
Sebuah rumah mewah yang ditempati oleh keluarga yang harmonis dan tenang berubah menjadi mencengkang dan tegang atmosfir diruangan membuat bulu kuduk berdiri.
"Daddy tak mau mendengar alasan dari kalian berdua, yang ingin daddy dengar adalah keputusan dari kalian" tegas daddy Angel berusaha membuat Karel dan Angel mengerti
"Tapi Dad, aku tak ada hubungan apa apa dengannya" jelas Angel dengan suara meninggi pasalnya kedua orang tua mereka selalu memojokan mereka berdua
"Hei kau, kenapa diam saja hah!! kenapa tak berusaha memberi penjelasan kepada mereka" kesal Angela menatap tajam Karel
"untuk apa? mereka tak akan mendengarkan penjelasan dari kita, lebih baik beri saja keputusan kita kepada mereka agar mereka puas " sinis Karel menatap Papahnya seakan ia tahu rencana yang dibuat olehnya.
"Apa kau gila, aku tak sudi jika menikah dengan mu" hardik Angel dengan nada meninggi.
"Aku tak menyuruh mu untuk menikah dengan ku, aku hanya memberi kesempatan untuk kau putuskan perkara ini" sahut Karel datar.
'yah semoga kamu mau menikah dengan ku' pikir Karel dalam otaknya.
"Cih!! menyebalkan" dencih Angel membuang muka kearah lain
"Sudah sudah kami hanya ingin mendengar keputusan akhir dari kalian bukan perdebatan tak berguna ini" tegas Sean kepda sepasang manusia yang sedang dirudung rasa gelisah
"iya sayang ayo putuskan maslah ini, apa jawaban kalian?apa kalian setuju untuk menikah? "antusias Lisbeth kepada Karel
"Setuju/tidak" jawab serempak Karel dan Angel
Angel melebarkan matanya tatkala mendengar jawaban Karel, dia seakan ingin membunuh Karel jika tidak ia kontrol emosinya.
________
" ponsel mereka berdua tidak ada yang aktif" sahut Rico memberitahu
"ada masalah apa sebenarnya, kenapa mereka tidak ada kabar dari semalam, membuat kami khawtir saja." ujar Vina
Setelah mereka mencoba menghubungi ponsel Karel dan Angel tetapi tidak ada jawaban akhirnya membuat mereka menyerah dan berencana pergi kerumah Karel pasalnya kedua sahabat Angel tidak ingin memberi tahu kedua lelaki tersebut siapa Angel dan dirinya, seakan mereka bungkam tentang identitas mereka, sehingga membuat mereka berbohong akan keberadaan rumah Angel yang hanya ngontrak ucap mereka kepada Rico dan Andri. Untung saja mereka percaya oleh bualan Sela dan Vina jadi mereka tak perlu susah payah menyari alibi lain.
35 menit berlalu mereka telah sampai diperkarangan rumah Karel, awal nya Sela dan Vina terpesona akan keindahan interior dari rumah megah Karel akan tetapi mereka menyadari kesalahan, bahwa mereka sadar setelah meraka mencari tahun Indentitas most wanted sebelumnya.
Mereka berempat masuk dan disambut ramah oleh pelayan yang ada dirumah itu, karena mereka yang sudah hafal dengan teman teman tuan muda mereka sehingga mereka dengan mudah mengakses keluar masuk kerumah itu.
Saat mereka ingin masuk keruang keluarga, mereka mendengar samar samar seseorang sedang berbicara serius, awalnya mereka tak ingin ikut campur, tetapi setelah mereka mendengar kan dengan baik dan mereka mengenali suara tersebut, mereka mencoba mendengarkan seksama dan menguping semua pembicaraan.
"Semua keputusan sudah jelas!! Minggu depan kalian akan menikah" tegas Sean dengan keputusannya
"APAA!!!!!
Suara teriakan keras terdengar ditelinga tetapi bukan suara Karel dan Angel melainkan keempat manusia yang sedang menguping, mereka shock akan apa yang telah mereka dengar barusan sehingga membuat mereka keluar dari persembunyian dan berteriak.
Angel yang melihat sahabatnya bisa datang ke tempat Karel sangan terkejut dan gugup.
Wajah nya menjadi pucat pasi bagai seorang yang ketahuan mencuri.
"K-Ka Kalian kenapa bisa ada disini" ucap Angel sedikit terbata