MY PERFECT GIRLFRIEND

MY PERFECT GIRLFRIEND
episode #14



Mereka seakan terbawa suasana saat menyanyika lagu tersebut, tanpa mereka sadari, bahwa jam sudah menunjukan pukul 08.35 dimana sekolah sudah mulai belajar pelajaran pertama.


"Astagaaaaaa


"Dari mana saja kalian, terlambat 5 menit dari waktu yang ditentukan" tegas Bu Rina kepada Karel dan kedua sahabatnya


"emm kami tadi di suruh oleh pak Alwi untuk mengangkat tempat sampah Bu" bohong Rico


"iya Bu" kompak Karel dan Andri sambil menganggukkan kepala


"dan kamu kenapa bisa terlambat juga" Karel dan kedua sahabatnya dibuat bingung oleh pertanyaan yang dibuat oleh Bu Rina, mereka bertiga saling pandang bukankah kita sudah memberikan alasan kita' pikir mereka bertiga


"maaf Bu saya kesiangan" ucap siswi yg terlambat, Karel dan kedua sahabatnya yang mengenal dengan jelas suara itu berbalik dan betapa terkejutnya mereka karena dugaannya adalah benar bahwa itu adalah Angela.


"Bukan kah kamu murid pindahan dari kelas XII IPA 1 kenapa bisa Disni"


tanya bingung Bu Rina


"saya dipindahkan oleh kepala sekolah dan ini surat pindahnya" jawab santai Rina


Bu Rina yang diberi surat nampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dipindahkan hanya karena 25 kali terlambat dalam sebulan


"Apa kamu memang memiliki hobi terlambat masuk kelas" seloroh Bu Rina kepada Angela


Hahahhahaha


Seketika siswa dan siswi tertawa dengan apa yang mereka dengar mengenai tindakan Angel


"Memang ada yg salah dengan terlambat bu' ucap santai Angel menanggapi ucapan Bu guru


"Ckckc sudahlah kamu sekarang duduk dengan Karel dibangku yg kosong" perintah Bu Rina


"Apa tidak ada tempat lain Bu,"pinta Angel


' ada di toilet jika kamu mau' jawab santai Bu Rina


Hahhaha


.


.


.


Waktu terus berjalan seakan semua masalah hilang dan bertambah entah apa yang ada dipikiran wanita cantik itu.


Seakan dirinya berusaha menjadi ambisius dalam membatalkan usaha kedua orang nya tentang perjodohan bodoh yang sedang terjadi dalam hidupnya.


'Aaarghhhhhh" teriak kencang Angel saat sekarang dirinya berada dalam kamarnya. Tatapan kosong menatap hamaparan luas taman Yang ada di balik jendela kamarnya yang memiliki ciri khas warna yang mendominasi dengan karakter aslinya grey elegan dan mewah entah dirinya yang memiliki sifat dingin atau memang dirinya yang menyukai warna itu.


"Hey hey, Are you okay?" tanya Vina sahabat nya yang melihat kegundahan hati sahabatnya itu


"what's wrong? " tanya nya lagi karena tidak mendapat kan jawaban dari Angel.


"hmm, Aku merasa hidupku sudah berakhir" jawabnya dengan menatap Vina sendu


"why? apa yang membuat mu berpikir seperti itu Enji? " tanyanya penasaran


"I know, but....Ah~ sudalah kau tak akan mengerti apa yang sedang aku rasakan saat ini" jawab kesal Angel dan kembali merebahkan dirinya di sofa dengan kaki yang menggelantung diujung.


Vina yang merasa bodo amat dengan Angel hanya mengedikan bahunya. Dan melanjutkan aktivitas membaca novel didalam kamar Angel.


"Ahiya Vina apa kamu tau penjual bunga mawar putih? dimna?" tanya Angel setelah menenang kan pikiran nya.


"Huh? untuk apa, coba saja kau cari di ponsel mu aku tak tau tentang bunga kau kan tau aku buka tipe wanita penyuka bunga untuk apa kau tanya kan itu pada ku kau itu aneh aneh saja, lalu untuk apa bunga itu? tidak biasa nya kau menyukai bunga?" tanya penasaran Vina karena keanehan sahabatnya


" oh itu tidak untuk ku hanya saja aku ingin mengunjungi seseorang dia sangat menyukai nya jadi aku ingin membelikan untuknya" terang Angel lagi lagi membuat Vina penasaran


"kau memilki kekasih kak? oh ayolah sejak kapan? lalu bagaimana dengan Karel? bagaimana dengan pernikahan kalian?" tanya Vina beruntun karena penasaran sedangakan Angel hanya menarik ujung bibirnya membuat Vina kembali penasaran dibuat olehnya.


Akhirnya mereka keluar dari kamar setelah bersiap diri dan keluar menuju garasi mobil untuk mencari toko bunga yang menjual bunga mawar putih keinginan Angel.