
Na Ri dan Baek Kyung sudah ada di bawah pohon tempat mereka bertemu waktu itu.
"Jadi langsung saja dan aku tidak akan bertele tele lagi.Memang benar yang menaruh surat di lokermu itu adalah aku."Ucap Na Ri dengan jujur.
Baek Kyung tersenyum."Sudah kuduga,instingku juga bilang begitu.Jadi kau ya pengagum rahasiaku.Baiklah,karena aku juga sedang sendiri jadi aku akan menerima perasaanmu.Aku tidak akan tega mematahkan hati seorang gadis.Jadi anggap saja ini kemurahan hatiku mau menerimamu."
"Bukan begitu maksudku,jangan kegeeran dulu."Tegas Na Ri agar Baek Kyung tidak salah paham lebih jauh."Surat itu memang aku yang menaruhnya,tapi sebenarnya di tujukan untuk Ji Soo dan bukannya dirimu.Orang yang aku sukai sebenarnya adalah Ji Soo.Tapi ternyata Ji Soo sudah punya pacar."Na Ri membeberkan kebenaran itu dengan jelas.
Baek Kyung mematung dan malu sendiri.
"Makanya kau jangan percaya diri dulu!!"Aku juga minta maaf karena membuatku salah paham.Dan aku juga minta maaf karena menolakmu."Na Ri tahu jika harga diri Baek Kyung sedang sangat terinjak sekarang.
Baek Kyung merasa harga dirinya benar benar tercoreng."Oh begitu,ia tidak masalah.Aku baik baik saja.Kita anggap saja semua ini tidak pernah terjadi."
"Tentu saja,terima kasih kau mau mengerti."Aku pergi dulu."Na Ri menyudahi omongan dan pengakuannya itu.
Tinggal Baek Kyung sendiri."AAAA,memalukan sekali.Aku bahkan di buat malu oleh juniorku sendiri.Apa hebatnya Ji Soo di banding aku.Ji Soo hanya kutu buku,juara kelas,pria kalem,lemah lembut.AIshhh aku malah menyebutkan kelebihannya."
Na Ri masuk kelas dengan wajah lesu.Ia bahkan melihat Ji Soo melintas di depan kelas dengan pacarnya."Aku doakan kalian putus dan tidak saling membenci."
"Na Ri,apa kau adalah hubungan khusus dengan Baek Kyung?"Soo Ah tiba tiba menghampiri Na Ri dan mencercanya dengan pertanyaan.
"Iya punya.Hubungan khusus dewasa."Jawab Na Ri kesal karena suasan hatinya sedang buruk."Tentu saja tidak ada!Sudah jangan bahas dia di depanku.Aku sedang malas."Jawab Nari dengan nada ketus.
Na Ri mencueki Soo Ah dan membuat Soo Ah makin bingung.
Di kelasnya Baek Kyung menatap lurus tajam kedepan."Aku akan membuat anggapanmu berubah dan membuatmu jatuh dalam pesonaku."Itulah yang Baek Kyung Cam kan dalam hati.
Di mulai dari saat pulang sekolah.Murid murid yang berdesakan keluar membuat Na Ri terhimpit dan terdorong kesana kemari."Aigo,kerumunan ini himpit himpitan seperti pembagian sembako gratis saja."Keluh Na Ri yang sudah sangat sesak karena desak desakan itu.
Na Ri kepanasan karena berdesak desakan seperti ini.Tapi tiba tiba jalannya terasa nyaman karena tidak di desak dari kerumunan di belakangnya.Saat menoleh rupanya Baek Kyung ada di belakangnya dan menahan kerumunan yang mendesak Na Ri dari belakang.
Baek Kyung tersenyum dan membuat Na Ri tidak tahu harus berkata apa.
Kedua saat akan upacara di lapangan,Na Ri kembali bertemu dengan Baek Kyung."Apa ini,kenapa dia tidak pernah jahil atau mengejekku lagi?Aku jadi takut.Apa dia kena hipnotis?Dan sekarang ia malah berjalan ke arahku.Bagaimana ini???"Sejuta tanya Na Ri pada Baek Kyung yang berubah baik padanya.
Dengan jantannya,Baek Kyung tidak malu atau canggung saat berlutut dan mengikat tali sepatu Na Ri.Semua mata tertuju pada aksi Baek Kyung.
Na Ri memerhatikan Baek Kyung yang berbuat seperti itu padanya.
"Selesai,lain kali lebih teliti lagi.Kau bisa saja tersandung."Ucap Baek Kyung sambil mendongakkan kepala pada Na Ri.
"Te..terima kasih…"Wajah Na Ri merah merona setelah di perlakukan Baek Kyung seperti itu.
Saat melihat hal itu Soo Ah geram dan marah bukan main.Karena semua perhatian akan tertuju pada Na Ri.
Soo Ah mengepalkan tangannya,"Aku kalah karena gadis biasa seperti itu!,Cih…benar benar tidak berkelas."Soo Ah marah marah dalam benaknya karena melihat Na Ri dan Baek Kyung yang seperti pasangan pangeran dan puteri sekolah.
"Aku harus lebih gencar lagi."Soo Ah menanamkan itu dalam benaknya dengan penuh tekad.
Sekarang,Na Ri di kalutkan dengan lamunannya tentang Baek Kyung di kelas,"Sebenarnya ada apa dengan Baek Kyung?Kenapa dia terus baik padaku ya."Tiba tiba ada getaran aneh di dada Na Ri.
Guru Na Ri yang sedang menjelaskan di kelas lagi lagi tertuju pada Na Ri."Sebenarnya kenapa dengan muiridku yang satu itu?",Selalu saja aku memergokinya sedang sibuk melamun."Apa dia kira pelajaran ini adalah sesi renungan."Sang guru lalu berjalan ke arah murid unik itu.
Bahkan saat sang guru sudah ada di depannya,ia masih melamun.Murid lain mungkin berfikir Na Ri sudah kehilangan akal sehatnya lagi.
Sang guru menatap dengan mata dewanya.
"Min Na Ri?".Panggilan pertama guru itu pada Na Ri.
"Min Na Ri?"Panggilan kedua namun belum juga di gubris.
"Min Na Ri"!!!!"Teriaknya dengan sekuat tenaga dan membuat seisi kelas menutup telinga saking melengkingnya suara itu yang bisa saja memecahkan gedang telinga.
Na Ri baru tersadar setelah sambaran suara topan itu menghantam gendang telinganya hingga ke dasar.
"I…iya bu guru."Jawab Na Ri dengan terbata dan ketakutan.
"Lagi lagi kau melamun saat pelajaranku ya?".
"Maaf bu guru."Hanya kata itu yang bisa Na Ri fikirkan saat ini.
"Sampai terik urat leherku hanya untuk mengalihkan lamunanmu."
"Sekali lagi maaf bu guru."Na Ri hanya bisa tertunduk pasrah seakan badannya mengecil seukuran tikus di hadapan guru killer itu.
Tidak lama,Baek Kyung melintas karena hendak ke kamar mandi.Na Ri menangkap tatapan Baek Kyung yang menyunggingkan senyuman padanya.
Dug…dug…dug
Tidak,tidak bisa seperti ini.
Na Ri dengan kekacauannya karena masalah hati lalu berdiri dari bangkunya,"Bu guru,aku harus ke kamar kecil dulu".
Na Ri lalu berlalu dengan santainya tanpa peduli pada guru yang tadi memarahinya.Guru itu mengembangkan lubang hidungnya seakan naga yang hendak menghembusakn nafas apinya,"Murid berandal itu,sepertinya aku harus lebih sering mengasah taringku ini untuk menyedot habis murid seperti itu."
Soo Ah juga melamun rupanya dan sekarang sedang di tatap guru itu dengan mata besarnya yang seperti lampu sorot.
Teman sebangku Soo Ah memberi kode dengan menyenggol bahu Soo Ah dan berbisik pelan,"Soo Ah,bu guru sedang memandangmu."
Soo Ah sadar dan terperanjak,namun ia juga tidak kalah menyebalkan seperti Na Ri,"Aku mau ke UKS dulu bu.Aku tidak enak badan."Soo Ah berdiri dan berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban dari gurunya yang sudah seperti gunung meletus.
Tenang,kau harus tenang.Biarkan murid murid yang otaknya di luar itu meninggalkan kelas ini.
Sang Guru memcoba menenangkan diri yang berakibat fatal pada murid murid lain yang tidak bersalah.
"Hari ini kita ulangan,"Seru sang guru yang mengadakan ulangan mendadak pada siswa siswinya yang tanpa persiapan sama sekali.
Guru itu menangkap seorang siswa yang sepertinya ingin melarikan diri dari kelas,"Jika ada yang beralasan ingin ke toilet atau UKS lagi,aku pastikan dia akan mendapat hukuman lari keliling lapangan 30 putaran."
Murid itu langsung diam dan duduk rapi di atas meja mengurungkan niatnya.
Na Ri yang tadi keluar rupanya mengejar Baek Kyung yang juga ke kamar kecil.
"Itu dia,"Na Ri melihat Baek Kyung yang berjalan di koridor lalu mengejarnya.
"Tunggu."
Baek Kyung berbalik mendengar suara di belakangnya itu."Kau rupanya,"Baek Kyung tersenyum pada Na Ri.
"Kau itu sebenarnya kenapa?Kenapa mendadak baik padaku?"Tanya Na Ri untuk meluruskan semua ini.
"Apa tidak boleh?"Jawab Baek Kyung sambl menaruh satu tangannya dalam saku celana depannya.
"Bukan,maksudku semuanya terasa aneh saja dan itu sangat mengangguku,"Jawab Na Ri jujur dengan polosnya.
BaeK Kyung lalu berjalan ke arah Na Ri,Na Ri juga tidak gentar dan lari.
Baek Kyung dengan wajah serius dan langkah cepatnya itu lalu meraih wajah Na Ri dengan kedua tangannya lalu memcium bibir Na Ri dengan tiba tiba.
Hal itu rupanya terlihat Soo Ah dari jauh yang tadi ada di belakang Na Ri.Soo Ah bersembunyi dan merasa tidak karuan menyaksikan hal tadi.Soo Ah sedih bercampur kesal melihat pria yang di sukainya mencium gadis lain.