
"Sial!!!Siswa itu tidak menurut padaku!!!Dia tidak menghargaiku sebagai senior.Akan aku pastikan ia membayar ini semua."Baek Kyung kesal setengah mati pada Na R ia bahkan menendang udara dan membuat pasir di tanah bertaburan.
"Sudah Baek Kyung,sudah.Jangan emosi lagi.Cukup."Ji Soo mencoba menenangkan Baek Kyung di luar ruangan.Tapi wajah Baek Kyung masih merah padam karena marah.
Di dalam ruangan.
Na Ri sedang merungut di bangkunya."Dia fikir,dia itu siapaDewa petir???Beraninya dia macam macam denganku.Sini,kemari.Coba saja lawan aku.Aku akan mengigitmu seperti anjing gila.Akan kucabik cabik kau hingga habis tak bersisa."
Cukup lama Baek Kyung di luar.Ji Soo berhasil menenangkannya dan ia masuk kembali ke ruangan.Baek Kyung sudah mulai dingin dan lanjut bicara kembali di hadapan semua siswa.
"Maaf jika tadi aku terbawa emosi dan mengacaukan acara ini.Aku hanya manusia biasa yang juga bisa hilang kesabaran jika ada yang memancingku."Baek Kyung berbicara demikian sambil memandang ke arah Na Ri.
Na Ri cuek saja dan hanya mengorek sebelah kupingnya dengan jari telunjuknya seakan omongan Baek Kyung hanya dengingan nyamuk yang membuat gatal telinga.
Melihat hal itu,Baek Kyung lalu menggertakkan gigi dan menggigit bibir bawahnya menahan kesal.'Baiklah,silahkan bertingkah anak baru.Besok di hari ospek terkahir aku akan menyiksamu dan tertawa melihat penderitaanmu.'
Hari yang melelahkan ini akhirnya selesai.Sepulang sekolah,Na Ri menunggu Ji Soo di depan gerbang sekolah.
Na Ri celingak celinguk melihat kerumunan siswa yang lalu lalang."Mana Ji Soo??Kenapa belum kelihatan juga??O…itu dia…"Na Ri sangat senang melihat Ji Soo dan melambai.
Ji Soo melihat lambaian Na Ri.Ji Soo tersenyum.
Na Ri dan Ji Soo lalu berbincang di bawah pohon dekat sekolah itu.Na Ri malu malu dan bersikap manis.."Oppa,terima kasih ya atas bantuanmu tadi..Aku benar benar tertolong."
"Iya,Na Ri.Tapi kau juga jangan membuat Baek Kyung emosi terus.Kalian berdua sama sama keras."
"Huh,mendengar namanya saja sudah membuat darah tinggiku naik.Tiba tiba di sini jadi terasa panas."Wajah Na Ri kesal sambil berkipas dengan tangannya.
Saat itu,Baek Kyung melintas dengan sepeda motornya.Dari dalam helmnya,ia melihat Na Ri yang sedang bicara berdua dengan Ji Soo.'Apa yang mereka bicarakan?Mencurigakan.'Baek Kyung memacu motor itu dengan kencang.
Baek Kyung tinggal sendiri di sebuah rumah sewa.Ia bekerja sebagai montir sebagai sampingan setelah pulang sekolah.Baek Kyung sangat menyukai otomotif.Setiap hari ia akan bergumul dengan oli dan alat alat motor.Walau anak nakal,tapi dari perkerjaan sampingannya ia cukup berhasil dan bisa membiayai sekolah sendiri.Tidak ada yang tahu tentang orang tua Baek Kyung karena ia tidak pernah mau cerita.
Hari pembalasan Baek Kyung tiba.Semalam ia sudah menyusun rencana untuk menjahili Na Ri di hari terakhir ospek itu.
Na Ri berada di barisan depan di lapangan."Kenapa ketua osis itu melirikku dengan senyum iblisnya??Apa dia akan menumbalkanku hari ini dan menjadikanku persembahannya??"
Tidak salah dugaan Na Ri.Karena hari ini Baek Kyung benar benar menjadikannya sasaran balasan.
1.Menyanyi."Min Na Ri menyanyilah di hadapan sini.Jika kali ini kau tidak patuh lagi,maka terpaksa aku akan menjadikanmu siswa tetap pembersih ruang osis.Karena akulah yang menentukan jadwal piket lapangan sekolah ini.2.Minta tanda tangan semua pengurus osis.3.Carilah kartu merah yang aku sembunyikan di salah satu gedung sekolah.4,5,6 dan seterusnya."
"Dasar Baek Kyung gila!!Apa dia kira aku ini tahanan yang harus bekerja paksa dan menuruti semua perintahnya!!Persis sekali!!Dia memang seperti penjajah!!Tapi aku harus menurut karena Ji Sooku yang tampan sudah memohon agar aku tidak memberontak pada Baek Kyung lagi.AARRRgggghhhhhh,ingin rasanya ku remukkan tulang tulangnya itu."Na Ri mengamuk kesal karena ulah Baek Kyung.
Rupanya saat bertemu kemarin,Ji Soo sudah memberi tahuNa Ri agar jangan terus melawan Baek Kyung"Na Ri,aku mohon jagan memberontak lagi atau kau akan terus menjadi sasaran kejahilan Baek Kyung.Anggaplah ini permohonanku,aku juga tidak ingin dan tidak tega melihatmu terus di jahili."
Tapi kelakuan Baek Kyung yang jahil malah seperti menabuh gendang perang pada Na Ri."Lihat saja Baek Kyung tertawalah sepuasmu sekarang.Karena setelah masa Ospek ini selesai maka aku akan membalas semua dendam ini padamu."
Baek Kyung mengira Na Ri sudah tunduk padanya.Tanpa tahu itu karena pengaruh Ji Soo."Kau kira siapa yang kau lawan hah!Aku tetaplah raja di sini,akhirnya kau mau jinak juga domba liar!!"
Tapi ada yang menarik disini.Seorang siswa bernama Hyun Soo Ah sangat membuat siswa siswa wanita kesal.Dia merasa dirinya cantik tapi ia memang sangat cantik.Namun sikapnya penuh kepalsuan seperti baik yang di paksa juga lemah lembut yang hanya menjadi topeng palsunya.Ia pura pura lemah dan selalu baik pada kakak kelas pria,sehingga banyak yang menaruh hati padanya.Tapi itu semua hanya tak tiknya untuk mendapat perhatian.
"Si bodoh Baek Kyung anehnya tidak tergoda seperti pria lainnya.Aneh padahal hampir semua pria di sini termakan oleh mulut manis dan sikap centil rubah betina itu."Begitulah yang saat ini Na Ri ucapkan saat melihat Soo Ah yang berusaha merayu Baek Kyung di sana.
"Senior,ini aku berikan coklat."Soo Ah menyodorkan coklat batangan pada Baek Kyung.
"Tidak,aku tidak suka coklat."Baek Kyung menolak Soo Ah yang menyodorkannya coklat.
"Kau tidak suka sesuatu yang manis ya sepertinya.Kalau begitu apa yang kau suka..??"Tanya Soo Ah lagi.
"Apa kita sedekat itu sehingga harus memberitahukannya padamu?"Baek Kyung memandang Soo Ah dengan sedikit raut kesal.
"Eh???"Soo Ah keheranan.
Baek Kyung lalu pergi berlalu dengan wajah masam."Dia fikir aku ini laki laki gampangan..Cih…."Baek Kyung hanya mengacuhkan gadis itu.
"Baiklah ketua osis sombong sekarang kau bisa menghindariku tapi itu semua akan berubah saat aku menunjukkan pesonaku.Aku yakin kau akan bertekuk lutut nantinya di hadapanku."Tutur Soo Ah saat Baek Kyung mulai menjauh.
Soo Ah adalah gadis ambisius yang rakus akan perhatian.Ia berniat mengambil hati Baek Kyung dan menjadikannya kekasihnya agar satu sekolah menaruh perhatian padanya.Ia sudah cukup populer dan di puja semua pria di sekolah tapi tetap saja masih menginginkan perhatian lebih.
Na Ri sedang bersantai kelas yang akan di tempatinya besok."Akhirnya besok aku sudah resmi sebagai anak SMA.Wah meja anak SMA benar benar keren."
Saat itu Baek Kyung kebetulan melintas,kelasnya juga di samping kelas Na Ri."Oiyy….!!!"
Na Ri menatap Baek Kyung."Apa lagi mau si musang hutan itu."
"Tenang,aku hanya lewat.Dan aku juga ingin memberi tahu, agar jangan kentut sembarangan lagi.Itu sangat memalukan."Ledek Baek Kyung mengawali pagi itu.
Seisi kelas lalu menertawai Na Ri.Baek Kyung berlalu pergi begitu saja sambil tertawa.
"Bisakah aku tetap tahan kalau begini terus!!Aku akan membunuhmu!!!!!!!"Ujar Na Ri seperginya Baek Kyung.
Tidak lama Ji Soo yang melintasi kelas Na Ri.Ia juga melempar senyum pada Na Ri.
Na Ri langsung meleleh walau senyuman itu hanya sepintas dan Ji Soo telah berlalu."Aaa….seperti itulah seharusnya seorang pria.Tampan,ramah dan baik hati..Aku harap,dia akan menikahiku suatu saat nanti."