
"Kalau begitu kita berkenalan dahulu bagaimana?!".
"Eeh..".
"Perkenalkan namaku Akhiko Suterusu Nao Daigoro".
"Akhiko Suterusu Nao Daigoro...namamu sangat panjang,bagaimana cara aku memanggilmu?"Kata Miyo memotong perkataan laki-laki itu.
"Aku belum selesai bicara tapi kamu sudah mulai berbicara,kalau begitu kamu saja yang bicara dulu.Aku setelah mu"balas laki-laki itu.
"Kau..kalau begitu kamu lanjutkan dulu".
"puft..kamu sangat lucu,".
"Kau...terserahlah".
"Baiklah..baiklah kamu bisa memanggilku Akhiko".
"Apa hanya itu"tanya Miyo tidak percaya.
"Iya..hanya itu,atau mungkin kamu tertarik denganku dan ingin mengetahui banyak hal tentangku"Tanya Akhiko penuh percaya diri.
"Mimpi...Aku akui kamu memang tampan tapi kamu itu sangat jauh dibawah standar ku,kamu terlihat seperti orang yang..".
"orang yang apa.."kata Akhiko penasaran.
"Aku tidak akan mengatakannya,jika aku mengatakannya kamu akan sakit hati".
"Aku tidak akan sakit hati,percayalah".
"Apa kamu yakin?".
"Sangat yakin".Lagipula bagaimana siluman seperti ku bisa sakit hati, kami siluman tidak bisa disakiti oleh perkataan manusia.
"Baiklah menurutku kamu adalah orang yang tidak bertanggung jawab,tidak bisa diandalkan.yah seperti itulah".
"Apa..".Bagaimana bisa aku merasa sakit hati dan kesal dengan ucapan perempuan ini.
"Kau..bercandakan!"kata Akhiko kesal.
"Aku tidak bercanda,lagipula bukannya kamu bilang kamu tidak bisa sakit hati.Tetapi lihatlah kamu sakit hati kan,kamu memang bodoh".
"iss.."kata Miyo menahan sakit diseluruh tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan!bukannya kamu mengatakan kamu tidak akan marah lihat sekarang kamu mendorongku,dasar laki-laki yang tidak bisa dipercaya".
"Kau...".Setelah itu Miyo mendorong tubuh Akhiko untuk mencari bukunya yang hilang.
"Hei..kamu mau kemana?"tanya Akhiko kesal sambil menahan tangan Miyo.
"Tidak ada hubungannya dengan mu,lepaskan aku"Kata Miyo sambil berusaha melepaskan tangan dari Akhiko.Namun karena disitu terdapat genangan air, Akhiko yang tidak melihat itu karena berusaha menahan tubuh Miyo yang terus memberontak. Akhirnya dia pun terpeleset dan jatuh dia genangan air itu begitu juga dengan Miyo karena tangan nya ditarik oleh Akhiko, dia pun jatuh di atas tubuh Akhiko.
Melihat itu Miyo pun berusaha untuk berdiri dulu namun tidak bisa karena tubuhnya kaku semuanya ketika mengetahui Akhiko mengetahui itu dia hanya tersenyum.Akhiko berdiri sambil menggendong tubuh Miyo.
"Turunkan aku sekarang"kata Miyo berusaha memberontak.
"Huh..Tidak bisakah kamu berhenti memberinya"Kata Akhiko sambil menurunkan tubuh Miyo.
"Kamu selalu mengganggu ku tentu saja,aku harus menjauh darimu".
"Terserah lah,aku menyerah".Setelah itu Akhiko menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Miyo.
"Semua lukaku hilang,tapi kenapa?"Tanya melihat kearah Akhiko.
"Aku yang menyembuhkan nya".
"Benarkah kalau begitu terimakasih"Balas Miyo dengan senyum yang terpancar jelas di wajahnya.
"Oh,iya.Namaku Miyo Hanita.Salam kenal Akhiko".Kemudian ketika Miyo akan pergi mencari bukunya,Tangannya ditahan kembali oleh Akhiko.
"Kamu mau kemana?".
"Sudah pasti aku mencari bukuku".
"Sebelum kamu mencarinya bisakah kamu menceritakan kenapa bagimu lebih penting buku daripada kawan".
"Yah..Karena kamu sudah menyembuhkan luka ku,aku akan menceritakan nya padamu".Lalu Miyo pun duduk di sebelah Akhiko.
"Dulu,aku mempunyai seorang kawan yang sangat baik padaku dan aku sangat menyukainya..."