![MY Rain princess [SasuSaku]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-rain-princess--sasusaku-.webp)
bruk....brak.....
"kau lagi-lagi, enak saja naik ke tempat tidur orang tanpa permisi main nyelonong ajah" ucap sakura kaget melihat pria yang tidur di samping nya. ya siapa lagi kalau bukan Sasuke.
"berisik kamarku terbakar gara-gara api kemarin, mana bisa di pakai" Sasuke pun bangun gara-gara mendengar suara benda jatuh dan Omelan sakura."lagipula wajarkan kalau suami istri tidur bersama satu ranjang" menunjukan muka cool nya walaupun belum mencuci muka ya cool banget, tidur gak pakek baju tidur cuma pakek celana doang heheheheh.
"setelah dibilang begitu ternyata orangnya seperti ini, menyebalkan" kata sakura dalam hati.
"emmmmm" Sasuke sedang berfikir sambil menaruh dagunya di jari nya yang berbentuk (✅).
"apa" sakura yang sadar dia di perhatikan dari tadi oleh Sasuke langsung merespon.
"ini situasi gawat level gawatnya setara dengan invasi dari negri tetangga"kata Sasuke dengan ekspresi khawatir.
"A....apa? kau..." sakura pun ikut khawatir.
"dadamu menyusut ya..." kata Sasuke agak sedikit teriak.
buakkkkhhh...... suara tinju sakura
"dasar kau ini!!!!" sakura emosi hahahahha.
taman samping istana
"kau ini berani sekali menghajar ku dengan tinjumu itu, harusnya kau dapat hukuman mati lho" ucap Sasuke sambil memegang kepala nya."kau tahu yang tadi itu aku mengatakan begitu itu adalah wujud perhatian ku padamu, hatiku sedih kalau kau tidak sadar akan hal itu" sok-sokan membela udah tau salah.
"perhatian mu itu terlalu detail ya!" ucapnya sambil menyeruput teh.
"oh ya, sakura aku akan membuat pesta perkenalan untuk mu dalam waktu dekat aku ingin prosesi pemanggilan hujan jadi salah satu acara hiburan. detail nya aku katakan nanti ....." gara-gara keenakan ngomong Sampek gak nyadar kalo omongannya kepotong.
"aku menolak" ucapnya dengan cepat dan singkat sampai Sasuke tidak menyadari nya.
"ohhh... kau meno.......APA!!!!" suara nya yang tadinya masih biasa saja jadi ngegas setelah sadar kalau sakura menolak.
"aku bilang (aku me...no...lak)" kata sakura menekan kata menolak dengan lambat.
"kau pikir ini permintaan siapa hah!!!!" Sasuke emosi.
"aku tidak takut meski kau akan menghukum ku. ini masalah harga diriku sebagai putri kerajaan hujan" kata sakura santai
"kau kan pernah panggil hujan satu kali soalnya itu situasi darurat!" kata Sasuke yang sudah agak menenang.
"asli nya pemanggilan hujan dilakukan oleh raja untuk rakyat tak boleh dilakukan hanya untuk kepentingan dan kesenangan pribadi. itulah kebanggaan dari kerajaan kami meskipun miskin kami baik hati.....paham?" jelas sakura panjang lebar dan berharap Sasuke paham.
"oh, begitu ya aku paham! aku paham kalau kau ini keras kepala" tatapan mengerikan.
"cih"
Buakkkkhhh...
lagi lagi di tonjok padahal yang tadi ajah masih sakit dasar sakura hobinya mukul terus mana di kepala lagi kan jadi benjol.
"hentikannnnn!!!!!...... pengawall" teriak Sasuke.
ruangan di dalam istana
"dasar anda ini Benar-benar bikin heboh, padahal luka yang waktu itu baru saja sembuh malah buat ulah lagi" bentak Kakashi melihat tingkah laku sakura seperti monyet liar.
"ya...maaf daripada itu enggg... leherku sakit rasanya seperti di cekik" ucap sakura yang tadinya duduk sekarang berdiri.
crangg... kira-kira seperti itu lah suara rantai yang melilit leher sakura.
"ini apa.." ucapnya sambil memegang rantai itu dan mencoba menarik nya.
"anda akan di didik ulang, kesadaran anda masih kurang anda akan jadi istri raja dunia kalau sikap anda yang mirip monyet liar kami bisa repot" Kakashi teriak di telinga sakura.
"ugh... bisa tidak kau tidak berbicara dengan keras di telingaku bisa-bisa aku jadi tuli gara-gara kau" ucap sakura meneriaki balik.
"sudah pasti orang-orang penting di negeri kami akan hadir di pesta juga para duta penting negara sekutu jadi,kalau anda bikin malu anda tidak akan diberi makan kalau tidak bisa mencapai target hari ini" hadehhhh gak di kasih makan lagi.
malam harinya
kruyuk...kruyuuk..
"sial...kubunuh dia kuhajar dia dulu baru cari makan shannaro seperti nya ini pernah terjadi" kata sakura sambil memegang perutnya yang kelaparan.
gara-gara tidak berhasil mencapai target sakura gak boleh makan dengan paksa sakura berjalan ke arah kamar nya dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu. tak lama kemudian ada suara langkah kaki menuju ke kamar sakura.....
tap....tap....tap.....
"hah, bunga liar wangi.... ada juga yang seleranya bagus " setelah suara hatinya berhenti berkata sakura pun tertidur lelap.
suara langkah kaki itu pun semakin terdengar jelas dan sampailah di ranjang sakura dia mengelus kepala mungil itu memegang rambut pink nya yang halus,ya siapa lagi kalau bukan Sasuke.
"aku harap agar kami bisa berbagi sesuatu dengan jujur" kata Sasuke sambil melepaskan sepatunya dari kakinya dan naik ke ranjang sakura untuk tidur bersama.
pagi hari...
"yang mulia?" ucap sakura yang langsung bangun dari tidurnya.bangun-bangun malah manggil yang mulia .
"saat ini beliau sedang menghadiri pertemuan dengan penasihat" kata Kakashi yang baru saj masuk kamar sakura.
"jam segini..." ucap sakura tak percaya
"hari ini beliau sudah mulai bertugas satu jam lebih awal" kata kakashi.
Halaman istana
"oh ya, pada rapat hari ini beliau akan diskusi santai dengan para ahli sore hari adalah waktunya pertemuan warga ada banyak orang yang ingin bertemu dengan yang mulia kegiatan berlanjut sampai malam, yaitu saat beliau mengatur setumpuk dokumen dan memberi persetujuan" jelas kakashi, semoga sakura paham.
"dasar orang itu" jawab sakura
"meskipun begitu beliau masih muda aku ingin beliau lebih memperhatikan kesehatan nya. Tapi yang mulia berkata 'selama masih ada hal yang bisa kulakukan akan ku kerjakan semua tanpa memikirkan hal yang tak berguna' " ucap Kakashi. udahlah kalo bilang (menjelaskan panjang lebar ) nanti malah bosen.
"hal tak berguna ya" sakura berpikir sampai memukul-mukul dahi dengan jarinya.
"wah, Kakashi" ucap menteri.
"selamat pagi" Kakashi langsung membungkuk
"aku memandu tuan duta besar berkeliling taman" kata menteri itu.
"tuan duta besar terimakasih sudah datang jauh-jauh kesini " Kakashi berkata dengan hormat.
"tidak kami sangat senang bisa bertemu dengan yang mulia" kata duta besar yang bernama (chojuro).
" dia ini menteri dalam negeri" bisik-bisik ke telinga sakura.
"wah ada putri sakura juga tuan putri, ini duta besar kerajaan laut" kata menteri itu yang bernama (sai)
"sebaiknya aku memberi dalam ,ya" suara hati sakura."emmm"
"oh kau ini ya mainan Yang mulia di waktu luang" kata duta besar
"A...PA" teriak sakura sambil menekan kata-kata itu dengan amarah.
"fufufu.... oh, maaf aku sudah tahu soal kau kok barusan tuan menteri yang menceritakan detail nya" kata chojuro santai banget" asalnya dari negri kampung keluarga raja bawahan"terusnya." putri yang mirip sekali dengan monyet liar"gak ada habisnya ngeledek.
"aku juga bilang begitu" kata Kakashi yang malah ikutan.
"kalian semua sama saja!!!" emosi sakura sudah hampir mencapai puncak.
"selain itu, apa benar kau punya kekuatan aneh? yang mulia sampai memanggil kami hanya untuk membuat malu putri seperti ini, beliau memang hebat caranya untuk bermain juga beda" dasar menteri (sai) buat orang emosi.
"orang-orang ini!!!" emosi lagi yang muncul." begini ya..." belum selesai ada yang motong suaranya seperti tidak asing dehhh.
"dia memang cocok untuk melewatkan waktu luang tapi, dibandingkan orang yang hanya bisa menjilat dia jauh lebih berguna. jaga bicaramu tuan menteri dan tuan duta besar" Sasuke datang dari arah belakang. ,"dia ini istri ku" merangkul sakura. cie cie fufu...
jadi ngeblusshhh dech.
"yang mulia mohon maaf" kedua orang penting itu bersujud takut terkena amarah sari sasuke.
"menteri..... apa maksud mu menjatuhkan ku dengan hinaan melempem ini" ngamuk kan jadinya.
"ti...tidak sama sekali yang mulia" kata menteri menunduk.
"anak muda zaman sekarang nggak punya nyali saat begitu saja langsung kabur " amarah Sasuke meluap sampai mencapai puncak.
"mereka seumuran yang mulia lho" bisik Kakashi ke sakura.
"Yap benar" jawab sakura.
"sakura kau jangan emosi bisa repot tahu " sakura jadi kenak amukannya sasuke.
"maaf.... makasih ya" ucap sakura " lho mukamu pucat" lanjut sakura.
" oh, aku cuma kurang tidur semalam aku begadang karena ada kerjaan jadi gak bisa tidur" ucap Sasuke. "ah, sial gara-gara tadi energi ku berkurang oi, sakura tanggung jawab" sambil memegang kepalanya.
" hah"
setelah itu
"oh, tanggung jawab ya " kata sakura yang Sekarang sudah mengerti.
"apa" kata Sasuke yang tengah merebahkan diri di pangkuan sakura.
"kukira kau akan meminta hal yang lebih mengerikan" kata sakura memberi tahu
"kalau ku minta memang nya kau mau?" kata Sasuke mendongak keatas melihat wajah sakura.
"mana aku mau" ucap sakura cepat saat melihat ke bawah dan melihat mata onyx Sasuke. onyx bertemu dengan emerald.
"ada yang ingin kulakukan tapi waktunya kurang setelah ini ada rapat lagi. padahal tak ada hal begini sebelumnya. kalau seperti ini bisa repot juga..." curhat Sasuke.
"sebelumnya?" bingung sakura
"tidak apa-apa dari pada itu, matahari itu bikin sebal terlalu silau . fuh... padahal raja matahari, hei tolong panggilkan hujan dong" kata Sasuke yang masih berada di pangkuan sakura.
"sudah ku bilang...." belum selesai bicara malah si putus.
"aku sendiri kurang mengerti hanya saja aku mengingatnya dengan baik. saat teringat karang hatipun lenyap lalu terasa sepi. jika begitu hal yang tak ingin ku ingat pun mungkin akan teringat lagi" ucap Sasuke lemas.
"bagaimana, kalau kau kurangi sedikit pekerjaan mu" kata sakura yakin "raja selalu menyerahkan segala urusan pada orang lain kan?" lanjut sakura.
"tidak wajar sakura kau samakan aku dengan siapa?" setelah mendengar kalimat itu Sasuke langsung bangun dari pangkuan sakura. "jangan komentari caraku bekerja. ini bukan urusanmu" ucapan Sasuke melukai hati sakura.
"huh"
"aku pergi kau juga" sasuke meninggalkan sakura begitu saja.
sakura menghampiri Sasuke dan langsung memeluk nya tapi,
"kau berani lakukan itu lagi!!!" ucapan Sasuke lagi-lagi melukai hati sakura dia melepaskan tangan sakura dari pinggang nya.
sakura langsung meninggalkan tempat itu dengan bercucuran air mata yang menetes setiap langkah kaki nya.
***
"anda tidak masuk ke kamar putri..." ucapan Kakashi terpotong.
"kamarnya di kunci" ucapnya geram.
"dia benar-benar tidak suka pesta dari yang mulia"
"cerewet" penuh amarah "cih, konyol sekali tetap gelar pesta padahal hubungan kami seperti ini. pendapat kolega soal sakura tak jauh beda dengan orang yang tadi siang makanya aku ingin segera menegaskan posisi nya" tiba-tiba Sasuke pusing dan mengantuk.
"yang mulia..."
" ya aku mengerti, bawakan yang biasa nya ke kamar ku setelah itu tentang ini..."
kamar sakura
♫ ♪♪ ♬♪ ♬
"wah, ini lagu tuan putri" kata pengawal di luar istana yang tak sengaja mendengar suara merdu sakura.
"mungkin hanya selingan ini bukan lagu hujan kan" kata penjaga satunya.
"tuan putri ahli ya"
DALAM KAMAR SAKURA
"guruku orang yang mengajari ku pemanggilan hujan adalah nenek ku"
INGATAN SAKURA
"yang kita basahi bukan hanya tanah, sejati nya kita harus mengirim tetesan air jauh ke dalam lubuk hati seseorang tempat yang di sebut perlindungan jiwa. beban berat yang di pikul oleh seseorang akan kita akhiri tempat suci di hati sangatlah rapuh dan mudah kering. kau tau bagaimana cara menyampaikan nya kan?" jelas nenek sakura di dalam pikirannya.
"aku tahu kok itu kan jelas sekali" kata sakura kacil.
KEMBALI
"meski aku bilang begitu sebenarnya aku masih belum tahu nek....."