My Partner To Jannah

My Partner To Jannah
Amerika



Amerika, Kediaman Albarac


Terlihat seorang wanita paruh baya sedang menyiap kan persiapan untuk menyambut ke datangan putranya.. para pelayan pun sibuk menyiapkan makanan dan merapihkan kamar putranya.. yap, dia adalah mommynya Rezza Nyonya Albarac sesungguhnya yang bernama Naina Marcelia Putri.. jelas wanita paruh baya ini memiliki rupa yang begitu cantik dan mempesona.


“Mom.. sibuk sekali sih” suara pria paruh baya itu dan memeluk Ibu Naina dari belakang, yaitu suaminya William Arya Albarac Ayahnya Rezza.


“Dad !!! Hmmm.. malu nti ada yang liat” terkejutnya Ibu Naina dan melepaskan pelukannya


“Biakan ini kan rumah saya, lagian mom sibuk sekali kan cuman Rezza yang dateng”


“No dad, Rezza bawa seseorang”


“Jangan bilang Wanita itu”


“Ayolah dad, Rezza bukan Siti Nurbaya yang harus di jodoh-jodohin. Dad mau Rezza gak nikah-nikah?”


“Ya enggak sih. Tapi saya sudah berjanji sama Winoto, untuk menikahkan Rezza dan Sandra”


“Mom gak setuju klo Rezza sama Sandra. Sandra itu manja dad, suka hura-hura.. wanita ini baik kok ini di kenalin sama farida dan kata Farida dia wanita baik-baik sekali dad, ayolah”


“Hmmmm.. dad gak enak sama winoto mom”


Seorang pria tua datang


“Uhuk.. uhuk..” batuk pria tua itu


“Dad” pak william sambil berlari dan menuntun pria tua itu untuk duduk, yah dia adalah kakek dari Rezza dia orang Amerika Asli dan menikahin Neneknya yang orang indonesia jadilah William yang belasteran, rupanya ga kalah ganteng dari Rezza dan gagah sekali.


“Dengarkan istri mu, jangan mengatur-ngatur pernikahan cucuku.. dia mau mengenalkan cucu menantu ku. Rezza banyak berubah setelah mengenal wanita itu.. jangan kau jodoh-jodohkan sama siapa itu? San.. sandra itu. Kau dan istrimu pun bukan hasil perjodohan kan.. biarkan cucuku memilih pilihannya”


“Tapi dad...” Pak William sedikit memelas


“Batalkan perjodohan itu, atau aku batalkan kau jadi ahli warisku!!”


“Baiklah dad”


“Menantu kau siapkan semua makanan terenak ya, calon cucu menantu ku akan tiba” ucap kakeknya Rezza senang


“Siyap Dad” ucap Bu Naina dan langsung pergi ke dapur


“Jauhi Winoto, menurutku dia tidak baik ada di dalam perusahaan.. anaknya pun dia ingin masukan ke keluarga kita”


“Dad, dia dan aku sahabatan”


“Tidak dengan dia, dia musuh dalam selimut.. Selidiki dia saja kalau kamu tidak percaya” kakek Rezza langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke kamar.


Pak William bingung dengan ucapan-ucapan ayahnya tentang sahabatnya..


//apa benar Winoto seperti itu? Harus aku selidiki// bathin William


Beberapa jam pun tiba


Rezza dan Kalula sampai di Bandara Amerika. Dan Rezza pun melihat supir kediaman keluarganya.


“Assalammualaikum pak imam”


“Waalaikumsalam, masya Allah den Rezza”


Pak imam supirnya Rezza pun kaget karena Rezza mengucapkan salam pertama kalinya dan menyapanya dengan lembut. Tidak seperti biasanya dia yang angkuh dan galak. Ngomong sepatah kata pun enggak, sekali ngomong bentakan yang ada.


“Oiya pak imam ini kenalin calon Nyonya Albarac” Rezza pun mengenalkan Kalula pada pak imam


“Assalamualaikum Nyonya”


“Waalaikumsalam pak imam, jangan panggil Nyonya pangil Kalula saja”


“Aduh non, saya mana berani hehe.. oiya ngomong-ngomong sudah di tungguin sama nyonya. Mari masuk mobil den, non”


Pak Imam masih orang Indonesia dia sudah mengabdi jadi supir di keluarga Albarac sejak dia masih muda, istri dan anaknya pun selalu di tanggung kebutuhannya sama keluarga albarack dan menetap di Amerika mengikutin kakeknya Reza.


Mobil pun melaju menuju rumah kediaman Albarack..


“Lanjut pulang aja lah pak, kasian kalula cape” sahut Rezza


“Baik den”


Kalula pun dari tadi sudah terlelap tidur karena perjalanan yang panjang


Mereka pun tiba di tujuannya yaitu Rumah kediaman Albarack


“Kal, bangun sudah sampai”


“Ahh, astagfirullah.. aku ketiduaran ya mas. Maafin yahh.. padahal aku niatnya mau liat2 kota Di L.A”


“Masih ada hari esok, nti kita jalan2 sepuasnya ya”


“Wah seriusan mas?”


“Iya beneran.. ayo kita masuk dulu”


Kalula pun terdiam dan ragu untuk masuk, rezza pun heran


“Kenapa?” Tanya Rezza


“Mas, mom dan daddy orangnya gimana? Grandpa gimana? Aku ko takut ya”


“Tenang ada mas disamping mu, mom orangnya welcome kok”


“Hmmm.. baik lah. Kata Bu Farida juga gitu sih.. tapi aku gugup. Takut mereka gak suka sama aku”


“Tenang, mereka pasti suka dengan apa yang di pilih saya. Yuk, pegang tangan saya”


Kalula pun menghela nafas dan berpegangan tangan dengan Rezza dan sebelum pintu di buka, pas di dpn pintu Kalula dan Rezza mengucapkan


“Bismillahirahmanirahim” secara bersamaan


Pintu pun di buka oleh para pelayan yang menyambut kami.. tak terhitung ada berapa pelayan disana yang sedang menyambut mereka.. rumah megah, dan besar ini sering disebut sebagai mension house


“Masya Allah” ucap kalula terpesona melihat mension megah ini



Mereka pun jalan menuju lobby rumah


“Mas, ini kaya lobby hotel yah gede bgt dan mewah bgt ini” ucap Kalula


Dan dari arah tangan ada yang menuruni tangga sepasang suami istri yang sudah paruh baya yang tak lain mom dan daddynya Rezza giliran menyambut mereka.


“Selamat Datang Anakku” sambut hangat dari Ibu Naina sambil memeluk Rezza.. Mata kalula masih terpaku sama lukisan yang ada di dingding, lukisan seorang wanita yang begitu cantik walau hanya dalam lukisan.


Rezza pun baru sadar bahwa kalula tidak ada di sampingnya.


“Wait mom” ucap Rezza


Rezza pun menghampiri Kalula yang dari tadi menatap Lukisan sang Nenek


“Kal ih ayo, itu mom dan daddy nungguin kamu”


“Astagfirullah, maaf-maaf”


Mereka pun menghampiri mom dan daddynya Rezza yang sedang asik mengobrol berdua


“Mom dad, ini kenalin Kalula” ucap Rezza


Naina dan William pun langsung menoleh ke arah Kalula


“KAMU” Seru bu Naina


“IBU” kalula pun Kaget dengan bu Naina