My Cold Husband

My Cold Husband
Bab. 17 Gara Gara Media Sosial



Devan masih berkutat dengan pekerjaannya,memeriksa beberapa berkas berkas laporan mengenai usaha yang ditekuninya dalam bidang perkebunan dan pertanian. Ia membangun sebuah gedung yang tidak terlalu besar untuk ia jadikan kantor, tepatnya agar ia lebih mudah untuk bertemu klien.


Semenjak ayahnya meninggal, Devan di amanahkan untuk mengurus pertanian dan perkebunan yang berada di Desa telaga wangi, Desa yang Devan tinggali saat ini .


Devan mengelola perkebunan teh dan pekebunan bermacam buah buahan dan juga sayuran.


Meskipun Devan irit bicara, dan tidak mengenyam pendidikan yang mumpuni seperti kakaknya David, namun ditangan Devan usaha peninggalan ayahnya itu menjadi semakin pesat. Karna jiwa bisnis yang dimiliki sang ayah mendominasi dalam dirinya, hingga dengan mudah ia memperluas relasi bisnisnya.


Devan merasa hari ini konsentrasinya terganggu oleh sesuatu.


Sebenarnya ia tau apa sesuatu itu tapi ia selalu mencoba menepisnya.


"Sedang apa gadis itu?? Apa masih menangis dan marah padaku?? Atau malah dia melarikan diri dari rumah???" Devan bertanya tanya pada dirinya sendiri, namun seketika matanya melebar ketika ia fokus pada satu kata.


"Hahhh melarikan diri?? Jangan sampai itu terjadi" Devan langsung mengemasi pekerjaannya, dan bergegas pulang.


"Riki saya akan pulang duluan , setelah kerjaanmu sudah selesai kau juga boleh segera pulang" ucap Devan pada asistennya.


"Tumben bos pulang jam segini" tanya Riki kepo, karna biasanya Devan selalu betah berlama lama dikantor, itu membuat jam kerjanya semakin lama juga, sehingga Riki kesulitan mempunyai waktu untuk mencari pasangan.


Devan tak menjawab, hanya memberikan tatapan tajam pada asistennya.


"Oh iya saya lupa, bos kan sudah ada yang menunggu di rumah" kekeh Riki. Ia segera merapikan meja kerjanya lalu bergegas mengantar bos nya pulang.


*******


Sesampainya dirumah, dengan langkah lebarnya Devan segera memasuki kediamannya itu. Tujuannya yaitu melihat keadaan istrinya, jangan jangan ia beneran melarikan diri karna marah padanya.


Namun langkah Devan terhenti ketika melewati dapur, ia merasa lega kala mendapati istrinya masih ada dan terlihat baik baik saja.


"Saya harus bicara dengannya, sepertinya dia masih marah" ucap Devan dalam hati.


Ia pun melangkah ke dapur menghampiri istrinya.


"Kau sudah pulang??" tanya Tiara


"Yaa" jawab Devan singkat, ia tak menyangka Tiara akan menyapanya duluan.


Tiara menghampiri dirinya lalu meraih tangan Devan untuk disalaminya.


Seketika Devan membeku, namun ada yang menghangat dalam dirinya yaitu hatinya, atas apa yang dilakukan istrinya barusan.


"Kau tak marah pada saya?" tanya Devan.


"Tidak, memangnya kenapa aku harus marah" jawab Tiara santai. Devan mengernyitkan alisnya


"Lalu kenapa tadi siang kau menangis???" telisiknya.


"Hmm, aku hanya kaget saja dibentak olehmu. Selain jutek dan dingin rupanya kau juga galak" ucap Tiara seraya meledek Devan.


"Maaf" lirih Devan.


Tiara tersenyum, yang membuat gemuruh dalam dada Devan.


"Sudahlah jangan dibahas lagi, mandi sana. Aku udah siapin air hangat sama pakaian kamu. Aku tunggu disini kita makan bersama" Ucap Tiara.


Devan tak bergeming, ia masih tak menyangka dengan sifat istrinya yang tiba tiba menjadi baik.


"Heyyh kulkas hidup, disuruh mandi malam bengong, buruan nanti airnya keburu dingin, lagian aku juga udah laper nih" ucap Tiara membuyarkan lamunan suami nya.


Devan pun berlalu ke kamarnya untuk membersihkan diri.


"Meskipun aku belum mencintainya, aku akan mencoba menjadi istri yang baik" ucap Tiara.


Setelah selesai makan, Tiara kembali ke kamarnya. Diambilnya benda pipih didalam tasnya, sudah beberapa hari ia tidak membuka hand phone nya itu. Dan berjalan kearah balkon, ia memilih duduk santai di bangku anyaman panjang yang sudah dikasih kasur tipis di atas nya, sambil melihat pemandangan bukit dihadapannya.


"Udah lama gak lihat sosial media" Tiara membuka aplikasi dimana orang sering membagikan foto dan vidio.


"Kasus yang lagi viral??" Tiara mengernyitkan dahinya , diputarnya sebuah vidio di aplikasi itu.


"Seorang istri memergoki suaminya sedang selingkuh, Dengan alasan selingkuh karna kurang perhatian" ucap Tiara membaca judul vidio yang sedang viral itu.


"Memang kurang kerjaan ini yang bikin berita yang begitu aja viral" rutuknya, karna penasaran Tiara melihat lihat list komentar dari postingan tersebut. Malah banyak yang menyalahkan si istri sah.


"Makanya kalau punya suami tuh diperhatikan, makanya jadi istri nurut sama suami, makanya kalau layani suami itu sepenuh hati, makanya dijaga suaminya" Itulah inti dari komentar netizen +62 yang dibaca tiara.


"Kenapa aku tersindir yaa dengan komenan netizen itu, Aku memang menikah dengan orang yang tidak aku cintai, tapi kalau sampai Devan direbut sama perempuan lain nanti aku yang disalahkan netizen karna kurang merhatiin suami dan punya suami tidak dijaga" ujar Tiara.


"Kalau aku belajar jadi istri yang baik, apa dia juga akan belajar jadi suami yang baik juga?" tanya Tiara pada dirinya sendiri.


Dibuka nya aplikasi pencarian lalu menuliskan "Cara menjadi istri yang baik".


Muncul beberapa tips dan masukan. Dibacanya satu persatu sambil menganggukkan kepala.


"Oke, semuanya akan aku lakukan agar menjadi istri yang baik, biar suami betah dirumah dan kalau sedang diluar ingin cepat pulang hehe" kekeh Tiara.


"Tapi sepertinya masih ada satu poin yang belum bisa aku lakukan, aku hanya ingin melakukan itu dengan orang yang aku cintai, semoga saja Devan tidak memintanya dulu sebelum sama sama mempunyai perasaan" ucapnya, lalu menutup semua aplikasi di handphone nya. Ia pun kembali masuk kedalam kamar, untuk bersiap masak.


Setelah masak usai dan sudah membersihkan dirinya Tiara malah ketiduran dan terbangun jam 4 sore.


Ia pun bergegas menyiapkan pakaian ganti Devan, kali ini lengkap dengan celana d*l*mnya.


"Yang mana yaa??? Tiara menelisik tiap sudut lemari Devan. Pandangannya tertuju pada kumpulan lipatan kecil berwarna gelap dengan merk ternama. Tiba tiba wajahnya memerah, Ia mengambil salah satu lipatan itu dengan cara dicubit sedikit dan mata yang terpejam.


Selesai menyiapkan pakaian ganti, ia juga tak lupa menyiapkan air panas untuk mandi suaminya.


Karna ia ingat kemarin Devan pulang jam lima, ia pun segera turun untuk menghangatkan kembali masakannya serta untuk menyambut suaminya pulang kerja.


Senyum tak lepas dari bibirnya, ia benar benar menikmati kegiatan yang ia lakukan hari ini, sampai ia melupakan seseorang yang telah lama bersemayam dihatinya.


Calon suaminya yang gak jadi.


flashback off


.


.


.


.


Bersambung....


...Jangan Lupa...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...Terimaksih :)...


.