
Dimas POV
Setelah selesai mata kuliah akupun berniat untuk makan kekantin.
"Ehh gimana kalau kita kekantin fakultas teknik???."aja Mean entahlah ada yang dipikirkan oleh Mean padahal jika dihitung hitung fakultas teknik lumayan jauh sedangkan ekonomi bisnis hanya 5 langkah jarak nya dari sini.
"Gak ah jauh banget."ucapku yang meman dasarnya rada mageran.
"Ayo lah dim sekali kali."rengkek Mean bak anak kecil yang meminta permen dan akhirnya aku pun memutuskan mengiyakan ajakan Mean meskipun sebenarnya dalam hati sangat malas jalan kesana,tetapi pas ditengah jalan seseorang menabrakku.
Bbbbbuggh
"aduhhhh."gerutunya sembari mengelus rambutnya, kenapa gadis ini terlihat tidak asing batinku sembari melihat kearah gadis yang tinggi lebih pendek dariku. Seketika itu juga ia langsung mendongakkan kepalanya kearah ku Karin batinku terkejut ingatanku kembali saat aku bersama dengan Karin sering kali bertengkar sewaktu SMA.
"Dimas."panggilnya sepertinya ia malu atau apa seketika itu juga ia langsung berlari mendahului kedua temannya.
"Karin tungguin dong!!!."teriak salah satu gadis dan seketika itu juga senyum smrikku langsung mengembang.
"Eh bukan nya itu Karin."ucap mean menyadarkan lamunan ku yang masih asik memandang kearah mereka bertiga yang tengah asik berlari.
"Iya siapa lagi kalau bukan anak cupu itu."Ucapku dengan santainya
"Jangan bilang Lo mau ngulang kejadian waktu SMA."ucap mean , maklum Mean saksi hidup kejadian waktu SMA dulu rada lebay sih tapi memang gitu kenyataan nya.
"Diulang juga boleh , udah ah aku mau makan laper."akupun langsung berbalik dan berjalan mendahului Mean.
"Ehh tungguin yang ngajak siapa yang ditinggal siapa."cibir Mean , tetapi ada untungnya juga kali ini nurut sama ini orang Thailand batin ku sambil sesekali berbalik melihat kearah Kinan dan juga teman-teman nya meskipun sebenarnya mereka sama sekali sudah tidak kelihatan.setelah makan akupun memutuskan untuk pergi ke rumah Mean toh dirumah lagi gak ada mama papa sekarang.
"Mean main PS yuk."ajakku sesampai dirumahnya
"Khab lu nyalaian aja , gue mandi dulu ya soalnya lengket banget."ucap mean akupun kemudian langsung menyalakan PS Mean.
"Wah PS 5 nih."batinku tak sabar untuk memainkan nya pasalnya mama selalu melarang ku untuk membeli nya dengan alasan barang tidak berguna syukurlah Mean memiliki nya sehingga aku bisa memainkannya dengan puas hari ini.
Rini POV
"Karin kenapa kek gitu ya liat cowo tadi??."gerutu ku yang kehilangan jejak karin meskipun kecil ternyata ia pelari yang cepat juga batinku yang sedikit ngos ngosan maklum lah orang mager kalau disuruh lari ya begini meskipun jarang tidak seberapa ternyata sudah cukup membuat cape juga.
"Iya kek tampangnya kaget gitu."timpal Aldo , seketika itu juga ingatanku kembali saat mengingat Ekpresi Karin tadi.
"Udahlah gak usah dipusingkan paling juga pulang tuh anak, oh ya btw lu sibuk gak??."tanyaku kearah aldo
"Apa lagi sih Rin?? Lo gak liat tadi karini salah paham."ucap Aldo kemudian berjalan mendahului ku, entah kenapa hatiku sedikit terluka saat Aldo berbicara seperti itu tadi tetapi disaat bersamaan aku juga menampik pemikiran itu jauh jauh.
"Aldo tungguin!!!."teriakku yang baru menyadari ternyata ia sudah berjalan terlalu jauh.
"Makanya cepetan."balas Aldo sambil berbalik kearah ku, sesampainya di kelas mata pun seketika itu juga langsung tertuju kearah Karin yang tengah duduk di bangkunya.
"Karin."sapaku sambil menghampiri nya
"Ada apa??."tanya Karin yang sepertinya berusaha bersikap santai didepan aku dan juga Aldo meskipun sebenarnya dari keringat nya yang sebesar biji jagung sudah ketara kalau dia panik.
"Cowo tadi siapa??."tanya Aldo memecahkan keheningan
"Engga siapa siapa."sepertinya Karin masih bersikap sok santai batinku yang masih Asik melihat gelagat paniknya.
"Ayolah kalau bukan siapa-siapa kenapa mesti kabur."ucapku berusaha meyakinkan karin tetapi sepertinya keberuntungan masih dipihak Karin,padahal dalem hati sebenarnya masih penasaran sih.
"Selamat pagi , oh ya jangan lupa tugasnya kemarin dikumpulkan di meja saya."sedangkan aku dan Aldo kemudian duduk dimeja , sialnya saat aku merogoh tas tidak ada buku nya.
"Ayo dikumpulkan kelas tidak akan mulai sebelum terkumpul semuanya!!."ucap dosen dan beberapa saat kemudian satu persatu anak anak mulai maju kedepan untuk mengumpulkan tugas.
"Rin Lo bawa kan."ucap Aldo kearahku seperti biasa kami selalu mengumpulkan nya bersama sama.
"Punya gue ketinggalan."ucapku dengan nada lirih kearah aldo disaat bersamaan Karin juga berbalik kearah ku, waduh gawat nih ditambah lagi dosennya terus melotot kearah dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat.
"Hah!!! Kok bisa kan udah gue ingetin."belum sempat Aldo menyelesaikan kalimatnya seketika itu juga aku langsung menutup mulutnya dengan kedua tanganku.
"Yang belakang jangan berisik!!!."tegur dosen, dan disaat bersamaan Aldo juga menghempaskan tangan ku dengan sedikit kasar.
"Apa apaan sih Rin ntar kalau metong gara gara gak bisa nafas gimana!!!."ucap Aldo
"Ya maap namanya juga panik lo sih pake teriak teriak segala." Dengan sedikit berat hati akupun akhirnya maju kedepan.
"Mana tugasnya??."tanya dosen dengan nada ketus
"Ehh maaf Bu ...ketinggalan tapi saya udah mengerjakan."Belum juga aku menyelesaikan kalimatnya seketika itu juga beliau langsung memotong ucapan ku sambil berdiri.
"Ini dia contoh pemuda yang tidak disiplin , saya mau tugas itu harus selesai sekarang karena kamu terlambat tugas kamu saya tambah 5 soal lagi."
"Yah Bu kok ditambah sih 5 kemarin aja saya udah pusing banget nego lah Bu."ucapku yang tak ingin menyerah begitu saja ya kali nyerah tugas kemarin aja hampir seminggu ngerjainnya.
"Enak aja kamu kira ini pasar !!! Makanya kalau ada tugas kerjain."sindir Bu dosen tanpa banyak bicara akupun kemudian mengambil buku dan ponsel ku tetapi sebelum itu sebuah suara menghentikan langkah kaki ku siapa lagi kalau bukan Karin dan juga Aldo.
"Saya juga belum mengerjakan Bu."ucap Aldo menaikkan sebelah tangan nya dan disusul Karin kemudian.
"Saya juga Bu."tambah karin
"Wah kalian memang benar-benar tiga serangkai , kerjakan di perpustakaan ibu tunggu sampai selesai hari ini juga."kulihat Karin dan juga Aldo sama sama mengambil buku dan ponselnya.
"Ayo ke perpustakaan kenapa melotot begitu??."tanya Karin membuyarkan lamunanku, kami pun kemudian melangkah keluar menuju perpustakaan tetapi saat berada di koridor akupun kemudian menghentikan langkah kaki ku.
"Bukan nya kalian bawa kenapa gak dikumpulkan??."tanyaku
"Yaelah kek sama siapa aja Rin , ngumpulin satu ngumpulin semua gak satu gak semua."timpal karin
"Kan sekalian ngerumpi siapa cowo tadi??."mendengar ucapan Aldo seketika itu juga Karin hendak berbalik badan.
"Eitsss gak bisa."tahan aldo
"Dalam 3 serangkai gak boleh ada yang namanya rahasia sekecil apapun."ucap aldo
"Iya Karin bener kata Aldo kita udah hampir 1 semester masa Lu masih gak percaya."tambahku
"Iya iya tapi janji gak akan ketawa."ucap Karin yang terlihat sangat pasrah
"Iya iya, ehh tunggu dulu tapi kalo ngomong di perpustakaan kek nya gak bakal nyaman deh gimana kalo ditaman."saran aldo
"Boleh juga tuh ,yuk langsung aja kesana."ucapku kami pun kemudian berjalan menuju taman sembari memegang tangan Karin takut kalau dia kabur lagi.
Tebece