
Author POV
Hampir selama 1 jam Karin menceritakan tentang masa lalunya kepada Aldo dan juga rini dan sambil mengerjakan tugas yang dosen suruh.
"Hah!!! Masa gitu sih padahal kalau di liat liat lumayan cakep loh."Potong Rini
"Cakep apaan!!!!."ucap Karin
"Mungkin dia udah berubah jadi baik jangan negatif thinking dulu lah Rin."timpal Aldo yang akhirnya membuka suara.
"Gak mungkin dia berubah dim."
"Ya kita liat aja nanti kalau dia tetep masih ganggu lu apa gak."ucap Aldo mereka pun seketika terdiam sejenak kemudian memilih untuk melanjutkan mengerjakan tugas yang belum selesai, hingga beberapa jam kemudian akhirnya mereka pun selesai.
"Huftsss akhirnya kelar juga."ucap Rini sambi meregangkan otot-otot nya yang kaku begitu pula dengan Karin dan juga Aldo ditambah lagi cuaca semakin terik.
"Oh ya gaes nanti nanti ada yang free gak temenin gua dong nonton bioskop ada film baru soalnya."tanya Aldo kearah kedua teman gadisnya itu
"Gak dulu deh do , kebetulan mama nyuruh pulang cepet hari ini."jawab Karin
"Kalo lu??."
"Gak juga ,deh do film yang lu rekomendasi udah gue tonton sebelumnya hehe maap."
"Yah gue nonton sendirian dong."gerutu aldo
"Kalo lu mau besok aja nonton sama gue kebetulan kalau besok free itupun kalau mau jemput sih."ucap karin
"Gak papa deh ketimbang gak ada temennya."ucap Aldo , beberapa saat kemudian pun mereka memutuskan untuk pergi ke ruangan dosen untuk mengumpulkan tugasnya.
"Lain kali gak usah ngerjain lagi ya biar tenang juga kelas saya."sindir Bu dosen
"Ini kalau bukan dosen gak mungkin gue baik baik in."batin Aldo yang berusaha untuk tersenyum lebar.
"Maaf kami tidak akan mengulanginya lagi."ucap Karin mereka bertiga kemudian pamit pulang ke rumah masing-masing, tetapi saat ditengah perjalanan tiba tiba ponselnya berdering melihat notifikasi dari Mama nya seketika itu juga ia langsung membuka pesan nya dan betapa terkejutnya Karin melihat isi dari pesan Mama nya.
Mama
Karin inget jangan terlambat
Ini calon mertua kamu udah mau Dateng
Buruan pulang!!!
Me :
Hah!!!
Maksudnya apa ma??
Karin kan masih 19 tahun ma😭
Mama:
Udah cepetan pulang!!!
Me :
Iya iya ini masih dijalan
Mama :
Oke mama tunggu kamu dirumah
Langsung pulang jangan kelayapan!!
Me:
Iya iya ma
"Apa apaan sih mama."gerutu Karin yang tidak bisa habis pikir dengan pemikiran kedua orang tua nya, pasalnya ini bukan zamannya siti Nurbaya ataupun sebagai nya memangnya masih ada jodoh jodohan zaman sekarang batin Karin sambil menatap kearah luar jendela mobilnya pikiran nya kalut seketika tiap kali mengingat pesan dari mamanya.
Dimas pov
"Dimas !! Kamu ini darimana aja sih mama telfon gak diangkat!!."teriak mama sambil menghampiri ku seketika itu juga aku langsung mengecek ponselku dan benar saja sudah ada puluhan notifikasi masuk.
"Maaf ma tadi Dimas silent."ucap ku sambil menggaruk rambut ku yang tidak gatal.
"Yaudah cepetan ganti baju mama sama papa tunggu dibawah."
"Emangnya kita mau kemana ma??."tanyaku penasaran
"Sudahlah kamu ganti baju aja dulu ntar juga tahu."aku hanya mengangguk pasrah lalu kemudian bergegas menuju ke kamar untuk berganti pakaian dan tak butuh waktu lama akupun kemudian langsung turun kebawah , terlihat juga mama papa yang sudah berganti pakaian formal.
"Memangnya ada acara apa sih ma sampe sampe ganti baju segala??."tanyaku penasaran tapi lagi-lagi aku masih dibuat penasaran oleh kedua orang tua ku.
"Udah jangan banyak tanya"ucap mama, kami pun kemudian bergegas masuk kedalam mobil dan aneh nya biasanya papa selalu menyetir sendiri tapi kali ini tumben tumbenan pake supir pribadi kalaupun pakai cuman acara khusus ataupun acara keluarga.
"Mah kita mau ke kondangan ya tumben pake supir pribadi segala??."tanyaku kearah mama yang kebetulan tengah duduk disamping ku sedangkan papa duduk di kursi depan.
"Udah jangan banyak tanya ,ini anggap aja spesial kado ulang tahun mu."ucap mama sambil memakai lipstik.
"Bukannya ulang tahun Dimas masih satu bulan lagi ya."ucapku sambil mengangkat sebelah alisku
"Dimas kamu tuh banyak ngomong ya hari ini, udah mendingan duduk anteng Dan diem ntar juga tau sendiri."Cibir mamah
"Iya iya mah."padahal dalam hati udah ngedumel sendiri, tak butuh waktu lama kami pun akhirnya sampai di rumah seseorang terlihat sedikit tidak asing sih menurut ku.
"Seperti rumah Karin."batinku sambil mengingat kejadian pas waktu di SMA meskipun perumahan ini hampir mirip tapi aku masih ingat rumah Karin memiliki design rumah yang bisa dibilang cukup unik meskipun aku belum pernah masuk kedalamnya sama sekali.
Flashback
"Ini rumah lu siapa Mean??."Tanyaku kearah mean
"Gue denger denger sih ini rumah Karin."ucap mean sambil menunjuk kearah rumah bergaya Eropa itu.
"Terus kalau itu rumah Karin , emang urusan nya sama gue apaan."ucapku sedikit sewot
"Ya siapa tahu Lo bakal nikah sama dia."goda Mean
"Idih siap juga yang mau sama dia."akupun kemudian memutuskan menyalakan kembali motor ku.
"Dimas tungguin."teriak Mean meskipun sebenarnya aku masih mendengar suara nya masa bodohlah siap juga yang nyuruh nunjukin rumah Karin batinku sambil memilih untuk fokus menyetir motor.
Flashback end
"Mirip sih tapi punya Karin cat putih ini cat silver mungkin kebetulan mirip kali."batinku , setelah memarkir mobil aku dan keluargaku seketika itu juga langsung disambut oleh wanita paruh baya yang langsung menyapa mama ku seperti biasa percakapan ibu ibu jika saling bertemu.
"Ehh ini Dimas kan."panggil nya yang seketika membuyarkan lamunanku.
"Eh iya Tante."aku pun kemudian menyapa teman mama dan papa.
"Bentar lagi Karin juga pulang kok."
"Karin."ucap ku ulang, ah mungkin ini Karin yang lain batinku.
"Iya putri Tante kan namanya Karin masa udah lupa sih."
"Maklum kan mereka ketemu pas masih kecil , akhirnya mereka sekarang sudah dewasa sekarang."ucap mamaku
"Iya juga sih , yaudah mari masuk."Ucap nya sambil mempersilahkan kami untuk masuk kedalam , dan saat pertama kali masuk aku langsung dikejutkan oleh interior design rumah yang apik perpaduan klasik dan juga modern menyatu dengan sangat indah.
"Wah selera Tante bagus juga ya."pujiku sambil melihat kesegala arah.
"Jangan panggil Tante , panggil mama."perintah nya sedangkan aku hanya bisa tersenyum kecil tetapi baru saja mendudukkan pantat ku tiba tiba ada suara yang tidak asing.
"Mama aku pulang."dan betapa terkejutnya aku ketika melihat kearah sumber suara itu.
"Karin!!."panggil ku yang masih tidak percaya dan secara bersamaan dia pun berbalik kearah kami.
"Dimas!!!."
Tebece