
Baek Kyung melepas ciuman itu dan berlalu begitu saja meninggalkan Na Ri yang linglung.
"Apa kau masih bisa mengabaikanku setelah semua ini?"Seru Baek Kyung seraya berbalik dan meninggalkan Na Ri.
Namun itu semua hanya pengalihan karena dirinya sendiri juga gugup dan tidak tahu kenapa tadi reflek mencium adik kelasnya itu.
Soo Ah benar benar ke UKS,ia berbaring sambil memikirkan hal menyakitkan yang di lihatnya tadi."Bagaimana aku harus mencara cara mendapatkan perhatian Baek Kyung?Apa yang salah dan apa kurangnya aku di banding Na Ri?"Keluh Soo Ah tak ada habisnya.
Na Ri berjongkok di toilet sekolah sambil memegang bibirnya dan mengingat hal tadi."Apa ini mimpi?"Tidak,ini bukan mimpi."Na Ri bicara sendiri seperti orang gila.
"Lalu aku harus bagaimana jika bertemu dengannya?"
"Tidak ada yang melihat kan apa yang kami lakukan tadi"
"Arghhhhh"Na Ri putus ada dan menjambak kuat rambutnya dengan kedua tangannya.
Sepulang sekolah,Soo Ah tidak langsung pulang ke rumah dan malah mampir ke sebuah salon.
"Selamat datang nona cantik,"Sambut salah satu pegawai salon.
Soo Ah tidak menjawab dan langsung duduk di kursi salon itu.Untungnya sang pegawai salon tidak ambil hati dan lanjut melayani Soo Ah.
"Model apa yang kau inginkan nona?Rambut aslimu sudah sangat indah dan menawan,"Seru pegawai salon itu dengan ramah sambil memegang helaian rambut Soo Ah yang lurus itu.
"Aku ingin rambutku di buat ikal dan bergelombang."Jawab Soo Ah sambil melihat pantulan wajah dirinya di kaca.
Rupanya dia ingin mengikuti gaya rambut Na Ri agar Baek Kyung meliriknya.Ia ingin mengubah tampilannya seperti Na Ri.
"Baiklah,aku akan membuatnya seperti itu."Sahut si pegawai salon setelah mengetahui kemauan pelanggannya.
Baek Kyung bekerja sampingan kembali di sebuah bengkel.
Pikarannya tidak tentu arah mengingat kejadian di sekolah tadi.'Bagaimana bisa aku senekad itu?!Lalu bagaimana lagi aku akan mendekatinya setelah ini?'
Baek Kyung berbicara di dalam hati dengan semua keluhannya.
Na Ri dan Ibunya pergi ke pasar menggunakan sepeda motor.
Setelah berbelanja tiba tiba saja motor itu mogok di jalanan.
"Ibu,kenapa lagi dengan motor ini?"
"Ibu juga tidak tahu,padahal bensinnya penuh."Ibu Na Ri juga heran dengan apa penyebab motornya mendadak mati seperti itu.
"Motor ini mogok ibu,kita harus membawanya ke bengkel."
"Baiklah,cepat dorong motor itu."Ibu Na Ri segera memegang belanjaan dan membuat kedua tangannya penuh agar Na Ri yang mendorong motor itu.
Wajah Na Ri nampak kesal.
Ibuku ini benar benar licik rupanya.
Tidak ada pilihan lain,mau tidak mau Na Ri mulai mendorong motor itu sambil mencari bengkel terdekat.
"Na Ri,itu dia."
Na Ri melihat yang di tunjuk ibunya dan menemukan sebuah bengkel.Na Ri yang penuh keringat tersenyum bahagia.
"Ayo cepat dorong motornya Na Ri"
"Ibu!! Ibu kira motor ini motor mainan yang enteng dan mudah di bawa!!!"Na Ri kesal karena ibunya seenaknya saja meminta seperti tadi tanpa tahu ia sudah sangat lelah mendorong motor itu cukup jauh.
Tapi,saat sudah di depan bengkel ternyata Na Ri malah bertemu Baek Kyung.
Na Ri baru ingat.
Baek Kyung kan bekerja di bengkel,tapi kenapa harus di sini dan saat ini.
"Ibu,cari bengkel lain saja,di sini sepertinya sedang ramai nanti kita lama menuggu."Tawar Na Ri pada ibunya yang sebenarnya bertujuan untuk menghindari Baek Kyung.
"Kenapa harus pergi lagi?,Ibu sudah lelah berjalan terus.Di sini saja Na Ri."
"Tapi bu."
Belum sempat omongan Na Ri berlajut,Baek Kyung sudah menghampiri ibu dan anak itu.
"Ada yang bisa aku bantu?"Baek Kyung sudah ada di dekat Na Ri dan menatap Na Ri.
Na Ri berdebar lalu memandang ke arah lain.
"Begini nak,motor bibi macet bisa tolong kau periksa?"Pinta ibu Na Ri pada Baek Kyung.
"Iya bibi tentu saja."Baek Kyung lekas membawa motor itu ke dalam untuk di cek.
Baek Kyung sengaja tidak menyapa Na Ri atau menunjukkan kalau ia kenal dengan Na Ri karena tidak mau Na Ri merasa sulit.
'Dia pasti juga gugup.Biasanya dia pasti selalu berdebat denganku saat bertemu.'Baek Kyung tertawa sendiri karena pemikirannya.Tapi Na Ri malah salah paham.
"Kenapa dia senyum senyum?"Na Ri berprasangka Baek Kyung menerwatakan dirinya karena mogok ini.
"Siapa yang tertawa Na Ri? tanya sang ibu heran," Ibu tidak tertawa"
Na Ri menoleh kesamping,"Bukan ibu,yang aku maksud poster itu."Na Ri malah menjawab yang bukan bukan dan membuat ibunya berekspresi aneh.
Na Ri lalu tanpa sengaja menatap Baek Kyung saat Baek Kyung menatapnya.Baek Kyung malah memanfaatkan momen itu untuk menjahili Na Ri dan mengedipkan sebelah matanya.
"OMO"Teriak Na Ri dengan kuat."
"Ada apa hah?"Ibu Na Ri keheranan dengan tingkah puterinya itu.
"I..itu,cicak kawin!! lihat!!"Na Ri menunjuk sembarangan ke dinding sambil mengontrol debaran di dadanya.
'Tenang Na Ri,Tenang.Kau harus waras.'
"Kenapa sikapmu jadi aneh begitu?Apa yang membuatmu salah tingkah dari tadi?Apa karena montir tampan itu?"Ibu Na Ri mengarahkan pada Baek Kyung yang sedang bekerja di sana.
"Tidak,tentu saja tidak."Na Ri menyangkal sambil melambaikan kedua tangannya."Apa maksud ibu?Sembarangan saja."
Na Ri sampai keringat dingin menjelaskannya.
"Kalau tidak kenapa kau sangat panik?"Mata ibu Na Ri menyipit penuh curiga."
"Sudah selesai."Baek Kyung datang dan menjeda sesi introgasi itu.
Na Ri dan ibunya segera berdiri.Na Ri mencoba menghidupkan motornya dan berhasil.
"Terima kasih nak."Ibu Na Ri berterima kasih pada Baek Kyung secara langsung karena saat hendak membayar tagihan ternyata sudah di bayarkan Baek Kyung.
"Ia bibi,sama sama.Perkenalkan aku kakak kelas Na Ri namaku Baek Kyung."Baek Kyung memperkenalkan dirinya pada ibu Na Ri secara resmi.
Ibu Na Ri lalu melirik puterinya,"Pantas saja dari tadi kau salah tingkah ya Na Ri."
"Ibu….!!!!"Na Ri membuat wajah geram pada ibunya.
'Kenapa ibu malah membuatku semakin malu saja,aduhh."Rengek Na Ri sambil meratapi nasibnya yang di pertemukan dengan Baek Kyung lagi.
Na Ri tidak menyapa Baek Kyung karena masih serba salah.
Di balik itu semua,ibu Na Ri menaruh curiga.
'Ada yang aneh,apa Na Ri ada sesuatu dengan pria tadi?'Itulah yang ibu Na Ri fikirkan saat melihat puterinya yang serius membawa motor.Namun ia tidak mengungkapkannya karena tidak mau mencampuri urusan pribadi puterinya.
Esok harinya Na Ri sekolah seperti biasa namun ia sangat hati hati dengan gerak geriknya takut takut bertemu Baek Kyung.
"Fiuhhhh."Na Ri bernafas lega karena bisa sampai di kelas dengan selamat.Ia menaruh tas lalu menuju lapangan untuk mengikuti upacara.
Soo Ah tampil dengan rambut barunya.Na Ri merasa tidak asing dengan gaya rambut Soo Ah.
'Kenapa seperti gaya rambutku?'Desis Na Ri dalam hati.
Na Ri memutuskan tidak hirau takut takut jika dugaannya salah.
Soo Ah juga mulai benci pada Na Ri,bukan tanpa sebab ini semua tentu saja karena masalah percintaan dan Baek Kyung.
Na Ri berbaris sesuai komando ketua kelas dan saat menoleh ke samping ia malah melihat Baek Kyung berbaris disisinya.
"Astaga."Na Ri kaget setengah mati pada Baek Kyung yang sudah ada di sisinya.
"Sssssttt."Baek Kyung tersenyum sambil menaruh satu jari manis di depan bibirnya pertanda "jangan berisik".
Na Ri menutup mulut rapat rapat dan diam.Ia tidak berkutik dan serba salah.Di tengah terik matahari saat upacara,juga fikirannya yang kalut.Na Ri merasa kepalanya saat pusing dan penglihatannya juga kabur.Tidak lama ia pingsan di tempat.
"BRUKKK."Tubuh Na Ri terhempas di lapangan upacara itu.
Baek Kyung yang ada di sisinya kaget dan segera menggendong Na Ri ke UKS.Keduanya lari dari upacara sekolah itu.Baek Kyung membelah kerumunan barisan demi membawa Na Ri ke UKS.