MY PERFECT GIRLFRIEND

MY PERFECT GIRLFRIEND
Episode #10



"Jangan mengalihkan pembicaraan Angel? jawab apa benar yang mereka katakan" Tanya Sela memastikan kebanaran akan kekagetannya.


"Ka-kalian lebih baik pergi jangan ikut campur urusan kami" desis Angel dengan tegas.


"kami ini sahabatmu Angel kami berhak untuk tau yang kami dengar barusan" sahut Vina cepat menjawab ucapan Angel.


Angel yang mendengar diam dan tak menjawab ia lebih memilih menatap kedua orang tua nya untuk memberikan pertolongan padanya dengan wajah memelasnya.


Sean yang melihat hanya menampilkan senyum tipis penuh arti, Sean berjalan mendekati Sela dan Vina yang sedang menunggu jawaban dari semuanya.


"Apa yang ingin kalian ketahui? 'tanya Sean kepada 8 pasang mata yang melihatnya tanpa berkedip


"om apa benar yang dikatakan wanita yang ada di belakang om? bahwa Angel akan menikah secepat ini' ucap Vina tanpa rasa takut sedikit pun, dengan menunjuk Lisbeth,


pasalnya ia tidak mengenali orang tua dari Karel karena wajah keluarga Karel selalu menutup rapat di semua media sehingga sulit untuk mengenalinya. Jika bukan rekan kerja yang bergabung dengannya.


Sean kemudian melirik kebelakangnya lalu kembali mentapak keempat manusia itu dengan tatapan kehangatan.


"ya" jawab mantap dari Sean dan membuat semua manusia yang ada didepannya terkejut termasuk Angel yang tak siap mendengarnya dan berharap itu hanya lah lelucon semata.


Angel mencoba tegar atas apa yang telah ia dengar, ia siap mendapatkan ejekan dari para sahabatnya termasuk sahabat Karel, apapun keputusan yang dibuat sahabat nya Angel siap menerima dengan lapang dada.


"Angel" panggil Sela kepada Angel. Angel hanya menundukan kepala dengan badan yang sedikit bergetar ia takut akan ditinggalkan oleh kedua sahabatnya, ia tak mau sendiri lagi seperti masa lalu yang kelam yang membuatnya menjadi wanita dingin, wanita yang selalu menutup diri.


Angel masih saja menunduk ia tak mau menatap kedua sahabatnya itu, namun tiba-tiba Angel terkejut dan mendongak kan kepalanya karena kedua sahabatnya itu memeluk erat tubuhnya. Angel rasanya ingin menangis walau air mata nya tak kunjung keluar, pasalnya Angel tidak ingin melihatkan betapa lemahnya dia sekarang meski jika didepan orang tua nya ia berani bermanja manja ria, sifatnya berbanding terbalik jika diluar.


__________


"Ya memang benar wajahnya tidak ada yang berani menandingi kecantikannya, dan kalau kau tau aku mendapatkan kabar berita bahwa gadis itu rupanya sekolah di SHC" sahut temannya memberi taukan sesuatu rahasia.


"Apakah kau serius dengan ucapan mu itu?' tanya pria itu menyelidik dengan satu alis yang diangkat


"jika kau tak percaya kau cari saja buktinya,tetapi yang membuat ku heran satu?" ucap lelaki satunya berpikir keras


"Apa?" tanya Antusias lelaki tampan itu.


" ia tak pernah sekali menunjukan jati dirinya saat berada di sekolah, tetapi identitasnya menunjukan bahwa benar dia bersekolah di SHC" jelasnya memberitahu kebingungannya kepada teman satunya.


" tapi bagaimana mungkin, atau mungkin dia dari orang yang memiliki kekuasaan disekolah itu, atau bisa jadi dia juga orang yang memiliki kekuasaan tertinggi dinegara ini, atau ada orang penting dibaliknya, atau...."sambungnya lagi mengira-ngira tetapi terpotong oleh lelaki tampan satunya


"Apa kau hanya bisa menebak saja dan tidak bisa mencari tahunya?" tanyanya dingin kepada temannya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tahu siapa gadis itu dengan menyewa seorang ahli IT yang tercerdas dalam menghack sebuah teknologi.


____


"kami mendukung keputusan mu Angel kami tidak akan pernah meninggalkan apapun yang terjadi dengan mu, meski itu maslah berat sekalipun"ujar Sela mengampit kedua pipi Angel setelah melepas pelukannya.


"iya Kami akan berada selalu disampingmu" ucap Vina menimpali ucapan Sela


"Terimakasih telah mengerti akan masalah ku, aku harap kita tidak akan saling meninggalkan disaat kita sedang mendapat musibah" lirih Angel sambil memeluk kembali kedua Sahabatnya.


"jadi.....