![MY Rain princess [SasuSaku]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-rain-princess--sasusaku-.webp)
kamar sakura
"lukanya tidak begitu serius juga tidak begitu dalam nyawanya masih bisa di selamat kan" kata pelayan yang sedang mengobati lengan sakura yang sedang terluka.
"hanya saja lukanya menyebabkan demam tinggi kulitnya pun sangat panas saat ini, dia bisa tidur berkat obat" lanjutnya.
"pelakunya kabur aku yakin si pelaku berasal dari fraksi oposisi tapi masih tidak ada bukti..." kata Kakashi dan tiba-tiba di potong oleh Sasuke.
"hmph, aku sudah menandai beberapa orang untuk mencari bukti" berjalan menuju pintu keluar kamar dengan muka datar.
"yang mulia....." kepotong lagi kan
"tak usah diratapi lagi Kakashi, berkat ini aku tahu dunia itu memang beginilah adanya dunia bagiku adalah tempat penuh ancaman tempat yang harus aku kuasai, tempat aku membantai musuh untuk bertahan hidup dunianya berbeda dengan duniaku" ucap Sasuke melihat ke arah jendela yaitu dimana tempat sakura terluka karena terkena anak panah (taman belakang)." menarik ya" terusnya.
esok harinya
"sudah kubilang aku baik-baik saja, biarkan aku keluar!!!" bangun-bangun langsung emosi.
"kami tidak bisa memperoleh kan tuan putri keluar nyawa tuan putri terancam" pelayanan panik."tolong jaga diri baik-baik tuan putri" lanjutnya saat sakura turun dari kasur empuknya itu.
"iya-iya aku paham, ngomong-ngomong kemana raja pantat ayam itu?" ucap sakura."dia bahkan nggak jenguk orang yang udah pasang badan untuk nya. selain itu rasanya suasana istana tegang dingin banget" ucap sakura yang langsung lari menuju pintu sedangkan kedua pelayan yaitu ayame dan shion cuma diam saja karena sudah kehabisan akal untuk mencegat sakura keluar lalu saat sakura membuka pintu.....
ceklek...
"sudah di putuskan anda akan di pulangkan ke negeri asal, ini perintah"Sasuke datang tanpa mengetuk pintu.
tempat lain
cingg....ctinggg..
"sial, bocah itu menyita tanahku aku di remehkan" kata seseorang yang tidak terima tanahnya disita.
"dasar kau ini" kata Sasuke
"akan ku habisi kau disini" kata orang itu lagi
"cobalah kalau kau bisa kakek tua" Sasuke mengarahkan pedangnya.
ctinggggg......
jalan pulang
"humph" kata sakura sambil menaruh dagunya ke telapak tangannya.
"suasana hati Anda buruk ya tuan putri" ucapa kakashi
"wajar kan, pencarian macam apa ini aku di permainkan" kata sakura kesal sambil melihat ke arah tirai kereta kuda.
"bukanya anda datang bukan karena ingin menjadi istri raja?" Kakashi bingung.
"aku marah kenapa dia nyuruh aku pulang tanpa sebab aku marah tau, tanpa setor muka main usir seenaknya huh!!!!" sakura duduk di pojok kursi, menyandar dan bersedekap.
"soal itu.....aku mohon maaf"kata Kakashi sambil berrojigi/membungkuk.
"Kenapa tiba-tiba minta maaf" sakura yang tadinya menutup mata nya sekarang membuka matanya setelah mendengar kata-kata yang dilontarkannya oleh Kakashi.
"beliau... tidak tau cara mendekati seseorang apa lagi seorang perempuan, itu karena di sekelilingnya hanya ada musuh. ibu dan keluarga yang mulia adalah rakyat jelata yang mulia dan keluarga nya hidup terkucil di desa. setelah pembantaian seluruh marga yang membuat keluarganya meninggal dan hanya tersisa beliau saja yang masih hidup yang mulia pun menunjukan prestasi hingga akhirnya berhasil menguasai dunia. beliau ingin mengisi kekosongan hatinya"jelas Kakashi panjang+lebar (kok jadi rumus).
"jelas banget di matamu ya" kata sakura.
"setelah percobaan pembunuhan itu ibukota dalam kondisi siaga beberapa orang bawahan sudah di cabut gelar nya, beliau juga menyita tanah mereka sebagai hukuman, tidak hanya itu hal ini dimanfaatkan untuk menyingkirkan pemberontak.jika hal ini terus berlanjut nyawa beliau pasti akan terancam" kata Kakashi lagi-lagi panjang+lebar.
"apa sih yang di lakukan orang itu" emosi sakura naik.
"Anda tidak tau apa maksud dari tindakan yang mulia, sebenarnya yang mulia ingin melindungi anda dengan caranya sendiri" ucap Kakashi menjelaskan maksud mengapa sakura dikembalikan ke negeri nya.
"huwa... aku tidak tahu hiks.. hiks.." setelah mendengar ucapan Kakashi sakura langsung menangis.
"waduhhh" Kakashi kaget ya baru pertama kali liat perempuan nangis di depan matamu.
lalu.....
critttttttt......
"ada apa" kata Kakashi saat kereta kuda tiba-tiba berhenti.
"gawat lihat di sana dari arah istana ada apai yang besar" ucap kusir itu menunjuk arah istana wajar mereka masih tidak begitu jauh dari istana.
melihat kejadian itu mereka langsung putar balik menuju istana.
istana
bwosshhh.....
"cihh.... lawanku gak dewasa nih" batin sasuke. gak dewasa katanya padahal dia udah tua lhooo....
"yang mulia .. yang mulia selamat!!!" kata warga berkumpul di depan istana.
"tidak tahu ruang kerjanya sudah menjadi lautan api tak mungkin selamat kalau ada di dalam nya" ucap penjaga
para warga sempoyongan lari kesana kemari menuju sungai dengan membawa air untuk memadamkan api.
"dari sini lewat mana lagi" ucap Sasuke yang tengah kesusahan mencari jalan keluar wajar karena seluruh istana di hiasi asap tebal."akhirnya bisa keluar juga" lanjutnya setelah keluar dari asap tebal itu dan sekarang berada di balkon depan terlihat banyak orang di bawah sana yang berusaha memadamkan api.
Tiba-tiba.....
♪ ♫ ♬ ♪♪
suara alunan lagu yang indah dan sangat menusuk hati terdengar.
"hei aku dengar sesuatu" kata warga
"lagu?" kata warga lain
"suara ini...."
"tubuhku..."
"udara terasa bergetar"
kurang lebih begitulah kata-kata yang di ucapkan oleh orang orang-orang yang mendengar suara merdu itu.
"hal yang di perlukan adalah perasaan dan pengalaman...... wahai awan berlabuhlah kesini" sakura terus menyanyikan kata-kata itu agar bisa menurunkan hujan. lalu awan pun menghitam.
"wahai tetesan air menitiklah si sini..... halau api" sedikit demi sedikit tetesan air jatuh dari langit membuat semua orang yang berada di sana takjub.
"lalu... sampaikanlah pada raja yang mendamba bahwa dunia tetaplah indah adanya..... kumohon kumohon"lanjut nya
"apa ini cih"Sasuke yang pertama kali nya merasakan hujan merasa takjub dan kembali mengingat masa lalunya bersama keluarga nya.
tak lama kemudian api pun padam, hujan berhenti,awan hitampun pergi, pelangi menghiasi langit biru, angin bertiup sepoi-sepoi, membuat semua orang di sana menggigil.
setelah hujan berhenti....
"nah ini dia bikin susah saja" kata sakura yang menemukan Sasuke di balkon istana.
"yang mulia anda baik-baik saja"tentu saja sakura di temani Kakashi.
"apaan nih, kalau selamat langsung turun dong.... apa kau tau aku kira kau sudah mati" kejam banget sakura ."kau lihat kan bagaimana hujan pertamamu kau terkesan" ucap sakura pasti.
"emmm" Sasuke tak bisa mengucapkan apa-apa.
"biasa ajah tuh ekspresi nya seneng dikit dong hargai usahaku yang udah madamin api" kata sakura kesel.
"emm, baju dan badanku jadi lengket rasanya juga aneh, dingin" kata Sasuke datar.
"air... itu cuma air...." ucap sakura menegaskan kalau hujan hanya air.
"tapi jembatan cahaya warna-warni yang muncul di akhir bagus kok" kata Sasuke agak tersenyum.
"daripada itu kenapa kau kembali" datar lagi
"begitu caramu bicara pada orang yang udah menolong jiwamu, hahhh sudahlah aku langsung pergi aja. selamat tinggal" sakura kesel nih gara-gara si raja pantat ayam itu.
"kau ini memang gak bisa di mengerti maksudku bukan itu kok" kata Sasuke berjalan menuju sakura.
"terus apa" jawab sakura.
"maksudku kalau kau berbuat begini..." tangan kanannya menarik rambut sakura yang panjang otomatis itu membuat sakura berbalik badan. "aku jadi nggak bisa berpisah darimu sakura..."
cup...
"mulai saat ini buatlah hidupku jadi lebih dan lebih menarik lagi sakura...." kata Sasuke setelah mengecup bibir mungil itu. malu
mereka berciuman di depan mata Kakashi ya Kakashi langsung blushhh dong hahahhaha.
keesokan harinya.....
"uhhhh, sudah pagi aku masih belum terbiasa dengan sinar matahari pagi yang terang sekali aku juga belum terbiasa dengan tempat tidur ini" bangun tidur bahas kasur emang kasur sakura di negeri nya gak empuk ya.
sakura melihat ke arah samping (kaget)
gubrakk... tyimmpangg.... cerdarrrr.....
pagi pagi udah bising