
Karel yang melihatnya mencoba mendekati Angel, tetapi sebelum iya berdiri dari kursinya tangannya ditahan oleh Andri
"kau mau kemana? jangan coba menjadi pahlawan kesiangan ah maksud aku pahlawan kemalaman" ejek Rico kepada Karel.
"bukan urusan kalian, aku mengenal gadis itu jadi terserah aku mau menemuinya atau tidak"jawab dingin Karel sambil melepaskan genggaman tangan Andri dan berjalan mendekati Angel.
Disisi lain tempatnya dirumah mewah bernuansa putih dan gold terdapat dua pasang paru baya sedang berbincang bincang menceritakan tentang anak mereka.
"Apa kau yakin dengan keputusan mu Sean?" tanya istri kepada suaminya, tentang rencana yang dibuat tanpa sepengetahuannya.
"aku selalu yakin dengan semua keputusan ku sayang" goda Sean kepada Jenny sang istri, seketika pipi Jenny merah merona akibat digoda oleh suaminya didepan rekan kerja nya itu.
"Kau membuat ku malu Sean" ujar Jenny sembari mencubit pinggang suaminya
"aww aww" teriak Sean berbohong.
"Hahahhaha kalian memang pasangan yang romantis" Puji rekan kerjannya kepada Sean
"Kau bisa saja Tuan Danu" ledek Sean kepada rekan sekaligus Sahabat karibnya itu
" Ah kau terlalu formal dengan bahasa mu itu Sean" sahut Danu membalas ledekan Sean.
"Lalu bagaimana dengan pertemuan mereka" tanya Lisbeth yang sendari hanya tersenyum melihat keakrban suami nya dengan sahabatnya itu.
Pertanyaan dari Lizbeth membuat mereka menjadi terfokus kepada Lisbeth dan memulai kembali pembicaraan dengan serius
"masalah itu biarkan istri ku yang cantik ini yang mengaturnya," lagi lagi Sean menggoda Jenny seakan dunia milik mereka sendiri
"tapi bukan kah ini terlalu cepat mereka masih sekolah!" sahut Jenny kepada Sean
"apa kau lupa sewaktu dulu kita menikah pun kita masih sekolah" jawab Sean santai, Jenny yang mendengarnya sontak terdiam pasalnya yang dikatakan suaminnya adalah kebenaran mereka menikah pada umur 17 dan Sean berumur 18 dimana mereka masih sekolah kelas 3 SMA.
"Kita suruh mereka bertunangan terlebih dulu, baru setelah satu bulannya kita nikahkan mereka." timpal Danu membenarkan ucapan Sean
"ya kau benar" sahut Sean.
"apa tidak terlalu cepat? mereka belum mengenal satu sama lain bagaimana bisa kita menikahkan mereka begitu cepat" sahut Jenny lagi lagi
" seiring berjalannya waktu paasti mereka akan mengenal satu sama lain kau tak usah khawatir soal iti Jen" ujar Lisbeth menjawab pertanyaan dari Jenny, Jenny hanya menganggukan kepala tanda mengerti akan jawbnn yang didapatinya.
"Aku hanya tak ingin putri ku satu satunya dirusak oleh lelaki tak bertanggung jawab, dan aku ingin ada yang menjaga putri ku selama aku pergi ke luarnegri" jelas Sean lirih tiba tiba memberi tahu alasan sebenarnya dari rencananya untuk menjodohkan anknya.
Jenny yang mendengar seketika terkejut atas ucapan suaminnya itu dan membuatnya menangis terharu. "Aku sekarang mengrti akan maksdmu Sean" ujarnya sambil menyeka air mata yang keluar dari ujung matanya
"biar aku dan Lisbeth yang mengatur semuannya" ucap Jenny semngat Sean dan Danu yang mendengar hanya tersenyum simpul
'mamah harap kalian akan bahagia seperti kami ini sayang' batin Jenny mendoakan sang anak
______
"oh bukan kah kau gadis kasar yang ada di toko jahe? " ucap Karel mengagetkan Angel
'"mau apa kamu kesini bukan kah kita tak saling mengenal" dingin Angel.
'sial gadia ini begitu membuat ku tertarik ' batin Karel sedikit penasaran
"boleh aku duduk?" ucap Karel sembari mendudukan pantatnya dikursi
"jika aku melarang mu tak mungkin kamu duduk tanpa permisi disini" sahut ketus Angel
Karel semakin bertambah penasaran dengan Angel sehingga membuat nya selalu mencari cari topik pembicaraan agar membuatnya berlama lama didekat Angel.
" siapa nama mu? selama aku bertemu dengan mu aku belum tau nama mu" tanya Karel dan menjulurkan tangannya didepan Angel berusaha memperkenalkan diri "Aku Karel" ucap Karel kepada Angel
Angel hanya membalas uluran tangannya tanpa memberi tahu namanya dan melanjutkan minum minumanya. Karel yang merasa diacuhkan seakan menjadi tantangan baginya untuk menaklukan serigala kecil yang ada didepannya.
"Aku sekolah di SHC, bagaimana dengan mu?...
Angel yang mendegar langsung menatap netra Karel seakan akan mencari kebenaran dimatannya.
"Aku Angel" sahut Angel kesekian menitnya
Karel tersenyum bahagian mendapatkan jawaban darinya.
"kau sekolah dimana? " tanya Karel lagi lagi
"apa kau asli orang Asia?"
"berapa usia mu"
Pertanyaan dari Karel seakan membuat Angel bingung harus menjawab dari mananya
"Aku sama seperti diri mu sekolah ditempat yang sama, aku orang blasteran Asia Prancis, usia ku baru mengijak 17 tahun" jelas Angel kepada Karel.
"oooooo