My Partner To Jannah

My Partner To Jannah
Keluarga Rezza



Dua Hari sudah mereka pulang dari Bandung, mereka menjalankan aktivitas masing-masing seperti biasa. Hari ini orang tua Rezza kembali ke Indonesia untuk berkenalan dengan calon menantunya sekaligus akan meminangnya.


Rezza pun mengirim pesan untuk Kalula


Triiing...


đź“© rezza : Kal, saya mau jemput orang tua saya. Kamu mau ikut tidak?


đź’Ś kalula : hah, orang tua mas datang hari ini?? Aku gugup mas


đź“© rezza : tenang kal, kan ada saya. Saya jemput kamu ya sekarang ya. Kamu siap-siap dulu


đź’Ś kalula : ya sudah.. jemput di kedai kopi biasa yaa.. masih gak enak sama anak-anak kantor nih hehe


đź“© rezza : kapan mau publikasi? Udah kaya apa main rahasia-rahasiaan.


đź’Ś kalula : setelah kita ada kepastian untuk nikah baru deh aku publikasiin..ini kapan mau jemput akunya nih?


đź“© rezza : sekarang. See u


Yaps, Kalula tidak mau banyak orang yang tahu tentang hubungannya. Ia masih trauma dengan kejadian masalalunya..


Tiba-tiba Azzam mengirim pesan pada Kalula


Tring....


“Hah, Azzam ngeChat aku?” Gumam Kalula


đź“© azzam : Kal, makan siang bareng yuk?


đź“© kalula : sorry zam, aku gak bisa hari ini ada janji nih.. next time, okay?


đź“© azzam : oke deh.. padahal aku ingin curhat sama kamu deh


đź“© kalula : yahh.. maaf bgt. Nti aku kabarin lagi yaa. Aku lagi buru-buru nih.


Azzam pun merasa kecewa karena tidak bisa makan bersama kalula. Akhirnya Rezza pun datang untuk menjemput Kalula, dan kalula sudah menunggu di kedai kopi biasa


“Yuk” ajak Rezza


“Assalamualaikum dulu kali pak” omelan Kalula


“Astagfirullah.. Assalamualaikum Nyonya Albarac” salam Rezza dengan manis kaya es teh manis


“Waalaikumsalam.. Tuan Albarac”


“Yuk kita berangkat.. bentar lagi mereka sampai”


Mereka pun melaju menuju bandara halim


“Lah mas kok ke halim?” Tanya kalula


“Ya emang mereka landing di halim”


“Hmm bukannya klo dari luar negeri landing biasanya di soekarno ya?”


Rezza pun hanya menjawab dengan senyuman saja, dan membuat kalula kesal karena di cuekin Rezza.. tak lama mereka pun sampai di bandara.


Kalula dan Rezza pun masuk dan sudah di sediakan mobil untuk ke area parkir pesawat, dalam hati kalula binggung perasaan ngejemput orang di bandara gak gini-gini banget..


Kalula pun melihat banyak sekali jet-jet pribadi milik orang indonesia yang teparkir disini.. ada 1 jet pribadi yang baru landing ada namanya Albarc dan mobil yang mereka pakai pun berhenti sebelah Jet Pribadi itu dan banyak sekali pria berjas hitam makin lah kalula dagdigdug..


“Hey, kamu kenapa?” Ucap Rezza


“Siapa mereka?”


“Mereka ini Pengawal”


Pintu pesawat pun terbuka, mereka menyiapkan untuk jalan kursi roda dan terlihat ada daddynya Rezza dan Kakeknya yang keluar terlebih dahulu. Rezza pun langsung lari menyambut mereka dan mengambil alih mendorong kursi roda kakeknya, 3 laki-laki itu menghampiri Kalula.


“Grandpa, daddy.. ini Kalula. Kalula Almeera Malik. Dia wanita yang Rezza cintai” ucap Rezza


Kalula pun Kaget dengan pernyataan Rezza dan pipinya pun memerah.


“Hallo Kalula.. senang bisa berjumpa dengan mu” ucap Kakeknya Rezza


Kalula pun langsung mencium tangan Pak Arya daddynya Rezza dan Kakeknya Rezza..


Rezza pun mencari sosok ibunya..


“Mana Mommy?”


“Mommy mu masih di dalam jet, entah lah. Mungkin lagi balasin chat teman-temannya dulu” ucap pak arya


Dan tak lama Bu naina pun keluar dari jetnya,


“Hallo, apakah ada yang membicarakan saya?” Ucap Bu Naina yang masih berdiri di jet dan turun menghampiri mereka


Rezza pun menghampiri ibunya dan memeluknya dengan erat


“Mom.. miss u” ucap Rezza betapa Rezza sangat merindukan Ibunya. Kalula pun belum sadar dengan ke hadiran sang nyonya besar dari Keluarga Albarac dia gugup, terus menundukan kepala dan berkeringat.


“Mom ini Kalula. Yang Rezza Ceritakan” ucap Rezza


“Hallo Kalula” ucap Bu naina


//ayo dong Kal. berani gak boleh takut// bathin Kalula


“Assalamualaikum tante” kalula pun memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya.. dan mereka berdua pun kaget


“KAMUU??” Bu naina dengan nada yang kaget


Kalalu pun tak percaya apa yang dia lihat ini.. Rezza pun Binggung, juga ayahnya dan kakeknya..


kalula pun langsung tersenyum dan bu naina langsung memeluk kalula


“Ya ampun ternyata kamu nak..” ucap bu Naina


“Ibu apa kabar?” Tanya Kalula


“Saya baik.. kamu gimana? Saya tak menyangka pertemuan kali ini.. ini benar-benar yang saya harapkan. Saya bahagia melihat kamu lagi”


“Ibu sungguh berlebihan. Saya baik juga bu. Gimana kaki ibu sudah baikan?”


“Sudah, lagian itu sudah lama sekali. Tapi saya selalu ingin bertemu kamu kembali karena kamu penyelamat saya”


“Tunggu.. tunggu sebenernya kalian udah kenal? Atau gimana nih?” Ucap Rezza


“waktu Mommy mau ke London nyusulin Daddy, mommy mampir ke toko kue dan mau membeli beberapa kue pas mommy mau menyebrang hampir Mommy ketabrak sama sepedah motor yang ugal-ugalan. Tapi akhirnya Gadis ini yang menolong mommy kaki mommy cuman terkilir aja karena kaget”


“Tunggu deh.. rezza inget sesuatu, berarti waktu kamu terlambat itu habis nolongin mommy mas?” Ucap Rezza


“Sebelum kejadian mas, mengotorin baju saya dijalan” ucap Kalula


“Gimana kalian ngobrolnya di rumah saja sambil makan siang?” Ucap Pak Arya


“Let’s go” ucap Bu Naina


Bu Naina pun mengikut mobil Rezza dan Pak Arya dan Kakeknya Rezza mengunakan mobil dan supir Pribadinya. Di susul oleh beberapa pengawal mereka, karena mereka itu orang-orang kolomerat wajar mereka harus butuh pengawalan yang ekstra.


Sampailah di Rumah Kediaman Albarack rumah yang mewah dengan konsep gabungan antara Klasik dan moderen perpaduan yang keren banget untuk rumahnya dengan halaman yang luas mobil pun di taronya di basment sungguh rumah yang sangat besar. Tidak seperti rumah-rumah orang kaya lainnya yang hanya bangun rumah seperti istana. Tapi ini jauh lebih dari unik..


Dan beberapa bodyguard yang tadi membuka kan pintu mobil dan mereka pun turun dari mobil.


“Ayo masuk sayangku, kamu tidak usah gugup gitu” ucap bu Naina


“Kal kamu baik-baik saja kan?” tanya Rezza


“Hmmm.. ya aku baik-baik saja” Kalula tersenyum kaku


Mereka pun masuk, bu Naina mengandeng Kalula terus tidak mau lepas..


Kalula pun sangat takjub melihat isi dalam rumahnya, pas masuk rumah mereka di suguhin lukisan besar seorang wanita yang sangat cantik di dinding ruang tamu.. kalula pun sangat terpesona melihat kecantikannya..


“Itu ibu mertua ku” ucap Bu Naina


“Iya, nenek mertua mu”


“Masya Allah, Beliau Cantik sekali”


“Dan yang melukisnya Ayah Mertua ku.. jadi lukisan ini dari mereka muda, sebelum adanya Daddynya Rezza”


“Oh yaa? Lukisan yang sangat indah”


Pak Arya dan Kakeknya Rezza pun sampai.. Rezza yang dari tadi sibuk telepon akhirnya pun menghampiri mereka dan mendorong kursi roda kakeknya.


Seorang pelayan pun datang


“Tuan, Nyonya makanan sudah siap” ucap pelayan


“Baik.. ayo semuanya kita makan bersama” ajakan bu naina ke ruang makan.


Bener-bener rumah bak istana tapi dalam model yang berbeda.. ruang makan yang besar dan dekorasi yang unik.


“Nikmati makanan mu Kalula” ucap Kakeknya Rezza


“Terimakasih”


Mereka pun makan dengan tenang tidak seperti di rumah kalula makan sambil bicara dan bercanda. Perbedaan yang jauh sekali, sesekali Rezza pun melirik Kalula takut ia merasa tak nyaman dengan suasana seperti ini.


Tiba-tiba ada yang datang menghampiri ruangan makan


“Hallo Semuanya” ucap seorang gadis cantik, modis dan berpenampilan sexy, sontak semuanya kaget sekali melihat gadis itu, kecuali Kalula dia sadar dia pernah melihat gadis itu bersama Rezza pas Acara fashion shownya.


“Sandra, ada perlu apa kemari?” Tanya bu Naina


“Tante apa kabar? Aku kangen tante” gadis itu langsung mencium pipi kanan dan kiri bu naina, ke Pak Arya juga dan hampir ke Rezza, karena Rezza langsung menghindari gadis itu. Ya gadis itu Sandra Winata Santoso gadis yang sempat di jodohkan dengan Rezza.


“Hey, Rezza kenapa?” Sandra kaget dengan Rezza yang menghindarinya. Menurut sandra itu hal biasa.


“Maaf Sandra” ucap Rezza


“Why? Biasanya kita berpelukan. Gpp kan?”


“Itu dulu, sekarang lain”


“Oke baiklah. Kan kita bentar lagi akan menikah” ucap sandra dengan tanpa basa basi. Kalula pun Kaget dan tersedak air minumnya. Rezza pun langsung lari menghampirinya, dengan meja makan yang luas dengan 10 kursi duduk kalula dan Rezza memang duduk berhadapan.


“Kal kamu gpp?” Tanya Rezza


“Sayang kamu baik-baik saja?” Tanya Bu naina


“Aku baik-baik saja, aku mau ke toilet dulu. Permisi” Ucap Kalula berdiri dari tempat duduknya, ia menanyakan toilet ke para pelayan disitu.


“Sandra kamu gak usah bicara macam-macam ya” ucap kesal Rezza


“Lah memang benar kan om? Om sendiri kok yang bilang” ucap Sandra mengalihkan ke Pak Arya


“Maaf Sandra, om batalkan perjodohan kamu dengan Rezza karena Rezza sudah punya Calonnya sendiri” ucap om Arya


“Lah om gak bisa gitu dong om” Ucap kesal Sandra


Rezza pun pergi menemui Kalula yang dari tadi tak kunjung datang ke ruang makan.


Tok.. tok..tok


“Kal kamu lagi apa?” Ucap Rezza


Rezza pun mendengar isak tangis dalam Toilet


“Kal buka pintunya, atau saya dobrak” ucap Rezza panik karena mendengar tangisan kalula, kalula pun membuka kan pintunya. Dia diam dengan mata yang merah habis menangis.


“Kal, maaf ini bukan seperti yang dia ucapkan” ucap Rezza memegang tanggan Kalula.


“Dia calon istrimu yang sesungguhnya kan? Buat apa aku disini? Aku seperti di permainkan!” Ucap Kalula penuh Amarah


“Kal, dia bukan calon isti saya. Calon istri saya ya kamu satu-satunya” jelas Rezza


“Terus yang dia katakan apa? Toh aku pernah liat kamu berpelukan waktu itu sama dia kan. Kamu bilang dia anak temen ayah kamu, Tapi sebenernya dia calon istri kamu. Dia cantik, dan anggun cocok sekali dengan mu dan dia juga anak orang kaya seperti mu. Aku apa?? Aku gak lebih dari dia makannya kamu mempermainkan aku” ucap kalula menangis


“Kal, dia bukan siapa-siapa. kamu lebih cantik dari dia, cantik luar dalam malah. Saya menyukai kamu karena kamu sangat mandiri, kalau kamu di bandingkan dengan dia jauh lah. Kamu lebih kaya dari dia kamu menghasilkan uang sendiri tapi dia mengandalkan ayahnya. Saya menyukai kamu apa adanya. Oke, saya jelasin sama kamu. Tapi kamu gak usah nangis lagi oke” rezza pun menghapus air mata Kalula


“Jelasin apa ?”


“Ikut saya dulu”


Mereka pun kembali ke ruang makan, terlihat masih ada seorang sandra dan dia menatap terus Kalula dengan sinis.


“Maaf ya Sandra, saya sudah punya Calon Istri ini Calon Istri saya. Saya tidak pernah menyetujui perjodohan saya dengan kamu. Jadi saya mohon untuk kamu meninggalkan rumah ini” ucap Rezza tegas


“Rezza kamu jangan bercanda.. kita mau menikah kok.. heh, perempuan kamu jangan rebut calon suami gw dong..” Sandra pun mendorong Kalula, Rezza pun sigap untuk menahan Kalula agar tidak Jatuh. Bu Naina pun langsung menghampiri Kalula.


“PERGI DARI RUMAH SAYA!!!” Teriak Bu Naina


“Ta... tante” ucap Sandra kaget dan langsung pergi meninggalkan Rumah Kediaman Albarck.


“Kamu tidak apa-apa kal?” Ucap Rezza


Kalula pun membalas hanya senyuman.


Kakek yang dari tadi hanya menonton pertunjukan itu akhirnya angkat bicara


“Maaf atas kejadian yang kurang mengenakan ini nak, semua ini diluar dugaan kami. Arya, jelaskan semuanya. Agar kalula tidak binggung” ucap kakek


“Iya dad, maaf atas segala kejadian ini Nak. Ini salah saya telah menjodohkan Rezza dengan Sandra tanpa sepengetahuan Rezza. Sandra anak sahabat saya Winoto Santoso, beliau juga kerja di perusahaan kami. Maaf nak ini bukan kesalahan Rezza” ucap pak Arya


Kalula pun terdiam karena masih syok terdorong oleh sandra. Bu Naina pun membawa Kalula ke ruang Keluarga untuk merelekskan pikirannya.


“Sayang kamu baik-baik saja?” Ucap Bu Naina


“Iya aku baik-baik saja. Terimakasih bu” ucap Kalula


“Jangan pangil ibu yah, panggil Mommy aja. Mommy senang punya anak perempuan seperti kamu”


“Mom, boleh kah aku peluk mommy?”


Bu Naina pun sangat bahagia dan terharu ia pun menganguk dan langsung memeluk tubuh mungil Kalula.


Rezza pun yang sudah selesai menelepon karena urusan kantor, tak sengaja meliha moment yang mengharukan itu.


“Mom, kal..” ucap Rezza


Bu naina dan Kalula pun menoleh ke Rezza dan melepaskan pelukannya


Pak Arya pun datang keruang keluarga itu dan langsung duduk di sofa.


“Rezza kamu mau berdiri disitu saja” ucap Bu naina


“Ahhh, yaa.. grandpa mana dad?” Ucap Rezza sambil duduk


“Lagi istirahat dulu.. gimana kamu sudah mengurus semuanya?” Ucap pak arya


“Tinggal daddy yang urus, saya sudah buka kan jalannya”


“Kenapa harus daddy? Kamu saja”


“Karena saya gak enak dia kan sahabat daddy”


“Gpp. Dia juga sudah sadis sama kita”


“Baiklah Rezza akan menghabisinnya”


“Tunggu kalian bicara apaan sih?” Ucap Bu Naina penasaran


“Winoto dia korupsi uang-uang kita selama dia ngurusin perusahaan di indonesia. Huntungnya anak kita pas masuk perusahan dia detail dan selidiki masalah-masalah di perusahaan. Sebenernya grandpa juga ikut menyelidikin terus perkembangan perusahaannya jadi beliau juga tahu winoto. Rezza sedang memberi hukuman yang setimpa” ucap pak arya


“Begitu kah??? Kejam sekali dia selama bertahun-tahun di kasih kepercayaan dia mau merusak perusahaan kami” ucap Bu naina


Bersambung