MY HUSBAND IS MY ENEMY

MY HUSBAND IS MY ENEMY
bab 1



prolog


Kinan adalah gadis yang supel dan pembawaan menyenangkan dan hari ini adalah hari pertama nya masuk kuliah di universitas bergengsi di Jakarta tetapi kebahagiaan nya seketika itu juga sirna ketika melihat Dimas musuh bebuyutan nya saat di SMA , bak jatuh tertimpa tangga Kinan juga dikejutkan bahwa Dimas akan dijodohkan dengan nya.


akankah Kinan setuju dengan perjodohan ini??


author POV


ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di kampus sebagai mahasiswa baru di fakultas teknik meskipun ia seorang gadis tetapi ia enggan untuk masuk ke fakultas ekonomi yang mayoritas nya adalah gadis gadis,dengan penuh semangat Kinan masuk ke area kampus pembawaannya yang ramah membuat ia mudah mencari teman.


"hai kenalin aku Aldo Bagaskara panggil aja aldo."sapa Aldo sembari menjabat tangannya kearah Kinan dengan ramah.


"aku Kinan Andriana panggil aja kinan."balas Kinan sembari tersenyum kearah aldo pria yang lebih tinggi dari nya.


"oh ya kamu fakultas teknik juga??"tanya Kinan basa basi kearah aldo, sembari berjalan masuk kedalam.


"iya maba juga nih"hingga beberapa saat kemudian seseorang datang menghampiri Kinan dan Aldo seorang gadis yang kelakuan nya 11 12 dengan Kinan.


"eh Aldo kemana aja sih dicariin juga , eh oh ya kenalin aku Arini putri Mahardika panggil aja Rini."ucap Rini menepuk punggung Aldo dan saat ia menyadari laki-laki itu tidak sendirian ia akhirnya sekaligus memperkenalkan dirinya sendiri kearah Kinan, Rini juga terkenal supel saat disma.


"salam kenal juga aku Karin Andriana panggil aja Karin "balas Karin dengan ramah


"oh ya bentar lagi mau kump dilapangan , ayo kesana ntar telat lagi."ajak Rini dan semenjak itulah Rini , Karin juga Aldo menjadi sahabat kemana mana selalu bertiga mau mengerjakan tugas, main dll selalu bertiga mereka juga dijuluki tiga serangkai oleh para dosen maupun teman antar fakultas karena kebiasaan mereka yang kemanapun selalu bertiga kecuali saat dikamar mandi wkwkwk ya kali Aldo nimbrung kan gak lucu.


sedangkan dilain tempat terlihat Dimas yang berlawanan fakultas yah dia lebih suka masuk ke fakultas ekonomi bisnis sebenarnya bukan keinginan nya untuk masuk kedalam fakultas tersebut lebih tepatnya adalah kedua orang tuanya menginginkan ia meneruskan bisnis kedua orang tuanya.


di bangku kuliah Dimas tak mempunyai banyak teman lebih tepatnya ia lebih suka bergaul dengan teman SMA nya siapa lagi kalau bukan Mean sebenarnya ia juga bukan asli Indonesia ayah nya keturunan asli Thailand sedangkan ibunya asli orang Sunda, ditambah lagi kebanyakan cowo teman sekelas Dimas lebih memilih untuk masuk ke jurusan teknik bisa dibilang yang masuk fakultas ekonomi bisnis hanya mereka berdua.


"oh ya Mean nanti malam kita ke coffe shop sekalian bahas makalah."ucap Dimas kearah Mean meskipun sudah tinggal beberapa tahun di Indonesia tetapi kebiasaan nya selama di Thailand ternyata susah untuk dihilangkan.


"khab."balas Mean meskipun bukan orang Thai Dimas lumayan paham dengan apa yang dibicarakan Mean maklum mereka udah temenan lebih dari 3 tahun wajar sih Dimas dikit dikit paham.


"oke nanti gue jemput ditempat biasa."ucap Dimas kemudian masuk kedalam kelasnya sedangkan Mean lebih memilih untuk diam di perpustakaan terlebih dahulu.


Kinan POV


"hufftss cape juga."keluhku sembari meregangkan otot-otot yang tegang karena mengerjakan tugas yang begitu banyak maklum lah namanya juga anak teknik harus siap begadang, baru saja aku ingin merebahkan tubuh di kasur tiba tiba ponsel ku berdering dan tanpa pikir panjang akupun langsung meraihnya.


Aldo


jangan lupa besok tugasnya


me


iya gak lupa ini juga Baru selesai


Aldo


me


iya iya


thanks di


Aldo


sama sama


akupun kemudian meletakkan ponsel disamping tempat tidurku, hingga perlahan lahan akupun mulai tertidur pulas.keesokan hari nya aku bangun dengan sedikit tergesa gesa , tadi malam aku lupa mengatur jam alarm itu sebabnya aku bangun kesiangan sedari tadi tak henti hentinya aku merutuki kebodohan ku sendiri. Bahkan aku juga sampai melewatkan sarapan ku padahal aku mempunyai maag yang terbilang cukup akut entahlah bagaimana nasibku nanti, dengan cepat akupun masuk kedalam mobil selama diperjalanan aku mengecek tugas tugas ku kemarin.


"huftsss aman."batinku


"oh ya neng ini dibawain bekal Ama nyonya neng belum sarapan kan."ucap pak Dodi supir pribadi ku, beliau sudah bekerja dengan keluarga ku saat aku masih kecil bisa dibilang pak Dodi sudah kuanggap paman ku sendiri toh usianya dengan papa tak beda jauh.


"eh iya mang makasih."ucapku sembari menerima kotak yang ternyata berisi sandwich didalamnya, dengan senyum mengembang dan tanpa berfikir panjang akupun langsung melahap roti isi itu.


"iya sama sama neng untung nya nyonya ngasih ini ke bapak takut neng gak sarapan."tutur pria paruh baya itu, sesampainya di sana aku sudah ditunggu oleh Rini dan juga Aldo.


"hampir aja telat."ucap Rini dan juga Aldo sembari menghampiri ku.


"cie barengan."ledekku kearah mereka berdua sambil menaikkan sebelah alisku.


"apaan sih ayo masuk ntar kita telat lagi."ucap Rini kemudian meraih tanganku entahlah Aldo dan juga Rini akhir akhir ini terlihat mencurigakan tetapi aku tak mau memusingkan terlalu jauh. untung saja kelas berlangsung kondusif tadi kamipun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin sebelum kelas selanjutnya dimulai.


"mau makan apa nih gaess??."tanya Aldo sembari mengelus perutnya yang terdengar sudah keroncongan.


"nasi Padang oke juga."balas Rini maklum ia keturunan orang Minang asli meskipun sebenarnya nasi Padang di Jakarta sangat berbeda jauh dengan nasi Padang di tanah kelahirannya, dan itulah problematika anak anak perantauan seperti Rini ini salah satunya.


"boleh juga emang Bu kantin jual nasi Padang??."tanyaku keheranan, tetapi langkah kaki ku seketika itu juga langsung terhenti saat tak sengaja menabrak tubuh seseorang.


bbuughhh


"aduhhhh."gerutu ku sambil mengelus rambut ku yang terkena tubuh orang itu meskipun sebenarnya tidak terlalu sakit.


"kalo jalan liat liat dong."seketika itu juga aku langsung mendongakkan kepala ku dan betapa terkejutnya saat aku melihat orang yang kutabrak.


"Dimas."panggil ku setengah tak percaya dengan apa yang kulihat, laki-laki yang saat lulus SMA ingin ku hindari kenapa sekarang malah satu kampus meskipun kami beda fakultas tetap saja, entah apa yang terjadi dengan hari hariku selanjutnya dilihat dari senyum smirk nya saja sudah membuat ku merinding dan tanpa berfikir panjang akupun langsung berlari mendahului Rini dan juga Aldo.


"Karin tungguin dong!!!."teriak Rini dibelakang ku disusul dengan suara Aldo.


"Karin."


tebece