MY HUSBAND IS MY ENEMY

MY HUSBAND IS MY ENEMY
bab 7



Author


Hari ini Aldo ,Rini, dan juga Karin beberapa hari ini tengah disibukkan dengan kegiatan UAS, maklum UAS fakultas teknik sedikit lebih cepat daripada fakultas lain.


"Huftss kenapa sangat susah sekali,semoga gak ngulang."ucap Aldo yang baru saja keluar dari ruangan ujian sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal sedangkan Rini dan Karin hanya tersenyum melihat tingkah Aldo.


"Makanya belajar."ledek karin yang berada di belakang nya mendengar ucapan itu seketika Aldo pun langsung berbalik.


"Apa gue salah jurusan ya."ucap Aldo kearah dua sahabatnya


"Yaelah do baru aja semester satu udah ngerasa salah jurusan, ntar kalau udah semester 5 jangan pernah kepikiran jadi simpenan Tante Tante."cibir rini


"Kampret Lo Rini, eh tapi bagus juga sih nyari sugar mommy toh gue ganteng juga siapapun gak akan nolak sama pesona Aldo."celetuk Aldo yang memuji setiap inci tubuhnya, meskipun tidak salah juga sih Aldo memang terlahir sebagai laki laki rupawan dan tanpa berolahraga pun tubuhnya suda profesional bak atlet.


"Percaya diri tidak terlalu bagus juga, tau ah aku mau ke kantin."ledek karin Lalu kemudian memutuskan untuk pergi ke ke kantin karena perutnya sudah mulai keroncongan sedangkan Aldo dan juga Rini mengikuti langkah gadis itu dari belakang.


"Oh ya btw mau makan apa nih kalian yang nyari bangu gue yang pesen makanan."ucap aldo


"Gue telor sama kecap aja sih lagi gak mood makan yang lain."pesan Karin


"Kalo gue bakmi aja , oh ya gue ya nyari minum nya btw kalian minum apa??."tanya Rini kearah aldo dan juga Karin kali ini mereka sengaja berbagi tugas agar tidak kehabisan kursi pasalnya hari ini hampir semua fakultas istirahat secara bersamaan menyebabkan kantin secara otomatis ikut penu penuh.


"Gue es teh dan jangan terlalu manis."pesan aldo


"Kalo Lo Rin??."tanya rini


"Gue air putih aja tapi dingin."Pesan Karin kemudian mereka pun menjalankan tugas masing-masing Rini yang memesan minuman dan Aldo memesan makanan sedangkan Karin mencari kursi untuk memerak duduk i dan tak butuh waktu lama Karin,Aldo dan juga Rini menyelesaikan tugas nya.


"Sebelum makan berdoa dulu."tegur Karin yang melihat Aldo hendak menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Tau tuh Aldo, laper boleh berdoa jangan lupa ntar setan ikutan makan lagi."sindir Rini


"Iya ibu ibu berdoalah menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa mulai. Selesai selamat makan sahabat Rini dan juga Karin."ucap Aldo kemudian menyantap makanan yang ada di depan nya.


"Astaga Aldo Aldo."ucap Karin yang tertawa melihat tingkah Aldo bersamaan dengan Rini yang juga ikut menggelengkan kepalanya, setelah selesai makan mereka pun memutuskan untuk pergi ke salah satu restoran minuman kekinian yang cukup terkenal di pusat kota.


"Harganya agak mahal tapi lumayan worth it sih untuk rasanya."ucap Karin sambil mencoba minuman pesanan nya.


"Enak apanya ini mah kemanisan lebih enak juga kopi angkringan lebih murah lagi."gerutu aldo meskipun ia tetap meminum minuman itu menurut nya sayang kalau dibuang jika ia bisa memutar waktu lebih baik uang nya untuk ia beli nasi Padang di warung langganan nya.


"Dasar cowok gak bisa minum minuman enak."ejek Rini sambil menjulurkan lidahnya


"Apa sih namanya juga hemat, tau kan pepatah ini hemat pangkal kaya."ucap Aldo


"Lu mah bukan hemat lagi jatuhnya udah pelit sama perut hahaha."ledek rini,disela sela pembicaraan mereka tiba tiba Dimas Dateng entah darimana menghampiri mereka bertiga yang tengah asik tertawa.


"Kenapa telfon gue gak diangkat!!."ucap nya kearah Karin dengan nada yang tidak menyenangkan, mendengar itu seketika Karin kemudian mengecek ponselnya dan ternyata dalam keadaan batrai habis.


"Maaf batrai gue habis emang ada apa nyari gue??."Tanya Karin


"Gak ada apa, ini ada pesanan dari mama untung gue ketemu Lo disini jadi gue gak perlu repot-repot kesana lagi."ucap Dimas kemudian menyerahkan kantung kecil kearah Karin kemudian pergi begitu saja.


"Udah kek jalangkung aja tuh anak datang tak diundang pulang tak diantar."cibir Aldo yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dimas.


"Itu bukan nya cowo yang kemarin Rin, kenapa Lo sekarang akrab sama dia??."tanya Rini penasaran karena mendengar cerita Karin kemarin jelas jelas mereka seolah seperti musuh bebuyutan.


"Syukur lah berarti kesempatan gue buat Deket sama Karin lebih besar." batin Aldo , sedangkan dilain tempat terlihat Dimas yang tengah berjalan bersama Mean.


"Dingin banget sama calon istri."goda Mean yang melihat Dimas dengan sikap dinginnya


"Calon istri idih kalau bukan karena mama gue juga ogah ngelakuin ini,toh sebentar lagi gue bakal ketemu sama gebetan gue."gerutu Dimas lagipula ia sudah mendapatkan nomor bunga meskipun disisi lain ia masih penasaran bagaimana bisa gadis itu mendapatkan nomor nya sedangkan Mean yang ditanya justru terang-terangan mengatakan tidak tahu.


"Si bunga itu yakin?? Udah lah dim pilih yang pasti pasti aja toh kalau dilihat-lihat kalian cocok juga inget biasanya orang tua pilih itu gak akan salah."ucap mean


"Gak akan ,udah gue gak mau bahas tentang cewek itu sekarang btw Lo beneran jadi ke thailand??."tanya Dimas mengingat sebentar lagi mereka akan melaksanakan UAS dan secara otomatis setelah itu Mean akan pulang ke negara asal kelahiran Thailand sekaligus merayakan Natal disana bersama nenek dan juga kakeknya yang berada di trat.


"Iya kenapa dibahas lagi sih toh cuman dua minggu doang gak lama itu pun kalau gak molor sih heheh."Ucap Mean sambil terkekeh


"Jangan lama-lama disana."protes Dimas wajar sih Mean adalah orang yang paling dekat dengannya ketimbang teman teman nya yang lain.


"Kan ada calon istri Lo ya minta temenin dia lah."goda Mean


"Gue bilang jangan bahas dia lagi tau ah Lagi gak mood, gue pulang dulu."Dimas pun kemudian pamit mendahului Mean, sedangkan yang ditinggal hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Dasar Dimas."batin Mean saat ia hendak melangkah hpnya kemudian berbunyi medengar itu seketika ia merogoh ponselnya di saku dan ternyata dari kekasihnya yang berada di Thailand namanya plan Gadis cantik yang kebetulan tinggal di trat rumah nya juga tak jau dari kakek neneknya.


(Anggap aja bahasa Thailand)


Sweet honey:


Sawadee kha phi


Kapan phi Mean pulang ke Thailand


Me:


Sawadee nong


Phi pulang setelah UAS


Sweet honey:


Tidak sabar menunggu phi pulang


Jangan lupa jaga kesehatan phi Mean


Me:


Iya


Jangan lupa jaga kesehatan juga


Setelah mengakhiri pesan itu Mean pun kemudian memutuskan untuk pulang kerumah karena hari semakin sore ia tak mau sampai rumah dalam keadaan larut malam, dan sesampainya di rumah ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai ia pun kemudian mengerjakan tugas yang diberikan dosen hingga hampir tengah malam.


"Hufft cape juga."gerutu Mean sambil meregangkan otot-otot yang kaku karena terlalu lama duduk dikursi, setelah tugas tugas nya ia pun kemudian tidur dengan sangat lelap diranjang nya tak lupa sebelumnya memasang jam alarm karena besok ia harus berangkat pagi.


Tebece