsung duduk di kursinya begitu juga dengan Aimi.
Setelah itu pelajaran pun dimulai, Miyo mendengarkan pelajaran dengan baik.Saat jam istirahat tiba, Aimi mendekati Miyo dan berkata
"Miyo kamu tidak apa-apa kan?".
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"tanya Miyo penasaran.
"tidak ada apa-apa,tapi kenapa kamu tidak menyapa Hideki tadi?"tanya Aimi meskipun dia tahu cara bicaranya tidak sabaran, namun dia memang ingin mengetahui yang sebenarnya dari Miyo.
"Oh..itu..Bukan apa-apa,aku hanya tidak ingin dia marah karena hal kecil lagi.Kalau begitu sekarang aku pergi ke perpustakaan dulu ya,ada tugas yang harus aku selesaikan.".
"Baiklah"balas Aimi meskipun dia masih tidak mengerti dengan sikap Miyo. Sedangkan Hideki yang mendengarkan percakapan tadi merasa sangat kesal dengan alasan Miyo tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sesampainya di perpustakaan, Miyo mengambil buku yang diperlukannya dan langsung membaca buku itu untuk menghilangkan kekesalannya.Saat dia sedang menikmati buku yang dibacanya tentang Keajaiban Dunia,Sisi datang sambil memukul meja yang didepannya karena terkejut buku itu jatuh.Miyo mengambil buku itu tapi ketika dia ingin kembali membacanya, Sisi merobek salah satu dari halaman buku itu, sehingga penjaga perpustakaan datang mendekati mereka
"Kalian beraninya merobek buku perpustakaan,kalian ini..."