My heart is not mine

My heart is not mine
Peraturan Tuan Muda Iblis



Karena di larang oleh Fajar untuk mengunjungi makam kakaknya, Nadia kemudian pergi kekamar nya membawa kertas tebal berisikan peraturan selama tinggal dengan Fajar.


Nadia kemudian mengambil HP nya dan mencari nomor kontak yang bernama 'Kak Dimas'. Setelah menemukan nya Nadia lalu mengirim pesan dan mengatakan tidak bisa pergi ke pemakaman Novi.


5 menit setelah Novi mengirim pesan, akhirnya Dimas menjawab dan mengatakan tidak apa - apa dan memberikan emot senyum.


Nadia merasa tidak enak, bagaimana dia bisa sejahat itu setelah semua yang terjadi. Tapi Nadia bisa berbuat apa? Dia juga gk bisa ngapa - ngapain. Kalau dia tetap bersikeras Dimas akan dimasukkan kedalam penjara.


Karena merasa bosan akhirnya Nadia memutuskan untuk membaca dan menghafal kertas yang diberikan oleh Fajar tadi. Di bacanya tulisan yang berjejer rapi disana dan akhirnya marah - marah sendiri.


Yang benar saja, kau ingin aku selalu siap 24 jam? Apa kau pikir aku robot? Kau saja yang berjaga 24 jam aku tidak berminat. Ini apa lagi coba. Membuat kopi jika sedang bekerja sampai larut malam. Hey aku mungkin sudah tidur, dan kau ingin aku membuatkan kopi? suruh saja pelayan mu itu. Kenapa menyuruh ku? Fajar tidakkah kau sedikit kejam pada ku? Bagaimana bisa kau memperlakukan orang sakit seperti ku ini. Mungkin yang hatinya perlu diganti itu kau bukan aku. Dasar Iblis.


Nadia melanjutkan satu persatu peraturan dan mengomel terus. Akhirnya dia yang merasa lelah tertidur hingga siang hari.


Nadia yang terbangun dari tidurnya merasa lapar dan segera turun kebawa mencari apakah ada yang bisa dimakan atau tidak. Sayang nya ia harus dikecewakan karena tidak akan pernah ada makanan di meja makan jika siang hari. Kenapa begitu?


Karena Fajar pulangnya selalu malam, jadi dia hanya makan dua kali di rumah yaitu waktu sarapan dan makan malam.


Nadia akhirnya mengetahui hal itu dari pelayan


Berarti siang ini aku tidak makan dong? Tidak - tidak aku sudah sangat lapar. Jika tidak ada yang bisa kumakan aku bisa memasaknya sendiri.


Nadia yang sudah sangat kelaparan memutuskan untuk memasak. Makanan ia masak cukup sederhana hanya mi instan. Baginya itu sudah cukup padahal sebenarnya ia tahu itu tidak sehat untuk diri nya.


Tapi mau bagaimana lagi? Dia tidak boleh menggunakan terlalu banyak bahan makanan. Karena sebenarnya tidak ada yang makan di siang hari kecuali jika Fajar makan di rumah.


Benar-benar iblis, kau pikir semua manusia seperti mu. Apa kau tidak kasihan dengan para pelayan. Coba kau jadi mereka biar tau rasanya.


Lagi dan lagi Nadia hanya memaki nya di dalam hati sambil menyeruput mie instan buatan nya. Sesekali Nadia tersedak karena mengomel. Mungkin itu balasan untuk nya karena terus memaki Fajar dari belakang.


...****************...


Sekarang sudah jam 18.00 waktu nya Fajar pulang ke rumah. Semua Orang sudah berdiri didepan pintu untuk menyambut nya tidak ketinggalan Nadia juga menjadi salah satu dari mereka.


Sebuah mobil sport bewarna hitam berhenti tepat di depan gerbang. Semua pelayan langsung tegap. Budi membuka kan pintu bagian belakang. Lalu turun pria tampan bak iblis yang menjelma menjadi manusia.


"Selamat malam Tuan" Melihat Fajar turun dan mulai masuk ke rumah semua nya langsung mengucap kan selamat malam.


Setelah Fajar masuk para pelayan juga mengikuti dari belakang. Fajar pergi kekamar nya untuk bersih - bersih. Para pelayan menunggu di meja makan begitu juga dengan Nadia yang sedang duduk di meja makan sambil sesekali melihat tangga.


Tidak lama setelah Fajar pergi kekamar nya ia kembali dengan pakaian santai. Para pelayan kembali menyambut nya, Nadia juga langsung berdiri dari duduknya.


Setelah itu Fajar duduk tapi Nadia masih berdiri. Ini merupakan salah satu aturan yang dibuat Fajar. Jika dia belum mengatakan duduk maka belum boleh untuk duduk.


"Mulai besok makan malam ku hanya ini" Fajar seperti nya langsung suka saat pertama kali memakannya. Nadia hanya tersenyum gembira didalam hati.


Bagus teruslah kau sukai makanan buatan ku itu Fajar ku tercinta. Hihihi.


Setelah selesai makan Fajar menyuruh Nadia ikut ke ruang kerjanya untuk menagih hafalan yang sudah disuruh oleh nya tadi. Ternyata Fajar tidak main - main dengan kata-kata miliknya.


Di ruangan kerja pribadi ia menyuruh Nadia menyebutkan semua peraturan yang tertulis di kertas yang diberikan oleh Fajar.


"Bagus! Ternyata kau cukup pintar untuk menghafalnya" Fajar memuji Nadia walaupun masih terselip makna yang mengejek.


Apa kau pikir aku orang yang bodoh? Maaf aku harus mengecewakan mu. Huh!


"Karena kau bisa menghafal itu semua kau boleh meminta sesuatu" Akhirnya kata - kata ini datang juga. Ada banyak sebenarnya yang diinginkan Nadia.


"Tolong izinkan aku keluar Tuan, aku merasa bosan jika harus berada disini terus" Nadia tidak segan - segan mengungkapkan keinginannya.


"Baiklah tapi ingat satu hal sebelum jam 18.00 kau sudah harus berada di rumah. Jika aku tidak melihat mu jangan salah kan aku dengan apa yang terjadi" Nadia menelan ludah takut. Ancaman Pria ini tidak terdengar main - main.


"Satu lagi, jangan sampai aku melihat mu dengan laki-laki lain" Nadia mengerti maksud perkataan pria itu. Sejauh status nya adalah tunangan Fajar jadi dia harus bisa menjaga nana baikan Fajar walaupun orang-orang tidak mengetahui hal tersebut.


"Baik terimakasih atas pengertian Tuan" Nadia membungkuk mengucapkan terimakasih, dan tersenyum tanpa sepengetahuan Fajar.


"Sekarang kau pergilah, dan juga hari ini aku akan bergadang. Ingat apa tugas mu" Fajar memberikan perintah


"Jam berapa aku harus menyiapkan nya Tuan?" Nadia kembali bertanya.


"Buatkan aku kopi jam 2 pagi" Jam 2 pagi sebenarnya adalah batas yang bisa titahan oleh Fajar. Jika dia tidak meminum kopi dia tidak akan bisa menahan nya.


"Baik Tuan, kau begitu aku permisi dulu" Nadia pamit lalu segera meninggal kan ruangan yang menurut nya sangat mencekam itu. Tidak ada perasaan baik disana.


Nadia lalu turun dan menuju kamarnya kemudian dia menyetel alarm di jam 01.30 kenapa jam segitu? Karena Nadia khawatir kalau dia akan terus menunda jika jamnya berbunyi. Karena itu dia menyetel waktu lebih awal.


Setelah menyetel alarm Nadia kemudian tidur. Tapi dia tidak bisa tidur karena takut tidak bisa bangun. Dia benar-benar tidak tahu harus ngapain.


Akhirnya Nadia memutuskan untuk berjaga sampai jam dua pagi. Ia menghabiskan waktu sampai jam 2 pagi dengan bermain HP. HP memang paling cocok menemani disaat - saat begini.


~Bersambung~


Likee, coment, vote, favorit 😘