
Pagi telah datang,membuat semua makhluk hidup terbangun dari terlelapnya semalam,begitupun hyeah yang terlihat meregangkan tubuhnya
"Sejak kapan kasurku lembut seperti ini?" Serunya
"Jelas lembut itu kasurku" taehyung yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi pinggangnya dengan rambut basahnya.
Hyeah mendengar suara itu membuka matanya lebar lebar
"Tae-taehyung ssi,kenapa ka-kau ada dikamar ku?"
"Huh kamarmu?,hei hyeah ssi lihat baik baik ini kamarmu bukan?"
Hyeah melihat sekelilingnya dan ya ini bukan kamarnya, lagi-lagi ia terkejut melihat pakaian yang berserakan dimana-mana.
"Tae-taehyung ssi,a-apa kau melakukannya?"
Taehyung mendekat kearah hyeah
"Iya,dengan kondisi kamu semalam seperti itu,ya harus digimanain lagi?"
Deg.
Air mata hyeah mengalir sangat deras,ia membuka selimut dan iya mengenakan pakaian taehyung?
"Hey,kenapa kau menangis?,terharu?"
"Ha? Kau bilang aku terharu?,kau fikir aku menginginkannya?,kau fikir aku menikmatinya?,oh ya semalam aku tidak sadar jelas itu seperti orang yang menikmati bukan?"
"Hei,apa maksudmu?,aku tidak mengerti"
"Taehyung ssi, jangan pernah kau anggap akuĀ seperti wanita yang sering kau bayar itu ya!"
Hyeah mengambil pakaiannya dan berlari ke kamar mandi lalu pulang begitu saja.
Ini benar benar membuat hyeah stress,seharian dia hanya menangis didalam kamarnya menyalahkan dirinya sendiri. Apa kata kedua orang tuanya jika mereka tahu,bahwa dia sudah melakukan hal menjijikan seperti itu?, bagaimana jika dia mempunyai kekasih nantinya,dan mengetahui hal itu?. Fikirannya benar-benar kacau-disaat ia lelah menangis ia akan tertidur dan disaat ia terbangun akan menangis kembali.
Taehyung memasuki ruangannya dengan sangan gagah. Ia pesonanya membuat siapa pun jatuh hati melihatnya. Duduk dikursi kebesarannya dan melakukan pekerjaannya selayaknya CEO muda. Entah apa yang ada difikiran taehyung hingga ia tidak bisa konsen akan pekerjaannya. Menutup semua berkas melepas kacamatanya dan memijat tulang hidungnya-membuat ia begitu tampan.
"ARGHHHH!!, Kenapa pekerjaan ini begitu menyebalkan" Taehyung merogoh kantung celananya mengambil handphone dan menelpon jungkook.
"Yeoboseo... yak! Jungkook-ssi cepat keruanganku sekarang" printahnya lalu mematikan sambungan tanpa menunggu jawaban yang ada disebrang sana.
Tak lama kemudian jungkook masuk,segera duduk disofa sebari meminum susu pisangnya itu.
"Ada apa hyung?"
"MWO?"
"Kau tidak dengar?,batalkan jadwalku sekarang"
"Tapi sekarang ada meeting dengan ceo xiauwu hyung yang dari singapur"
"Ku bilang batalkan" printah taehyung lalu pergi meninggalkan jungkook
Taehyung berjalan memasuki mobilnya dan mengendarainya dengan lanju yang tidak terlalu kencang. Iya membuka satu kancing bajunya yang berada dibagian atas,dan menarik dasinya,ia membawa mobilnya entah kemana.
Park hyeah siang ini ia harus mengeprint semua hasil naskah yang akan diterbitkan diluar kantornya,karena printan yang ada dikantornya mengalami kerusakan. Dengan sangat terburu-buru ia berjalan keluar kantor dan mencari toko printan terdekat. Disaat berjalan tiba tiba langkahnya terhenti dengan wajah bingungnya ia berkata.
"Ini sudah musim semi memangnya? Kok bunga sakura sudah bermekaran?"
Dasar park hyeah bodoh! Musim semi sudah terjadi satu minggu yang lalu oh astaga ada apa dengan mu?.
Kim taehyung memasuki sebuah kedai makanan yang bisa dilihat sangat sederhana.
"Eoseo wasseoyo" terlihat ajhuma menyapa seseorang yang masuk ke kedai miliknya,taehyung hanya tersenyum dan sedikit membungkuk. Lalu ia mencari tempat duduk favoritenya.
Tunggu tempat favorite?
Iya taehyung sering datang kesini hanya untuk memesan 1 Jjajangmyeon. Dan dia sudah mempunyai tempat duduk favoritenya di kedai ini,yaitu di pojok sendiri-berbeda dengan tempat duduk yang lainnya,di tempat yang taehyung duduki sekarang mengarahkan pemandangan sungai kecil dan bunga sakura diluarnya. Tidak seperti yang lainnya mengarahkan ke jalan raya.
"Nah ini pesanannya tuan"
"Terima kasih" taehyung mengambil sumpitnya dan mengaduk Jjajangmyeonnya disaat ia ingin menyuap ia melihat seorang wanita aneh diluar sana. Ia menaruh lagi sumpit yang sudah ia pegang dan mengamati wanita itu.
Hyeah berjongkok dan mengambil satu persatu bunga sakura yang sudah berjatuhan itu dan menaruhnya didalam totebag yang ia bawa,sesekali ia juga mencium aroma bunganya. Bahkan setiap orang yang melewatinya memandangnya dengan aneh. Hyeah tau itu tapi ia tidak perduli yang penting ia tetep memungut bunganya.
Taehyung hanya mengerutkan keningnya,sesekali ia tersenyum kecil melihat kelakuan wanita itu.
"Dia wanita bodoh dan aneh ternyata"
Taehyung melanjutkan makannya dan sesekali melihat hyeah yang masih saja asik disana.
"PARK HYEAH!" Teriak minso rekan kerjanya. Hyeah hanya menutup kedua telinganya dengan tangan.
"Bisa bisanya kamu lupa ngeprint kerjaan kamu untuk-untuk bunga sakura ini? Astaga hyeah"
"Maaf...maafkan aku minso cantik ,besok aku akan print deh sekarang aku harus membuat beberapa puisi untuk dikirim ke vante crop"
"Ihhhhhjhhhhhhh hye kamu menyebalkan,sini biar aku aja yang pergi ngeprint" minso mengambil flashdisk di tangan hyeah dan berjalan meninggalkan hyeah sebari menghentakan kakinya.