MY Rain princess [SasuSaku]

MY Rain princess [SasuSaku]
chapter 8 ( pesaing)



"nona ino" kata Kakashi kaget


"kenapa kau ada disini?" kata Sasuke yang terbaring di lantai bertanya kepada ino dengan tegas. "kau sendirian" lanjut.


"Sasuke.... aku ingin ketemu kamu tapi yang lain terlalu lama, jadi aku pergi duluan naik kuda." kata ino semakin erat memeluk Sasuke. "aaahhhh..... Sasuke kelihatan dewasa dehhh.... kita gak bisa mandi bareng kayak dulu lagi deh, huwaaaaaa" hadeh dasar ino.


"tunggu....oiii.....aku gak pernah mandi bareng kamu dari dulu"kata Sasuke yang terasa sesak karena pelukan Ino.


"ahhhh, sudahlah kita sudah bersumpah untuk tetap..." ucapan ino terpotong.


"tunggu dulu" ucap Sasuke semakin sesak Sampek suaranya gak jelas.


sedangkan sakura dan Kakashi melihat adegan itu cuma diam dan tidak percaya.


"apa maksudnya ini, siapa dia?" tanya sakura entah pada siapa.


"hah, sebaiknya aku jelaskan. beliau adalah putri pertama kerajaan laut, putri ino Yamanaka. sahabat Yang mulia sejak kecil....." jelas Kakashi tapi di potong oleh ino.


"tunangan" kata Ino tegas seperti membentak.


"ino..... itukan sesuatu yang kau katakan seenaknya sejak dulu aku tidak pernah setuju orang tua mu juga" kata Sasuke


"kerajaan laut itu sekutu tertua kerajaan matahari jangan membantah!!!" ino tegas dengan tangan bersedekap.


"emmm, berarti dia orang yang memaksa untuk di nikahi" kata sakura berbisik ke Kakashi.


"ntahlah"


"tapi dia mirip boneka imut, tapi sayangnya wataknya itu...." batin sakura.


"pokoknya aku sudah punya tunangan bukan cuma tunangan tapi istri" kata Sasuke sambil menarik tangan sakura.


"kaukan raja kau boleh punya satu atau dua selir kok, aku ini wanita yang toleran" kata Ino kepedean. "tapi tiada maaf untuk mu putri sakura" kata Ino langsung menerjang sakura eh maksudnya mendorong sakura.


"apa yang kau lakukan" kata sakura


"dasar kau penggoda" ucap Ino dengan tatapan tajam.


"kapan aku menggoda?"


"aku punya bukti, tempo hari duta besar pulang dengan keadaan kacau.."


pikiran ino


"hebat sekali lho, buka cuma itu dia sangat cantik" kata duta besar chojuro.


pikiran ino end


"dia pulang dengan mata terbina-binar, tiada maaf bagi pemakai kekuatan aneh untuk menggoda laki-laki" jelas ino yang masih menatap tajam sakura.


"emm, ada dia ya" bisik Sasuke pada Kakashi.


"iya, yang waktu itu yang mulia bilang duta besar sedang haus" ucap Kakashi


"ooohhh"


kembali ke perdebatan Ino


"lebih baik kau sadar kalau ini bukan tempat mu, aku akan melakukan apapun agar kau


pulang dari sini dengan keadaan yang menangis" kata Ino seperti mengancam


"aku tidak akan pulang dari sini" sakura berteriak keras. sedangkan Sasuke


"firasat ku buruk" batin Sasuke.


lalu.


sejak saat itu Ino Tinggal di istana matahari dan melakukan segala cara agar sakura bisa pergi dari istana dan anehnya sakura malah berusaha keras agar tidak pulang dari istana. bukanya ini kesempatan bagus untuk sakura dari awalkan tujuan sakura ingin keluar istana kenapa sekara berusaha keras agar bisa tetap tinggal di istana?.


mulai hari itu....


"putri sakura tidak mengerti tatacara makan ya" kata Ino mengejek.


"huh, dasar kau buka karena tak bisa aku gugup tau ..... awas kau shannaro" batin sakura.


pindah.....


"kau juga tak bisa menghafal puisi kuno" ejek Ino lagi.


"aku memang tidak bisa, lagi apa gunanya puisi kuno" suara hati sakura.


pindah.....


"kau tak bisa bermain musik ya"


" huh, dasar dia ini " lagi-lagi batin sakura.


pindah...


"hah, putri sakura tidak tau merangkai bunga apalagi yang dipilih bunga liar hahhahaha"


"memang apa salahnya" batin sakura lagi.


setelah peperangan itu sakura terkulai lemas di kamar dia membaringkan dirinya karena kecapekan dengan hal-hal yang terjadi dari kemarin-kemarin.


sangking capek nya sakura gak sadar kalau disana ada Sasuke.


"apa salah ku" sakura capek sekali.


"pertarungan perempuan itu mengerikan ya" ucap Sasuke.


" kau pikir ini salah siapa..... lagi sejak kapan kau ada di sini" sakura menoleh ke sumber suara dengan air mata yang masih di tahan.


"tapi ini mendadak. aku sudah lama tidak dengar kabarnya lho" ucap Sasuke menghampiri sakura "karena kami teman sejak kecil dia agak menyusahkan karena selalu mengikuti ku kemanapun, meski aku terisolasi di istana. tanpa ragu dia mendatangi ku....." kini sampai di samping ranjang sakura "pada saat itu aku sedikit terkesan....".


*deg....


"rasanya sakit.... kenapa ya*" batin sakura. "eh kenapa kau naik keranjang ku" ucap sakura.


"bolehkah aku sudah lama gak tidur disini lho" kata Sasuke.


"apa kata mu" emosi.


tempat dansa


"apa kau bisa tidur sejak hari itu" tanya Kakashi uang sedang mengajari sakura berdansa.


"hah, cerewet"


"tapi itu salah anda sendir anda di bodohi karena selalu bolos latihan. hari ini anda harus latihan dengan serius" lalu " awww, kau selalu menginjak kakiku sekali dalam tiga langkah sakit tahu" kalo dihitung dari awal latihan dansa udah berapa kali Kakashi ke injek ya?


"emmm, aku cuma ingin jadi orang yang serasi untuk nya" kata sakura lemah


"wah"


"ugh, sakittt" teriak Kakashi.


"ah maaf, aku tidak sengaja" ucap sakura


"sudah berapa kali kau menginjak kakiku dan baru minta maaf sekarang" ucap Kakashi tapi masih terkesan lembut.


tiba-tiba......


brak....


"wah... wah... apa yang barusan itu dansa?. aku kira kau sedang meniru monyet yang di beri umpan" ejek Ino


"huh, kenapa dia datang disaat seperti ini" batin sakura. setiap bertemu Ino atau di ejek Ino sakura selalu bersuara di dalam hati.


"eh, sasuke kita dansa yuk" kata Ino memasang mata kucing yang menggemaskan.


"hah!! yang benar saja aku sebentar lagi ada rapat"mencari alasan dan ikut karena di paksa.


"satu lagu saja deh... bolehkah" rayu yang sangat manja.


"apa boleh buat" terpaksa lagi kan


lalu mereka berdua berdansa dengan irama lagu yang indah dan juga karena jendela bagian kiri tidak di tutup, angin berhembus sehingga dansa itu Ino dan Sasuke seperti terbawa ke alam yang indah. lumayan banyak orang di sana seperti pelayan, koki, pengawal, penjaga memuji dansa mereka.


"wah, ini langka yang mulia berdansa" kata seorang pengawal.


"pasangan nya putri Ino anggun sekali" ucap pelayan.


"iya mereka sangat serasi" terus penjaga.


"kalau putri sakura tidak mungkin, tadi saja dia menginjak Kakashi berapa kali pasti kalau dia melakukan nya dengan yang mulia pasti kaki yang mulia akan bengkak" ucap koki.


dari pojok sana ada seseorang yang sedang mengepalkan tangannya, hatinya terasa begitu sangat sakit. diapun keluar dari ruangan tersebut. ya siapa lagi lalu bukan Sakura


"tuan putri...." ucap Kakashi tapi sudah terlanjur sakura sudah hilang dari ruangan itu.


tak lama kemudian...


"kenapa aku merasa hati ku ini sangat sakit dan merasa malu pada diriku sendiri, aku mengakui kalau aku memang tidak cocok untuk Sasuke....." hati sakura pun berkata. sakura meninggalkan tempat itu dengan keadaan yang sangat buruk yaitu menangis hingga air matanya membasahi lantai dan bajunya sampai meninggalkan jejak air mata yang begitu banyak.


"putri..." panggil Kakashi


"maka dengan ini kurasa akhirnya kau paham, siapa yang lebih pantas untuk Sasuke" Ino datang entah dari mana.


tiba-tiba lagi hati sakura


Deg .......


air mata nya mengalir sangat deras dia tak bisa mengatakan apapun lagi Bahakan di dalam hati hanya suara tangisan yang keluarkan.


"aku tak bermaksud merendahkan kerajaan mu tapi, bagi kami pernikahan bukan hanya soal cinta. ini adalah salah satu cara bagi kedua negara untuk memperoleh keuntungan" kata Ino "aku bisa memberi dukungan yang sesuai untuk Sasuke dan tidak akan membuat nya malu. bagaimana dengan mu hanya bisa menurunkan hujan keuntungan macam apa itu" lagi-lagi Ino


Kakashi yang dari tadi berdiri di belakang mereka tidak bisa berkata apa-apa dia hanya merasa kasihan pada sakura yang selalu di ejek oleh ino.


lain halnya sakura dia terus menangis dan malah semakin parah matanya membengkak. tangannya memegangi dadanya yang sangat merasa sakit, setelah mendengar kalimat terakhir dari Ino sakura langsung berlari tanpa tujuan dia hanya mengikuti kemana arah kakinya melangkah.


di tengah jalan menuju kamarnya sakura tak sengaja bertemu Sasuke yang kelelahan.


"hei, ...... sa....ku....Ra....." ucapnya terbata-bata karena ngos-ngosan. "aku mencari mu bahkan aku menyuruh semua penjaga dan pengawal untuk mencarimu. bahkan kau tak datang di waktu makan tadi....... apa kau tidak enak ba...." belum selesai bicara sakura memotong perkataan Sasuke.


"maaf aku gak enak badan" dengan muka yang masih menunduk dan suara yang tidak begitu jelas sakura cabut langsung pergi.


setelah sakura menghilang dari tempat itu.....


"ini berat juga ya" kata Sasuke.


"yang mulia aku mulai takut dengan perempuan" kata kakashi.


kamar sakura


"tuan putri apa aku boleh bertanya" kata ayame yang sedang merapikan rambut sakura.


"boleh apa?" jawab sakura


"apa tuan putri sangat ingin menjadi kekasih raja" kata ayame lembut


" tidak ayame, mana mungkin dia mau dengan ku" kata sakura nada bicaranya agak sedikit lemas.


"ya aku tahu sejak dulu tuan putri sangat menyayangi yang mulia tapi karena....." ucapan ayame terputus. "mau kemana tuan putri" kata ayame kepada sakura.


"aku mau cari angin" kata sakura lalu keluar.


balkon istana


"bodoh sekali kenapa aku berusaha sampai sejauh ini" batin sakura


lalu..


"bukanya kau tidak enak badan harusnya kau istirahat, aku hargai semangat mu" kata Sasuke menghampiri sakura dengan membawa segelas minuman.


"hah" sakura terkejut " apa ini?"


"itu coklat panas aku mencurinya dari dapur tapi tenang aku sudah minta izin kok ke pelayan tapi aku yang membuatnya sendiri" ucap Sasuke panjang+lebar


"emmm, lumayan enak sih" ucap hati sakura.


"tapi aku senang kau berbuat sejauh ini agar bisa tetap bersamaku" kata Sasuke menatap sakura dengan teliti.


"ya....ya aku bodoh padahal tidak akan terwujud" kata sakura menatap balik onyx Sasuke sehingga emerald dan onyx bertemu .


"setidaknya disaat seperti ini aku ingin bertemu dengan mu" kata sakura yang tak sengaja melontarkan isi hatinya dengan jelas di hadapan Sasuke sehingga sakura ......


"aduh..... apa yang aku katakan barusan" hati sakura pun berkata dan langsung memalingkan wajahnya dari hadapan Sasuke.


"hei.... sakura "


"i.....iya" blushhh


"jangan khawatir aku tak akan melepaskan mu meski semua orang berkata kita tidak serasi, hal penting yang aku butuhkan hanya dirimu" lalu Sasuke memeluk sakura dari belakang "ini bukan dansa, tata Krama, atau keuntungan. kita akan terus bersama selamanya" kata-kata itu membuat sakura merasa tenang " ayo kita nikmati" lanjutnya dan melepaskan pelukan erat itu.


"hanya dengan sepatah kata itu perasaan ku menjadi lebih ringan" kata batin sakura, sakura pun tersenyum saat Sasuke mengulurkan tangannya dengan senang hati sakura menerimanya dan memegang erat tangan nya.


"apakah kau bisa bernyanyi dengan irama yang indah" rayu Sasuke yang mengajak sakura berdansa dan bernyanyi.


"tentu saja" jawab sakura sambil tersenyum senang. "wahai malam yang indah...... yang di terangi sinar rembulan.....ku ingin hari ini adalah hari yang paling bahagia" lagu sakura itu sangat indah dan anehnya saat sakura berdansa dengan Sasuke sakura sana sekali tidak menginjak kaki Sasuke satu kali pun.


angin malam berhembus, dedaunan berterbangan, sinar bulan memberi cahaya pada kedua insan itu. dengan suasana seperti itu ada seseorang yang sedang memperhatikan dari tadi ia mengepalkan tangannya.


"aku tak pernah melihat wajah Sakuke sesenang ini" siapa lagi kalau bukan Ino.


"aku tidak ingin berpisah darinya dari kami bertemu sampai seterusnya aku ingin selalu seperti ini dengan mu Sasuke". kata batin sakura yang diwakili ekspresi wajah dengan penuh senyuman.