My Partner To Jannah

My Partner To Jannah
Ta’aruf



Rezza datang ke rumah Pak Ustad Farid


Dia sudah mantap dengan keputusannya, Rezza tidak mau menunda-nunda lagi karena takut dosa terlalu lama memikirkan gadis yang belum muhrimnya, Rezza pun sudah diskusi sama Mommynya dan Mommynya pun mendukung Rezza Karena Rezza menjadi lebih baik karena gadis itu.


“Assalamualaikum” salam Rezza


Tapi terlihat Pak Ustad dan Umi Salma sedang bersiap-siap untuk pergi.


“Waalaikumsalam” sahut pak ustad dan umi salma secara bersamaan


“Nak Rezza, ayok silahkan Masuk dulu” rezza pun masuk dan duduk di sofa tamu pak ustad


“Begini pak ustad, saya sudah siap untuk melakukang proses Ta’aruf dan mommy saya juga sudah mendukung. Tapi mommy tidak bisa hadir karena masih di luar negri”


Ucap Rezza dengan lantang


“Alhamdulillah, kapan ingin melaksanakannya nak Rezza?”


“Klo bisa secepatnya pak ustad, saya takut dosa memikirkannya”


Umi salma datang membawakan secangkir teh


“Di minum nak Rezza” ucap umi salma langsung duduk di sebelah suaminya. Umi salma belum mengerti apa yang mereka bicarakan makanya umi diam saja.


“Terimakasih umi” rezza meminum teh yang di bawakan umi.


“Assalamualaikum” salam seorang wanita dari depan pintu


“Waalaikumsalam” serontak semua menjawab. Wanita itu pun masuk dan kaget melihat ada seorang Rezza


“ah.. pak Rezza” kaget Kalula


“Sini Kal kamu duduk dulu” ucap pak ustad, kalula pun duduk dan binggung ada apa


“Nak Rezza, mau menyampaikannya sendiri apa sama saya yang menyampaikannya?” Ucap pak ustad terlihat ada kebingungan di wajah kalula dan umi salma


“Saya takut salah pak ustad. Lebih baik pak ustad saja” jawab rezza


“Begini Kalula, kemaren Nak Rezza memberi tahu abi, bahwa dia sudah lama memikirkanmu. Dan kedatangannya kemari hari ini untuk berta’aruf dengan mu? Bagaimana kal? Apa kamu mau?”


“Benar itu pak Rezza?” Tanya kalula langsung pada Rezza


“Benar Kal, saya tidak ingin dosa karena memikirkan mu terus. Saya ingin mengenal mu lebih dekat dan saya ingin tahu apa kamu cocok dengan saya. Klo kamu merasa cocok denga saya, saya janji tidak akan menyakiti mu, tidak akan biarkan air matamu mengalir lagi, dan akan melindungi mu. Saya akan berusaha yang terbaik untukmu kal. Memulai semuanya dengan yang baru”


Tidak terasa kalula meneteskan air matanya dia terharu dengan ucapan rezza, akhirnya cinta dia terbalas juga.


“Masya Allah, apa ini sunguhan ? Apa aku mimpi?” Kalula mencubit pipinya sendiri


“Auw sakit.. artinya ini bukan mimpi” kalula pun langsung malu dan salah tingkah


Kalula pun menganguk kan kepalanya


“Alhamdulillah” serontak umi, abi, dan rezza.


Mereka sampai lupa untuk menjemput Azzam di bandara karena saking bahagianya Rezza dan Kalula akhirnya bisa melaksankan ta’aruf.


Umi pun baru sadar ada yang terlupakan


“Astagfirullah, Abi Azzam Bi” seru umi


“Oiya Kalula lupa. Kesini kan mau jemput Azzam bareng bareng yah” ucap Kalula


“Biarlah, ada keluarganya yang menjemputkan? Disini kita ada tamu loh umi” ucap abi


“Oh iya maaf ya nak Rezza”


“Gpp umi. Kalian mau pergi yah tapi ga jadi gara-gara saya, biar saya saja yang mengantar kalian yah?”ucap Rezza


“Gpp nak Rezza kayanya Azzam juga sudah di jemput oleh keluarganya” ucap umi


“Aduh Saya jadi merasa bersalah, bagaimana klo kita makan bersama diluar saja umi, pak ustad? Kalian sudah siap dari tadi kan sayang tidak jadi pergi”


“Apa nak Rezza tidak sibuk?” Ucap pak Ustad


“Semuanya udah di handle sama seketaris saya. Bagaimana?”


“Baiklah, ayo mi siap-siap” ajak pak ustad ke umi


“Baik umi ambil tas dulu yah” jawab umi langsung ke kamar ambil tasnya


“Jadi yang di ajak umi sama abi aja? Aku gak diajak yaa?” Ucap kalula


“Emang kamu mau makan sendirian yah disini?” Goda Rezza


“Ya enggak lah”


“Ya ayok ke mobil”


Mereka pun berjalan ke mobi Rezza.


“Ayo silahkan pak ustad dan umi” ucap rezza sambil membukakan pintunya.


Rezza yang menyetir pak ustad dan umi salma memilih duduk di belakang, kalula pun akhirnya tidak punya pilihan untuk duduk di depan di samping Rezza.


Mereka pun sampai di restaurant dan makan siang bersama.


Hari ini perasaan Rezza dan Kalula sangat bahagia.