
Author POV
Dimas yang masih asik tidur lelap tiba tiba dikejutkan oleh suara mamanya yang menggoyang kan tubuhnya , maklum ini masih pukul 05.30 jadi wajar saja seorang anak laki laki belum bangun terutama yang sudah duduk di bangku kuliah terlebih lagi Dimas masuk jurusan ekonomi bisnis pasti lebih sering begadang akhir akhir ini.
"Dimas bangun!!!."teriak mama Dimas
"Eughh... ada apa sih ma tumben bangunin Dimas."ucap Dimas yang kemudian bangun sambil berusaha untuk mengumpulkan seluruh kesadaran nya, matanya masih dalam mode mengantuk berat.
"Ayo cepat bangun langsung mandi habis itu turun kebawah."ucap mama Dimas yang masih menggoyangkan tubuh putranya.
"Ada apa sih ma , ini kan hari Minggu Dimas mau lanjut tidur lagi."saat Dimas hendak tidur lagi Seketika kerah bajunya langsung ditarik oleh mamanya.
"Eitsss gak boleh tidur lagi, ayo cepat mandi mama tunggu dibawah."
"Iya iya mah."dengan langkah malas Dimas pun melangkah ke dalam kamar mandi sedangkan Mama nya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya sembari bergumam.
"Waktu memang begitu cepat."batinnya kemudian memutuskan untuk turun kebawah menyiapkan makanan, sedangkan disisi lain terlihat Dimas yang mencuci mukanya di wastafel hingga beberapa saat kemudian terdengar bunyi ponsel berdering dengan langkah malas ia pun keluar dari kamar mandi untuk mengecek notifikasi yang mungkin saja penting.
No name:
Ini aku Karin
Aku akan ke rumah mu sekitar pukul 8
Bersama ke dua orang tua ku
Me :
Dimana bisa dapet no hp gue??
Jawab dulu
No name:
Dari mama
Udah ya gue gak bisa ngomong
Panjang lebar
Bye!!!
Me:
Oke
Seketika itu juga aku langsung mematikan ponselku lalu bergegas mandi,dan setelah selesai mandi Dimas pun berganti pakaian formal lalu kemudian bergegas untuk turun kebawah.
"Ehhh anak mama udah ganteng."puji mama Dimas
"Apaan sih mah jangan kaya anak kecil, dan btw tumben mama masak banyak??."Tanya Dimas , ia bahkan lupa kalau Karin sudah menghubungi nya tadi pagi.
"Oh ya mama minta tolong Kamu untuk kekamar,masa dari tadi papa belum selesai."ucap mama dimas mengalihkan perhatian putranya agar tidak bertanya lebih jauh pasalnya masih ada banyak hidangan yang harus ditata, sedangkan dimas langsung bergegas menuju kamar mam dan papanya.
"Pa dipanggil mama , udah selesai belum."tanya Dimas sambil mengetuk pintunya
"Kamu masuk aja dim tolong bantuin papa masang dasi."mendengar ucapan itu seketika itu juga Dimas langsung masuk kedalam terlihat papanya yang tengah kesulitan memakai dasi.
"Papa sudah tua masih belum bisa masang dasi sendiri."ejek Dimas sambi membantu papanya memasang dasi.
"Maklum biasanya mama yang suka masang in papa dasi sejak pertama kali kami menikah."cerita papa mengenang masa masa saat pertama kali menikah dengan mama sedangkan Dimas lebih memilih untuk diam sambil mendengarkan, tetapi saat baru selesai mengikat dasi papanya seketika itu juga ia langsung dibuat tertetegun oleh pengakuan papanya.
"Papa dengan mama minta maaf ya dim udah maksain kalian."ucap papa
"Papa apa apaan sih kan ini masih rencana kan belum tentu Dimas sampai nikah sama Karin kami kan masih kuliah."ucap Dimas sambil mencoba tersenyum kecut
"Papa ingin cerita sesuatu tapi kamu janji ya jangan bilang ini ke Karin??."ucapan papanya seketika itu juga membuat Dimas langsung terkejut
"Maksudnya nya apa pa??."tanya Dimas penasaran melihat ekspresi wajah papanya yang begitu serius.
"Sebenarnya apa sih pa , jangan kek sinetron dong."ucap Dimas tak sabaran maklum darah mama nya lebih kental didalam tubuhnya.
"Sebenarnya kalian tuh cocok banget , papah Lebih setuju kamu sama Karin."mendengar itu seketika membuat Dimas langsung tertawa meskipun terlihat sekali memaksa.
"Hahaah... Apa apaan sih pa."ucap Dimas kemudian meninggalkan papanya yang masih berada di kamar.
"Ehh iya kan benar kata kata papa."sedangkan dilain tempat keluarga Karin baru sampai didepan rumah,hanya pembicaraan biasa dan untung saja tidak membahas tentang pernikahan ataupun sejenisnya dan membuat Dimas dan juga Karin sedikit bisa bernafas lega.
"Untung aja gak bahas yang aneh aneh."ucap Karin yang tengah berdiri di balkon hingga beberapa saat kemudian Dimas pun kemudian menghampiri nya , Karin pun Berbalik ke belakang bersama dengan Dimas yang tengah berdiri di depan nya.
"Eh ayam ayam,dim jangan ngagetin dong."teriak Karin yang terkejut melihat Dimas yang mendadak ada dibelakangnya.
"Gue diem aja Rin gak ngapa-ngapain."ucap Dimas yang tak mau kalah
"Oh ya btw sampe kapan Rancana ini berjalan kita gak mungkin kan selamanya kek gini terus."tanya Karin kearah Dimas , ia tak ingin membohongi kedua orang tua mereka dengan berpura-pura setuju.
"Gue juga gak tau Rin, jujur aja gue juga mulai cape sama drama ini tapi ngeliat ekpresi kedua orang tua kita yang exited banget buat ngrencanain pernikahan dan lain lain gue juga gak tega."ucap Dimas panjang lebar, tak ada satupun anak didunia ini yang mau durhaka dengan kedua orang tua mereka tetapi jika sudah ranah asmara mereka juga bingung harus bertindak seperti apa.
"Gue juga bingung dim??."
"Oh ya lu punya cowo?."tanya Dimas dan seketika itu juga Karin dengan cepat membalas dengan gelengan kepala.
"Gak emangnya kenapa??."tanya Karin
"Kalau lu punya cowo kan bisa alesan itu."ucap dimas
"Kalau Lo sendiri??."
"Kalau pacar gak ada sih tapi kalau orang yang gue suka ada cuman itu udah dari jaman SMA dan sekarang udah lost kontak juga."
"Siapa???Siapa tau kan dia bisa bikin orang tua Lo berubah pikiran."tanya Karin penasaran
"Dia bunga , lebih tua dari kita 2 tahun."
"Oh kak bunga itu , Kakak kelas super dingin sedingin es kutub Utara itu."ucap Karin dan seketika itu juga Dimas langsung menyikut tangan Karin.
"Jangan ngomong gitu."cibir Dimas tak terima gadis pujaannya diolok orang lain sekalipun itu Karin.
"Iya iya kek nya udah bucin banget, btw udah 3 tahun emang perasaan Lo masih sama."tanya karin
"Iya, pokoknya dia spesial banget buat gua."ucap Dimas
"Enak ya lu udah jatuh cinta gue aja gak pernah ngerasain sama sekali gimana rasanya jatuh cinta."gerutu Karin
"Seriously belum pernah gak mungkin udah gede kek gini gak pernah suka sama seseorang gitu, ehh tapi wajar aja sih siapa juga yang betah dengan sikap Lo kek gini."ejek dimas
"Maksud Lo apaan!!."ucap Karin tak terima
"Gak ada cowo manapun yang mau Nerima cewe aneh kek lu."
"Ada ya gue kan cantik."ucap Karin dengan percaya diri nya
"Hahaha ngimpi kali."ledek Dimas
"Kok lu jadi ngeledek gue sih!!!."
"Bukan ngeledek tapi fakta."tanpa mereka sadari ternyata kedua orang tua mereka memperhatikan tingkah mereka , meskipun awalnya sedikit kecewa dengan pernyataan yang baru saja mereka lontarkan.
"Keknya kita jadi paling egois disini bagaimana kalau kita batalin aja."ucap mama karin sedangkan Mama Dimas langsung menyanggah pernyataan calon besan nya itu.
"Kita liat aja nanti jangan terlalu cepat menyimpulkan, sepertinya mereka jatuh cinta tapi belum sadar aja lebih baik masuk kedalam nanti malah tambah curiga lagi."saran mama Dimas
"Begitu juga bagus, saya mau Karin dapat suami yang baik."batin mama Karin , mereka berdua pun kemudian memutuskan untuk pergi dan bersikap seolah-olah tidak tahu hingga mereka kembali.
Tebece