MY PAIN (KIM TAEHYUNG)

MY PAIN (KIM TAEHYUNG)
2



Gedung yang sangat tinggi bahkan mempunyai 30 lantai, perusahaan seniĀ  terpengaruh yang ada dikorea selatan "VANTE" itulah nama brand seni yang ada diperusahaan itu perusahaan yang menjual berbagai macam seni.


Pria tampan dengan rambut gray gelap,tinggi,berkulit tan berjalan memasuki gedung semua orang membungkuk disaat dia lewat.


Dia memasuki ruangan kerjanya duduk dan membuka semua berkas.


"Hyung kenapa kita tidak mengambil musik untuk seni berikutnya?"


"Musik?"


"Iya musik bisa membuat suatu karya yang bagus"


"Maksudnya?"


"Ah hyung,musik bisa membuat semua orang jatuh kerena penghayatannya,bayangin jika kita memproduksi lagu lagu keren?,untungnya akan sangat besar"


"Akanku pikirkan"


"Baiklah"


"Jung, cepat buat jadwal aku dengan yoongi hyung."


"Yoongi hyung?"


Taehyung hanya mengangguk seraya membaca kertas yang ia pegang, ya pria pemilik perusahaan seni itu adalah taehyung "KIM TAEHYUNG".


"Sepertinya kita akan untung besar kook"


"Maksud hyung?"


"Lihat saja" dia hanya tersenyum kecil.


##


Duduk melihat burung diatas pohon disaat waktu istirahat tiba adalah hal terindah bagi hyeah,disaat waktu itulah dia merasa nyaman,dia bisa membuat berbagai karya seperti puisi atau sajak sajak indah. Iya itu adalah bakat terpendam yang hyeah punya,maka dari itu dia bekerja di penerbit buku.


"Hye...hyeah!" Minso berlari menghampiri hyeah


"Ada apa?"


"Kau tahu perusahaan vante sedang membuka lowongan pekerjaan untuk porduser musik"


"Lalu?,kenapa kamu memberi tahuku?"


"Kau tidak ingin mencoba melamar disana?"


"Aku bukan komposer musik so"


"Tapi kamu pandai membuat puisi hye"


"Tidak ada hubungannya dengan puisi" jawab hyeah lalu pergi meninggalkan minso di taman.


Karena hari ini pekerjaannya tidak terlalu banyak hyeah pulang cepat,sebelum pulang ke rumahnya dia berniat untuk pergi kesuatu tempat yang sudah ia list. Dulu cita cita hyeah jika ia bisa bekerja di seoul dia ingin pergi ke semua tempat yang berada di seoul bahkan ia sudah membuat daftar tempat wisata di seoul,memang konyol dan begitu norak tapi itulah hyeah.


'Akankah aku bisa menemukan mu?


Jujur aku masih mencarimu..


Tetapi hingga saat ini aku bahkan


Belum menemukanmu'


"Drett..drett" handphonenya berbunyi ia bergegas merogoh tasnya lalu mengangkat telfon


"Yeoboseo"


"Hye apa kabar?"


"Baik yeol,bagaimana dengan kamu?"


"Aku baik,kapan kamu pulang?"


"Ah...aku belum tahu,aku masih betah disini"


"Apa kau sudah mempunyai kekasih?"


"...."


"Sial! Kau belum juga mempunyai kekasih hye?"


"Ah,kenapa kau sangat cerewet sih!"


"Hye.. sampai kapan kamu menunggu pria hayalanmu ha?, itu pria halusinasi hye kamu tidak akan mendapatkannya didunia nyata!"


"Iya...iya sudah cukup"


"Hye dengarkan aku,walaupun ada pria seperti hayalanmu belum tentu pria itu ingin bersamamu"


"Justru itu,aku akan membuat dia ingin bersamaku"


"Kau benar-benar sudah tidak waras hye"


Sambungan telfonpun sudah berakhir dan tidak terasa langit sudah menampakan senjanya,hyeahpun bergegas merapihkan bukunya lalu meninggalkan taman.


Karena dia terburu buru akhirnya ia menabrak seseorang hingga kertas yang berada dibukunya berantakan-ia memungut satu persatu kertasnya.


"Maaf...maafkan saya"


"Ah tidak apa apa" jawab pria itu. Dirasa sudah beres hyeah membungkuk dan kembali berjalan


"Hei tunggu barangmu terjatuh" pria itu berteriak tetapi tetap saja hyeah sudah jauh dari pandangannya.


Flashdisk dan satu lembar kertas yang tertulis 'akankah aku menemukanmu?' ya itu adalah milik hyeah..


Pria itu hanya tersenyum,dan melanjutkan jalan untuk pergi ke tempat parkir.