
Setelah mengantar kan umi dan abi pulang, Rezza pun mengajak Kalula untun pergi dengannya.
“Kal, jalan yuk?” Ajak Rezza
“Kemana pak?”
“Mangilnya jangan pak dong emang saya bapak kamu apa? Panggil REZZA!!”
“Ba..Baiklah Rezza”
“Gimana mau jalan gak ?”
“Kemana? Terus mobil saya gimana?”
“Ke Cafe temen saya yuk. Mobil biarin aja titip pak ustad sama umi salma, nanti besok kamu saya jemput buat ke butik, gimana?”
“Eh, klo gitu merepotkan dong Za biarin Damar aja yang ambil besok pagi dan saya pake Ojek Online aja”
“Merepotkan ? Enggak tuh. Masa menjemput calon istri sendiri merepotkan malahan senang”
Ucapan Rezza buat Kalula tersipu malu dan pipinya berubah menjadi merah seperti tomat.
Mereka pun bergegas pergi dengan mobil mewah Rezza yang berwarna hitam
Sampailah di Cafe Atmosfer milik temannya Rezza yang bernama Erick
Erick melihat Rezza dan langsung menghampiri Rezza yang sedang bersama Kalula
“Haii Broooo, apa kabar lo?” Sapa Erick
“Fine Broo, lo gimana?”
“Fine juga gw, kebetulan bgt lo ada disini. Gw punya menu baru dan gw minta pendapat lo bro”
“Waah, makan gratis nih”
Erick baru menyadari bahwa Rezza tidak datang sendirian melainkan bersama wanita cantik.
“Wah siapa nih Bro, cantik bener. Kenalin dong ? Kali aja kita jodoh kan”
Rezza hampir kesal karena ucapan temennya
“Sorry Bro, cewe ini udah ada yang punya. Kenalin ini Kalula Calon Nyonya Albarack”
Kalula langsung menatap Rezza, ia begitu tegas memperkenalkan dirinya sebagai Calon Nyonya Albarack yang membuat kalula tersipu malu dan salah tingkah
“Serius Bro??? Lo mau nikah? Selamat ya bro”
“Oiya Gw lupa Bro.. yuk silahkan yuk duduk dulu. Gw bawain menu yang tadi gw ciptain ya belum launching, special untuk kalian berdua” erick lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.
“Itu temen mu Za?”
“Iya temen saya, eh kayanya ga enak deh mangil Rezza.. hmmm gimana klo mas?”
“Hmmmm.. gak terlalu buruk hehe”
“Kamu mau makan yang lain gak?”
“Hmmm.. gak perlu mas” sambil malu malu
Rezza pun ketika mendengar Kalula mangil Mas ada rasa-rasa “dagdigdugderrr” di hatinya. Lalu suasana pun berubah jadi canggung..
Erick datang membawakan makanan yang dia sediakan untuk mereka berdua, Dan menghidangkannya diatas meja mereka.
“Tarraaaaa.. menu baru dari Chef Erick”
Yapp, Erick itu seorang Chef masak memasak itu keahliannya dari remaja. Rezza selalu jadi Kelinci percobaan semua masakan Erick, Mau tidak enak atau Enak Rezza harus orang utama yang mencicipinnya.
“Waaaw, ini kelihatannya enak sekali ka Erick” ucap Kalula
“Mari silahkan di Nikmati, ini pertama kalian mencobanya. Biasanya Orang pertama mencicipin adalah Rezza. Iya kan Boskuuh?”
“Baik.. baik.. klo tidak enak gw tutup cafe mu rick”
“Silahkan, artinya lo rugi juga boss”
Kalula sangat menikmati makanan yang dibuat Erick
“Ini Enak sekali kak.. mmmm”ucap Kalula Heboh dengan makanannya
“Pelan-pelan sayang” ucap Rezza
Membuat Kalula malu di depan Erick dan langsung menatap Rezza
“Haha, benarkah itu Nyonya Albarck? Makanannya sangat lezat kan??” Ucap erick sangat senang
“Hmmm.. iya ini enak sih. Cuman kayanya kurang porsinya untuk kami. Bisa anda sediakan lagi? Sepertinya calon istri ku sangat menyukainya, apa sesudah kami menikah anda mau jadi juru masak kami?”
“O G A H” seru Erick sambil pergi untuk menyediakan makanan lagi
Kalula ketawa terbahak-bahak melihat kelakuan mereka berdua. Mereka pun menikmati makanannya tanpa ada satu patah pun ucapan yang keluar dari mulut mereka, karena mereka sedang malu-malu untuk memulai percakapannya.