
"Kalian beraninya merobek buku perpustakaan..kalian ini".Ketika melihat buku yang robek itu penjaga perpustakaan itu terdiam kemudian berkata
"Siapa yang merobek buku ini?".
"Sisi yang merobek nya buk"balas Miyo.
"Sisi kamu sudah merobek nya kamu harus bertanggungjawab"kata penjaga perpustakaan.
"Bertanggungjawab seperti apa?".
"Kamu harus membeli buku ini".
"Hanya itu"menaikkan bahunya dengan angkuh.
"ya".
"Yasudah ini dia"mengeluarkan uang lima ratus ribu.
"Kembaliannya ambil saja dan buku itu buang saja,hanya buku tua yang tidak berguna".
"Baiklah"kata penjaga perpustakaan itu senang dengan uang yang didapatnya.
"Miyo,apa kamu menginginkan buku tua itu?".
"Ya,bisakah aku memilikinya"tanya miyo lagi.
"Ambil saja daripada dibuang".
"benarkah!terimakasih buk"Kata Miyo senang.
Setelah itu bel berbunyi dan Miyo pun pergi ke kelas sambil membawa buku itu.Sesampainya dikelas,
"Miyo kamu mengambil buku tua itu,apa kamu bodoh"kata Sisi menghinanya.
"Jika kamu tidak menginginkan buku ini kamu tidak perlu menghinanya!"balas Miyo.Ketika melihat sifat Miyo yang membela buku tua itu semua temannya tertawa kecuali Aimi dan Hideki.
"cukup tertawanya!ini adalah kelas untuk belajar bukan pasar" Kata Aimi marah.
"Aimi..Aimi untuk apa kamu membela sampah sepertinya"ejek sisi.
"Sudahlah..biarkan saja"Kata Miyo sambil menepuk bahu Aimi pelan.Meskipun Miyo berkata begitu Aimi kesal ketika dia ingin memaki sisi, guru masuk terpaksa dia harus menunda niatnya itu.
Saat pulang sekolah pun tiba, Miyo membersihkan semua bukunya setelah itu dia pergi kepasar membantu ibunya.Tidak seperti teman\-temannya yang lain Miyo harus membantu orang tuanya dipasar.
Sesampainya di pasar dia melihat ayah dan ibunya berbicara sambil menunjukkan ekspresi yang serius meskipun dia penasaran tapi dia tetap menunggu orang tuanya selesai berbicara kemudian menyalami orang tuanya.
"Ayah..ibu..apa yang kalian bicarakan tadi?"tanya Miyo sopan.
"Sebenarnya ibu tidak ingin mengatakannya tapi sepertinya ibu harus mengatakannya".
"Miyo,ayah dan ibu sudah memutuskannya.."kata ayahnya.
"memutuskan apa?".
"Kamu bisa memilih ingin dijual atau dikorbankan"balas ayahnya lagi.
"Maksud ayah..ayah ingin mengorbankan dan menjual ku..."balas Miyo dengan suara gemetar tentu saja otomatis dia jadi terduduk.
"Miyo..."kata ibunya sedih.Saat ibunya akan membantunya berdiri, dia menepis tangan ibunya dan berkata
"Aku lebih memilih dikorbankan daripada dijual..".
"Apa kamu yakin.."kata ayahnya,Miyo tahu ayahnya kecewa karena dia lebih memilih dikorbankan daripada dijual.
"Ya,aku yakin.Kalau begitu sekarang aku pergi dan bersiap untuk pergi ke gua pengorbanan itu"Setelah berkata seperti itu Miyo pun pergi ke rumah dan menyimpan barang yang ingin dibawanya.
Orang tuanya hanya terdiam melihat pilihan yang dipilih anaknya itu dan kembali bekerja karena menurut mereka Miyo hanya berbohong pada mereka, ditempat lain adik laki-laki Miyo yang mendengarkan percakapan orang tuanya dan kakaknya segera menyusul Miyo.Sampai dirumah adiknya itu terkejut ketika melihat Miyo menyimpan barang,Adiknya terkejut dan segera memeluk kakak nya sambil berkata
"Kak..kakak tidak boleh pergi,aku membutuhkan kakak disini".
"Hoshi,kamu tidak boleh menangis karena kamu adalah anak yang kuat"balas Miyo.
"Aku tidak kuat!Aku lemah!Aku tidak bisa melindungi kakak!".
"Hoshi,kamu adalah anak yang kuat.kakak yakin suatu saat nanti kita akan bertemu,jadi jangan menangis lagi ya"Kata Miyo lembut.