MY PAIN (KIM TAEHYUNG)

MY PAIN (KIM TAEHYUNG)
1



Hyeah tidak menyangka kerjaannya hari ini banyak dan harus membuatnya lembur-ia melihat arloji di tangannya melihatkan waktu sudah menunjukan pukul 00.00 itu waktu tengah malam,ditambah ia harus melewati jalan depan karena jalan biasa yang ia lewati ditutup karena perbaikan jalan, ia tidak suka melewati jalan ini karena banyak pria hidung belang-ya jelas melewati club malam.


Malam ini aku melewati sebuah club malam,aku sangat membencinya ah tidak tidak bukan membenci tempatnya,tetapi membenci orang orang yang berada didalamnya. Dulu aku suka lewat sini aku berharap bisa menemukan pria itu,haha iya pria hayalanku.....


Tetapi tidak..tidak ada pria yang aku cari selama ini. Bodoh memang mungkin aku sudah gila. Tapi hari ini entah kenapa perasaanku merasa aneh. Disaat aku belok dipertigaan jalan aku melihat sesosok pria gila menurutku. Ya jelas gila dia sepertinya ingin membuka pintu mobil tetapi malah memukul mukulnya. Awalnya aku masa bodo dengan pria gila itu, tetapi tiba tiba ada dua orang pria mendatanginya dan memukulnya.


Hyeah yang melihat pria itu dipukuli merasa kesal,ia menghampirinya.


"Yak!" Hyeah memukul mukul dua pria itu


"Hei,nona tidak usah ikut campur" jawab pria yang mempunyai tubuh gendut itu dan hyeah kena pukul dibagian pipinya.


"Pergi atau aku telfon polisi?"


"Silahkan kalau kau bisa,disini hanya kita berempat nona"


Hyeah mengingat sesuati didalam tasnya, ah iya pistol mainan iya iya pistol,hyeah bergegas membuka tasnya dan memegang pistolnya


"Pergi atau aku akan menebak kalian"


"Hah kau akan menembak kami menggunakan apa huh?"


"Tubuhmu?"


"Tubuh tubuh! pergi atau aku tembak kalian!" Jawab hyeah sembari menodong pistol di depan mereka beredua,pria itu ketakutan karena tidak mempunyai senjata mereka akhirnya mundur lalu segera menaiki mobil dan pergi.


"Hah dasar pria bodoh!" Seru hyeah,taehyung yang sekilas melihatnya tersenyum.


"Aduh kau tidak apa apa?,ah kau berdarah bagaimana ini"


"Apa kau bisa pulang sendiri?,ha tidak tidak kau mabuk dan terluka aduh yaudah ayo kau ikut aku pulang" lanjutnya.


Hyeah menuntun pria itu berjalan hingga sampai didepan rumahnya-ia merogok tas mengambil kunci pintu lalu membukanya. Hyeah menidurkan taehyung disofa lalu menyalakan lampu dan mengambil air dan sapu tangan.


Hyeah akhirnya bisa melihat wajah taehyung dengan jelas garis rahangnya,hidung,dan bibirnya


'Oh tuhan'.


Hyeah memeras sapu tangan itu dan membersihkan darah disekitar sudut bibir taehyung,dan dahinya


"Apa kau gila huh,iya memang kau gila. Ah kau merepotkanku saja!"


"Sudah selesai,istirahatlah kau boleh tidur di sofaku" lanjut hyeah lalu meninggalkan taehyung.


Hyeah mengganti pakaiannya lalu duduk dimeja belajarnya,mengambil buku dan pulpennya


Tuhan apakah itu dia?


Apa aku harus mengamininya atau tidak?


"Tuhan aku menyukainya"


##


Pagi sudah datang hyeah terbangun dari tidurnya,mengumpulkan nyawa yang belum masuk ditubuhnya,meraba raba nakas untuk mengambil satu gelas air putih.


"Ah...dapat" lalu ia meminumnya sampai habis.


Tersadar akan siapa yang ia bawa semalam-ia bergegas keluar kamar dan berlari kearah ruang tamu, tetapi nihil tidak ada siapa siapa disofa itu.


"Yak!,kau mencariku?"


"OMO..." hyeah terkejut mendapatkan taehyung yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya dan mengeringkan rambut menggunakan handuk yang lain.


"Yak,ada apa denganmu"


"Uh..handuk ini punyamu? Pantas saja bau,nih aku balikan" taehyung melempar handuk dikepalanya lalu ingin membuka handuk yang ia kenakan untuk bagian bawahnya


"Yak..yak... ka..kau mau apa yak!!"


"Ingin mengembalikannya kepadamu"


"Ka..kau tidak waras yak!"


"Yasudah aku pinjam dulu handuk baumu ini"


"Uh...dasar kau memang pria gila"


Mereka sama sama duduk berhadapan disofa,tidak ada yang membuka suara dari mereka,taehyung masih menggunakan handuknya sedangkan bagian atas dibiarkan terbuka memainkan ponselnya untuk bekerja. Sedangkan hyeah dia mengepal ngepalkan tangannya seolah olah ia kedinginan atau entahlah.


"Ya... kau tidak ingin kembali kerumahmu?" Tanya hyeah tetapi lawan bicaranya tidak membalasnya


"YAK!" Teriaknya


"Bagaimana aku ingin pulang huh,mobil dan pakaianku di club sialan itu"


"Pakai saja bajumu yang semalam"


"Sudahku buang"


"Aish..."


"Ah... kenapa tidak kau saja yang mengambil mobilku dan pakaianku untuk dibawa kesini?"


"Kau menyuruhku?"


Taehyung hanya mengangguk lalu kembali ke handphonenya.


"Pria itu benar benar gila!"


Hyeah berjalan menelusuri komplek untuk kembali ke club sialan itu.


"Akukan tidak bisa mengendarai mobil?"


"Akkkhhhhhhhkhhh" hyeah mengacak acak rambutnya dan menghentak hentakkan langkah kakinya.


Sesampainya di club itu, hyeah tidak menemukan mobil yang ia lihat semalam,hyeah mengelilingi parkiran itu tetap saja tidak ada mobil yang terparkir disini.


"Permisi paman,apakah melihat mobil hitam yang terparkir disini?"


"Ah...setengah jam yang lalu sudah ada yang mengambilnya"


"Si..siapa?"


"Aduh maaf nona saya kurang tahu"


"Ah baik terima kasih"


Hyeah kembali kerumah dengan rasa kesal,disaat hyeah sudah sampai rumah dan membuka pintunya,pria itu sudah tidak ada dipenjuru rumah.


Dan hyeah melihat sebuah amplop disaat ia membukanya isinya adalah uang senilai 1.000.000won dan tulisan "ini upah kau menampungku"


Hyeah yang membacanya segera melempar amplop itu.


"Memang dia kira ini tempat penitipan anak!,pria itu benar benar tidak tau terima kasih!!"


"Semoga tuhan tidak mempertemukan aku dengan pria seperti itu kembali!"