
"Ta..tapi kakak akan pergi ke gua pengorbanan,bagaimana bisa kita bertemu lagi?".
"Kamu tidak perlu memikirkan itu,jika kita ditakdirkan untuk bertemu kita akan bertemu tapi jika tidak apa boleh buat.Jadi kamu harus lebih kuat untuk pertemuan kita selanjutnya".
"Ta..tapi".
"Tidak ada tapi-tapian,kakak harus pergi sekarang dan kamu tidak perlu mencari kakak,jika suatu hari kamu disuruh memilih seperti kakak,kamu lebih baik memilih dikorbankan.Kamu mengerti kan,dik?"tanya Miyo.
"Aku mengerti kak,aku pasti akan menjadi kuat agar bisa melindungi kakak lain kali".
"Baiklah ini janji kita"kata Miyo.
"Iya,ini janji kita"balas Hoshi sambil tersenyum pada kakak nya.
"Kamu harus bisa menjaga dirimu selama kakak tidak ada"Pesan Miyo sebelum dia pergi.
"Iya kak".
Setelah mengucapkan kata perpisahan pada Hoshi, dia pun pergi ke gua pengorbanan diiringi oleh para orang desa kecuali orang tuanya karena dia yakin orang tuanya tidak percaya bahwa dia akan memilih dikorbankan.
Saat sampai digua, dia didorong dan dilempari dengan batu oleh orang desa.Barulah setelah itu pintu digua itu ditutup, setelah pintu gua ditutup Miyo berdiri dan berjalan ke dalam gua meskipun tubuhnya penuh dengan darah.Setelah cukup jauh dari pintu gua Miyo pun duduk di salah satu batu namun dia sangat sial karena terkejut dia berteriak dan membangunkan serigala yang tidur di gua itu.
Serigala itupun mengelilingi Miyo dan satu persatu menunjukkan cakar dan taringnya,Miyo berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya namun karena terlalu banyak dia tidak bisa menghindari semuanya.*Apa aku akan mati disini*.
Saat itu tiba-tiba didepannya muncul seorang laki-laki entah darimana dan melindunginya dari serangan serigala-serigala itu.
"Uuh.."Miyo perlahan membuka matanya.
"Kamu sudah sadar?"terdengar suara orang disampingnya bertanya.
"Dimana ini?".
"Di gua"balas orang disampingnya.Digua.... "Tunggu dulu..."melihat kesamping.
"Siapa kamu?"Miyo menjaga jarak dengan orang itu.
"Senang kepala mu..Kenapa kamu juga bisa berada disini?"Kata Miyo kesal.
"Kamu yang membawaku kesini,tidak mungkin kamu tidak tahu.dasar aneh"sindir nya kemudian.
"Aku yang membawamu?,itu tidak mungkin...yang kubawa hanyalah barang kesayangan ku!"Bantah Miyo.
"Tunggu..."Miyo langsung memeriksa seluruh barangnya.Tidak ada.. dimana pun. Kemudian Miyo pun berdiri meskipun tubuhnya dipenuhi darah.
"Kamu mau kemana?".
"Tidak ada hubungannya dengan mu,lepaskan aku"menepis tangan laki-laki tersebut.
"Kamu mencari buku kan"kata laki-laki itu kemudian.
"Dari mana kamu tau?".
"Untuk apa kamu mencari buku itu..tidak ada gunanya".
Mendengar perkataan laki-laki itu, Miyo marah dan menampar nya sambil berkata"Buku itu adalah kawanku,tidak ada hubungannya dengan mu".
"Hahaha..kawan,kamu bodoh ya. Bagaimana mungkin buku bisa menjadi kawan".
"Kamu yang bodoh"bentak Miyo kemudian.
"huh..kamu kenapa sih,beda sekali dengan manusia yang lain yang lebih mementingkan kawannya,kamu malah lebih mementingkan buku".
"Buku adalah kawan bagiku".
"Benarkah?bisakah kamu menceritakan nya padaku,kenapa kamu menganggap buku sebagai kawan".
"Apa hubungannya dengan mu,aku tidak mengenal mu.untuk apa aku menceritakan nya padamu".
"Kalau begitu kita berkenalan dahulu, bagaimana?!".
"Eh.."