![MY Rain princess [SasuSaku]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-rain-princess--sasusaku-.webp)
"apa aku kena imbas mimpi seseorang tapi itu tadi terlihat seperti nyata apakah itu yang di alami Sasuke" batin sakura karena mimpi itu terngiang-ngiang di dalam sakura.
"selamat pagi tuan putri" ucap pelayan istana yang sedang membuka pintu.
"ayo mandi dan ganti baju" kata pelayan lain
sakura kaget langsung lari ke kamar mandi.
ruang tengah istana
"kyaaaaa...... yang mulia apa maksudnya ini kok pagi-pagi udah mewah begini pake di hias segala lagi" Kakashi kaget.
"Hn, dia bilang kalo mau liat hujan harus siapkan ini. dasar..... kenapa nggak bilang kalau ingin hidup mewah" Sasuke ngomong santai mukanya datar lagi.
"Hei!!!!" ucap Sakura yang datang sambil teriak pakek gaun mewah yang dihiasi bunga-bunga warna-warni. juga mahkota berlian di kepalanya. anting warna ceri bergantung di telinganya. udah ahhh yang penting udah mewah banget gitu singkatnya.
"kau salah tanggap banget sih bukan ini yang ku maksud makanya dengerin baik-baik" sakura menghampiri Sasuke yang tengah duduk santai.
"Hn, gak usah teriak dong aku lagi terpesona sama kecantikan mu" ucapnya santai.
"sekali lagi ya kamu itu salah tanggap gara-gara gak dengerin omongan ku yang kemarin" teriak lagi.
"salah apa sih emang nya apa yang salah"ucap Sasuke udah mulai bereaksi.
"udah, sini ikut aku" ucap sakura sambil menarik tangan Sasuke.
"kemana?... aduh, pelan-pelan batiknya tau sakit nihhh" sangking cepet nya sakura narik Sasuke Sampek nabrak pintu.
taman samping istana
"nah, disini" sakura berhenti di taman samping istana dan melepaskan tangan Sasuke.
"ngapain kesini" Sasuke bingung
"yang tadi kamu buat itu salah kamu gak punya imajinasi samasekali maksudku, tuh contoh nya" kata sakura dan menunjuk bunga berwarna pink yang tak lain adalah bunga sakura.
"ada apa dengan bunga sakura itu" Sasuke bingung lagi.
"warnanya sama seperti rambutku kelopaknya besar bagus sekali di tempat ku bunga kayak gini gak ada lho"sakura mengambil bunga itu dan menunjukkan nya pada Sasuke.
"kenapa kau bernama sakura sedangkan di negerimu tidak ada bunga sakura bahkan warna rambutmu sama seperti bunga itu" Sasuke kepo nih.
" ibu memberikan nama ini agar aku menjadi anak yang istimewa sama seperti bunga sakura. lagi dulu ibu ingin sekali melihat bunga sakura mungkin Tuhan memberikan warna rambut ini agar aku bisa menjadi bunga sakuranya seumur hidupnya karena itu ibu selalu senang jika berada di dekatku dia bilang seperti melihat bunga sakura yang sesungguhnya" jelas sakura.
"ohhh, begitu ya" ucap Sasuke yang tadinya heran sekarang jadi tahu.
"oh ya seharusnya kau memberikan ini kepada ku bukan hiasan yang tak berguna macam tadi".
"yang mulia sudah waktunya makan" kata Kakashi yang sedang berteriak di ujung taman.
"ya aku segera kesana" ucap Sasuke. "hey ayo apa kau mau tidak makan lagi seperti kemarin" lanjutnya.
"kau ini,meski dunia ada dalam genggaman mu matamu tak menangkap apa-apa ya. sayang sekali" kata sakura yang tadinya berjongkok kini berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Ruang kerja yang mulia
malam hari
"yang mulia" kata Kakashi yang tengah membuka pintu.
"Hn"
"aku membawa surat untuk yang mulia" berjalan untuk memberikan surat.
"Hn, makasih tari saja di sana" katanya sambil menutup mata.
"selain itu aku dengar gosip baru-baru ini fraksi oposisi mulai bergerak. kurasa bukan hal besar tapi untuk jaga-jaga aku minta yang mulia waspada........ yang mulia anda dengar" ucap Kakashi menjelaskan tapi seperti tidak di dengar kan oleh Sasuke.
"Kakashi apa tindakan ku ini sia-sia" ucap Sasuke membuka matanya.
"ini langka.... yang mulia kepikiran ucapan orang lain terlebih lagi, hal konyol dari mulut monyet liar itu...." ucap Kakashi tiba-tiba di potong oleh Sasuke.
"siapa ya? yang dibuat terpesona oleh monyet liar itu? istri orang pula" ucap Sasuke sambil melihat ke arah jendela.
"A...aku hanya"Kakashi blussss
"sedang apa dia malam malam begini keluar" kata Sasuke yang sedang melihat sakura naik ke atap istana lewat tangga.
"siapa yang mulia?" tanya Kakashi
"siapa lagi kalau bukan monyet liar yang membuat orang terpesona" ucap Sasuke beranjak dari duduknya berjalan ke pintu keluar.
"si.... siapa yang membuat orang terpesona dengan monyet liar itu" Kakashi kok gagap malu ya.
fyuuuu...... fuuuuuu
"dimana pun awal musim semi selalu dingin sayang sekali kenapa aku bicara begitu harusnya biarkan saja pada dia....kenapa aku merasa sedih " batin sakura.
"apa sikapku harus lebih seperti seorang saudara aku ingin sih punya saudara laki-laki soalnya aku anak bungsu apalagi satupun saudaraku tidak ada yang laki-laki" kata sakura sambil menatap bintang di langit.
"jangan bodoh aku gak mau punya saudara seperti mu" Sasuke tiba-tiba nongol ntah dari mana.
"yang mulia apa yang kau lakukan jam segini" sakura kaget.
"kamu sendiri ngapain di tempat seperti ini" berdiri di samping sakura.
"aku mau lihat bintang" ucapnya singkat
"ohhh" lebih singkat lagi dibanding sakura.
"apa mau bilang bintang itu cuma bintang hehhhh" sebelll.
"nggak usah ribut deh bintang itu cuma bintang kan" ucap Sasuke santai .
"hah, dasar kauuuuuu"
"seingat ku dulu sinar mereka terlihat lebih terang dari lampu ataupun lilin" Sasuke memberi tahu.
"dulu...." hati sakura
" hei, kau bilang untuk memanggil hujan si pelaksana harus mengalami keindahan dunia kan. kenapa perlu hal semacam itu"mulai lagi nih ngebahas hujan.
"aku perlu untuk mengubah sajak iklim alam dan pemandangan dari tanah tersebut semua hal itu meresap dalam diriku ditambah aransemen melodi dasar dinyanyikan dengan Rima. kalau si pelaksana tidak selaras dengan dunia hujan tidak akan turun.........hachi.. makanya" jelasin panjan lebar eh malah bersin.
"uwaaa.... buhh hei!!" sambung sakura yang sedang memakai jaket milik Sasuke.
"sudah pakai saja daripada kau sakit" ucap Sasuke berjalan ke arah lain. " meski kecil ada rumah kaca dan kolam di taman belakang tempat itu gak penting bagiku tapi penting bagimu kan datanglah kesana kau pasti tertarik"kata Sasuke yang menunjuk ke taman belakang.
"hangat, terimakasih sasu..ke" hati sakura.
"jangan malas kau juga harus ikut aku tau itu tidak penting bagimu tapi kita coba kesana besama pasti seru"ucap sakura yang langsung menejang Sasuke dan memeluknya.
"hah, kenapa aku.... hei hati-hati kalau jatuh dari sini kita berdua bisa mati tau"kaget dan hampir jatuh.
Taman belakang
pagi hari
mereka berdua bejalan kesana-kemari masuk kerumah kaca, berlari-lari, duduk santai bahkan berbaring di rerumputan yang empuk, makan buah, main di pinggir kolam sampai jatuh dan basah kuyup.
jbuuurrrr.....
"oy, hati hati dong aku jadi basah kuyup nih" ucap sakura.
" eh, aku juga basah kuyup tau" kata Sasuke berbicara sambil menatap sakura.
"hahahahhahah" mereka tertawa bersama.
"jika aku membuat orang ini bahagia itu bukan hal buruk" batin Sasuke yang sedan bermain percikan air bersama sakura di kolam.
untung kolamnya bukan kolam ikan piranha. juga kolamnya gak begitu dalam.
siang hari
syuttttt....
"hahhhh" sakura putus asa.
"kau ngapain sih, tangkep yang bener dong biar gak terlempar kemana-mana" ucap Sasuke sambil bersedekap.
"cerewet kau sendiri lempar nya yang bener biar bolanya bisa ketangkep" ucap sakura sebel.
"ini tuan silahkan di minum" Kakashi menyodorkan sebuah minuman.
"ya terimakasih"ucap Sasuke.
sakura melihat sesuatu dari arah kanan memang sangat jauh jadi sakura tidak bisa melihat nya dengan jelas benda itu menuju kearah sakura dan Sasuke bermain di taman belakang benda itu semakin dekat dan ternyata......
jleppppp.... benda itu mengenai sakura dan membuat luka yang sangat banyak menetes dari tangannya benda itu sebenarnya (anak panah) yang mengarah ke arah ke Sasuke, sakura pun segera pasang badannya agar tidak mengenai sasuke.
"seberapa dalam ia terkurung dengan rasa hausnya" hati sakura.
"aku sendiri tidak menyadari nya" batin sasuke.
sakura pun terjatuh dengan anak panah yang masih menancap pada lengan tangannya itu.