
" tapi sam, bentar lagi kita mau nikah "
" apa nikah, apa aku enggak salah dengar dan mulai sekarang pergi menjau dari bella dan aku atau aku akan membuat keluarga kau menderita " tegas samuel
Mendengar perkataan samuel membuat rahel menjadi semakin benci dengan Bella dengan sakit hati yg mendalam dan kesedihan ia keluar dari ruangan itu
" bell, kamu harus ikut kakak sekarang karna ibu dan ayah sangat rindu sama kamu bell "
" tapi aku masih bingung kakak, apakah memang benar aku adik kakak yg selama ini kakak cari "
" ya kamu adik ku Bella, tidak ada seorangpun yg boleh menyakiti kamu bell, dan kamu vino segera urus surat perceraian kalian dan jangan pernah lagi mengganggu kehidupan bella kamu tau! " tegas samuel
" tapi kakak, aku baru sadar kalau aku sebenarnya udah mulai suka dengan bella " jawab vino
Mendengar apa yg di katakan oleh suaminya itu membuat hati bella merasa senang karna ternyata suaminya udah mulai suka dengan dia
" bella mas mohon, maaf kan mas, kak aku berjanji tidak akan menyakiti bella lagi kakak , aku sadar bahwa aku udah membuat dia kecewa, pernah membuat dia sakit hati, tapi kakak beri aku satu kesempatan lagi "
" apa kamu berjanji " tanyak samuel
" iya kakak aku berjanji " jawab vino
" sekarang kakak ingin bertanya kepadamu bella, kamu masih mau memaafkan vino lagi dan kamu vino bila kamu sekali lagi melukai bella atau membuat dia menagis maka aku sendiri yg akan mengambil kembali bella dan mengurus surat perpisahan kalian "
" kakak sebenarnya bella masih sayang sama mas vino, biar pun dia telah menyakiti bella dan membuat bella selalu menagis namun vino adalah suami sah bella kakak "
Mendengar perkataan istrinya sendiri bahwa dia masih bisa memaafkan kesalahannya yg begitu besar dan betapa dewasa sekali pemikiran istrinya tersebut
" ibu memang tidak salah memilih kamu menjadi istri ku bell, mas janji akan selalu menjaga mu bella " sambil memeluk bella dan sesekali mencium kening bella
" ehmmm , mentang - mentang udah di maafkan udah lupa sama orang jomlo udah mesra - mesra aja terus, tega kamu bella membuang kakak kamu begitu aja " tanyak samuel dengan suara pura - pura menangis seprti anak kecil yg tidak di kasih permen
" ohhh sekarang suaminya sendiri di campakkan" ucap vino
" kamu kan bebas meluk dia, mau di rumah, di tempat umum kan kalian udah suami istri jadi siapa yg marah lah aku bentar lagi akan pulang lagi ke tempat asal ku " jawab samuel dengan nada mengejek dan bepura2 sedih
" oh iya bell ini hubungi kakak kalau kau ingin berkunjung ke rumah mu kakak akan menjemputmu di bandara "
" iya kakak "
" dan sekarang kakak harus pergi karna masih banyak urusan yg harus kakak urus, vin ku titip adek ku sama kamu, dan ingat janji kamu " sambil melepaskan pelukan bella
" kakak kenpa cepat pergi, aku masih kagen "
" masa kan kita udah sering jumpa " jawab vino
" hmm kak sam, ya udah kalau gitu pigi aja nanti aku enggak bakal mau lagi jumpa sama kamu " ucap bella dengan pura - pura cemberut
" jangan gitu dong "
" ya terus aja, enggak usah anggap suaminya " ucap vino
" jangan cemberut dong nanti cantiknya hilang loh , kakak ada satu permintaan cepat berikan kakak keponakan ya "
Mendengar ucapan kakaknya sendiri membuat pipi bella seketika menjadi merah seperti tomat
" ahh itu mah gampang , makanya cepat pulang sana, biar cepat juga kami membuatnya " ucap vino
" ahhh mas vino sama kakak sama aja malas aku jadinya ketemu kalian berdua " jawab bella dengan muka yg merah
Jangan lupa like ya gais 😊