MY Rain princess [SasuSaku]

MY Rain princess [SasuSaku]
chapter 6 (sekarang menjadi jelas)



Trak...


"aduh aku menjatuhkan sapunya" kata pelayan


"maaf putri kami mau beres-beres" ucap pelayan lain yang sedang mengambil sapu.


"hah maaf justru aku yang berterimakasih" kata sakura terkejut.


"kalau begitu...." belum selesai ngomong sakura udah memotong nya.


"ah, itu jadi kamu ya" sakura takjub melihat pelayan yang membawa bunga liar yang indah dan wangi.


"eh"


"itu, bunga itu kamu yang membawa nya setiap hari kekamarku. aku sangat suka ini lho..... terimakasih ya!" kata sakura yang langsung merebut bunga liar itu dari tangan pelayan kerajaan.


"tuan putri, kami dilarang mengatakan nya sebenarnya yang mulia sendiri yang memetik bunga itu setiap hari dan menyuruh kami membawanya ke kamar putri. katanya itu untuk menghibur hati tuan putri yang tidak biasa tinggal di negri yang berbeda beliau melakukan nya di sela kesibukannya" kata pelayan menjelaskan pada sakura setelah mendengar kalimat tadi dari pelayan sakura langsung berlari keluar kamar.


kamar sasuke


"bodoh ya, kalau punya waktu untuk itu lebih baik jaga dirimu sendiri tidur nya kaku" suara sakura sedikit membisik sambil mengelus rambut hitam sasuke."*orang yang bodoh itu adalah aku". hati sakura


"selalu bercanda untuk menyembunyikan nya aku bahkan tak sadar kau melindungi ku*" batin sakura yang masih senantiasa mengelus rambut Sasuke lalu membelai pipinya.


"wah,kau nekat juga ya" tiba-tiba Kakashi datang dan membuyarkan lamunan sakura refleks sakura terkejut hingga berteriak.


"Bu...bukan a....ku" sakura gugup.


"masuk ke kamar orang lain itu tidak sopan " kata Kakashi agak berteriak.


" shutt...hei, jangan keras-keras nanti dia bangun" kata sakura dengan suara membisik


"dia tidak akan bangun, dia sudah minum ramuan. nona sakura ambil ini bagi dirinya ini adalah hal yang paling mematikan semenjak keluarga dan ibunya meninggal beliau selalu meminum ramuan ini untuk tidur tapi, akhir-akhir ini beliau tidak pernah menggunakannya saat dia selalu menyelinap ke kamar tuan putri" ucap Kakashi.


"ukh, dasar pantat ayam memangnya aku ini obat tidur" ucap sakura kesel.


"aku lebih suka menyebutmu obat penenang, kalau tidak ada penenang itu bisa repot maka dari itu, penting baginya untuk membungkam orang-orang yang menghinamu saat itu" kata Kakashi yang juga ikut duduk di ranjang yang mulia. untung sasuke gak bangun jadi aman


"begitu ya, terus dilindungi begini itu bukan sifatku" kata sakura


"kita sudah telat dari jadwal aku bisa keras lho" Kakashi mencoba mengingatkan sakura kalau hari ini ada latihan dansa.


"iya-iya"


"katakan iya sekali lagi"


"iya.... apa kau puas"


"kalau begitu mari kita ke ruang dansa" kata Kakashi.


"ukh, baiklah ayo"jawab sakura.


"mungkin lebih dari yang dia sangka ingatan yang tersegel dalam dirinya mulai berontak meski begitu dia tidak lupa untuk memperhatikan orang lain...... dia memang orang yang kuat oleh karena itu maafkan aku nek" kata hati Sakura.


beberapa hari kemudian pesta pun tiba


"wah wah ini meriah sekali" kata menteri (sai)


"aku suka kalau anda suka" jawab Sasuke.


"tapi, aku melihat tuan putri apa dia takut dan kabur ya" menteri ini emang gak bisa jaga ucapan hadehhh.


"yang mulia lain kali anda harus bertemu dengan adik perempuan ku" kata Naruto yang menahan ketawa nya.


"hihihihihi" chojuro ikut tertawa kecil.


"sejak itu aku tidak bicara dengannya. kalau malam dia sudah tertidur pulas kalau siang atau pagi aku selalu sibuk karena pekerjaan yang menumpuk" hati Sasuke mengatakan alasan dia tak bisa berbicara dengan sakura belakangan ini.


"wahhhhhh"kata para kolega dan orang yang ada di pesta.


"kenapa ada kelopak bunga?" kata sai


"padahal jendela tertutup semua" ucap Naruto sambil menangkap kelopak bunga berwarna pink itu.


"iya padahal tidak ada angin juga disini" tambah Chojuro.


"wahhh, luar biasa apakah anda yang menyiapkan ini yang mulia" kata Naruto.


"bukan" jawab Sasuke juga merasa takjub dan ada orang di balik kelopak bunga itu berjalan melewati tangga sambil bernyanyi.


"duta sekalian inilah yang anda sebut kekuatan aneh begitulah" kata Kakashi menunjuk ke arah sakura.


"itu putri yang itu" kata Naruto


"wahhh cantik"tambah sai


semua orang di pesta sangat takjub dengan kecantikan sakura


"terimakasih atas kedatangan kalian ini adalah tanda terima kasih dariku"


♪♪ ♫ ♬♪ ♬


"cahaya yang turun dari langit ...... hal yang harus di sampaikan ke dalam lubuk hati seseorang yang terdalam" suara merdu sakura membuat orang di pesta merasa tersentuh.


lalu angin berhembus kencang sampai ke dalam ruang pesta. tetesan air turun dari langit. membuat semua orang melihat ke arah jendela besar yang hampir ada di sudut dinding pesta.


"i....ini hujan" kata Naruto takjub Sampek melotot.


"kenapa di negeri kita sekarang turun hujan" kata sai.


"itu bagaikan cahaya yang jatuh dari langit" kata chojuro.


lagu berhenti hujan pun ikut berhenti


"putri luar biasa" Naruto menghampiri sakura


"aku tidak pernah melihat putri secantik ini" kata sai.


"apa kau mau memberiku kehormatan untuk mencium tanganmu" ucap chojuro meraih tangan sakura dan hampir menciumnya.


"tuan duta besar ini putri monyet liar ku apa anda tertarik padanya" Sasuke menghampiri dari belakang dan menarik tangan sakura dari chojuro lalu memegang erat tangan sakura." Kakashi, katanya tuan duta besar haus" Sasuke mencari alasan.


"ehhhh..... tidak, aku tidak ha...." sebelum chojuro menyelesaikan kalimatnya tangnya sudah di tarik oleh Kakashi.


"silahkan ikut saya " Kakashi menyeret chojuro ke tempat minum.


"sejak awal dia bukan tertarik padamu lho.... putri liar. biasanya kau harus menolak tanganmu hampir di cium olehnya hanya aku yang boleh melakukan nya" kata Sasuke berbisik ke sakura yang masih menggenggam erat tangan sakura."pemanggilan hujan bukan dipakai untuk kepentingan dan kesenangan pribadi bukannya kau bilang begitu" terus Sasuke.


"aku melakukan nya bukan untuk mereka...." ucap sakura dengan muka datar tak ada ekspresi pandangan nya mengarah ke depan.


"ya aku tahu kok, aku tahu terimakasih" Sasuke pun tersenyum dan membuat sakura membalas senyuman nya itu.


"kau tahu bagaimana cara melakukan nya" kata sakura sekarang matanya menatap onyx Sasuke .


"aku tahu kok itu kan sudah jelas" Sasuke tertawa kecil membuat sakura tertawa juga.


kamar


"mataku sudah terbiasa dengan cahaya yang kuat semoga masih ada banyak hal lagi yang bisa kulihat" hati Sakura berkata dan menatap ke arah samping terlihat seorang pria tidur dengan nyenyak ya siapa lagi kalau bukan Sasuke.


"wajah tidurnya manis, bulu matanya panjang, rambutnya lembut" sakura mengelus rambut Sasuke."aku ingin menyentuh nya sekali lagi atau ku coret saja mukanya ya" kata sakura yang masih mengelus rambut Sasuke.


"cih, perempuan ini nggak ngerti banget dehhh.." tiba-tiba Sasuke terbangun "harusnya di saat seperti ini kau menciumku tanpa pikir panjang" kata Sasuke mata nya berkedip ke sakura.


"dasar licikkkk...." kata sakura langsung mengambil bantal menutupi mukanya yang merona.


"kalau kau mau menyerang ku saat tidur setidaknya kau harus begitu" kata Sasuke yang duduk mencoba mengambil bantal dari tangannya namun gagal.


"memang nya siapa yang mau begitu hah?" sakura blusshhh.


"jangan sok polos sekali dua kali gak papa kan " goda Sasuke


" seenaknya"


TOk....TOK...


"yang mulia sudah waktunya...." Kakashi malah main nyelonong masuk. "pagi-pagi gini". batin Kakashi.


"tuhhh kau sudah di panggil" kata sakura menunjuk ke arah Kakashi.


"hehehe.... aku nggak akan bangun sebelum kau menciumku" goda Sasuke lagi.


" hah, kau ini " kata sakura malu


"sudah cepat lakukan saja nanti telat" kata Kakashi yang setia menunggu di pintu kamar.


"ayo cepat" kata Sasuke


"huhuhuhhuh" sakura menangis