
Rini POV
Seperti biasa aktivitas bulananku adalah berbelanja disalah satu swalayan bersama mama entah itu kebutuhan pribadi, dapur maupun alat kebersihan kecuali sayur mamah lebih suka setiap pagi belanja dipasar maklum bisa diskon sampe harga miring kalau udah langganan.
"Mah ini gak kebanyakan belinya??."tanyaku yang melihat 4 kantung minyak di troli belanja mamah meskipun baru sampai tapi mamah langsung bergegas menuju rak bagian minyak.
"Minyak sekarang langka mumpung banyak + diskon juga ini."ucap mama sambil melihat-lihat kearah permicinan,dalam hati cuman ngebatin emang semua beli pas diskon doang sih,iya juga sih tak hanya minyak yang sedikit langka bahkan bahan bahan lain juga ikut melonjak naik.
"Mah itu dong mi instan jangan lupa yang rasa geprek sama sambal matah."Tanpa banyak bicara mamah langsung mengambil beberapa variant mi instan maklum buat jaga jaga kalau akhir bulan di rumah tetapi pada akhirnya yang paling sering masak mi instan adalah aku.
"Oh ya shampoo kamu masih ada belum sekalian sabun sama temen temennya??."tanya mamah sebelum beralih ke rak lain , kebiasaan mama adalah belanja Rak per rak jadi sebelum beralih ke rak lain mama selalu memastikan tidak ada barang yang tertinggal maklum beliau sangat disiplin berbeda dengan ku terkadang masih cukup ceroboh.
"Shampoo aja mah kebetulan tinggal dikit kalau sabun mandi masih bisa satu Minggu sih."meskipun masih dirumah tetapi hidup seperti anak kos jadi semuanya harus serba hemat, setelah selesai berbelanja kami pun memuaskan untuk mampir ke salah restoran Chinese kebetulan tak jauh dari swalayan dan yang pastinya halal.
"Mah aku dong bakmi jumbo yang level 3 kalau minum nya es teh aja."ucapku sedangkan Mama kemudian berjalan kearah kasir untuk menyiapkan pesanan, sembari menunggu pesanan kami datang aku dan mama memutuskan untuk berbincang-bincang sambil menunggu.
"Oh ya gimana temen temennya di kelas??."tanya mama yang kebetulan dulu saat kuliah satu jurusan denganku meskipun dikampus yang berbeda.
"Temen temennya baik tapi lebih dekat sama Karin dan Aldo sih mah lainnya Deket juga tapi gak sedekat mereka berdua."jujur aku masih nyaman curhat seperti ini dengan mamah malah jauh lebih leluasa sedangkan papa sibuk kerja maklum namanya juga kepala keluarga meskipun demikian beliau tetap berusaha untuk hadir ditengah-tengah kesibukannya.
"Cowoknya cuman satu??."tanya mama dan bersamaan dengan datangnya bakmi Pesanan kami.
"Kalau yang paling dekat cuman Aldo sih cowo, kenapa emangnya mah??."tanyaku penasaran mamah jarang sekali bertanya aku bermain dengan siapa cewe atau cowo.
"Hati hati gak ada cerita nya laki laki dan perempuan itu bersahabat."ucap mamah sambil asik menyruput mie nya.
"Ini 2022 mah mana yang begitu lagi pula kami sudah dekat di bangku SMA , Aldo sudah seperti saudara ku sendiri."
"Kita tidak bisa memprediksi masa depan Rini semuanya bisa berubah."ucap mamah meskipun demikian aku tidak menganggap ucapan mamah terlalu serius toh aku dan Aldo memang tidak ada apa apa hanya berteman tidak lebih.
"Oh ya mah cerita dong pas mama pacaran Ama papa??."Tanyaku penasaran pasalnya mama sangat malu sekali jika ditanya masa muda nya.
"Nanti mama malu kalau disini."ucap mamah terlihat dari wajahnya yang memerah, begitu lah beliau ada saja alasan nya.
"Rini akan menagih nya nanti."godaku dan setelah selesai makan kami pun memutuskan untuk pulang, mamah yang tengah sibuk menata makanan di kulkas sedangkan aku lebih memilih untuk membersihkan tubuhku karena sudah sangat lengket.
Dimas pov
Malam harinya aku memutuskan untuk menginap dirumah Mean bukan hanya untuk kabur sekaligus mengerjakan tugas juga sih kebetulan Minggu depan ada tugas presentasi dan Mean satu tim dengan ku meskipun sebenarnya masih ada 2 orang lagi perempuan sih tapi aku lebih nyaman berdiskusi dengan Mean.
"Ngapain sih dikerjain sekarang toh bukan nya tugas nya masih Minggu depan , Minggu ini aja masih belum abis."gerutu Mean
"Lebih cepat lebih bagus Tukimean."
"Kalo lu mah kelewat rajin dim."cibir Mean
"Oh btw Lo jadi liburan semester ini balik ke Thailand??."Tanyaku penasaran
"Iya kenapa?? Jangan bilang Lo."
"Idih gue normal kampret!! Maksudnya ya sepi aja kalau gak ada Mean disini."
"Ya main aja sama Karin Lo kan udah tunangan sama dia."ucapan mean membuat ku seketika itu juga tersentak.
"Apaan sih."ucap ku yang berpura-pura tak tahu ucapan mean
"Udahlah jangan belaga bego gue paham dim , lu pikir gue gak punya mata mata."ujar Mean sambil menjitak kepalaku.
"Sakit Mean!!."
"Lo bilang gue sahabat lu tapi info kek gini masa gue harus tau dari orang lain."cibir Mean yang sepertinya terlihat sangat kecewa.
"Bukan gitu Mean , gue punya alasan lain."
"Tapi apa!!."Teriak Mean sebenarnya bukan maksud gue untuk gak cerita ke Mean tapi karena ini hanya tunangan palsu jadi gue berfikir untuk gak perlu ngasih tau Mean soal ini.
"Gue sebenernya pura pura setuju sama perjodohan ini."ucap ku
"Apa!! Jadi lu cuma pura pura setuju."ulang mean
"Ohh wajar sih , pertama Lo gak cinta sama dia terus sampe kapan drama ini?? Gak mungkin kan Lo terus terusan bohong sama nyokap bokap lu."tanya mean
"Gue gak tau , mungkin kalau waktu nya udah agak pas yang pasti bukan sekarang."
"Kalau besok."goda Mean kearah ku
"Mean !!! Ini bukan waktu nya bercanda."sindir ku
"Iya iya udah kek cewe aja gampang tersinggung, udah kerjain lagi bukan nya tadi yang paling semangat ngerjain."Mean pun menyodorkan lembaran kertas HVS baru kearah ku.
"Kampret Lu emang."cibir ku sambil memukul kepalanya dengan selembar kertas HVS, sedangkan Mean kemudian berbalik sambil memainkan game online kesukaannya.disaat aku tengah mengerjakan tugas tiba tiba ponsel ku berbunyi dengan cepat akupun membuka notifikasi nya.
No name
Malam..
Me
Ini siapa ya??
No name
Gue bunga
Masih inget kan
Ini nomor gue jangan lupa disave
Melihat Ternyata nomor dari Kak bunga seketika itu juga senyuman ku langsung terukir di bibir ku.
Me
Iya btw dapet nomor gue
Dari mana??
No name
Dari temen Lo
Udah ya gue mau tidur dulu
Besok ada kelas pagi soalnya
Me
Iya selamat Kak
No name
Selamat malam juga
Setelah mengakhiri pesan seketika itu juga aku langsung menepuk pundak Mean.
"Bentar gue masih asik main sih."karena dasarnya memang tidak sabaran akupun kemudian membalikkan tubuh Mean dengan kasar.
"Ahhh Dimas gue kalah kan, emang kenapa sih kok gak sabaran banget."gerutu mean
"Lo ngasih nomor gue ke kak Bunga."tanyaku to the point kearah mean
"Kak bunga , gua ngasih kurang kerjaan!! tau ahh gara gara Lo gue kalah nih."Mean pun berbalik dan membelakangi tubuhku dan melanjutkan aktivitas nya.
"Kalau bukan Mean terus siapa."batinku sambil melihat kearah Mean yang tengah asik memainkan game online kesayangan nya.
Tebece