
"Jadi bagaimana dengan keputusan kalian berdua?" celetuk Rico kepada Karel dan Angel
"Sebenarnya aku tidak setuju dengan cara menikah dengannya hanya karena jebakan dari orang tua kami, tapi apa boleh buat mereka memiliki bukti kebersamaan kami" sahut Karel menjawab ucapan dari Rico kesal walau dari ucapannya ada sedikit kebohongan yang tidak mau menikah dengan Angel padahal ia sangat berharap itu akan terjadi.
"Ah lalu bagaimana dengan mu Angel?"sambung Rico kepada Angel
"ah tunggu bukan kah ini Tuan Sean pengusaha kedua diluar dan dalam negri"sambungnga lagi sedikit kaget akan kehadiran Sean.
Karel bahkan hampir terbelalak jika ia tidak mengontrol nya ia hampir saja tak mengenali lelaki terpandang didepannya setelah Papahnya ia tak mau terlihat malu, karena tidak mengenali seorang Sean
"Ya kau benar co, bukan kah anda Tuan Sean? apa benar anda Ayah kandung dari Angel? lalu yang diucapkan mereka berdua tentang identitas Angel?' Timpal Andri dan menunjuk kedua sahabat Angel.
Angel menggigit bibir bawahnya ia takut akan ocehan dari Daddy nya karena Daddynya tidak tahu menahu tetang masalah ini, sedangkan Sela dan Vina sudah ketakutan dan keringat dingin mulai keluar membasahi kening mereka.
"Ya kalian memang benar saya adalah Sean Patra, tetapi saya tidak mengerti apa yang kalian katakan mengenai anak saya" ucap Sean dengan pandangan mengintrogasi Rico dan Andri.
'Kami bertanya dimana keberadaan tempat tinggal Angel tetapi mereka menjawab Angel ngontrak dirumah yang sangat kecil dengan perkerjaan orang tuanya yang tidak seberapa itu" celetuk Rico tiba tiba teringat dari ucapan Sela
Deg
Angel, Sela dan Vina diam terpaku, mereka telah melakukan kesalahan terbesar, lidahnay seakan keluh untuk menjelaskan kepada Daddynya pasalnya daddynya sedang mentap mereka dengan tatapan yang tajam
"Wah Angel berarti selama ini kamu sekolah ditempat sekolah kami? kenapa kami tidak tahu itu?" sindir Karel berusaha memojokan Angel.
"iya sayang bagaimana om dan tante tidak mengetahui itu" sambung Danu sambil menatap lekat netra Angel.
"Maaf Dad bukan maksud Angel menutupi identitas kalian tanpa sebab, Angel tidak mau ada yang berteman dengan Angel hanya karena kekayaan semata, Angel mau mereka berteman dengan Angel karena Angel hanya orang biasa bukan orang yang kaya, Angel juga tidak mau ada lelaki yang mendekati Angel karena Angel adalah anak dari Sean, dan masalah pekerjaan, itu aku tidak mau nantinya ada yang mencoba mencelakai Daddy setelah mereka tau siapa aku sebenarnya, aku ingin membuat mereka sadar bahwa tidak semuanya bisa dinilai dari materi dad, dan maaf karena kesalahan Angel, membuat daddy marah" jelas Angel panjang lebar diakhiri dengan suara yang mulai lirih
Jenny yang mendengarkan penuturan dari anaknya terkejut haru dan menutup mulutnya menggunakan dua tangannya, sedangkan Sean menyunggingkan senyum termanisnya ia tidak marah dengan anaknnya yang menutupi identitas keluarganya demi kebaikan keluarganya ia bangga akan cara berpikir Angel.
"Sayang" ucap Sean mengelus kepala Angel dan membuat Angel mendongakan kepalanya.
"daddy bangga dengan mu sayang, daddy tidak akan marah dengan semua yang kau lakukan asal itu tidak diluar batas kewajaran, Daddy mintaa maaf sudah salah paham dengan mu sayang" ucapnya kembali memeluk anak kesayangannya
Sela dan Vina yang memang sudah tahu alasan dari sahabtnya hanya tersenyum manis, sedangkan Rico dan Andri tidak percaya akan apa yang terjadi dihadapannya anak usia 17 tahun sudah memiliki pemikiran yang matang membuat mereka terkagum akan Angel. Karel pun sama ia tak menyangkan dengan apa yang keluar dari mulut serigala kecilnya itu ia hanya bisa tersenyum dan memuji muji Angel dalam hati
'kau memang penuh kejutan sayang' batin Karel tersenyum puas.
'Semoga Alasan ku ini membuahkan hasil untuk kedepannya' batin Angel berharap